Home » , » Sikap Muwahid Terhadap Politik

Sikap Muwahid Terhadap Politik

Written By Anonim on Selasa, 01 Oktober 2013 | 16.39

Salah satu yang mesti diperjuangkan oleh aktivis muslim adalah dijadikannya UU dan Hukum Alloh (Dustur Illahi /Syariah Islam) sebagai SEBUAH sistem yg menjalankan negeri ini. Karena jika masih menggunakan sistem batil, sistem thoghut, hasilnya akan sama saja, yaitu tidak bisa menyelamatkan manusia di dunia apalagi di akhirat kelak.

Rosulullah Shollallahu 'alaihi wa sallam sendiri mencontohkan saat fase Mekkah. Ketika sistem Islam memang belum siap karena kekuasaan dan keamanan belum sepenuhnya di tangan umat Islam, Rosululloh tidak terlibat sama sekali dalam sistem hukum dan kepemimpinan jahiliyah saat itu. Bahkan saat dibujuk dan ditawarkan kepadanya kekuasan (tahta) untuk menjadi pemimpin oleh kafir Quraisy, Rosulullah menolak. Sebab beliau tahu kekuasaan yang diberikan itu bukan untuk menjalankan sistem Islam secara penuh, tetapi sekadar kompromi politik. Rosulullah tahu persis konsekuensi menerima bujukan itu berarti mencampurkan antar hak dan batil. Sesuatu yang sangat bertentangan dengan prinsip Islam, bertentangan dengan Tauhid.

Sikap Rosululloh Shollallahu 'alaihi wa sallam sekaligus mencerminkan penolakan terhadap pragmatisme yang hanya memikirkan bagaimana kekuasaan dapat diraih. Padahal kalau menggunakan logika pragmatisme sekarang, apa salahnya Rosululloh mengambil kekuasaan saat itu, bukankah ada gunanya walaupun sedikit? Bukankah dengan kekuasan itu, kaum Muslim sedikit terlepas dari siksaan? Bukankah dakwahnya akan lebih lapang? Rosululloh Shollallahu 'alaihi wa sallam tetap berpegang pada prinsip perjuangan yang tidak mengenal kompromi. Meskipun Rosululloh dan sahabat-sahabatnya kemudian harus menghadapi ujian yang berat, berupa hinaan, cercaan, siksaan, hingga pembunuhan.

Itulah sikap seorang muwahid (orang yg bertauhid).

Lalu Bagaimana Dengan kita ?


Mulai sekarang, kita tidak boleh tutup mata dengan keadaan politik di negeri mana kita berdomisili dan gejolak politik dunia. Supaya kita bisa bertambah bijaksananya. Sikap berlepas diri dari politik, cuek, tidak mau tahu dengan urusan politik adalah sikap orang yg tidak ber-Islam secara kaaffah atau sekuler. Minimal, Tegaknya Syariat Islam di negeri ini wajib kita perjuangkan.

kita sebaiknya tidak hanya memikirkan urusan kita saja, yayasan kita saja, kelompok kita saja. Karena ini adalah penyakit asshobiyyah (fanatisme kelompok / golongan) yang wajib kita hindari.

Mulailah dari sekarang, belajar untuk BUKA MATA melihat kondisi kaum muslimin.

-----------------
Sumber: gurubesar-yaibad.blogspot
Sebarkan berita ini ya ikhwah! :
 
Support : Creating Website | Mujahidin | Mujahidin
Copyright © 1434 H / 2013 M. By Ridwan Kariem | Tauhid Media
Template Modified by Creating Website Published by Mujahidin
Proudly powered by Mujahidin