Home » , , » Tamkin Ad Dien (Berdaulatnya Islam)

Tamkin Ad Dien (Berdaulatnya Islam)

Written By Anonim on Sabtu, 12 Oktober 2013 | 08.46


Tamkin Ad Dien atau berdaulatnya agama (Islam) adalah anugerah dari Allah SWT., dan hanya berasal dariNya semata, bukan dari yang lain. Allah SWT., berfirman:
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal sholeh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhoiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasik.” (QS An Nur (24) : 55)
Dalam majalah As Silmi, Edisi 04 Tahun 1426 H/2005 M, dijelaskan bahwa dalam ayat ini Allah SWT., menjanjikan 3 (tiga) hal kepada mereka yang beriman dan beramal shaleh, yaitu:
  1. Istikhlaf
  2. Tamkin Ad Dien
  3. Rasa Aman setelah dicekam rasa takut.
Dalam tafsirnya, Ibnu Al-Jawzy berkata :
“Makna istikhlaf adalah : negeri orang-orang kafir, baik Arab maupun non Arab akan diberikan kepada mereka yang beriman dan beramal shaleh. Kemudian Allah menjadikan mereka sebagai penguasa, pemimpin politik dan pemilik negeri-negeri yang kafir tersebut.” (Zad al-Masir : 5/394)
Makna “istikhlaf” sebagaimana tersebut di atas, dipetik berdasarkan ayat sesudahnya yang menegaskan : “Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah dirighoiNya untuk mereka” (Tamkin Ad Dien), yang berarti :
“Dimenangkan dien (agama) Islam atas dien-dien (agama-agama) selainnya” (Zad al-Masir : 5/394)
Hal ini bersesuaian dengan firman Allah SWT., dalam Al-Qur’an Surat As Saff (61) : 9 yang artinya:
“Dialah yang mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk dimenangkannya di atas segala agama meskipun orang-orang musyrik membencinya.”
Menggapai Tamkin Ad Dien Melalui Sunatullah
Tamkin Ad Dien atau kemenangan total Islam, tidak akan dicapai kecuali melalui sunatullah. Di dalam sunatullah terdapat hikmah (kebijaksanaan) Allah SWT., yang sangat sempurna yang tidak berubah oleh zaman dan waktu, sebagaimana firmanNya:
“Maka sekali-kali kamu tidak akan mencapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu.” (QS Fathir (35) : 43)
Berkaitan dengan QS An Nur ayat 55 tadi, Abu al Aliyah berkata :
“Setelah mendapatkan wahyu, Nabi dan para sahabatnya tinggal di Mekkah selama 10 tahun. Mereka diperintahkan untuk tetap sabar menanggung berbagai siksaan dari orang-orang. Saat itu mereka merasakan takut yang mencekam, baik di kala pagi maupun di waktu petang. Hingga salah seorang diantara mereka (sahabat) berkata : Apakah akan datang kepada kita suatu hari dimana kita dapat merasakan aman dan dapat meletakkan senjata (tidak perang) ? Maka Allah menurunkan ayat yang menentramkan mereka, yaitu QS An Nur ayat 55. (HR At Thabary dalam Al Awsath)
Beberapa sunatullah yang pasti terjadi menuju Tamkin Ad Dien adalah :
  1. Kebatilan akan dihancurkan oleh Al Haq. Hal ini dikarenakan kebatilan tidak memiliki penopang untuk dapat mengekalkan dan melanggengkannya. Beberapa ayat ini dapat direnungkan, yakni QS Al Fajr (89) ayat 6-14, dan QS Al Qoshohs (28) ayat 8
  2. Pertempuran, konflik antara al batil melawan al haq akan terjadi terus menerus, sebagaimana QS Al Furqon (25) ayat 31
  3. Kemenangan dan pertolongan Allah SWT., hanya akan turun dan diberikan kepada orang-orang yang siap atau mempersiapkan diri dan selalu berusaha. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT., dalam QS Al Anfal (8) ayat 60.
Rasulullah SAW., adalah bukti dan contoh nyata bagaimana sebuah Tamkin Ad Dien harus diperjuangkan dan diusahakan melalui sunatullah, tidak datang begitu saja secara spontan.
Beliau mendapatkan Tamkin Ad Dien setelah mengalami siksaan, tuduhan, bahkan berdarah-darah dan giginya tanggal, serta pernah dikepung musuh dari berbagai penjuru. Maka, mungkinkah Tamkin Ad Dien atau berkuasanya Islam secara total saat ini dapat diperoleh hanya dengan ‘memohon’ dan ‘mengemis’ kepada para penguasa toghut yang saat ini sedang berkuasa?
Wallahu’alam bis showab!
Sumber: M Fachry
Sebarkan berita ini ya ikhwah! :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Mujahidin | Mujahidin
Copyright © 1434 H / 2013 M. By Ridwan Kariem | Tauhid Media
Template Modified by Creating Website Published by Mujahidin
Proudly powered by Mujahidin