Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman, :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ [الممتحنة :1]،
" Hai Orang - Orang Yang Beriman, Janganlah Kamu Mengambil Musuh-Ku Dan Musuhmu Menjadi Teman - Teman Setia Yang Kamu Sampaikan Kepada Mereka ( Berita - Berita Muhammad ) Karena Rasa Kasih Sayang, Padahal Sesungguhnya Mereka Telah Ingkar Kepada Kebenaran Yang Datang Kepadamu "
( QS. Al - Mumtahanah : 1 ).
Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman, :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ [المائدة :51].
" Hai Orang - Orang Yang Beriman, Janganlah Kamu Mengambil Orang - Orang Yahudi Dan Nasrani Menjadi Pemimpin - Pemimpin ( Mu ), Sebahagian Mereka Adalah Pemimpin Bagi Sebahagian Yang Lain. Barangsiapa Di Antara Kamu Mengambil Mereka Menjadi Pemimpin, Maka Sesungguhnya Orang Itu Termasuk Golongan Mereka. "
( QS. al - Maidah : 51 ).
Lihatlah Dalam Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala Di Atas, :
“ Dan Barangsiapa Memberikan Loyalitas Kepada Mereka Maka Ia Termasuk Ke Dalam Golongan Mereka. ” Selain Pada Ayat Di Atas, Sikap Bara’ Terhadap Orang Kafir Juga Ditunjukkan Di Dalam Surat Al - Kafirun
Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman, :
Katakanlah, : " Hai Orang - Orang Yang Kafir, Aku Tidak Akan Menyembah Apa Yang Kamu Sembah. Dan Kamu Bukan Penyembah Tuhan Yang Aku Sembah. Dan Aku Tidak Pernah Menjadi Penyembah Apa Yang Kamu Sembah. Dan Kamu Tidak Pernah ( Pula ) Menjadi Penyembah Tuhan Yang Aku Sembah. Bagimu Agamamu Dan Bagiku, Agamaku. "
( QS. Al - Kafirun : 1 - 6 ).
Di Dalam Syariat Diajarkan Supaya Membaca Surat Al - Kafirun Ini Setiap Usai Shalat Maghrib Dan Subuh, Bersama Dengan Membaca Surat Al - Ikhlas. Dengan Demikian, Sesungguhnya Kaum Muslimin Selalu Diingatkan Pada Setiap Pagi Dan Petang Untuk Berlepas Diri ( Bara’ ) Dari Orang Musyrik Dan Sesembahan Mereka.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam B ersabda, :
أَنَا بَرِيءٌ مِنْ كُلِّ مُسْلِمٍ يُقِيْمُ بَيْنَ أَظْهُرِ الْمُشْرِكِيْنَ قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ وَلِمَ؟ قَالَ: لاَ تَرَايَا نَارَاهُمَا [ رواه الترمذي أبو داود والنسائي].
Saya Berlepas Diri Dari Setiap Muslim Yang Tinggal Di Antara Orang - Orang Musyrik. Para Shahabat Bertanya, :
" Mengapa Demikian Wahai Rasulullah? Beliau Bersabda, : “ Agar Tidak Saling Melihat Api Mereka. ”
( Hadits Riwayat. Tirmidzi, Abu Dawud Dan An - Nasa’i ).
Agar Antara Api Muslim Dan Api Orang Kafir Tidak Saling Melihat, Karena Masing - Masing Memiiki Jalan Yang Sangat Berbeda. Yang Terjadi Pada Umat Islam Saat Ini, Adalah Kerusakan Islam, Karena Mereka Bermudahanah ( Meninggalkan Kewajiban Agama Untuk Mencari Kemaslahatan Dunia )
Terhadap Orang Kafir Dan Musyrik, Mencintai Dan Memberikan Loyalitas Kepada Mereka, Bahkan Meminta Nasehat Kepada Mereka, Dan Bahkan Meminta Hukum Kepada Mereka.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman, :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ [آل عمرن:118]
" Hai Orang - Orang Yang Beriman, Janganlah Kamu Ambil
Menjadi Teman Kepercayaanmu Orang - Orang Yang Di Luar Kalanganmu ( Karena ) Mereka Tidak Henti - Hentinya ( Menimbulkan ) Mudarat Bagimu. Mereka Menyukai Apa Yang Menyusahkan Kamu. Telah Nyata Kebencian Dari Mulut Mereka, Dan Apa Yang Disembunyikan Oleh Hati Mereka Lebih Besar Lagi. "
( QS. Ali - Imran : 118 ).
Subhanallahal ‘Adzim, Betapa Besarnya Kesesuaian Ayat Ini Terhadap Realitas Kita Saat Ini.
Al - Wala’ Wa Al - Bara’ Inilah Sebesar - Besar Konsekuensi Tauhidullah. Dan Sebagaimana Dinyatakan Oleh Para Ulama’, Yang Paling Banyak Disebut Oleh Allah Setelah Tauhid Dan Mengesakan-Nya Dengan Ibadah Adalah Al - Wala’ Dan Al - Bara’ Dari Orang Kafir.
Al - Bara’ Itu Merupakan Salah Satu Ushul ( Prinsip ) Di Antara Prinsip - Prinsip Islam. Dan Setiap Muslim Harus Menjaga Al - Wala’ Dan Al - Bara’nya.
Di Dalam Sunnah Juga Dikemukakan Oleh Abu Dawud Dan Lain - Lainnya, Dari Samurah Bin Jundub Rahimahullaah Dari Rasululllah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Bersabda, :
مَنْ جَامَعَ الْمُشْرِكِ وَسَكَنَ مَعَهُ فَهُوَ مِثْلُهُ.
" Barangsiapa Yang Berkumpul Dengan Orang Musyrik Dan Tinggal Bersama Mereka Maka Ia Seperti Mereka.
Syaikh Sulaiman Bin Syaikh Abdullah Bin Muhammad Bin Abdul Wahhab Berkata, : “ Di Dalam Hadis Barangsiapa Yang Berkumpul Dengan Orang Musyrik Ini, Maksudnya Adalah Bergaul Dan Berbaur Dengan Mereka, Dan Tinggal Bersama Mereka Maka Ia Seperti Mereka, Lalu Bagaimanakah Halnya Dengan Orang Yang Memberikan Pertolongan Kepada Mereka Yang Berkaitan Dengan Agama Mereka, Memberikan Tempat Tinggal Dan Membantu Mereka. Kalau Mereka Mengatakan, : " Karena Kami Dalam Keadaan Takut, " Maka Jawabannya, : “ Kalian Telah Berbohong. ” [ Ad - Durar As - Saniyyah, J. VIII, H. 142 ].
Al - Allamah Ibnu Al - Qayyim Rahimahullaah Berkata, :
" Ketika Allah Melarang Kaum Mukmin Untuk Memberikan Loyalitas Kepada Orang Kafir, Maka Terkandung Maksud Permusuhan Terhadap Mereka, Berlepas Diri Dari Mereka, Dan Menampakkan Permusuhan Itu Dalam Segala Hal. " [ Badai’ Al - Fawaid, J. III, H. 69 ].
"WAJIB MEMUSUHI AHLUL BID'AH, KELOMPOK SESAT, KAFIR DAN MUNAFIK. MELARANG DUDUK SEMAJELIS DENGAN MEREKA"
Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab Berkata, :
“ Ketahuilah, semoga Allah Merahmatimu, Bahwa Kaum Salaf Mengatakan Agar Memusuhi Ahlul Bid’ah Dan Kelompok Sesat, Bersikap Keras Dalam Memusuhi Kelompok Sesat, Dan Melarang Duduk Semajelis Dengan Mereka, Lalu Bagaimana Menurutmu Tentang Duduk Semajelis Dengan Orang Kafir Dan Munafik, Berkumpul Dengan Orang Arab Yang Tidak Beriman Kepada Allah Dan Rasul-Nya, Berusaha Mendatangkan Kemaslahatan Bagi Mereka, Berbaur Dengan Mereka Dan Bersikap Ramah Kepada Mereka? Kondisi Mereka Adalah Satu Di Antara Dua Hal, Kafir Atau Munafik, Dan Di Antara Mereka Yang Memberikan Perhatian Kepada Islam Pun Sangat Sedikit.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman, :
احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ [الصافات : 22]
“ ( Kepada Malaikat Diperintahkan ), : " Kumpulkanlah Orang - Orang Yang Zalim Beserta Teman Sejawat Mereka " ( QS. Ash - Shoffat : 22 )
وَإِذَا النُّفُوسُ زُوِّجَتْ [التكوير :7]
Dan Apabila Ruh - Ruh Dipertemukan ( Dengan Tubuh ) ( QS. At - Takwir : 7 )
Dan Juga Hadis Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Bersabda, :
لاَ يُحِبُّ الرَّجُلُ قَوْماً إِلاَّ حَشَرَ مَعَهُمْ
" Seorang Tidak Mencintai Suatu Kaum Jika Ia Tidak Mau Berkumpul Bersama Mereka [ Ad - Durar As - Saniyyah, j. VIII, h. 153 ].
WAJIB MEMUSUHI MUSUHNYA ALLAH DAN RASUL-NYA.
Syaikh Muhammad Bin Abdul Lathif Berkata, :
" Ketahuilah, Semoga Allah Memberikan Taufiq Kepada Kita Terhadap Hal - Hal Yang Dia Cintai Dan Dia Ridlai, Islam Dan Dien Seseorang Tidak Akan Lurus Melainkan Ia Memusuhi Musuh Allah Dan Rasul-Nya Dan Memberikan Loyalitas Kepada Wali Allah Dan Rasul-Nya Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman, :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا ءَابَاءَكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاءَ إِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْإِيمَانِ
" Hai Orang - Orang Yang Beriman, Janganlah Kamu Jadikan Bapa - Bapa Dan Saudara - Saudaramu Pemimpin - Pemimpinmu, Jika Mereka Lebih Mengutamakan Kekafiran Atas Keimanan
( QS. At - Taubah : 23 ). [ Ad - Durar As - Saniyyah, Cet Lama, Juz Al - Jihad, h. 208 ].
Syaikh Sulaiman Bin Asy - Syaikh Muhammad Berkata, :
Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman, :
تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ [المائدة 80]
" Kamu Melihat Kebanyakan Dari Mereka Tolong - Menolong Dengan Orang - Orang Yang Kafir ( Musyrik ). Sesungguhnya Amat Buruklah Apa Yang Mereka Sediakan Untuk Diri Mereka, Yaitu Kemurkaan Allah Kepada Mereka; Dan Mereka Akan Kekal Dalam Siksaan. " ( QS. Al - Maidah : 80 ).
KEKAL DALAM NERAKA ORANG YANG MEMUSUHI TAUHID DAN PENGIKUTNYA
Allah Menyebutkan Bahwa Memberikan Al - Wala’ ( Loyalitas ) Kepada Orang Kafir Itu Meniscayakan Kebencian Kepada Allah, Sehingga Tindakan Itu Menyebabkan Kekal Di Dalam Neraka, Meskipun Seseorang Melakukan Itu Karena Merasa Takut. Tetapi Hal Ini Mengecualikan Orang Yang Dipaksa, Inilah Syarat Pengecualiannya. Lalu Bagaimana Jika Seorang Mukmin Berkumpul Dengan Orang Yang Jelas - Jelas Kufur, Ia Memusuhi Tauhid Dan Pengikutnya, Membantu Upaya Untuk Menghambat Da’wah Kepada Allah, Dan Menetapkan Da’wah Kepada Yang Lainnya? [ Ad - Durar As - Saniyyah, j. VIII, h. 128 ].
Syaikh Sulaiman Juga Berkata Dengan Panjang Lebar, : “ Sesungguhnya Sekuat - Kuat Ikatan Iman Adalah,: " Cinta Karena Allah Dan Benci Karena Allah. "
"Dan Bahwasannya Allah Telah Mewajibkan Orang Mukmin Untuk Memusuhi Orang Musyrik, Kafir Dan Munafik, Menjauhi Kaum Baduwi Yang Dikenal Munafik, Tidak Beriman Kepada Allah Dan Rasul-Nya Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Dan Bahwa Allah Memerintahkan Untuk Berjihad Melawan Mereka, Bersikap Keras Kepada Mereka Dalam Kata - Kata Maupun Tindakan, Dan Mengancam Mereka Dengan Laknat Dan Pembunuhan."
PERINTAH ALLAH MENANGKAP DAN MEMBUNUH KAUM TERLA'NAT
Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman, :
مَلْعُونِينَ أَيْنَمَا ثُقِفُوا أُخِذُوا وَقُتِّلُوا تَقْتِيلًا [الأحزاب : 61]
" Dalam Keadaan Terla`nat. Dimana Saja Mereka Dijumpai, Mereka Ditangkap Dan Dibunuh Dengan Sehebat - Hebatnya. "
( QS. Al - Ahzab : 61 ).
Selain Itu, Allah Juga Telah Memutuskan Kesetiaan Antara Kaum Mukminin Dan Orang Kafir. Kemudian Allah Memberitakan Bahwa Orang Yang Memberikan Loyalitas Kepada Orang Kafir Berarti Termasuk Ke Dalam Golongan Mereka. Lalu Bagaimanakah Ada Orang Yang Mengaku Cinta Kepada Allah Sedangkan Ia Juga Mencintai Musuh - Musuh-Nya Yang Membantu Syetan - Syetan Dalam Memerangi Ahlu Tauhid Dan Menjadikan Mereka Sebagai Pelindung Selain Dari Allah [ Ad - Durar As - Saniyyah, j. II, h. 144 ].
UMAR BIN KHATTHAB RADHIYALLAAHU 'ANHU MEMENGGAL KEPALA ORANG YANG TIDAK MENERIMA KEPUTUSAN RASULULLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM, DAN TURUNLAH AYAT, : " MAKA DEMI RABBMU, MEREKA ( PADA HAKEKATNYA ) TIDAK BERIMAN DAN ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA MEMBEBASKAN UMAR DARI PEMBUNUHAN TERSEBUT "
Ayat Yang Mulia Ini Turun Berkenaan Dengan Dua Orang Yang Bersengketa. Keduanya Datang Kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Dan Meminta Keputusan Beliau. Beliau Memenangkan Pihak Yang Benar Dan Mengalahkan Pihak Yang Salah. Maka Pihak Yang Dikalahkan Berkata, : “ Aku Tidak Rela ( Puas). ” Pihak Yang Dimenangkan Bertanya, : “ Lalu Apa Keinginanmu ? ” Ia Menjawab, : “ Mari Kita Pergi Kepada Abu Bakar. ” Keduanya Mendatangi Abu Bakar, Lalu Pihak Yang Dimenangkan Bercerita, : “ Kami Berselisih Dan Meminta Putusan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, Maka Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Memenangkan Saya. ” Abu Bakar Berkata, : “ Kalau Begitu, Keputusan Untuk Kalian Berdua Adalah Seperti Yang Telah Diputuskan Oleh Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa Sallam.”
Pihak Yang Dikalahkan Tidak Puas. Ia Berkata, : “ Mari Kita Pergi Kepada Umar Bin Khathab. ” Keduanya Mendatangi Umar, Lalu Pihak Yang Dimenangkan Bercerita, : “ Kami Berselisih Dan Meminta Putusan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, Maka Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Memenangkan Saya, Namun Ia Tidak Puas. Lalu Kami Mendatangi Abu Bakar. Abu Bakar Berkata, : ‘" Kalau Begitu, Keputusan Untuk Kalian Berdua Adalah Seperti Yang Telah Diputuskan Oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam.’ Tapi Ia Tetap Tidak Puas. ” Umar Menanyai Pihak Yang Dikalahkan, Dan Ia Membenarkan Cerita Pihak Yang Dimenangkan.
Maka Umar Masuk Ke Dalam Rumahnya. Tangannya Menghunus Sebuah Pedang Dan Ia Memenggal Kepala Orang Yang Tidak Puas Tersebut Dengan Pedangnya. Maka Allah Menurunkan Ayat Di Atas, : ” Maka Demi Rabbmu, Mereka ( Pada Hakekatnya ) Tidak Beriman … ”
Dalam Riwayat Amru Bin Zubair Disebutkan, : Umar Bertanya Kepada Orang Yang Dikalahkan Tersebut Untuk Mengecek Kebenaran Penuturan Lawan Perkaranya, : “ Apakah Memang Begitu Kejadiannya ? ” Orang Itu Menjawab, : “ Benar. ” Umar Berkata, : “ Jika Begitu, Tetaplah Engkau Di Tempatmu Ini Sehingga Aku Akan Memberi Keputusan Di Antara Kalian Berdua. Umar Lalu Keluar Dari Dalam Rumah Dengan Pedang Terhunus. Ia Memenggal Kepala Orang Yang Mengajak Kawannya Meminta Putusan Kepada Umar. Kawannya Lari Terbirit - Birit, Menemui Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Dan Melapor, : “ Wahai Rasulullah, Umar Membunuh Kawan Saya. Jika Saja Saya Tidak Lari Sehingga Tidak Terkejar Olehnya, Tentu Ia Juga Akan Membunuhku. ”
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Bersabda, :
“ Aku Menduga Umar Tidak Akan Berani Membunuh Seorang Mukmin. ” Maka Allah Menurunkan Ayat Di Atas, : ” Maka Demi Rabbmu, Mereka ( Pada Hakekatnya ) Tidak Beriman … ” Allah Subhanahu Wa Ta'ala Membebaskan Umar Dari Pembunuhan Tersebut. ( Ash - Sharim al - Maslul ‘ala Syatim ar - Rasul, hlm. 38 ).
" PADA ZAMAN RASULULLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM MANUSIA DIHUKUMI DENGAN WAHYU SEKARANG WAHYU TELAH BERHENTI MAKA SEKARANG KAMI HANYALAH MENGHUKUMI KALIAN DENGAN YANG NAMPAK BAGI KAMI DARI AMALAN KALIAN DAN ALLAH YANG AKAN MEMPERHITUNGKAN BATINNYA "
Umar Bin Al-Khatthab RAdhiyallohu ‘Anhu Mengatakan, :
“ Sesungguhnya Dahulu Pada Masa Hidup Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Manusia Dihukumi Dengan Wahyu. Dan Sekarang Wahyu Telah Terhenti. Maka Sekarang Kami Hanyalah Menghukumi Kalian Dengan Yang Nampak Bagi Kami Dari Amalan Kalian. Barangsiapa Menampakkan Kebaikan Kepada Kami, Niscaya Akan Kami Berikan Keamanan Dan Kami Dekatkan Dia. Bukanlah Urusan Kami Apa Yang Ada Dalam Batinnya. Allah Yang Akan Memperhitungkan Batinnya. Dan Barangsiapa Menampakkan Keburukan Kepada Kami, Niscaya Kami Tidak Akan Memberikan Keamanan Kepadanya, Dan Tidak Akan Membenarkannya, Meskipun Dia Mengatakan Bahwa Batinnya Itu Baik. ( Hadits Riwayat. Imam Bukhari No. 2498 ).
SANGAT JELAS BUAT SALAFY MURJI'AH.
Imam Ibnu Taimiyah juga mengatakan,
"Kalaulah ada sebuah kaum yang mengatakan kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa salam, "Kami mengimani apa yang Anda bawa dengan hati kami tanpa sedikitpun keraguan, dan lisan kami mengucapkan dua kalimat syahadat, namun kami tidak mau mentaati sedikitpun perintah Anda dan larangan Anda, kami tidak akan shalat, tidak akan shaum, tidak akan menunaikan haji, tidak akan berbicara dengan jujur, tidak akan menunaikan amanat, tidak akan menepati janji, tidak akan menyambung silaturahmi dan tidak akan mengerjakan sedikitpun kebajikan yang Anda ajarkan, kami akan minum khamr, kami akan menikahi mahram kami dengan perzinaan yang terang-terangan, kami akan membunuh para shahabat dan umat Anda yang sanggup kami bunuh, kami akan merampas harta mereka, bahkan kami akan membunuhm Anda dan kami akan berperang di pihak musuh Anda.
"Apakah orang yang waras bisa membayangkan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa salam akan mengatakan kepada mereka, "Kalian adalah orang-orang beriman yang imannya sempurna, kalian akan mendapat syafa’atku pada hari kiamat nanti, semoga tak seorangpun di antara kalian yang masuk neraka!" Pasti, setiap muslim secara otomatis mengetahui bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa salam akan mengatakan kepada mereka,"Kalian adalah orang yang paling kafir terhadap ajaranku." Beliau akan memenggal leher-leher mereka, jika mereka tidak mau bertaubat dari hal itu.(Majmu’ Fatawa 7/287)
Sebelumnya sudah kami berikan catatan - dalam bantahan atas pendapat ustadz Hasan Al- Hudhaibi dan koreksian atas tesis Dhawabitu Takfir Inda Ahli sunah Wal Jama’ah -, bahwa tidak berhukum dengan syariah termasuk dalam kategori dosa-dosa yang menyebabkan pelakunya kafir (dzunub mukaffirah).
Jika menolak berhukum dengan syariat termasuk kategori dosa-dosa yang menyebabkan pelakunya kafir, maka mengkafirkan pelakunya tidak boleh dibatasi dengan adanya sikap juhud, sebagaimana telah saya sebutkan dalam catatan penting saya atas buku "Syarhu Aqidah Thahawiyah" dalam pembahasan dosa apa yang untuk mengkafirkan pelakunya perlu disyaratkan juhud atau istihlal dan dosa apa yang untuk mengkafirkan pelakunya tidak perlu disyaratkan juhud atau istihlal.
Saya juga telah menyebutkan bahwa pembedaan antara dosa yang otomatis menyebabkan pelakunya kafir dan dosa yang tidak menyebabkan pelakunya kafir bila tidak disertai juhud atau istihlal; adalah sebuah pembedaan yang berdasar Al Qur’an, As Sunah dan ijma’ shahabat. Karena adanya dalil inilah, para ulama salaf mengkafirkan Murjiah ekstrim yang mensyaratkan adanya juhud atas kafirnya pelaku dosa-dosa yang otomatis menyebabkan pelakunya kafir, sebagaimana telah saya nukil dari perkataan imam Ibnu Taimiyah tadi.
Tidak memperhatikan praktek kaedah ini menyebabkan banyak orang yang sebenarnya kafir justru dinyatakan sebagai seorang muslim.
Sebagaimana dikatakan oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah:"Tidak mungkin bisa dibayangkan; ada seseorang yang hatinya mengimani, mengakui bahwa Allah mewajibkan kepadanya shalat dan ia komitmen dengan syariat dan ajaran Nabi shallallahu ’alaihi wa salam; kemudian waliyul amri (amir/presiden/raja) memerintahkan kepadanya untuk melaksanakan shalat; lantas ia menolak untuk shalat sampai akhirnya ia dibunuh; sangat mustahil dihatinya masih ada iman. Tak lain dan tak bukan, orang ini adalah orang kafir. Jika ia mengatakan saya mengakui shalat itu wajib namun saya tidak mau mengerjakannya, maka ucapan ini adalah pengakuan dusta. Sebagaimana bila ia melempar mushaf Al Qur’an ke tempat kotoran lalu mengatakan, "saya bersaksi bahwa dalam mushaf tersebut adalah firman Allah. "Sebagaimana juga orang yang membunuh seorang Nabi lalu mengatakan, "Saya bersaksi bahwa ia adalah seorang Rasulullah." Dan perbuatan-perbuatan serupa yang meniadakan imannya hati. Jika ia mengatakan, "Hati saya beriman" namun ia berbuat seperti ini, maka ucapan yang ia nampakkan tersebut adalah dusta." (Majmu’ Fatawa 7/615-616)
Dari perkataan syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ini anda bisa mengetahui bahwa dzunub mukaffirah seperti tidak shalat, tidak berhukum dengan hukum Allah dan perbuatan yang serupa dengan kedua hal ini tidak bisa menghalangi untuk menjatuhkan vonis kafir atas si pelaku sekalipun si pelaku mengatakan bahwa ia mengakui wajibnya hal-hal tersebut dan ia tidak juhud. Karena sesungguhnya sekedar perbuatan dzunub mukaffirah tersebut sudah meniadakan iman dalam hati, karena telah meniadakan (merusak) ashlul iman. Jika lisannya menampakkan selain hal itu maka ucapannya adalah pengakuan dusta.
Hal ini juga diungkapkan oleh syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh
"Jika orang yang mempraktekkan undang-undang positif mengatakan; saya meyakini undang-undang positif ini batil, maka ucapan ini tidak berpengaruh sedikitpun, ia tetap menyingkirkan syariat, sebagaimana kalau seseorang mengatakan; saya menyembah berhala namun saya meyakini berhala itu batil." (Fatawa wa Rasailu syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh, dikumpulkan oleh syaikh Abdurahman bin Qasim An najdi, juz 6 hal. 189, cet 1399H, Makkah Mukarramah)
Lihatlah, beliau rahimahullah menyamakan antara berhukum kepada undang-undang positif dengan menyembah berhala, karena keduanya samasama perbuatan yang otomatis menyebabkan pelakunya kafir tanpa harus melihat ucapan lisannya yang menggambarkan keyakinan hatinya.
Kesimpulan:Menolak berhukum dengan syariah merupakan kufur akbar (kufur yang menyebabkan pelakunya murtad), untuk mengkafirkan pelakunya tidak disyaratkan adanya juhud, bahkan siapa saja yang mensyaratkan juhud untuk mengkafirkan pelaku dzunub mukafirah ini - sebagaimana pendapat Jama’ah Islamiyah Mesir - merupakan pendapat Murjiah Ekstrim.
-----------------------------------------------------------------
Dalam pembahasan kaedah takfir tersebut, saya nukilkan perkataan Syaikhul Islam imam Ibnu Taimiyah,
"Orang yang murtad; jika ia menentang - dengan bergabung ke negara kafir atau murtad dan mempunyai kekuasaan / kekuatan sehingga menolak melaksanakan sebuah hukum Islam -, maka tak diragukan lagi ia dibunuh tanpa perlu memberi tenggang waktu untuk bertaubat." (Ash Sharimul Maslul ’Ala Syatimi Rasul hal. 322)
Beliau juga mengatakan,
"Orang yang menentang tidak diberi tenggang waktu bertaubat, karena yang diberi tenggang waktu bertaubat hanyalah orang yang bisa ditaklukkan (personal murtad yang tidak mempunyai kekuatan sehingga bisa ditangkap oleh pemerintah Islam)." (Ash Sharimul Maslul hal. 325-326)
Saya juga telah menyebutkan bahwa Nabi shallalllahu ’alaihi wa salam menghalalkan darah Abdullah bin Abi Sarh ketika ia murtad dan bergabung dengan kafirin Makkah sebelum terjadinya Fathu Makkah, tanpa melakukan pengecekan syarat-syarat tafir dan mawani’ takfir. Hal ini kemudian menjadi ijma’ shahabat, maka para shahabat menghukumi murtadnya personal-personal pasukan para pemimpin kafir seperti Musailamah AlKadzab, Thulaihah Al Asadi dan lainnya. Para shahabat menyebut mereka semua sebagai orang- orang murtad, padahal jumlah mereka ribuan personal, tanpa mengecek terpenuhinya syarat takfir dan mawani’ pada personal- personal pasukan tersebut. Hal ini akan kita jelaskan lebih lanjut dalam koreksi selanjutnya atas buku lain karangan Jama’ah Islamiyah Mesir, yaitu buku "Ar Risaalatu Al Liimaniyatu fil Muwaalati".
Pendapat yang mensyaratkan terpenuhinya syarat takfir dan tidak adanya mawani’ takfir untuk menghukumi murtadnya personal- personal anggota kelompok yang mempunyai kekuatan yang menolak melaksanakan syariat Allah Ta’ala - sebagaimana pendapat Jama’ah Islamiyah Mesir ini - merupakan pendapat yang menyelisihi as-sunah dan menyelisihi ijma’ shahabat yang merupakan jalan orang-orang beriman
Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman, :
“ Maka Bunuhilah Orang - Orang Musyrik Itu Dimana Saja Kamu Jumpai Mereka, Dan Tangkaplah Mereka, Kepunglah Mereka Dan Intailah Ditempat - Tempat Pengintaian. Jika Mereka Bertaubat Dan Mendirikan Sholat Dan Menunaikan Zakat, Maka Berilah Kebebasan Kepada Mereka Untuk Berjalan ”.
( QS. At - Taubah : 5 ).
Jika Mereka Bertaubat, Maksudnya Bertaubat Dari Kemusyrikannya, Dari Kethaghutannya, Dari Kekafirannya, Mereka Mendirikan Shalat Dan Memuaikan Zakat, Maka Berilah Mereka Jalan Dan Jangan Diganggu. Sedangkan Jika Pemerintahan Ini Tidak Bertaubat Dari Kethaghutannya, Dari Pancasilanya, Dari Demokrasinya Dan Dari Kekufuran Lainnya, Maka Mereka Masih Masuk Ke Dalam Cakupan Ayat Ini.
" PERANGILAH ORANG - ORANG YANG ADA DISEKITARMU SELAMA MASIH ADA FITNAH TERHADAP KAUM MUSLIMIN DAN MEMERANGIN PENGUASA MURTAD HARUSLAH LEBIH DIDAHULUKAN "
Selama Ad - Dien ( Ketundukan ) Belum Sepenuhnya Kepada Allah, Maka Al - Qital ( Perang ) Belum Berhenti. Selama Fitnah ( Bencana ) Terhadap Kaum Muslimin Yang Taat Dan Berkomitmen Dengan Ajaran Allah Masih Dikejar - Kejar Atau Dipersempit Hidupnya, Masih Ditangkapi, Dipenjarakan Dan Masih Dibunuhi … Maka Berarti Masih Ada Fitnah !! Selama " Kemusyrikan Didoktrinkan " Maka Fitnah Masih Ada. Selama Fitnah Masih Ada Maka Al - Qital Tidak Akan Berhenti.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman, :
“ Dan Perangilah Mereka Itu, Sampai Tidak Ada Fitnah, Dan Dien ( Ketundukan ) Hanya Bagi Allah Semata ” ( QS. Al - Baqarah : 193 ).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman, :
“ Katakanlah Kepada Orang - Orang Yang Kafir Itu, : “ Jika Mereka Berhenti ( Dari Kekafirannya ), Niscaya Allah Akan Mengampuni Dosa - Dosa Mereka Yang Sudah Lalu : Dan Jika Mereka Kembali Lagi, Sesungguhnya Akan Berlaku ( Kepada Mereka ) Sunnah ( Allah Terhadap ) Orang - Orang Dahulu ( Dibinasakan ) ”. Dan Perangilah Mereka, Supaya Jangan Ada Fitnah Dan Supaya Dien Itu Semata - Mata Untuk Allah ”. ( QS. Al - Anfal : 38 - 39 ).
Perangilah Orang - Orang Yang Ada Disekitar Kamu, Yang Ada Didekat Kamu Dan Dalam Realitanya Bukan Hanya Dekat, Akan Tetapi Mereka Telah Menguasai Harta, Diri, Dan Tanah Air Kita. Merekalah Thaghut Penguasa Negeri Ini, Merekalah Orang - Orang Kafir Itu. Mereka Telah Sekian Lama Memerangi, Menindas Diri Dan Merampas Harta Kaum Muslimin. Mereka Mewajibkan Ini Dan Itu Yang Bertentangan Dengan Ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Merekalah Orang - Orang Kafir Yang Dekat, Maka Tidak Usah Jauh - Jauh Pergi Berperang Untuk Mencari Orang Kafir, Ini Yang Dekat Justeru Sudah Memusuhi Dan Memerangi Semenjak Dahulu. Bahkan Para Ulama Sepakat Bahwa Memerangi Penguasa Murtad Adalah Lebih Harus Didahulukan Memeranginya Daripada Orang - Orang Kafir Asli, Apalagi Orang - Orang Kafir Yang Jauh …
Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman, :
“ Dan Usirlah Mereka Dari Tempat Mereka Telah Mengusir Kamu ” ( QS. Al - Baqarah : 191 ).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala Memerintahkan Untuk Mengusir Orang - Orang Kafir Sebagaimana Mereka Pernah Mengusir Kaum Muslimin. Rasulullah Diperintahkan Untuk Mengusir Orang - Orang Kafir Sebagaimana Mereka Telah Mengusir Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam.
Para Thaghut Penguasa Negeri Ini, Bukan Loyalitas Dan Taat Kepada Mereka, Tapi Ingatkah Bahwa Kita Adalah Orang - Orang Yang Ditindas, Diperangi Dengan Berbagai Cara : Kasar Dan Halus, Terang - Terangan Dan Sembunyi - Sembunyi,
Tapi ..… Sungguh Banyak Kaum Muslimin Tidak Menyadarinya. Ini Karena Kebanyakan Kaum Muslimin Belum Memahami Hakikat Laa Ilaaha Illallaah. Mereka Mengira Penguasa Negeri Ini Adalah Muslim, Karena Para Thaghutnya Itu Shalat, Shaum, Zakat, Bahkan Haji Berkali - Kali. Padahal Penguasa Negeri Ini Telah Melanggar Hal Yang Paling Penting Dan Fundamental, Yaitu Syahadat : Laa Ilaaha Illallaah ..…
Sesungguhnya Allah Berfirman Kepada Orang - Orang Yang Berbohong Ketika Diturunkan Wahyu Yang Menjelekkan Perkataan Salah Seorang – Dari Shahabat -.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman, :
“ Kelak Mereka Bersumpah Kepadamu Dengan Nama Allah, Apabila Kamu Kembali Kepada Meraka, Supaya Kamu Berpaling Dari Mereka. Maka Berpalinglah Kepada Mereka : Karena Sesungguhnya Mereka Itu Adalah Najis Dan Tempat Mereka Jahannam : Sebagai Balasan Atas Apa Yang Telah Mereka Kerjakan. Mereka Akan Bersumpah Kepadamu, Agar Kamu Ridha Kepada Mereka. Tetapi Jika Sekiranya Kamu Ridha Terhadap Mereka, Maka Sesungguhnya Allah Tidak Ridha Kepada Oang - Orang Yang Fasik Itu “. ( QS. At - Taubah : 95 - 96 ).
Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman, :
“ Sesungguhnya Orang - Orang Kafir, Sama Saja Bagi Mereka, Kamu Beri Peringatan Atau Tidak Kamu Beri Peringatan, Mereka Tidak Juga Akan Beriman. Allah Telah Mengunci - Mati Hati Dan Pendengaran Mereka, Dan Penglihatan Mereka Ditutup. Dan Bagi Mereka Siksa Yang Amat Berat. ”
( QS. Al - Baqarah : 6 - 7 ).
Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman, :
“ Dan Apabila Dibacakan Di Hadapan Mereka Ayat - Ayat Kami Yang Terang, Niscaya Kamu Melihat Tanda - Tanda Keingkaran Pada Muka Orang - Orang Yang Kafir Itu. Hampir - Hampir Mereka Menyerang Orang - Orang Yang Membacakan Ayat - Ayat Kami Di Hadapan Mereka. Katakanlah, :
" Apakah Akan Aku Kabarkan Kepadamu Yang Lebih Buruk Daripada Itu, Yaitu Neraka ? " Allah Telah Mengancamkannya Kepada Orang - Orang Yang Kafir. Dan Neraka Itu Adalah Seburuk - Buruknya Tempat Kembali. ” ( QS. Al - Hajj : 72 ).
Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman, :
“ Maka Orang Kafir Akan Dibuatkan Untuk Mereka Pakaian - Pakaian Dari Api Neraka. Disiramkan Air Yang Sedang Mendidih Ke Atas Kepala Mereka. ” ( QS. Al - Hajj : 19 ).
Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman, :
“ Dan Orang - Orang Kafir Bagi Mereka Neraka Jahannam. Mereka Tidak Dibinasakan Sehingga Mereka Mati Dan Tidak ( Pula ) Diringankan Dari Mereka Azabnya. Demikianlah Kami Membalas Setiap Orang Yang Sangat Kafir. ” ( QS. Al - Faathir : 36 ).
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Bersabda, :
“Demi Allah Yang Jiwa Muhammad Berada Di Tangan-Nya, Tidak Ada Seorangpun Dari Umat Manusia Yang Mendengar Kerasulanku, Baik Ia Seorang Yahudi Maupun Nasrani Lalu Mati Dalam Keadaan Belum Beriman Kepada Ajaran Yang Kubawa, Melainkan Ia Pasti Termasuk Penduduk Neraka ”.
( Hadits Riwayat. Muslim ).
Shalawat Dan Salam Semoga Senantiasa Tercurah Kepada
Nabi Kita Muhammad, Keluarganya Dan Para Shahabat Serta Para Pengikutnya Sampai Hari Kiamat.
Alhamdulillahirabbil’alamiin ....…
BUNUHILAH ORANG - ORANG MUSYRIK, TANGKAP, KEPUNGLAH DAN INTAILAH DITEMPAT - TEMPAT PENGINTAIAN SAMPAI MEREKA BERTAUBAT "
Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman, :
“ Maka Bunuhilah Orang - Orang Musyrik Itu Dimana Saja Kamu Jumpai Mereka, Dan Tangkaplah Mereka, Kepunglah Mereka Dan Intailah Ditempat - Tempat Pengintaian. Jika Mereka Bertaubat Dan Mendirikan Sholat Dan Menunaikan Zakat, Maka Berilah Kebebasan Kepada Mereka Untuk Berjalan ”.
( QS. At - Taubah : 5 ).
Jika Mereka Bertaubat, Maksudnya Bertaubat Dari Kemusyrikannya, Dari Kethaghutannya, Dari Kekafirannya, Mereka Mendirikan Shalat Dan Memuaikan Zakat, Maka Berilah Mereka Jalan Dan Jangan Diganggu. Sedangkan Jika Pemerintahan Ini Tidak Bertaubat Dari Kethaghutannya, Dari Pancasilanya, Dari Demokrasinya Dan Dari Kekufuran Lainnya, Maka Mereka Masih Masuk Ke Dalam Cakupan Ayat Ini.
" PERANGILAH ORANG - ORANG YANG ADA DISEKITARMU SELAMA MASIH ADA FITNAH TERHADAP KAUM MUSLIMIN DAN MEMERANGIN PENGUASA MURTAD HARUSLAH LEBIH DIDAHULUKAN "
Selama Ad - Dien ( Ketundukan ) Belum Sepenuhnya Kepada Allah, Maka Al - Qital ( Perang ) Belum Berhenti. Selama Fitnah ( Bencana ) Terhadap Kaum Muslimin Yang Taat Dan Berkomitmen Dengan Ajaran Allah Masih Dikejar - Kejar Atau Dipersempit Hidupnya, Masih Ditangkapi, Dipenjarakan Dan Masih Dibunuhi … Maka Berarti Masih Ada Fitnah !! Selama " Kemusyrikan Didoktrinkan " Maka Fitnah Masih Ada. Selama Fitnah Masih Ada Maka Al - Qital Tidak Akan Berhenti.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman, :
“ Dan Perangilah Mereka Itu, Sampai Tidak Ada Fitnah, Dan Dien ( Ketundukan ) Hanya Bagi Allah Semata ” ( QS. Al - Baqarah : 193 ).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman, :
“ Katakanlah Kepada Orang - Orang Yang Kafir Itu, : “ Jika Mereka Berhenti ( Dari Kekafirannya ), Niscaya Allah Akan Mengampuni Dosa - Dosa Mereka Yang Sudah Lalu : Dan Jika Mereka Kembali Lagi, Sesungguhnya Akan Berlaku ( Kepada Mereka ) Sunnah ( Allah Terhadap ) Orang - Orang Dahulu ( Dibinasakan ) ”. Dan Perangilah Mereka, Supaya Jangan Ada Fitnah Dan Supaya Dien Itu Semata - Mata Untuk Allah ”. ( QS. Al - Anfal : 38 - 39 ).
Perangilah Orang - Orang Yang Ada Disekitar Kamu, Yang Ada Didekat Kamu Dan Dalam Realitanya Bukan Hanya Dekat, Akan Tetapi Mereka Telah Menguasai Harta, Diri, Dan Tanah Air Kita. Merekalah Thaghut Penguasa Negeri Ini, Merekalah Orang - Orang Kafir Itu. Mereka Telah Sekian Lama Memerangi, Menindas Diri Dan Merampas Harta Kaum Muslimin. Mereka Mewajibkan Ini Dan Itu Yang Bertentangan Dengan Ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Merekalah Orang - Orang Kafir Yang Dekat, Maka Tidak Usah Jauh - Jauh Pergi Berperang Untuk Mencari Orang Kafir, Ini Yang Dekat Justeru Sudah Memusuhi Dan Memerangi Semenjak Dahulu. Bahkan Para Ulama Sepakat Bahwa Memerangi Penguasa Murtad Adalah Lebih Harus Didahulukan Memeranginya Daripada Orang - Orang Kafir Asli, Apalagi Orang - Orang Kafir Yang Jauh …
Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman, :
“ Dan Usirlah Mereka Dari Tempat Mereka Telah Mengusir Kamu ” ( QS. Al - Baqarah : 191 ).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala Memerintahkan Untuk Mengusir Orang - Orang Kafir Sebagaimana Mereka Pernah Mengusir Kaum Muslimin. Rasulullah Diperintahkan Untuk Mengusir Orang - Orang Kafir Sebagaimana Mereka Telah Mengusir Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam.
Para Thaghut Penguasa Negeri Ini, Bukan Loyalitas Dan Taat Kepada Mereka, Tapi Ingatkah Bahwa Kita Adalah Orang - Orang Yang Ditindas, Diperangi Dengan Berbagai Cara : Kasar Dan Halus, Terang - Terangan Dan Sembunyi - Sembunyi,
Tapi ..… Sungguh Banyak Kaum Muslimin Tidak Menyadarinya. Ini Karena Kebanyakan Kaum Muslimin Belum Memahami Hakikat Laa Ilaaha Illallaah. Mereka Mengira Penguasa Negeri Ini Adalah Muslim, Karena Para Thaghutnya Itu Shalat, Shaum, Zakat, Bahkan Haji Berkali - Kali. Padahal Penguasa Negeri Ini Telah Melanggar Hal Yang Paling Penting Dan Fundamental, Yaitu Syahadat : Laa Ilaaha Illallaah ..…
"MEREKA KAUM YANG NAJIS YANG INGIN MENGEMBALIKAN KAMU KEPADA KAUMNYA"
Sesungguhnya Allah Berfirman Kepada Orang - Orang Yang Berbohong Ketika Diturunkan Wahyu Yang Menjelekkan Perkataan Salah Seorang – Dari Shahabat -.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman, :
سَيَحْلِفُونَ باِللهِ لَكُمْ إِذَا انقَلَبْتُمْ إِلَيْهِمْ لِتُعْرِضُوا عَنْهُمْ فَأَعْرِضُوا عَنْهُمْ إِنَّهُمْ رِجْسٌ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ جَزَآءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ {95} يَحْلِفُونَ لَكُمْ لَتَرْضَوْا عَنْهُمْ فَإِن تَرْضَوْا عَنْهُمْ فِإِنَّ اللهَ لاَيَرْضَى عَنِ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ {96
“ Kelak Mereka Bersumpah Kepadamu Dengan Nama Allah, Apabila Kamu Kembali Kepada Meraka, Supaya Kamu Berpaling Dari Mereka. Maka Berpalinglah Kepada Mereka : Karena Sesungguhnya Mereka Itu Adalah Najis Dan Tempat Mereka Jahannam : Sebagai Balasan Atas Apa Yang Telah Mereka Kerjakan. Mereka Akan Bersumpah Kepadamu, Agar Kamu Ridha Kepada Mereka. Tetapi Jika Sekiranya Kamu Ridha Terhadap Mereka, Maka Sesungguhnya Allah Tidak Ridha Kepada Oang - Orang Yang Fasik Itu “. ( QS. At - Taubah : 95 - 96 ).
Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman, :
“ Sesungguhnya Orang - Orang Kafir, Sama Saja Bagi Mereka, Kamu Beri Peringatan Atau Tidak Kamu Beri Peringatan, Mereka Tidak Juga Akan Beriman. Allah Telah Mengunci - Mati Hati Dan Pendengaran Mereka, Dan Penglihatan Mereka Ditutup. Dan Bagi Mereka Siksa Yang Amat Berat. ”
( QS. Al - Baqarah : 6 - 7 ).
Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman, :
“ Dan Apabila Dibacakan Di Hadapan Mereka Ayat - Ayat Kami Yang Terang, Niscaya Kamu Melihat Tanda - Tanda Keingkaran Pada Muka Orang - Orang Yang Kafir Itu. Hampir - Hampir Mereka Menyerang Orang - Orang Yang Membacakan Ayat - Ayat Kami Di Hadapan Mereka. Katakanlah, :
" Apakah Akan Aku Kabarkan Kepadamu Yang Lebih Buruk Daripada Itu, Yaitu Neraka ? " Allah Telah Mengancamkannya Kepada Orang - Orang Yang Kafir. Dan Neraka Itu Adalah Seburuk - Buruknya Tempat Kembali. ” ( QS. Al - Hajj : 72 ).
Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman, :
“ Maka Orang Kafir Akan Dibuatkan Untuk Mereka Pakaian - Pakaian Dari Api Neraka. Disiramkan Air Yang Sedang Mendidih Ke Atas Kepala Mereka. ” ( QS. Al - Hajj : 19 ).
Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman, :
“ Dan Orang - Orang Kafir Bagi Mereka Neraka Jahannam. Mereka Tidak Dibinasakan Sehingga Mereka Mati Dan Tidak ( Pula ) Diringankan Dari Mereka Azabnya. Demikianlah Kami Membalas Setiap Orang Yang Sangat Kafir. ” ( QS. Al - Faathir : 36 ).
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Bersabda, :
“Demi Allah Yang Jiwa Muhammad Berada Di Tangan-Nya, Tidak Ada Seorangpun Dari Umat Manusia Yang Mendengar Kerasulanku, Baik Ia Seorang Yahudi Maupun Nasrani Lalu Mati Dalam Keadaan Belum Beriman Kepada Ajaran Yang Kubawa, Melainkan Ia Pasti Termasuk Penduduk Neraka ”.
( Hadits Riwayat. Muslim ).
Shalawat Dan Salam Semoga Senantiasa Tercurah Kepada
Nabi Kita Muhammad, Keluarganya Dan Para Shahabat Serta Para Pengikutnya Sampai Hari Kiamat.
Alhamdulillahirabbil’alamiin ....…
(Nur Jannah / GPT)
=============
Sumber: https://www.facebook.com/groups/302751143143570/permalink/452347508183932/?comment_id=452389468179736&offset=0&total_comments=6




