Mushab untuk Al-Mustaqbal Channel
WASHINGTON – Selama ini CIA telah sering mengamati pergerakan Al-Qaeda di penjuru dunia. Maka, untuk membalas makar orang-orang kafir AS, Al-Qaeda berusaha untuk menyusup ke CIA, sebuah badan intelejen AS.
Badan intelijen AS, CIA menemukan, setidaknya seperlima dari para pelamar kerja di instansi mereka memiliki latar belakang mencurigakan. Seperti dilaporkan oleh Washington Post dan dilansir AFP, Senin (2/9/2013), para pelamar kerja tersebut dicurigai memiliki koneksi dengan kelompok musuh atau jaringan ‘teroris’ (Baca : Mujahidin).
“Selama beberapa tahun terakhir, sebagian kecil dari para pelamar kerja ke CIA ditandai karena berbagai masalah atau isu,” ujar salah satu pejabat intelijen AS kepada Washington Post.
“Selama periode ini, seperlima dari sebagian tersebut terbukti memiliki kaitan signifikan dengan badan intelijen musuh dan atau kelompok teroris,” tambahnya.
kelompok yang paling sering dicurigai oleh CIA adalah al- Qaeda dan afiliasinya. Karena takut kecolongan, CIA mulai menyelidiki melalui NSA sedikitnya 4 ribu staf yang mendapatkan izin keamanan pada tahun lalu. Hasilnya NSA mendeteksi sejumlah aktivitas mencurigakan antar anggotanya setelah menelusuri rekam jejak di internet mereka. Diantaranya menyelidiki kegiatan mereka di internet yang mencurigakan dan apa saja yang mereka download itu diluar pekerjaan mereka sebagai staf.
CIA takut akan ada orang-orang seperti Snowden yang telah menduplikat dokumen rahasia AS kemudian dibocorkan ke publik. Sehingga CIA akan mengawasi para karyawannya lebih ketat.
Source : AFP
-----------------
(GPT/Al-Mustaqbal)



