Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Enemies Of Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Enemies Of Islam. Tampilkan semua postingan
07.18
Diam-diam SBY Pro-Syi'ah Dalam Merayakan Hari Raya Sesat 'Idul Ghadir'
Written By Anonim on Jumat, 25 Oktober 2013 | 07.18
Oleh: Adian Husaini
JAKARTA - Kelompok Syi’ah di Indonesia semakin terbuka aktivitasnya dalam memecah belah umat Islam, melalui pelestarian dan perayaan kebencian dan dendam terhadap para sahabat Nabi Muhammad saw terkemuka, khususnya Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khathab, dan Utsman bin Affan Radliyallahu 'anhu Hari Sabtu (26/10/2013), di Gedung Smesco Jln Gatot Subroto, Jakarta Selatan, kaum Syiah akan merayakan Hari Raya terbesar dalam agama mereka, yaitu “Idul Ghadir”.
Perayaan Hari Raya Idul Ghadir ini semakin membuktikan bahwa Syiah memang satu aliran yang secara mendasar berbeda dengan kaum Muslim lainnya. Penolakan dan penistaan kepada para sahabat Nabi yang utama justru dirayakan sebagai ibadah yang agung menjadi Hari Raya tersendiri. Mereka menganggap Idul Ghadir adalah hari raya terbesar yang melebihi keagungan ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha. ‘Idul Ghadir adalah sebuah perayaan atas anggapan mereka mengenai pengangkatan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu sebagai khalifah di kebun Ghadir Khum.
Menurut pemuka Syiah, Idul Ghadir adalah hari ketika Nabi saw menunjuk Ali bin Abi Thalib menjadi Khalifah penerus kepemimpinan umat setelah wafatnya Rasulullah Shollallahu 'alaihi wa sallam. Yang kata mereka Jibril turun menyampaikan wahyu kepada Nabi berkenaan dengan hal ini, bahkan Idul Ghadir menurut mereka adalah Hari Raya terbesar. (Lihat Idul Ghadir A’zhamul A’yad fil Islam/ Idul Ghadir Hari Raya Terbesar dalam Islam, karangan Sayyid Muhammad Husain Al-Syirazi, hal. 12).
Salah satu situs Syiah di Indonesia menulis, “Hari ke 18 bulan Dzulhijjah merupakan hari Ghadir Khum, Ied al-Akbar (hari raya besar), hari raya keluarga Muhammad Shollallahu 'alaihi wa sallam dan termasuk hari raya yang paling besar. Allah Subhanahu wa ta'ala tidak mengutus seorang nabi kecuali merayakan hari raya ini dan menjaga kehormatannya (?!). Nama hari ini di langit adalah Yaumu al-‘Ahdu al-Ma’hud (hari yang dijanjikan) dan di bumi Yaumu al-Mitsaq al-Ma’khudz (hari perjanjian) dan al-Jam’u al-Masyhud (hari perkumpulan).” (nama-nama khusus bagi Idul Ghadir itu dikutip dari doa Sayid Thawus yang menukilnya dari Syaikh Al-Mufid,
ุงََُّูููู
َّ ََููู
َุง ุฌَุนَْูุชَُู ุนِْูุฏََู ุงْูุฃَْูุจَุฑَ َู ุณَู
َّْูุชَُู ِูู ุงูุณَّู
َุงุกِ َْููู
َ ุงْูุนَْูุฏِ ุงْูู
َุนُْْููุฏِ َู ِูู ุงْูุฃَุฑْุถِ َْููู
َ ุงْูู
ِْูุซَุงِู ุงْูู
َุฃْุฎُْูุฐِ َู ุงْูุฌَู
ْุนِ ุงْูู
َุณْุคُِْูู
“Ya Allah sebagaimana engkau jadikan hari ini hari rayamu yang paling besar dan engkau beri nama dilangit dengan “Yaum al-Ahd al-Ma’hud” (hari perjanjian yang dijanjikan) dan dibumi dengan “Yaum al-Mitsaq” (hari perjanjian) Dan hari pertanyaan, lihathttp://www.ipabionline.com/2012/11/amalan-lengkap-hari-raya-idul-ghadir.html)
Menurut versi Syiah Rafidhah, dikemukakan salah satu riwayat. Diceritakan bahwasanya mereka bertanya kepada Imam Shadiq 'Alaihi Salam, “Apakah kaum muslimin mempunyai hari raya selain hari Jum’at, hari raya Fitri dan Adha?” beliau menjawab: ”Iya, yaitu hari raya yang kehormatannya melebihi seluruh hari raya”. Perawi mengatakan, “Hari raya apa itu?” beliau menjawab, “Hari itu adalah hari dimana Rasulullah Shollallahu 'alaihi wa sallam menobatkan Amirul Mukminin as sebagai khalifahnya dan bersabda: “barang siapa yang menganggap aku pemimpinnya maka Ali adalah pemimpinnya”, hari itu adalah hari kedelapan belas bulan Zulhijjah“. Perawi bertanya lagi, “Apa yang harus dikerjakan di hari itu?” beliau menjawab, ”Berpuasa, beribadah, menyebut-nyebut Muhammad dan keluarganya dan bershalawatlah atas mereka”. Rasulullah Shollallahu 'alaihi wa sallam telah berwasiat kepada Amiril Mukminin as untuk merayakan hari raya ini, begitu juga setiap nabi berwasiat kepada washinya supaya merayakan hari ini.” (Lihathttp://www.ipabionline.com/2012/11/amalan-lengkap-hari-raya-idul-ghadir.html)
Menurut situs Syiah Rafidhah, di hari itu umat syiah dianjurkan membaca doa khusus selepas shalat 2 rakaat. Di dalam doa tersebut, ternyata kaum Syiah tak pernah lepas dari cacian dan pelaknatan terhadap sahabat-sahabat terbaik Nabi Muhammad saw, diantara petikan doanya sbb:
َูุฅَِّูุง َูุง ุฑَุจََّูุง ุจِู
ََِّูู َู ُูุทِْูู ุฃَุฌَุจَْูุง ุฏَุงุนََِูู َู ุงุชَّุจَุนَْูุง ุงูุฑَّุณَُْูู َู ุตَุฏََّْููุงُู َู ุตَุฏََّْููุง ู
ََْููู ุงْูู
ُุคْู
َِِْููู َู ََููุฑَْูุง ุจِุงْูุฌِุจْุชِ َู ุงูุทَّุงุบُْูุชِ، َََِّููููุง ู
َุง ุชََََّْููููุง َู ุงุญْุดُุฑَْูุง ู
َุนَ ุฃَุฆِู
َّุชَِูุง، َูุฅَِّูุง ุจِِูู
ْ ู
ُุคْู
َُِْููู ู
َُُِْْููููู َู َُููู
ْ ู
ُุณَِّูู
َُْูู، ุขู
ََّูุง ุจِุณِุฑِِّูู
ْ َู ุนَูุงََِููุชِِูู
ْ َู ุดَุงِูุฏِِูู
ْ َู ุบَุงุฆِุจِِูู
ْ َู ุญَِِّููู
ْ َู ู
َِّูุชِِูู
ْ َู ุฑَุถَِْููุง ุจِِูู
ْ ุฃَุฆِู
َّุฉً َู َูุงุฏَุฉً َู ุณَุงุฏَุฉً َู ุญَุณْุจَُูุง ุจِِูู
ْ ุจَََْูููุง َู ุจََْูู ุงَِّููู ุฏَُْูู ุฎَِِْููู ูุงَ َูุจْุชَุบِْู ุจِِูู
ْ ุจَุฏَูุงً َู ูุงَ َูุชَّุฎِุฐُ ู
ِْู ุฏُِِْูููู
ْ َِْูููุฌَุฉٍ َู ุจَุฑِุฆَْูุง ุฅَِูู ุงَِّููู ู
ِْู ُِّูู ู
َْู َูุตَุจَ َُููู
ْ ุญَุฑْุจًุง ู
َِู ุงْูุฌِِّู َู ุงْูุฅِْูุณِ ู
َِู ุงْูุฃَََِّْูููู َู ุงْูุขุฎِุฑَِْูู َู ََููุฑَْูุง ุจِุงْูุฌِุจْุชِ َู ุงูุทَّุงุบُْูุชِ َู ุงْูุฃَْูุซَุงِู ุงْูุฃَุฑْุจَุนَุฉِ َู ุฃَุดَْูุงุนِِูู
ْ َู ุฃَุชْุจَุงุนِِูู
ْ َู ُِّูู ู
َْู َูุงูุงَُูู
ْ ู
َِู ุงْูุฌِِّู َู ุงْูุฅِْูุณِ ู
ِْู ุฃََِّูู ุงูุฏَّْูุฑِ ุฅَِูู ุขุฎِุฑِِู، ุงََُّูููู
َّ ุฅَِّูุง ُูุดِْูุฏَُู ุฃََّูุง َูุฏُِْูู ุจِู
َุง ุฏَุงَู ุจِِู ู
ُุญَู
َّุฏٌ َู ุขُู ู
ُุญَู
َّุฏٍ
Ya tuhan kami sesungguhnya kami dengan anugerah dan lutuf mu Telah menerima utusanmu, mengikuti rasul, mempercayai pemimpin kaum mu’minin dan mengkafirkan taghut, maka jagalah iman dan wilayah kami kumpulkan kami bersama Imam-imam kami, sesungguhnya kami mengimani dan meyakini mereka, tunduk kepada mereka, beriman kepada lahir, batin, kehadiran keghaiban, kematin dan kehidupan mereka, dan kami merelakan mereka sebagai Imam, pemimpin dan tuan, dan cukuplah mereka bagi kami sebagai perantara menuju Allah tanpa mahkluk yang lain, Kami tidak menginginkan ganti mereka, kami tidak akan menjadikan kawan selain mereka, kami mensucikan diri dihadapan Allah dari musuh mereka dari jin dan Manusia dari awal sampai akhir, kami mengkafirkan taghut (musuh-musuh mereka) , penyembah empat berhala, pengikut mereka dan semua Yang mencintai mereka dari jin dan manusia dari awal sampai akhir. Ya Allah sesungguhnya kami bersaksi kepadamu bahwasanya kami menganut agama yang dianut oleh Mohammad dan keluarga Mohammad
(Lihat doa lengkapnya dihttp://www.ipabionline.com/2012/11/amalan-lengkap-hari-raya-idul-ghadir.html)
Siapakah yang dimaksud dengan Thagut dan 4 berhala yang mereka kafirkan itu? Sebagaimana dimaklumi, kitab-kitab utama syiah dijejali aneka cacian dan laknat serta pengkafiran terhadap Abu Bakar Radliyallahu 'anhu dan Umar bin al-Khattab Radliyallahu 'anhu, sehingga keduanya tak segan-segan dijuluki oleh syiah sebagai al-Jibt dan al-Thagut, demikian pula gelar Hamandan Fir’aun, atau julukan keji lainnya. Muhammad bin Ya'kub al-Kulaini dalam kitabnya al-Ushul min al-Kaafi, kitab al Hujjah, Vol.I/373, hadits no.4, menukilkan sebuah riwayat yang disandarkan kepada Abu Abdillah:
"Tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, tidak akan disucikan, dan bagi mereka adzab yang pedih: Orang yang mengaku berhak imamah dari Allah yang bukan haknya, dan orang yang menentang imamah dari Allah, dan orang yang meyakini bahwa mereka berdua (Abu Bakar dan Umar) termasuk orang Islam."
Demikian pula Al-Kaf'ami dalam kitabnya al-Mishbah, hal.552 menyebutkan doa yang berisi laknat terhadap Abu Bakar dan Umar yang dinamakan dengan Doa Shanamai Quraisy (Doa laknat atas dua berhala Quraisy). Dia menyebutkan bahwa doa ini diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radliyallaahu 'anhu. "Ya Allah limpahkan shalawat untuk Muhammad dan keluarga Muhammad, dan laknatlah dua berhala Quraiys, dan kedua jibt dan thaghutnya (maksudnya: syetan yang disembah selain Allah-Pent), kedua tukang dustanya, dan kedua putrinya yang telah menyelisihi perintah-Mu dan mengingkari wahyu-Mu..” Tak ketinggalan Ali al-Hara-iri dalam kitabnya Ilzam al-Nashib fii Itsbaat al-Hujjah al-Ghaib, Vol.II/266 menyebut Abu Bakar dan Umar sebagai Fir'aun dan Hamman. Diriwayatkan, Al-Mufadhall bertanya, 'Wahai tuanku, siapakah Fir'aun dan Hamman itu?' Sang Imam menjawab, 'Abu Bakar dan Umar'."
Sebenarnya kapan pertama kali hari Idul Ghodir ini diselebrasikan? Menurut ulama syi’ah, awal mula selebrasi Idul Ghodir ini pertamakali terjadi dalam sejarah pada saat Ali bin Abi Thalib berkuasa sebagai khalifah.
Situs syiah menulis, “Sekitar 30 tahun setelah rombongan besar kaum Muslimin berkumpul di Ghadir Khum, untuk pertama kalinya umat Islam kembali memperingati hari bersejarah dan paling menentukan bagi nasib Umat Islam di era kekhilafahan Imam Ali dan kehadiran beliau di Kufah. Pada hari Jumat bertepatan dengan peringatan hari raya Ghadir, Imam Ali di hadapan kaum Muslimin yang berkumpul dalam acara shalat Jumat menyampaikan Khutbah mengenai Ghadir. Beliau menyampaikan kembali peristiwa Ghadir bagi umat Islam yang tidak hadir dalam peristiwa besar itu, maupun masyarakat yang tidak mengetahuinya. Sayidina Ali bin Abi Thalib menyebut hari Ghadir sebagai hari raya terbesar umat Islam. Pernyataan beliau tersebut menegaskan urgensi tradisi memperingati hari raya Ghadir sebagai hari paling bersejarah bagi umat Islam yang harus diperingati setiap tahun.” (Lihat artikel “Idul Ghodir dalam Perspektif Imam Ali” yang dirilis hari Selasa, 22 Oktober 2013 di situs http://indonesian.irib.ir/headline2)
Para para ulama dan sejarawan muslim terkemuka mencatat, tradisi selebrasi Idul Ghadir baru dimulai sejak era Daulah Buwaihi menguasai sebagian wilayah Irak di abad ke-4 H. Itu artinya perayaan tersebut tidak pernah dilakukan oleh kaum muslimin di zaman Rasulullah Shollallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya hidup, maupun di era tabi’in dan tabi’ tabi’in yang disebutkan oleh Rasul bahwa mereka adalah 3 periode Islam yang terbaik. “Khairunnasi qorni tsumma al-ladzina yaluunahum tsumma al-ladzina yaluunahum”. Bahkan tidak pula diperingati pada saat Amirul Mu’minin Ali bin Abi Thalib ra berkuasa pasca syahidnya Sayidina Utsman bin Affan ra.
“Perayaan Hari Raya Idul Ghadir itu memang tidak ada dalilnya dalam Islam,” tegas Prof. Dr. Mohammad Baharum, pakar tentang Syiah dari MUI Pusat.
Itu bisa dipahami bahwa perayaan Idul Ghadir ini adalah suatu rekayasa kelompok Syi’ah. Nabi saw bersabda:“Siapa yang mengada-ada dalam urusan agama kami ini sesuatu yang bukan bagian darinya, maka hal itu tertolak”(HR. Muslim)
Keyakinan adanya pelantikan Ali di Ghadirkhum, telah dibantah oleh seluruh ulama sahabat, tabiin dan generasi setelahnya. Peristiwa itu tidak pernah diriwayatkan di dalam kitab-kitab hadis yang sahih seperti al-Bukhari dan Muslim. Hadis Ghadir Khum “Man kuntu mawlahu fa ‘Aliyyun mawlah” dengan redaksi yang berbeda-beda diriwayatkan oleh Ahmad, Tirmidzi dan Al-Hakim. Menurut para ulama, teks hadis itu sebatas keutamaan Ali dan bukan pengangkatan khalifah sesudah beliau. Teks hadis itu jelasnya bukan kepemimpinan umat (al-wilayah/al-imarah), melainkan kasih sayang dan tolong menolong yang muncul dari dua pihak (al-walayah/al-muwalah yang darinya berasal kata ‘al-waliyyu’ dan ‘al-mawla’ sebagaimana teks hadis, ed.).
Jika teks hadis itu menegaskan (sharih) tentang pelantikan Ali sebagai khalifah setelah Rasulullah, pasti sudah digunakan sebagai dalil dan hujjah oleh Ali bin Abi Thalib saat Rasulullah wafat sebelum pengangkatan Abu Bakr ra sebagai khalifah, atau pada saat musyawarah enam tokoh sahabat setelah wafatnya Amirul Mukminin Umar bin Al-Khattab ra untuk menetapkan khalifah baru, dan juga telah dijadikan dalil oleh Abu Musa Al-Asy’ari ra untuk memantapkan posisi Khalifah Ali pada saat peristiwa Tahkim(arbitrase) antara Khalifah Ali dan Mu’awiyah pasca perang Shiffin. Namun tak ada satu sahabat pun, termasuk Ali yang memahaminya demikian. Sahabat adalah orang yang paling memahami maksud perkataan Rasul dan kemurnian bahasa Arab mereka tidak diragukan lagi. Pemahaman ulama sahabat yang menjadi ijma' adalah bentuk kepastian petunjuk (Qoth'iy Dilalah) dalam memahami Al-Qur’an dan hadits.
Karena sifat ajarannya yang sangat destruktif dan dilandasi dengan semangat kebencian terhadap tokoh-tokoh panutan umat Islam, seperti Abu Bakar ash-Shiddiq Radliyallahu 'anhu dan para sahabat Nabi lainnya – sangat aneh jika pemerintah SBY mendukung acara tersebut. Acara seperti jelas memecah belah umat Islam dan menistakan agama Islam.
Sudah sangat gamblang, hari raya umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia hanya 2 yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Diluar kedua hari raya itu jelas suatu bid’ah agama yang sesat. Ia bukan hanya merusak akidah umat Islam Indonesia, tetapi juga mengancam keutuhan dan persatuan umat Islam di Indonesia ini yang meyakini dan mengamalkan akidah ahlusunnah wal jama’ah. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat sejak lama telah mengukuhkan hal tersebut dengan menegaskan bahwa “mayoritas umat Islam Indonesia adalah penganut paham Sunni (Ahlu Sunnah wal Jama’ah) yang tidak mengakui dan menolak paham Syi’ah secara umum dan ajarannya tentang nikah mut’ah secara khusus” (Fatwa Nikah Mut’ah 25 Oktober 1997, lihat Himpunan Fatwa MUI: 376).
(voa-islam.com)
Label:
Enemies Of Islam,
Idul Ghadir,
SBY,
Syi'ah
07.07
PARIS, PRANCIS - Pasukan Prancis, PBB dan Mali terlibat dalam operasi besar-besaran yang bertujuan untuk mencegah kebangkitan pejuang Islam di Mali, kata militer Prancis Kamis (24/10/2013).
"Kami telah terlibat, dengan tentara Mali dan ( misi PBB ) MINUSMA, dalam operasi besar-besaran" di bagian utara negara itu, kata juru bicara staf umum Prancis Kolonel Jaron Gilles.
"Ini adalah pertama kalinya kami menyaksikan kerja sama dalam ukuran kekuatan yang signifikan," kata Jaron. Dia mengatakan "beberapa ratus" tentara Prancis terlibat dalam operasi tersebut, tetapi tidak akan memberikan angka pasti atau rincian tentang kekuatan lain yang ambil bagian.
Tujuan dari misi -dijuluki sebagai "Hydra" - adalah "untuk memberikan tekanan pada setiap gerakan mujahidin untuk menghindari kebangkitan mereka," katanya .
"Ini adalah salah satu operasi-operasi yang dilakukan secara rutin ...untuk berpartisipasi dalam stabilisasi negara."
Prancis mengirim ribuan tentara ke Mali pada bulan Januari untuk menghentikan sebuah kemajuan oleh para pejuang Islam terkait Al-Qaidah di wilayah selatan yang menempati dua pertiga daerah gurun utara Mali pada tahun 2012.
Negara itu masih menempatkan 3.200 tentara di negara tetapi Paris berencana untuk menarik pasukan hingga menyisakan 1.000 tentara pada bulan Februari.
Tidak jelas kapan tepatnya operasi itu dimulai, tetapi pengumuman tersebut datang setelah dua penjaga perdamaian PBB asal Chad dan seorang warga sipil tewas di Mali utara pada Rabu.
Pejuang Al-Qaidah mengatakan mereka berada di balik serangan terhadap sebuah pos pemeriksaan PBB di kota Tessalit tersebut.
Pasukan PBB telah menghadapi meningkatnya serangan roket dan pemboman oleh pejuang Islam menjelang pemilihan nasional bulan depan di negara Afrika barat yang bermasalah tersebut. (an/aby)
(voa-islam.com)
Pasukan Prancis, PBB dan Mali Lakukan Operasi Besar Cegah Kebangkitan Mujahidin di Utara
"Kami telah terlibat, dengan tentara Mali dan ( misi PBB ) MINUSMA, dalam operasi besar-besaran" di bagian utara negara itu, kata juru bicara staf umum Prancis Kolonel Jaron Gilles.
"Ini adalah pertama kalinya kami menyaksikan kerja sama dalam ukuran kekuatan yang signifikan," kata Jaron. Dia mengatakan "beberapa ratus" tentara Prancis terlibat dalam operasi tersebut, tetapi tidak akan memberikan angka pasti atau rincian tentang kekuatan lain yang ambil bagian.
Tujuan dari misi -dijuluki sebagai "Hydra" - adalah "untuk memberikan tekanan pada setiap gerakan mujahidin untuk menghindari kebangkitan mereka," katanya .
"Ini adalah salah satu operasi-operasi yang dilakukan secara rutin ...untuk berpartisipasi dalam stabilisasi negara."
Prancis mengirim ribuan tentara ke Mali pada bulan Januari untuk menghentikan sebuah kemajuan oleh para pejuang Islam terkait Al-Qaidah di wilayah selatan yang menempati dua pertiga daerah gurun utara Mali pada tahun 2012.
Negara itu masih menempatkan 3.200 tentara di negara tetapi Paris berencana untuk menarik pasukan hingga menyisakan 1.000 tentara pada bulan Februari.
Tidak jelas kapan tepatnya operasi itu dimulai, tetapi pengumuman tersebut datang setelah dua penjaga perdamaian PBB asal Chad dan seorang warga sipil tewas di Mali utara pada Rabu.
Pejuang Al-Qaidah mengatakan mereka berada di balik serangan terhadap sebuah pos pemeriksaan PBB di kota Tessalit tersebut.
Pasukan PBB telah menghadapi meningkatnya serangan roket dan pemboman oleh pejuang Islam menjelang pemilihan nasional bulan depan di negara Afrika barat yang bermasalah tersebut. (an/aby)
(voa-islam.com)
Label:
Enemies Of Islam,
Mali,
PBB,
Prancis
07.37
3 Polisi Afghanistan Tewas Ditembak Pria Berseragam Polisi, Alhamdulillah!
Written By Anonim on Rabu, 23 Oktober 2013 | 07.37
KANDAHAR - Seorang pria berseragam polisi melepaskan tembakan kepada tiga polisi di Provinsi Kandahar, Senin (21/10/2013) malam. Demikian diungkapkan pejabat pemerintah Provinsi Kandahar, Selasa (22/10/2013). Alhamdulillah!
“Sebuah serangan mematikan terjadi di Distril Jalai, wilayah Nalgham, pada Senin malam. Pelaku penyerangan yang mengenakan seragam polisi kabur setelah melancarkan aksinya,” ungkap Jawed Faisal, Juru Bicara Pemerintah Provinsi Kandahar.
Juru bicara Imarah Islam Afghanistan, Qari Yousuf Ahmadi hafidzahullah mengklaim, bahwa serangan itu dilakukan oleh loyalis Imarah Islam Afghanistan yang sebelumnya telah bergabung dengan pasukan polisi di Distrik Jalai dan kemudain membunuh tiga orang anggota mereka.
Menteri Dalam Negeri Afghanistan yang baru, Umer Daudzai mengatakan, jumlah aparat kepolisian dan tentara yang tewas sepanjang periode tersebut sama dengan jumlah aparat kepolisian yang tewas selama dua periode serbelumnya.
Sumber : Al-Mustaqbal Channel
Label:
Afghanistan,
Enemies Of Islam,
Polisi,
Tewas
10.00
Thoghut Bashar Assad Calonkan Diri Lagi Jadi Presiden, Astaghfirullah!
Written By Anonim on Selasa, 22 Oktober 2013 | 10.00
PARIS,PRANCIS-Bashar Assad, thaghut rezim Suriah, fir’aun abad modern, kembali mencalonkan diri untuk ikut pemilu berikutnya. Kalau Bashar ikut pemilu dan terpilih kembali, maka jihad Suriah akan semakin panas, hingga Bashar Assad terguling dan digantikan dengan Khilafah Islam. Allahu Akbar!
Thoghut Bashar Assad mengatakan kepada televisi Lebanon bahwa dia tidak melihat “adanya alasan” untuk tidak tidak mencalonkan diri dalam pemilu berikutnya.
Berbagai kalangan pun berang dan khawatir jika Bashar terpilih kembali memimpin Suriah, termasuk Menlu AS, John Kerry. Kerry mengatakan, oposisi Suriah tidak akan pernah setuju Bashar tetap berkuasa.
“Dia telah melakukan serangan bom dan gas terhadap rakyat di negaranya … Bagaimana bisa orang ini mengklaim akan memerintah berdasarkan setiap legitimasi di masa depan?” ucap Kerry.
Menjelang pembicaraan antara kekuatan Barat dan Arab serta oposisi di London Selasa, Kerry mengatakan Washington akan terus mendukung unsur-unsur moderat di antara mereka yang menentang rezim.
“Kami fokus pada membantu oposisi moderat,” katanya.
Tentu saja, ada udang di balik ucapan Menlu negara kafir harby AS, John Kerry. AS hanya akan membantu opoisi moderat, artinya membantu mereka yang mau dipaksa mengikuti AS, menerapkan syirik demokrasi dan melarang penegakan syariat Islam secara sempurna.
Sementara itu, seluruh Mujahidin Suriah, khususnya Jabhah Nushrah, dan Daulah Islam Iraq dan Syam (ISIS) telah bertekad akan terus berjihad di Suriah, hingga Bashar Assad tumbang, dan Khilafah Islam bisa ditegakkan, dan kemudian Al Aqsa dibebaskan. Allahu Akbar!
Sumber : Al-Mustaqbal Channel
Label:
Bashar Assad,
Enemies Of Islam
09.47
Hubungan Rahasia As-Israel dan Suriah-Iran
- Iran, mulutnya mengutuk Israel-AS, tapi prakteknya berkomplot.
- Persekongkolan ataupun perselingkuhan yang sama, juga dilakukan rezim Assad di Suriah sejak sejarah berdirinya Suriah hingga kini.
- CIA dan Suriah juga melakukan kerjasama intelejen untuk melakukan penyiksaan atas para tersangka terorisme sejak tahun 2001. Hubungan antara CIA dan rezim Assad sebenarnya sangat mesra, bahkan saat Suriah disebut negara bengis sekali pun. Rezim Assad memberikan tawaran bantuan untuk melakukan pekerjaan kotor dengan CIA. Rezim Assad ini menggunakan agen intelejennya untuk mengorek informasi dari para tahanan perang melalui cara-cara penyiksaan untuk kemudian memberikan informasi tersebut pada CIA. Kasus yang paling terkenal dan menjadi berita internasional adalah kasus yang terjadi atas Maher Arar, warga Kanada yang dituduh dan disiksa dalam penjara Suriah atas pesanan AS namun ternyata tidak terbukti.
- Kasus terakhir adalah dukungan AS atas rezim Assad selama revolusi Suriah ini. AS terus diam dan sekadar menyaksikan atas pembantaian yang setiap hari dilakukan Assad atas rakyat Suriah selama dua tahun ini.
| Presiden Amerika, Nixon berjabat tangan dengan Presiden Suriah, Hafez Assad (Bapak Basyar Asad) pada tahun 1974 |
Konflik di Suriah memunculkan kabut syubhat yang cukup tebal di sebagian kalangan. Dan kabut syubhat itu semakin bertambah tebal dengan cara pandang simplisistis yang mereka gunakan. Mereka menganggap bahwa konflik tersebut adalah permainan AS untuk menggulingkan rezim Assad, yang menurut mereka merupakan simbol perlawanan melawan hegemoni Barat—bersama dengan Iran. Propaganda inilah yang juga digunakan oleh Assad untuk mengaburkan pandangan kalangan umat Islam dunia —sebagaimana nasihat para pejabat Iran kepada Assad terkait dengan revolusi di Suriah akhir-akhir ini—.
Bagi mereka, posisi melawan Israel dan AS cukup untuk menjadi modal meraih simpati umat Islam. Sebuah pilihan yang menurut Trita Parsi—seorang warga AS asal Iran yang menjabat sebagai presiden National Iranian American Council—dalam bukunya Treacherous Alliance: The Secret Dealings of Israel, Iran, and the United States hanyalah sekadar retorika belaka.
Retorika kutukan atas Israel adalah salah satu trik lama yang dipakai Iran. Pendekatan tersebut akan bergema senada dengan rakyat Arab pada umumnya dan menguak impotensi rezim Arab pro-Amerika. Yang akhirnya akan membuat rezim-rezim tersebut tertekan dan dipermalukan.
Jika AS dan Israel menyerang Iran—yang mendukung kemerdekaan Palestina—akan sangat tidak mungkin bagi para pemimpin Arab—yang sebagian besar membenci Iran—untuk secara publik menentang Iran, karena sikap tersebut akan membuat mereka nampak berada di sisi Israel. Sebuah sikap yang akan sangat membahayakan posisi mereka di hadapan rakyat Arab. Ini adalah trik lama ala Iran yang Israel sudah familiar dengannya.
Menurut istilah Trita Parsi, radikal adalah retorika Khomeini, tapi praktikal adalah kebijakannya. Iran lebih pragmatis dan rumit dari yang kita bayangkan. Jika mereka melihat resiko, mereka akan berhenti dalam periode waktu tertentu.Dibalik retorika kutukan dan kecaman tersebut, sebenarnya telah terjalin kerjasama yang cukup erat antara AS-Israel-Iran. Mulai dari pelatihan intelejen, perdagangan senjata, kerjasama perdagangan, dll.
Kerjasama tersebut juga terjadi dengan Suriah di bawah kepemimpinan rezim Assad. Sejarah menunjukkan hubungan dan perselingkuhan mereka ternyata sudah sekian kali terjadi sejak sejarah berdirinya Suriah hingga sekarang.
Melalui kedubesnya di Damaskus, Amerika Serikat dan badan intelijen AS (CIA), telah memimpin dalam upaya kudeta militer pertama kalinya di Suriah pada tahun 1949, sebagaimana diyatakan dalam sebuah buku “The Game of Nations” karya Miles Copeland. Hal ini menandai awal dari peperangan internasional memperebutkan Timur Tengah antara AS sebagai pendatang baru di kancah pertarungan dunia, dan Eropa (Perancis dan Inggris) yang sebelumnya menguasai pengaruh di kawasan tersebut. Amerika Serikat melalui CIA terus menerus mendukung upaya kudeta militer yg susul menyusul di Suriah dari tahun 1950an hingga 1960an melawan pesaingnya dari negara-negara eropa, hal ini membawa ketidakstabilan yang berlangsung selama lebih dari dua dekade.
Tahun 1967, Hafez Assad menarik diri dari perang untuk mengamankan Israel. Mantan presiden Suriah, Amin Al-Hafez, dalam interview pada tahun 2001 mengatakan bahwa Hafez Assad, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan, memberikan perintah tegas kepada pasukan Suriah untuk menarik diri dari Dataran Tinggi Golan pada awal perang. Hal ini dilakukan sebelum ada tanda-tanda kekalahan dan bahkan saat belum ada konfrontasi sedikit pun dengan militer Israel. Hasilnya, wilayah strategis tersebut berhasil ditaklukkan oleh Israel. Momen ini menjadi titik balik yang membuat Assad memperoleh kepercayaan dari AS dalam mengamankan perbatasan utara Israel, sebuah prestasi di mata Israel yang berhasil dilakukannya dalam tiga dekade berikutnya.
Tahun 1967, AS memberikan dukungan kepada Suriah melalui resolusi PBB no. 242. Resolusi ini dikeluarkan pasca perang Arab-Israel tahun 1967, dimana Israel pada saat itu berhasil menguasai Dataran Tinggi Golan. Dengan dikeluarkannya resolusi tersebut, Dataran Tinggi Golan dikembalikan lagi ke pangkuan Suriah. Amerika mendukung resolusi ini. Hal ini nampak bertentangan dengan posisi Israel, meski hanya sekadar lip service, yang menolak segala gagasan penyerahan wilayah strategis tersebut.
Pasca perang “dadakan” pada tahun 1973 antara Suriah dengan Israel, biasanya AS akan mengecam “lawan” Israel saat itu, yaitu Suriah, dan memberikan sanksi pada mereka. Namun yang terjadi malah sebaliknya, pada tahun 1974 Presiden Nixon secara personal justru melakukan kunjungan ke Damaskus untuk menguatkan hubungan dengan rezim Assad.
Tidak hanya itu, sejak tahun 1976 AS menyetujui langkah Assad untuk melakukan okupasi atas Lebanon. Pasukan Suriah menginvasi Lebanon pada awal-awal perang. Diamnya AS atas operasi tersebut menjadi “lampu hijau” bagi Hafez Assad untuk memulai dan terus melanjutkan invasi ini sampai tahun 2005, saat resolusi yang diperintahkan Prancis memaksa Suriah keluar dari Lebanon. Resolusi ini pada hakikatnya ditolak oleh AS. Salah seorang analis menjelaskan peran AS ini dengan mengatakan bahwa “AS nampaknya secara diam-diam setuju atas keberlangsungan pendudukan Suriah di Lebanon.”
Tahun 1989 AS dan Suriah melakukan kesepakatan perjanjian Tha’if. Perjanjian Tha’if ditandatangani di Arab Saudi antara berbagai faksi di Lebanon untuk mengakhiri perang sipil. AS bersama dengan Prancis, Arab Saudi, Mesir dan Suriah menjadi kekuatan yang membantu menyusun perjanjian tersebut. Perjanjian tersebut menegaskan dukungan internasional kepada Suriah untuk “mengawal” kasus Lebanon.
Tahun 1991 Suriah bergabung bersama AS untuk melakukan invasi ke Irak dalam operasi Badai Gurun dengan mengirimkan 14.500 pasukan dan personil untuk membantu AS dalam invasi tersebut.
Pada tahun 1990-an AS menjadi mediator dalam negosiasi antara Suriah dan Israel. Hafez Assad setuju jika AS menjadi mediator. Kepala Staf Militer Suriah,Letjen Hikmat al-Shihabi, memimpin delegasi ke AS dengan agenda mendiskusikan negosiasi damai atas permasalahan tersebut. Dalam salah satu wawancara dengan saluran televisi Rusia, Rusia Today TV, seorang mantan Menteri Pertahanan Suriah dan salah seorang pendukung utama rezim Assad, Mustafa Tlas, mengatakan dengan berani bahwa al-Shihabi adalah seorang agen CIA.
Selain itu, CIA dan Suriah juga melakukan kerjasama intelejen untuk melakukan penyiksaan atas para tersangka terorisme sejak tahun 2001. Hubungan antara CIA dan rezim Assad sebenarnya sangat mesra, bahkan saat Suriah disebut negara bengis sekali pun. Rezim Assad memberikan tawaran bantuan untuk melakukan pekerjaan kotor dengan CIA. Rezim Assad ini menggunakan agen intelejennya untuk mengorek informasi dari para tahanan perang melalui cara-cara penyiksaan untuk kemudian memberikan informasi tersebut pada CIA. Kasus yang paling terkenal dan menjadi berita internasional adalah kasus yang terjadi atas Maher Arar, warga Kanada yang dituduh dan disiksa dalam penjara Suriah atas pesanan AS namun ternyata tidak terbukti.
Kasus terakhir adalah dukungan AS atas rezim Assad selama revolusi Suriah ini. AS terus diam dan sekadar menyaksikan atas pembantaian yang setiap hari dilakukan Assad atas rakyat Suriah selama dua tahun ini. AS juga menolak untuk memberikan bantuan persenjataan pada kelompok perlawanan untuk melindungi diri mereka dan menggulingkan Assad.
Nampak terlihat dengan jelas, Amerika Serikat telah berupaya sejak awal berdirinya negara suriah modern untuk “memasang” antek-anteknya dalam kekuasaan melalui kudeta militer. Meskipun AS terus berdalih melalui retorika publik melawan Suriah, AS telah mencapai puncak hegemoninya secara sempurna ketika Hafez Assad , mengambil alih kekuasaan pada tahun 1970. Sejak naiknya Assad, Suriah menjadi negara yang dipergunakan untuk operasi sembunyi-sembunyi bagi AS, termasuk melayani kepentingan AS di kawasan tersebut dan melindungi batas-batas utara entitas Israel, meskipun kelihatannya negara ini mengklaim sebagai pemimpin perlawanan terhadap Israel di kawasan Arab.
Satu hal yang menarik, selama ini ternyata Israel hanya diam seribu bahasa soal Suriah. Bagi sebagian pihak mungkin hal ini aneh, namun kita akan paham jika melihat pandangan Israel tentang Suriah. Meski pun retorika dan bahasa diplomasi seolah menunjukkan permusuhan di antara mereka, namun itu hanya bahasa di publik. Bagi Israel, Suriah adalah tetangga yang dapat diandalkan dan mudah diprediksi.
Selain pertempuran dan ledakan kekerasan skala kecil, Assad masih tetap menghargai perbatasan dengan Israel, yang berarti Dataran Tinggi Golan yang mempunyai nilai strategis secara ekonomi yang direbut secara ilegal oleh Israel pada tahun 1967, tetap tak bergerak. Bahkan pada tahun 2009 yang lalu, Assad menawarkan negosiasi “tanpa syarat” kepada Israel mengenai Dataran Tinggi Golan.
Selain itu, kapasitas Assad sudah diketahui oleh Israel. Meskipun mempunyai hubungan yang erat dengan Iran, Israel tidak terlalu tertarik dengan Suriah pasca Assad. Mereka tidak mau mengambil resiko perubahan yang berdampak pada perbatasan yang tak terkendalikan, kelompok militan yang tak terhitung jumlahnya, aliran keluar masuk senjata yang deras, meningkatnya pengaruh kelompok Islam, dan pemerintahan yang lemah dan korup yang tidak mampu mengamankan negeri. Karenanya, bagi Isral, “anti-imperialis” Assad masih cukup bagus untuk dipelihara.
“Saya memilih ekstrimisme politik Assad dibanding ekstrimis agama (Islam),” kata Ayoub Kara, anggota parlemen Israel dari Partai Likud. “Kami tidak menginginkan ekstrimis agama (Islam) di perbatasan.”
Kesimpulan ini semakin dipertegas dengan pernyataan Ariel Sharon saat ia masih menjabat sebagai Perdana Menteri Israel. Ia mengecam usulan salah seorang warga Israel untuk menggulingkan Assad. “Apakah kamu gila?”, kata Sharon waktu itu.”Hal terbaik saat ini adalah membiarkan Bashar Assad berjuang mempertahankan kekuasaannya.”* (Mustarom/peneliti SYAMINA)
*Diadaptasi dari majalah An-Najaha, edisi khusus Bara Suriah (Edisi Khusus Suriah)
An-najah.net, Publikasi: Kamis, 5 Zulhijjah 1434 H / 10 Oktober 2013 12:42
***
Label:
AS,
Enemies Of Islam,
Iran,
Israel,
Suriah
16.17
Buku Dusta Malala Disebarluaskan, Waspadalah!
Written By Anonim on Rabu, 09 Oktober 2013 | 16.17
BIRMINGHAM, INGGRIS - Malala (16) makin sesat dan menyesatkan. Pada hari Selasa (08/102013) kemarin, gadis Pakistan yang lolos dari sergapan Mujahidin tersebut meluncurkan buku yang berisi kedustaan berjudul “I Am Malala” yang kemudian diedarkan ke seluruh dunia. Laa haula wa laa quwwata illa billah!
Ditulis bersama wartawan Inggris, Christiana Lamb, memoar itu mengisahkan kehidupannya sebelum dan setelah insiden 9 Oktober 2012, ketika dia ditembak oleh Mujahidin Taliban, di kawasan Lembah Swat, Pakistan.
Anak perempuan yang (katanya) memperjuangkan pendidikan untuk perempuan itu sedang berada di dalam bus menuju ke sekolah bersama teman-temannya dan sekelompok pria bersenjata masuk ke dalam bis, bertanya Siapa Malala dan menembaknya di bagian kepala.
Penembakan tersebut juga digambarkan dalam memoar itu secara singkat namun dengan rincian yang hidup.
“Udara berbau solar, roti, dan kebab yang bercampur dengan bau sungai kecil tempat orang membuang sampah,” kenang Malala dalam buku itu.
Salah seorang temannya kemudian mengatakan bahwa tangan pria yang menembaknya gemetar saat menarik pelatuk.
“Teman-teman saya mengatakan dia melepas tiga tembakan, saling berurutan. Ketika kami tiba di rumah sakit, rambut saya yang panjang dan paha Moniba penuh dengan darah,” tulisnya.
Demikian opini yang berkembang di masyarakat akibat pemberitaan media-media kafir dan sekuler tentang Malala.
Sejatinya Malala adalah “musuh” Islam, di mana pada usia dini Malala sudah mengembangkan opini buruk tentang pendidikan Islam yang diterapkan di Lembah Swat, tempat Malala tinggal. Malala jelas berfikiran liberal dan menolak sistem pendidikan Islam yang diterapkan kepada para Muslimah di sana.
Tapi begitulah barat, musuh-musuh Islam, Malala malah diberi penghargaan dan dimuliakan, bahkan kini diperbolehkan menyebarkan kedustaan lewat bukunya. Laa haula wa laa quwwata illa billah!
Sumber : Al-Mustaqbal Channel
Label:
Birmingham,
Enemies Of Islam,
Inggris,
Malala
13.45
Karzai Kritik NATO Gagal Di Afghanistan, Allahu Akbar!
AFGHANISTAN-Presiden boneka kafir murtad Hamid Karzai, mengkritik NATO gagal menciptakan stabilitas di negaranya selama satu dekade di sana. Dua sekutu dalam kekafiran ini akhirnya saling menyalahkan, setelah gagal menjajah tanah kaum Muslimin, Afghanistan dan melawan Mujahidin Taliban. Allahu Akbar!
“Dalam bidang keamanan, seluruh pelaksanaan NATO menyebabkan penderitaan besar bagi warga Afghanistan, jatuhnya korban jiwa yang besar, dan tidak ada yang didapat karena negara masih tidak aman,” jelasnya dalam wawancara dengan BBC.
Dia berpendapat adalah tidak tepat bagi NATO untuk memusatkan pada pertarungan di kampung-kampung Afghanistan dan bukan di tempat perlindungan Taliban di Pakistan.
Masa jabatan Karzai sebagai presiden tinggal enam bulan lagi sampai pemilihan presiden April 2014 mendatang.
Karzai menambahkan bahwa bukanlah sebuah hal yang menyenangkan jika tercapai keamanan di sebagian wilayah karena bukan hal tersebut yang diinginkan.
“Yang kami inginkan adalah keamanan absolut dan perang yang jelas melawan terorisme.”
Komentar Karzai ditanggapi mantan pimpinan NATO, Jaap de Hoop Scheffer, sebagai tuduhan yang tidak adil bagi para tentara NATO yang tewas di Afghanistan.
Semoga Allah SWT., menghancurkan pasukan kafir NATO dan pasukan kafir murtad pemerintahan boneka Hamid Karzai, dan lalu memenangkan Mujahidin Taliban di Imarah Islam Afghanistan. Allahu Akbar!
Sumber : Al-Mustaqbal Channel
Label:
Afghanistan,
Enemies Of Islam,
Karzai,
NATO
06.57
Asik Konvoi, 3 Tentara Murtad Pakistan Tewas Dihantam Bom Ranjau, Allahu Akbar!
Written By Anonim on Senin, 07 Oktober 2013 | 06.57
DISTRIK BANNU, PAKISTAN – Bom ranjau yang ditanam mujahidin menghantam pasukan keamanan murtad Pakistan yang sedang asik konvoi melintasi jalan Miranshah, tepatnya di sisi barat Pakistan, Ahad (6/10/2013).
Media lokal Pakistan melaporkan, sejumlah militan (mujahidin) yang tak dikenal sengaja menanam sebuah bom rakitan di pinggir jalan di Distrik Bannu, menargetkan sebuah truk yang dipenuhi tentara Pakistan.
Ledakan bom yang dikendalikan dengan remote kontrol tersebut menewaskan tiga tentara murtad dan melukai delapan tentara lainnya. Allahu Akabr!
Sejumlah aparat keamanan dan petugas medis tiba di lokasi kejadian dan bergegas memindahkan korban tewas dan luka-luka ke rumah sakit militer di Kota Bannu. Sebagian besar korban luka-luka berada dalam kondisi kritis.
Presiden dan Perdana Menteri murtad Pakistan telah mengeluarkan pernyataan yang isinya mengutuk serangan mematikan tersebut.
Beberapa hari sebelumnya, Mujahidin Tehreek e-Taliban Pakistan melancarkan bom syahid dengan menggunakan sebuah mobil yang kemudian menerobos masuk ke kompleks Mullah Nabi Hanafi, di kawasan terpencil di Provinsi Khyber Pakhtoonkhwa.
Sumber : Al-Mustaqbal Channel
Label:
Bannu,
Bom Ranjau,
Enemies Of Islam,
Pakistan
22.25
Pria Bakar Diri Didepan Gedung Kongres AS
Written By Anonim on Sabtu, 05 Oktober 2013 | 22.25
Seorang pria tidak dikenal membakar dirinya sendiri di depan Gedung Kongres Amerika Serikat (AS). Ini merupakan kasus kriminal kedua yang terjadi di Gedung Kongres dalam sepekan.
Sebelumnya, perempuan bernama Miriam Carey menerobos area Gedung Kongres dengan mobilnya. Perempuan berusia 38 tahun itu diduga menderita depresi. Dia tewas tertembak petugas saat berusaha melarikan diri.
“Seorang pria membakar dirinya sendiri. Penyelidikan masih terus berlanjut,” ujar juru bicara Kepolisian Kota Washington, Gwendolyn Crump, seperti dikutip AFP, Sabtu (5/10/2013).
Pria tersebut dikabarkan berhasil diselamatkan petugas. Dia langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
“Beberapa polisi langsung mematikan api yang berkobar. Mereka berlari mengambil es dan air,” sebut seorang saksi mata, Meghan Van Heertum.
“Beberapa warga sekitar ikut membantu memadamkan api. Bau daging yang terbakar tercium sangat tajam,” lanjutnya.
Gedung Kongres memang sedang menjadi perhatian publik AS. Di dalam gedung, anggota parlemen sedang memperdebatkan kisruh anggaran yang menyebabkan Pemerintah AS lumpuh.
Sumber: news.atjehcyber
Label:
Enemies Of Islam,
Gedung Kongres AS
18.28
Melawan Mujahidin, AS Akhirnya Bangkrut, Allahu Akbar!
Written By Anonim on Jumat, 04 Oktober 2013 | 18.28
WASHINGTON, AS-Terus menerus berperang melawan Mujahidin di berbagai front, AS akhirnya bangkrut. AS akan bangkrut dan bubar pada tanggal 17 Oktober 2013, jika konggres gagal menyepakati suntikan dana dan pemberian uang tunai. Ekonomi global pun terancam bangkrut. Dan hanya ada satu yang dapat menggantikan posisi AS untuk mensejahterakan seluruh umat manusia di muka bumi ini, yakni Khilafah. Allahu Akbar!
Kini terbukti, AS tidak akan pernah mampu melawan Mujahidin, bahkan kini AS yang bangkrut, terutama militernya. Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, badan-badan federal AS diperintahkan untuk ditutup oleh direktur anggaran Gedung Putih Senin malam. Salah satu Badan Nasional yang terkena dampak adalah Departemen Pertahanan AS, Badan federal ini harus meliburkan 800.000 karyawan staf militer dan terpaksa tidak membayar 400.000 tentara aktif. Allahu Akbar!
Kita tahu, AS berperang melawan Islam dan kaum Muslimin, khususnya Mujahidin Global, dengan alasan Perang Melawan Terorisme. Perang ini terjadi di berbagai belahan dunia, di Iraq, di Afghanistan, di Pakistan, di Yaman, dan berencana juga ke Suriah. Namun, bukan kemenangan yang didapat negara kafir harby tersebut, melainkan kebrangkutan. Alhamdulillah!
Bangkrutnya AS Hancurkan Ekonomi Dunia
Demikian pernyataan Christine Lagarde, Ketua IMF. Dia memperingatkan kebuntuan politik Amerika Serikat berbahaya bagi perekonomian global.
Komentar itu merupakan bagian dari pidatonya yang disampaikan di Universitas George Washington, Kamis 15 Maret.
Dalam pidato yang memaparkan tantangan perekonomian global pada dekade mendatang, Lagarde mengatakan Amerika Serikat perlu memulihkan perekonomiannya dalam jangka panjang.
Awal pekan ini, sebagian kantor pemerintah AS tutup setelah Kongres gagal menyepakati anggaran baru. Penutupan tersebut membuat sekitar 700.000 pekerja harus cuti tanpa tanggungan.
Jika tidak dicapai kesepakatan untuk anggaran baru, maka pada tanggal 17 Oktokber pemerintah AS akan kehabisan dana kecuali Presiden Obama dan Kongres mencapai kesepakatan.
Ya Allah, hancurkan sehancur-hancurnya AS, dan pasukan militernya yang kejam, dan memangkan Mujahidin di seluruh dunia, hingga tegak syariat Islam di bawah kendali Khilafah Islamiyah ala minhajin nubuwah. Allahu Akbar!
Sumber : Al-Mustaqbal Channel
Label:
Amerika,
Enemies Of Islam
22.56
Serangan Brutal Drone AS Tewaskan 3 Muslim Di Pakistan, Astaghfirullah!
Written By Anonim on Senin, 30 September 2013 | 22.56
WAZIRISTAN - Penjajah salibis Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan pesawat tanpa awak (drone) di Boya, sekitar 7 km dari utara Kota Miranshah, kota utama wilayah kesukuan Waziristan Utara, Senin (30/9/2013) pagi. Serangan itu menewaskan tiga orang muslim yang diyakini kuat sebagai anggota militan (mujahidin), ungkap Pejabat keamanan di Waziristan. Astaghfirullah!
“Sebuah drone AS menembakkan dua rudal ke sebuah kompleks militan dan menewaskan tiga pemberontak (mujahidin),” ungkap seorang pejabat lokal Pakistan kepada AFP. Saluran televisi lokal Urdu mengabarkan, pada pukul 4 pagi sebuah drone menembakkan dua rudal ke sebuah rumah yang dicurigai sebagai tempat persembunyian mujahidin di daerah Boya di Waziristan Utara.
Media lokal Pakistan lainnya mengatakan, sebanyak delapan pesawat tak berawak AS melayang di atas wilayah itu dan menciptakan kepanikan besar bagi penduduk setempat. Serangan drone ini merupakan yang kedua dalam waktu kurang dari 24 jam.
Boya oleh salibis AS dan rezim boneka diyakini sebagai wilayah kubu mujahidin pimpinan Hafiz Gul Bahadur, yang bersekutu dengan Taliban melawan pasukan pimpinan Afghanistan di perbatasan.
AS juga menegaskan, pesawat-pesawat tak berawak itu merupakan alat vital dalam memerangi para militan (mujahidin) di wilayah-wilayah kesukuan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan.
Namun, hingga berita ini di turunkan belum ada statement resmi dari mujahidin yang berada di Pakistan akan syahidnya anggota mereka.
Sumber : diolah dbs
-----------------------
Label:
Drone,
Enemies Of Islam,
Pakistan
20.52
Presiden Iran Dilempar Sepatu Pasca Tertangkap Basah “Bermesraan” Dengan Obama Via Telepon
Kasus pelemparan sepatu pada Presiden Negara kini kembali terjadi. Dialami oleh Presiden Iran yang baru, Hassan Rouhani setelah momen bersejarah percakapan telepon dengan Presiden Amerika, Barrak Obama. Sekembalinya Rouhani dari bandara, dia dilempar sepatu oleh sekelompok orang yang disebut sebagai kelompok radikal.
Dalam percakapan telepon itu, Rouhani mengucapkan kata-kata yang menyentak khalayak Syi’ah Iran yang selama ini mengklaim sebagai negara paling anti Amerika.
“Semoga harimu menyenangkan!” kata Rouhani pada Obama. Kemudian Obama pun menjawab, “Terima kasih, Khodahavez.”
----------------
Shoutussalam
Label:
Enemies Of Islam,
Obama,
Presiden Iran
16.01
Gagal Gembosi, Penganut Syiah Coba Ganggu Kajian di Jatiasih
Bekasi – Ketegangan mewarnai kajian syiah di masjid Baiturrahman, perumahan Sakura Regency, Jatiasih, Bekasi, Ahad pagi kemaren (29/9). Seorang jama’ah yang hadir berusaha memprovokasi jama’ah lainnya untuk menolak semua yang disampaikan pemateri.
Awalnya, kajian yang menghadirkan pemateri Ust. Farid Ahmad Okbah, pakar Syiah dari Majelis Ulama Muda Indonesia (MIUMI), dan Abdus Shamad, relawan Hilal Ahmar Indonesia (HASI) untuk Suriah, tersebut berjalan seperti biasa. Pembicara pertama, Farid Ahmad Okbah, menyampaikan materinya dengan disambut antusias puluhan jama’ah dari Ikhwan dan Akhwat yang memenuhi masjid.
Setelah satu jam berlalu, tibalah sesi tanya jawab. Seorang Jama’ah yang belakangan diketahui warga komplek berdiri dan mengkritik isi makalah pemateri pertama yang dibagi-bagikan ke Jam’ah. “Setelah saya membaca makalah tiga lembar ini (sambil menunjukkan makalah tulisan ust. Farid), saya melihat tidak ada kebaikan sedikitpun yang disebutkan untuk Madzhab Syiah, makalah ini hanya memprovokasi masyarakat” katanya dengan nada keras dan menolak apa yang disampaikan Ust. Farid.
“Siapa yang memprovokasi?” tanya Ust. Farid menyela perkataan Jama’ah yang mengaku menjabat ketua RT tersebut. Kemudian, dengan menunjukkan sebuah makalah yang berjudul ‘Risalah Amman’, yang juga ia bagi-bagikan ke Jama’ah untuk menandingi apa yang disampaikan Ust. Farid, ia mengatakan, “Semua madzhab yang berjumlah delapan, termasuk di dalamnya Syiah, di dalam makalah ini disebutkan masih dalam katergori muslim” jawabnya dengan nada meninggi. “Jadi, Ustad memprovokasi masyarakat untuk berpecah belah” tambahnya lagi. Seketika, suasana tegang pun menyelimuti masjid yang berada tak jauh dari sungai tersebut.
Ust. Farid yang tadinya duduk pun mulai berdiri. Beliau mengatakan, “Saya tahu, itu adalah risalah yang ditandatangani oleh perwakilan Negara-negara Dunia di Yordan, dan yang memprakarsai penandatangan itu adalah orang-orang Syiah” jelasnya dengan nada tegas.
“Itu (Risalah Aman) cuma politik yang dibuat orang-orang Syiah dan hasilnya selalu merugikan ummat Islam, sebagaimana terjadi di Irak, Iran dan lain sebagainya” tambah dai yang juga direktur yayasan Islamic Center Al Islam Pondok Gede, Bekasi, tersebut, seraya menyebutkan ulama-ulama Syiah yang memprakarasai kesepakan Risalah Aman itu.
Mendengar penjelasan itu, ia menyampaikan berbagai argument dan alasan untuk mematahkan argumen Ust. Farid. Melihat suasana memanas, Ust Farid pun menyela, “Sebentar, sebentar, anda syiah apa suni?” tanyanya. “Saya Syiah Jakfariyah” jawab Jama’ah tersebut dengan tegas dan di saksikan jama’ah yang hadir. Kemudian, Ustad yang sering dikenal dengan Farid Okbah itu melanjutkan pertanyaannya, “Rukun iman anda berapa?”. “Ada tiga” jawabnya kebingungan.
Mendengar jawaban pengakuan tersebut, Jama’ah yang sebagaian besar warga komplek pun gaduh dan kericuhan pun hampir terjadi. Panitia segera menenangkan situasi dan meminta penanya untuk duduk.
Beberapa hari sebelum hari H kajian, berbagai upaya provokasi dilakukan sejumlah oknum untuk memboikot kajian membongkar kesesatan Syiah yang baru pertama kali diadakan di masjid itu. Berbagai tekanan dari ketua RW, RT dan pihak petugas keamanan komplek pun dialami panitia selama persiapan acara yang rencananya digelar besar-besaran tersebut.
Provokasi dari pesan singkat (SMS) juga dilancarkan untuk mendesak acara tersebut batal. Di antara isi SMS provokasi yang sampai ke redaksi kiblat.net sebagai berikut:
“Mohon dukungan sms dan kirim ke Pak RW utk melarang masuknya tokoh radikal Farid Okbah ke BAI-Sakura Regency dalam kajian sektarian kilas balik ajaran syiah, anti Kristen pada Pengajian duha Minggu, 29 Sept 2013. Kajian tersebut melanggar hak-hak konstitusional warga, meresahkan dan bertentangan dengan Pancasila, UUD 45, dan Bhinneka Tunggal Ika. Baca Undangan dan makalahnya yang diedarkan DKM Baiturrahman”
Dengan ijin Allah, akhirnya acara tersebut berjalan dengan lancar meskipun diliputi ketegangan. Bahkan, pihak pantia menyewa jasa keamanan kepolisian untuk mengawal Ust. Farid, menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Sementara itu, pembicara kedua banyak menyampaikan pengalamannya selama menjadi relawan di Suriah. Ia menceritakan bagaimana kekejaman rezim Syiah Nushairiyah terhadap warganya yang mayoritas Ahlu Sunnah tersebut.
Sejatinya, kajian tersebut merupakan kajian Dhuha yang sering digelar DKM masjid Baiturrahman setiap hari Ahad. Namun, kajian kali ini tampak berbeda dengan mengambil tema ‘Bahaya Kesesatan Syiah’. Pihak panitia sebenarnya menginginkan acara tersebut menjadi acara tabligh akbar. Namun, berbagai tekanan yang dialami, pantia akhirnya menjadikan acara tersebut sebagai acara kajian Dhuha biasa.
KIBLAT.NET
Label:
Enemies Of Islam,
Jatiasih,
Syiah
20.46
Khomeini, Pandangan, Sikap Dan Tulisan-Tulisannya
Written By Anonim on Minggu, 29 September 2013 | 20.46
Siapa sebenarnya Khomeini. Tokoh yang sangat dipuja oleh rakyat Syiah Imamiyah Iran dan juga Hizbullat dengan Syed Hassan Nasrallatnya ini memiliki banyak kontradiksi di dalam perjalanan hidup dan tindak-tanduknya.
Di sini bukan pada tempatnya kita menuturkan riwayat perjalanan tokoh yang satu ini secara detil, juga paham Syiahnya. Begitu banyak literatur yang memuat hal itu. Ada yang menyanjungnya setara Rasulullah Shollallahu 'alaihi wa sallam tapi ada pula yang mencacinya, sebagaimana kelaziman warga Syiah mencaci-maki para Shahabat Rasulullah seperti Abu Bakar Radliyallahu 'anhu Umar bin Khattab Radliyallahu 'anhu, dan Ustman bin Affan Radliyallahu 'anhu.
Di sini kita hanya melihat sisi-sisi seorang Khomeini dari sejumlah pandangan, sikapnya, dan juga tulisan-tulisannya. Inilah di antaranya:
Menindas Ayatollah Hasan Thabathaba’i
Khomeini merupakan tokoh pencetus teori “walayatul faqih” di mana banyak orang beranggapan teori ini berasal dari Syiah Imamiyah, suatu aliran Syiah yang dipegang mayoritas rakyat Iran. Namun sesungguhnya teori ini tidak sama dengan aliran Syiah Imamiyah. Karena menentang teori ini, maka Ayatollah Hasan Thabathab yang tinggal di Qum diperangi oleh Khomeini, seperti dilarang menggunakan pesawat telepon, dilarang menemui sahabatnya, saluran air dan listrik ke rumahnya di putus, juga tidak boleh menjalani pengobatan di rumah sakit jika dia menderita sakit.
Hasan Thabathab menentang teori “Khomeinism” ini yang dianggapnya dapat menjadikan Khomeini seorang diktatur, sebagai wali Allah. Saya tidak dapat menerima hal itu. Itu merupakan penunggangan aliran Syiah dan kediktatoran tidak ada dalam agama ini. ”
“Saya berpesan kepada semua ulama dan para cendekiawan bahwa segala apa yang terjadi di Iran dengan ‘Revolusi Islam’nya sebenarnya tidak ada kaitannya dengan agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shollallahu 'alaihi wa sallam dan malah banyak bertentangan dengan nash-nash Qur’an yang sampai pada kita. Apa yang diperbuat Khomeini dengan pejabat-pejabatnya sebenarnya tidak ada hubungannya dengan Islam, ” tandas Ayatollah Hasan Thabathab (Naqdu Walayatil Faqih-Muhammad Maalullah, hal 27 & 28, 30 & 31)
Dikecam Dr. Musa Al-Musavi
Teori ‘Khomeinisme” atau “Walayatul faqih” juga mendapat kecaman dari Dr. Musa Al-Musavi, seorang cendekiawan Syiah Iran. Musavi berpendapat, “Walayatul faqih adalah satu bid’ah yang meyakini bahwa penguasa-penguasa merupakan wakil-wakil Imam Mahdi di zaman Ghaibah Kubra (Keghaiban Besar). Ide ini sesungguhnya berasal dari pemikiran huluhiyyah (inkarnasi) yang terdapat dalam dogma Kristiani yang meyakini bahwa Allah telah menjelma di dalam diri Al-Masih dan Al-Masih pula telah menjelma di dalam Paus. ”
Dr. Musavi juga mengatakan, “Konsep walayatul faqih bertentangan dengan nash al-Quran dan barangsiapa secara sengaja dan jelas menentang nash Allah, maka dia telah keluar dari Islam. ” (hal 73)
Membunuh Gurunya sendiri
Sementara Ayatollah Syariat Madari, guru Khomeini yang telah menganugerahkan istilah “Ayatollah” kepada Khomeini, di mana beliau juga seorang tokoh ulama Syiah yang ternama, ternyata juga menentang konsep yang diusung Khomeini. Akibatnya, setelah berkuasa, Khomeini mengirimkan 10. 000 tentaranya (!) untuk menyerang dan membunuh gurunya ini. Ayatollah Syariat Madari sependapat dengan ulama Syiah Iran lainnya yang membatasi kekuasaan faqih dalam bidang-bidang tertentu saja dan sama sekali tidak bisa mengklaim sebagai wakil dari Ratu Adil atau Imam Mahdi. (Dr. Musa Al-Musavi-At Tsauratuu Al-Baaisah, hal. 51),
Walayatul faqih secara ringkas berarti bahwa seorang penguasa yang faqih bertindak sebagai wakil dari Imam Mahdi dalam memerintah rakyatnya yang sudah putus asa karena Imam Mahdi yang sejati tidak dating-datang juga. Jadi menurut konsep yang juga dikenal sebagai ‘Khomeinisme’ ini, seorang penguasa merupakan seorang ‘pejabat pelaksana’ Imam Mahdi (Khomeini, Al-Hukumah Al-Islamiyah, hal 74).
Konsep inilah yang ditentang banyak ulama Syiah Iran sendiri. Menurut Syiah, setiap negara yang ditegakkan sebelum kemunculan Imam Mahdi adalah tidak sah walau pemimpinnya berada di atas jalan yang benar. Al-Kulaini meriwayatkan dari Abi Bashir dari Abi Abdillah (Jaafar Shadiq) bahawa beliau berkata, “Setiap orang yang menjulang bendera sebelum Qaaim (Al-Mahdi) adalah taghut yang disembah selain dari Allah Subhanahu wa ta'ala ” (Ar Raudhah Min Al-Kafi, hal 295). Jadi, menurut ulama Syiah ini, Khomeini adalah thagut.
Ini dkuatkan oleh pensyarah kitab Al-Kafi, Maula Muhammad Soleh Al-Maazan Daraani (wafat 1080 H) di dalam syarahnya terhadap kitab Al-Kafi yang dianggap sebagai syarah Al-Kafi yang muktamad menyebutkan bahawa, “walaupun orang yang memimpinnya itu menyeru kepada kebenaran” (Syarah Al-Kafi, jilid 2, hal 371)
Khomeinisme
Ajaran dan`trend’ yang dibawa Khomeini merupakan satu pecahan baru dari aliran Syiah Imamiyyah Itsna Asyariyyah. Sebab itu dinamakan “Khomeinism”. Namun walau demikian, secara keseluruhan, Khomeini tetap berpegang teguh dengan aqidah dan ajaran Syiah yang diterima di kalangan Syiah Imamiyyah Itsna Asyariyyah secara turun temurun. Tidak ada perbedaan aqidah dan ajaran Syiah antara Khomeini dengan yang lainnya. Hanya saja, Khomeini telah membawa konsep taqqiyah (berbohong demi kepentingannya) dengan seluas-luasnya sampai ke peringkat negara dan politik internasional.
Selain taqiyyah, Syiah Imamiyah juga meyakini secara akidah bahwa para Imam Dua Belas itu manusia yang maksum (terpelihara dari dosa besar dan kecil), sederajat dengan Rasulullah Shollallahu 'alaihi wa sallam Khomeini berkata, ” Kita tidak dapat menggambarkan para Imam itu lupa dan lalai. ” (Al-hukumah Al-Islamiyyah, hal 91)
Syiah juga percaya bahwa al-Quran yang ada sekarang ini telah diselewengkan oleh para Shahabat Nabi selain Imam Ali Radliyallahu 'anhu. Ni`matullah Al-Jazaairi di dalam kitabnya Al-Anwar An Nu`maniyyah mengatakan “Sesungguhnya Al-Quran sebagaimana telah diturunkan tidaklah ditulis kecuali oleh Amirul Mukminin (Alia. 'Alaihi Salam) dengan wasiat daripada Nabi Shollallahu 'alaihi wa sallam Maka selepas kewafatan Rasulullah Shollallahu 'alaihi wa sallam Sayyidina Ali sibuk mengumpulkannya selama enam bulan. Setelah dia mengumpulkannya seperti ia diturunkan (kepada Rasulullah Shollallahu 'alaihi wa sallam) dia lalu membawa Al-Quran itu kepada orang-orang yang telah berlaku curang setelah kewafatan Rasulullah Shollallahu 'alaihi wa sallam (maksudnya Abu Bakar Radliyallahu 'anhu, Umar Radliyallahu 'anhu, dan Ustman Radliyallahu 'anhu (Al-Anwar An Nu’maniyyah jilid 2, hal 360).
Dalam bukunya “Kasyful Asrar” (hal 114) Khomeini secara implisit mengatakan bahwa al-Qur’an yang ada sekarang telah diselewengkan karena tidak memuat nama para Imam Dua Belas. “Abu Bakar dan Umar telah banyak menyalahi hukum-hukum Allah. Mereka berdua telah banyak mempermainkan hukum-hukum Tuhan. Mereka telah menghalalkan dan mengharamkan dari pihak diri-sendiri. Mereka berdua telah melakukan kezaliman terhadap Fatimah dan anak cucunya” (Kasyful Asrar, hal 110).
Khomeini juga merupakan salah satu dari enam ulama Syiah yang telah mensahkan dan merestui kitab “Tuhfatul Awam” yang mengandungi doa supaya Allah melaknat Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar, dan pengikut-pengikutnya. Doa itu antara lain berbunyi: “Ya Allah! Laknatilah dua berhala quraisy, dua jiblnya, dua taghutnya, dua orang yang malang dari kalangan mereka, dan dua orang anak perempuan mereka. Mereka berdua telah melanggar perintahMu, mengingkari wahyuMu, menolak kurniaanMu, dan durhaka kepada RasulMu. Mereka berdua telah mengubah agamaMU dan menyelewengkan KitabMu, mereka berdua telah menyintai musuh-musuhMu, menolak nikmat-nikmatMu dan telah menghentikan hukum-hukumMu ……. ”dan seterusnya. Dua orang itu adalah Abu Bakar dan Umar bin Khattab.
Tentang Mut’ah, nikah sementara, Khomeini menulis bahwa Mut’ah boleh dilakukan dengan perempuan Yahudi, Nasrani, Majusi, juga dengan para pelacur (Khomeini, Tahrirul Wasilah, jilid 2 hal. 292).
Inilah sebagian pemaparan tentang Khomeini dan Syiahnya. Adalah ironis, Imam Jaafar As Shiddiq sendiri yang dianggap oleh golongan Syiah sebagai Imam Maksum mereka yang keenam pernah berkata, dan dikutip kata-katanya itu tokoh ulama Syiah, Syeikh At Thusi di dalam kitabnya “Ikhtiar Ma’rifati Ar Rijal” (sebuah kitab Syiah) yang menyatakan, ” Tidak ada satu pun ayat yang diturunkan oleh Allah tentang golongan munafiqin melainkan kandungan ayat itu pasti ada pada orang yang menganut faham Syiah. ” (Ikhtiar Ma’rifati Ar Rijal, hal. 1).
(Ben/is)
Sunnah Defence League
Label:
Enemies Of Islam









