Home » » Para Lelaki Yang Tak Berjihad Tak Lebih Dari Sekedar Kaum Wanita Tapi Bersorban Dan Berjenggot!

Para Lelaki Yang Tak Berjihad Tak Lebih Dari Sekedar Kaum Wanita Tapi Bersorban Dan Berjenggot!

Written By Anonim on Minggu, 22 September 2013 | 11.41



Di era ulama’ kenamaan Ibnul Jauzy, gerbang pintu Salib Jilid II terbuka. Tentara Salibis mengepung bahkan memasuki dan menjarah negeri-negeri kaum muslimin.

Di atas mimbar Masjid al Jami’ al Umawiy hari itu, Ibnul Jauziy –rahimahullah- berkhutbah dengan lantang, kata-katanya tajam menusuk para pemuda yang terbelit dengan kesenangan dunia hingga enggan berjihad membela negerinya yang diserang oleh musuh.

“Wahai manusia, mengapa kalian melupakan agama kalian?? Mengapa kalian meninggalkan harga diri serta berpangku tangan dari menolong agama Allah?? Sehingga Dia-pun tak menolong kalian.

Kalian kira, ‘izzah (harga diri) adalah milik orang-orang musyrik?? Padahal Allah telah menjadikan ‘izzah itu milik Allah, RasulNya dan kaum mukminin. Celakalah kalian, tidak merasa pedih dan tidak menjadi resahkah jiwa kalian menyaksikan musuh Allah dan musuh kalian menyerang negeri yang bapak-bapak kalian telah menyiraminya dengan darah??

Musuh menghinakan serta memperbudak kalian, padahal sebelumnya kalian menjadi para pemimpin dunia. Tidak bergetarkah hati kalian, tidak terpompakah semangat kalian, menyaksikan saudara-saudara kalian dikepung oleh musuh serta menimpakan berbagai kehinaan pada kalian??

Akan makan dan minumkah serta berfoya-foya sajakah kalian dengan kelezatan duniawi sementara saudara-saudaramu di sana memakai baju dari nyala api, bergulat dengan api serta tidur di atas bara?!!

Wahai manusia, sungguh perang telah dimulai, penyeru jihad sudah memanggil dan pintu-pintu langit telah terbuka. Jika kalian tidak termasuk para penunggang kuda dalam perang, maka bukalah jalan untuk kaum wanita agar mereka melakukannya, lalu pergi sajalah kalian para lelaki dan ambillah tungku masak pun celak mata, wahai ‘wanita-wanita’ yang bersurban dan berjenggot!!

Jika tidak, inilah kuda-kuda itu, lihatlah pengekang dan pengikatnya . Dan tahukah kalian, dari apa belenggu dan pengikat kuda itu dibuat?

Kaum wanita telah membuatnya dari rambut-rambut mereka, sebab mereka tidak memiliki apa-apa selain itu. Demi Allah ini adalah gelungan-gelungan kematian yang belum pernah dilihat di siang bolong, sebagai perisai dan benteng.

Mereka memotong rambutnya karena zaman bercinta sudah selesai, dan kini dimulailah babak perang suci, perang di jalan Allah dan perang dalam rangka membela negeri dan kehormatan kita.

Jika kalian tidak mampu sekedar mengekang kuda, maka jadikanlah kuda-kuda itu sebagai gelung dan kuncung-kuncung rambut kalian, itulah perasaan wanita. Lantas sudah hilangkah perasaan dalam diri kalian?!”

Kemudian Ibnul Jauziy melempar tali kekang kuda itu dari atas mimbar ke atas kepala orang-orang seraya berteriak lantang, “Hai tiang masjid, bergeraklah, lepaslah wahai batu-batu nisan dan terbakarlah wahai hati lantaran sakit dan sedih! Sungguh para lelaki hari ini telah membuang kejantanan mereka!!”

Semoga Allah merahmatimu wahai Ibnul Jauziy, betapa marahnya Anda kala itu, laki-laki pun kau sebut sebagai wanita berjenggot. Padahal saat itu kekuasaan kaum muslimin telah mencapai Spanyol dan belahan Eropa yang lain. Lantas, bagaimanakah jika engkau masih hidup dan menyaksikan kepengecutan sebagian besar pemuda hari ini? Dengan permisalan apakah kau akan menyebut kami??

Sungguh kata-katamu yang amat tajam dan keras itu amat dibutuhkan hari oleh para lelaki hari ini, agar mereka merenungkan baik-baik, masih layakkah mereka disebut sebagai manusia pejantan?!

(Dinukil dari kitab Haqiqotul Harbi ash Shalibiyyah al Jadidah, karya Syaikh Yusuf bin Sholih al ‘Uyairi)
Shoutussalam 
Sebarkan berita ini ya ikhwah! :
 
Support : Creating Website | Mujahidin | Mujahidin
Copyright © 1434 H / 2013 M. By Ridwan Kariem | Tauhid Media
Template Modified by Creating Website Published by Mujahidin
Proudly powered by Mujahidin