Home » , , » Pertemuan dengan Asy Syaikh Khalid Haqqani: Sikap Harakah Thaliban Pakistan

Pertemuan dengan Asy Syaikh Khalid Haqqani: Sikap Harakah Thaliban Pakistan

Written By Anonim on Jumat, 25 Oktober 2013 | 18.08


Godfather-of-the-Taliban--001
Mujahidin Thaliban - Pakistan
Pertemuan dengan Asy Syaikh Khalid Haqqani
 – semoga Allah menjaganya –
 Tentang
 Sikap Harakah Thaliban Pakistan
Bagian I – Bagian II
Rilisan ini menghadirkan buah pertemuan dengan salah satu komandan penting dari Gerakan Thaliban Pakistan, Syeikh Kholid Haqqani -semoga Alloh menjaganya- dalam bahasa pustun. Membahas beberapa masalah berikut:
Keberhasilan pergerakan Thaliban dalam menyadarkan warga (bangsa) pakistan bahwa sistem pemerintahan demokrasi bukan sistem Islam tapi demokrasi adalah sistem yang diciptakan oleh musuh-musuh Allah, yang dipaksakan atas kaum muslimin.
Mujahidin merealisasikan kemenangannya dengan nyata dan bukti terbesar kemenangan mujahidin sekarang adalah terbukti mereka yang kemarin menuduh Mujahidin sebagai teroris, hari ini mereka berteriak meminta berunding dengan mujahidin karena terbukti mereka telah kalah dalam pertempuran.
Memprioritaskan jihad di Pakistan dengan sebab bahwa Pakistan merupakan sekutu Amerika dalam perang melawan terorisme (baca: memerangi Mujahidin) sebagaimana yang diakui oleh Pakistan sendiri berkali-kali, dan hukum yang berlaku di Pakistan sesungguhnya hukum selain Islam, memerangi Islam sebagaimana yang dipersaksikan dalam ketetapan-ketetapan Majelis Parlemen Pakistan, dan politik yang dijalankan oleh pemerintahannya.
Membantah syubhat-syubhat yang dilontarkan oleh para ulama su’ yang memerangi Mujahidin yang sejatinya mereka adalah ulama-ulama yang menjadi mata-mata asing yang bekerja untuk merealisasikan agenda mereka di Pakistan serta melontarkan syubhat-syubhat kepada kaum muslimin. Maka dalam kesempatan ini syeikh menjelaskan secara rinci  mengenai tujuan jihad yang dilakukan di Pakistan untuk tegaknya Imarah Islam diatas manhaj nubuwah sebagaimana telah tegaknya Imarah Islam Thaliban di Afghanistan, Harakah Syabab Mujahidin di Somalia, Mujahidin Chechnya di Kaukasus.
Mujahidin berlepas diri dari peledakan yang dilakukan di mesjid-mesjid dan sekolah-sekolah serta yang menjadikan kaum muslimin umumnya sebagai sasaran, yang sebenarnya hal itu dilakukan oleh komunitas intelijen dan jasa kemanan swasta Amerika, BlackWater. Mujahidin menegaskan akan membalas siapa saja yang menjadikan kaum muslimin sebagai sasaran.  Adapun mesjid-mesjid militer khususnya yang dimiliki dan dikuasai oleh orang-orang murtad maka diperbolehkan untuk menghancurkannya dalam rangka untuk menargetkan para tentara yang telah memerangi para Mujahidin karena status mesjid tersebut adalah mesjid dhirar.
Amirul Mu’minin Mullah Umar Mujahid sangat mendukung perjuangan jihad Pakistan sedangkan propaganda yang dihembuskan oleh berbagai media bahwasanya Amirul Mukminin Mullah Umar Mujahid -semoga Allah melindunginya- dia telah bosan dengan perjuangan jihad Thaliban dan beralih kepada jihad Pakistan demi membela satu orang saja maka jawabannya : “mana mungkin dia mengorbankan dan mengkhianati ribuan kaum muslimin hanya untuk membela satu orang saja, maka tuduhan ini adalah tidak berdasar.”
Penerapan sistem pemerintahan Islam tidak akan terwujud selama-lamanya melalui jalan perdamaian dan bersekutu dengan sistem pemerintahan bathil karena seharusnya yang menjadi contoh mulia dalam pembentukan sistem pemerintahan Islam adalah Ibrahim alaihis salam dan ashabul Kahfi yang tidak ridha menjadi bagian dari sistem bathil dengan kilah dalam rangka “ishlah”. Sebab hal itu hanya akan makin mengokohkan kebathilan.
Surat kabar-surat kabar, tabloid majalah, saluran televisi, dan agen media yang bermain kotor dalam peperangan -sejatinya mereka tidak layak menyandang kehormatan sebagai jurnalis- menggunakan istilah-istilah yang menuduh Mujahidin sebagai teroris dan ekstremis namun sebaliknya mereka tidak pernah menulis tentang musuh sebagai teroris, ekstrimis yang memerangi Islam dan kaum muslimin padahal musuh itu telah membunuh ribuan nyawa warga sipil muslim tak berdosa menggunakan roket dan pesawat tanpa awak. Para jurnalis itu malah memuji dengan kalimat-kalimat santun dan penghormatan dalam media mereka.
Pesan dan nasehat kepada mereka yang ikut andil dalam peperangan terhadap mujahidin menggunakan propaganda  melalui media dan pemikiran  serta membela orang-orang kafir dan murtadin, posisi mereka adalah seperti dalam firman Allah Ta’la: “Sungguh jika orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya, dan orang-orang yang menyebarkan kabar berita bohong di Madinah tidak berhenti (dari menyakitimu) niscaya Kami perintahkan engkau untuk memerangi mereka, kemudian mereka tidak lagi menjadi tetanggamu (di Madinah) kecuali sebentar. Dalam keadaan terlaknat. Di mana saja mereka dijumpai, mereka akan ditangkap dan dibunuh tanpa ampun” (Qs. Al-Ahzaab : 60-61).
Pesan bagi umat Islam: “tidak akan baik generasi akhir umat ini kecuali dengan sesuatu yang memperbaiki generasi awalnya”  sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Malik sehingga diwajibkan bagi umat Islam untuk merealisasikan makna kalimat ini dan merealisasikan makna dan tuntatan kalimat Tauhid Laailaahaillallah Muhammadurrasulullahi berupa menafikan segala bentuk sesembahan dan sistem aturan, baru kemudian menetapkan hanya Allah sebagai satu-satunya sembahan dan Dialah yang berhak menentukan segala aturan, beramal Islam dengan amalan yang sempurna dan menyeluruh di dalam segenap aspek kehidupan dan berusaha dengan sekuat tenaga untuk menegakkan sistem aturan-Nya.
Ya Allah wahai yang menurunkan al-kitab, yang memperjalankan awan hancurkanlah musuh-musuh itu, hancurkanlah para penyembah salib, dan orang-orang murtad
Ya Allah jadikanlah mereka dan kekuatan mereka sebagai harta rampasan bagi kaum muslimin
Ya Allah hancurkanlah mereka dan goncangkanlah mereka
Ya Allah Engkaulah penolong kami dan Engkaulah Pembela kami, ya Allah hanya kepadamu kami berdo’a, dan karenaMu kami berjalan, dan karenaMu kami berperang
والله أكبر
Allahu Akbar
{وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لا يَعْلَمُونَ}
“Dan kekuatan ini hanyalah milik Allah, rasulNya, dan orang-orang yang beriman akan tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahuinya” (Qs. Al-Munaafiquun: 8)
millahibrahim-news.com
Media dan Informasi Umar
Harakah Thaliban Pakistan
Senin, 24 Jumadil Ula 1433
16/04/2012
Sumber: MI-News
Sebarkan berita ini ya ikhwah! :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Mujahidin | Mujahidin
Copyright © 1434 H / 2013 M. By Ridwan Kariem | Tauhid Media
Template Modified by Creating Website Published by Mujahidin
Proudly powered by Mujahidin