Dalam kehidupan, pasti kita selalu dihadapkan dengan ujian yang nikmat berupa cobaan. Terkadang juga dari kita berbeda-beda persepsi dalam menghadapi berbagai ujian tersebut. Ada yang selalu berusaha untuk memperbaiki atau mencari solusi sehingga bisa selesai. Ada juga yang justru meninggalkan ujian tersebut, bahkan dengan berkeluh kesah. Manakah cara yang lebih baik?
Arkian, Ammirul Mukminin Utsman ibn Affan Radliyallahu 'anhu memerintahkan Hubaib ibn Musallamah al-Fahri untuk memimpin pasukan kaum Muslimin yang akan berangkat memerangi bangsa Romawi yang sekian lama menabur benih permusuhan dengan orang-orang Islam. Isteri Hubaib pun tak ketinggalan, ia ikut bergabung dengan pasukan tersebut.
Sebelum berangkat, Hubaib memeriksa pasukannya. Lalu isterinya bertanya, “Dimanakah aku bisa bertemu denganmu setelah pertempuran ini usai?” Hubaib menjawab, “Engkau akan menemukanku di tenda pemimpin Romawi itu, atau engkau berjumpa denganku kelak di surga!”
Singkat kata, pertempuran pun berlangsung sengit. Hubaib dan pasukannya bertempur mati-matian dengan penuh keberanian. Sehingga Allah pun memberikan kemangan pada mereka, sedang pasukan Romawi sebagai pihak yang kalah.
Usai pertempuran, Hubaib bergegas menuju ke tenda panglima pasukan Romawi untuk menunggu isterinya. Namun betapa terkejutnya ia ketika mendapati isterinya justru lebih dahulu telah berada di dalam kemah panglima tersebut.
Andai semua wanita seperti ini (isteri Hubaib), maka mereka akan lebih baik daripada kaum laki-laki.
Kisah Hubaib ibn Musallamah diatas adalah sebuah ibarat. Ketika Hubaib dan pasukannya akan berangkat berperang, isterinya menanyakan dimana tempat untuk bertemu setelah peperangan. Lalu Hubaib pun menjawab, di tenda pemimpin Romawi atau di surga. Lalu setelah mereka berjuang di jalan Allah, dan Allah memberikan kemenangan, akhirnya mereka bertemu di tenda pemimpin Romawi. Bahkan yang lebih dahsyatnya lagi, ternyata isteri Hubaib sudah sampai duluan. Ma syaa Allah!
Ibroh yang bisa kita ambil adalah tidak ada suatu hal yang sulit lagi mustahil, jika menghadapi ujian yang nikmat berupa cobaan yang datangnya dari Allah. Sepanjang kita mempunyai kemampuan dan usaha untuk selalu ingin memperbaiki dan bergerak untuk melakukannya, in syaa Allah, pasti akan mendapatkan petunjuk-Nya.



