Home » » Ustadz Afif Abdul Majid: AS Bertindak Tanpa Dasar

Ustadz Afif Abdul Majid: AS Bertindak Tanpa Dasar

Written By Anonim on Minggu, 22 September 2013 | 07.40



Solo – Pengurus Dewan Syari’ah Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT) Pusat Ustadz Afif Abdul Majid menanggapin dengan santai tudingan AS bahwa ia merupakan bagian dari jaringan teroris dan menyebut AS bertindak tanpa dasar.

“Saya sama sekali tidak paham cara AS menetapkan seseorang masuk daftar itu. Saya hanya seorang juru dakwah yang saya lakukan secara terbuka di masjid-masjid di Solo dan sekitarnya. Kalau memang dakwah saya membahayakan pasti sudah bermasalah sejak dulu,” ujar Ustadz Afif kepada wartawan, Kamis (19/9/2013) seperti dilansir detik.com.

Dalam rilis yang dikeluarkan pihak AS, Ustadz Afif Abdul Majid disebut sebagai pemimpin senior JAT yang mengawasi pelatihan dan rekrutmen teroris di Indonesia. Bersamaan pengumuman itu pihak AS juga memutus dukungan dana dan pembekuan aset keduanya.

Atas tuduhan sepihak AS tersebut, Ustadz Afif menanggapinya santai. Selama ini dirinya merasa tidak pernah mempunyai sedikitpun aset berupa uang maupun barang di AS. Namun jika pihak berwenang di AS merasa menemukan aset atas nama dirinya di AS, Ustadz Afif dengan enteng mengatakan menyerahkan dengan ikhlas aset itu kepada pihak AS untuk dimiliki sepenuhnya.

“Aset apa, wong saya ini cuma guru ngaji di masjid-masjid. Kalau saya disebut tukang rekrut, saya kira semua pendakwah itu memang bertugas merekrut umat menuju kebaikan. Itulah yang saya lakukan selama ini,” ujar veteran perang Afghanistan dan Philipina Selatan tersebut.

Ustadz Afif mengaku dirinya memang anggota JAT. Pernah menjabat sebagai Panglima JAT Jateng dan sekarang menjadi anggota Dewan Syariah JAT Pusat. Pada posisi sekarang, lelaki 58 tahun itu mengaku hanya hadir pada kegiatan JAT jika diundang untuk membahas persoalan keumatan.

Sedangkan sebagian besar waktunya dihabiskan untuk mengajar di pesantren, majelis ta’lim di masjid-masjid, serta membantu usaha istrinya yang membuka bisnis pakaian muslim di tempat tinggalnya di Waringinrejo, tak jauh dari Pesantren Al-Mukmin Ngruki.

Sejauh ini Kementerian Keuangan Amerika Serikat (AS) sudah dua kali menerbitkan daftar hitam berisi dua nama warga Indonesia yang disebut tergabung ke dalam jaringan teroris. Pada Februari 2012 lalu juga telah memasukkan tiga tokoh JAT ke dalam daftar hitam, yaitu Ustadz Mochammad Achwan (Pelaksana Amir JAT), Sonhadi (Juru Bicara JAT), dan Ustadz Abdul Rosyid Ridho Baasyir (putra Abu Bakar Ba’asyir). 

(qathrunnada/detik/kiblat.net)
Sebarkan berita ini ya ikhwah! :
 
Support : Creating Website | Mujahidin | Mujahidin
Copyright © 1434 H / 2013 M. By Ridwan Kariem | Tauhid Media
Template Modified by Creating Website Published by Mujahidin
Proudly powered by Mujahidin