Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Muslim Affairs. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslim Affairs. Tampilkan semua postingan

Pria Bersenjata Tembak Mati Perwira Intelijen Yaman, Alhamdulillah!

Written By Anonim on Jumat, 25 Oktober 2013 | 14.11



SANAA - Seorang perwira intelijen murtad Yaman di tembak mati di luar rumahnya di Kota Sanaa oleh sejumlah pria bersenjata, Kamis (24/10/2013). Demikian diungkapkan seorang pejabat polisi Yaman kepada AFP. Alhamdulillah!

“Kolonel Abdulrahman al-Sham, ditembaki sejumlah pria bersenjata setelah keluar dari rumahnya di pusat Kota Sanaa. Para pelaku itu lantas kabur setelah melancarkan aksinya,” ungkap seorang pejabat polisi Yaman.

Sampai saat ini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini. Termasuk mujahidin Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), kelompok yang dalam beberapa bulan terakhir hampir setiap hari melancarkan serangan terhadap pasukan keamanan di Yaman selatan.

Namun, Pemerintah murtad Yaman menuding Al Qaeda sebagai dalang di balik serangan mematikan terhadap tentara dan polisi yang terjadi hampir setiap hari di wilayah selatan dan timur Yaman.

Pada Jumat (18/10/2013) mujahidin Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) menyerbu pangkalan militer di Provinsi Abyan selatan, Yaman, dan melakukan bom syahid . Akibatnya, sedikitnya 15 tentara tewas dan puluhan lainnya terluka.

Dua pekan yang lalu, AQAP mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan ke pangkalan militer akhir bulan September lalu dan menyatakan bahwa serangan itu menargetkan ruang operasi yang digunakan oleh salibis Amerika Serikat untuk mengarahkan serangan drone melawan militan (mujahidin), dan mengancam akan lebih banyak serangan serupa. Allahu Akbar!

AQAP yang merupakan gabungan Al Qaeda cabang Yaman dan Saudi dianggap sebagai Al Qaeda yang paling “berbahaya” bagi kepentingan barat dari semua cabang Al Qaeda yang ada di seluruh dunia. Hal ini terkait dengan perencanaan-perencanaan AQAP yang fenomenal, tak terduga, dan mematikan.

Sumber : Al-Mustaqbal Channel

GAPAS dan Umat Islam Cirebon Tuntut Ayung Sang Murtadin Di Hukum Mati

090099
Suasana Persidangan Ayung
MI-News, Sidang kasus dugaan pembunuhan dengan terdakwa seorang murtadin  Ayung Indra Kosasih alias Ayung di Pengadilan Negeri (PN) Thaghut Cirebon dijaga Ansharut thaghut dari Polri satuan Brimob Detasemen C Polda Jabar, Rabu (23/10). Puluhan anggota pasukan kafir berjaga mulai dari depan kantor PN Cirebon atau di pinggir Jalan Wahidin, pintu gerbang, pintu masuk kantor PN, hingga pintu masuk dan ruang sidang. Sementara di ruang sidang tampak sejumlah anggota ormas Islam. Ormas Islam ini terus mengawal sidang kasus dugaan pembunuhan dengan terdakwa Ayung.
Sidang dugaan pembunuhan dengan terdakwa Ayung hari ini mengagendakan mendengarkan keterangan saksi. Satu di antara saksi yang diundang ke persidangan adalah Ketua RT 04 Tanda Barat, Sumartono.
Kasus dugaan pembunuhan dengan terdakwa Ayung terjadi 23 Mei di rumah tinggal Ayung RT 04 Tanda Barat, Kota Cirebon. Ketika itu, Ayung membakar tubuh mertuanya sendiri, Yoyo. Istri Ayung, Rini yang mencoba memadamkan api di tubuh Yoyo malah ikut didorong oleh Ayung sehingga mengalami luka bakar. Yoyo kemudian dilarikan ke rumah sakit. Setelah sempat dirawat di rumah sakit, Yoyo mengembuskan napas terakhir.
Kasus pembakaran yang dilakukan oleh  Ayung  terhadap istri dan mertuanya di Cirebon jelas membuat kaum muslimin tergerak melakukan pembelaan. Kota yang terkenal dengan kentalnya nuansa ajaran Islam merasa terhina atas insiden pemurtadan dengan cara menikahi wanita muslimah.
Atas hal itu, Umat Islam Cirebon melalui Gerakan Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat atau GAPAS mengeluarkan pernyataan yang ditanda tangani oleh Andi Mulya (Ketua Umum GAPAS). Berikut isi surat penyataan tersebut :
Bismillahirrahmanirahim,
Berkenaan dengan proses pengadilan terhadap Ayung, muallaf gadungan yang telah berbuat perkara kesalahan besar dan berlapis terhadap Islam dan kaum muslimin (Ny. Rini Fitriana dan ayahnya Yoyo Halim Mulyana), yakni:
1. Pura-pura masuk Islam dalam rangka misi memurtadkan dengan modus menikahi muslimah,
2. Setelah menikah, Ayung kembali murtad,
3. Ayung juga mengajak bahkan memaksa isterinya untuk murtad, tetapi dihalangi ayahnya,
4. Ayung kemudian membakar mertuanya hingga mengakibatkan beliau wafat,
5. Bahkan isterinya menjadi korban pembakaran hingga cacat permanen.
Kasus ini sangat monumental dan akan menjadi tonggak baru yang menuntut konsekuensi sikap baru bagi kaum muslimin, mahkamah peradilan, Ayung dan pihak keluarga besarnya yang sekubu dan semisi dengannya.
Berdasarkan lima kesalahan tersebut, kami sebagai Umat Islam Cirebon menyatakan :
1. Perbuatan Ayung terkait langsung dengan Aqidah, nyawa dan kehormatan Islam dan kaum muslimin, maka kaum muslimin menuntut agar ditegakkan hukuman kepadanya menurut hukum Islam yaitu hukuman mati. Setidaknya, berdasarkan tiga lapis alasan: Kemurtadannya, Misi Pemurtadannya dan Pembunuhan kepada mertuanya yang merupakan seorang Muslim.
2. Eksekusi hukuman mati hendaknya dilaksanakan di tengah khalayak umat Islam, yakni di alun-alun ba’da sholat Jum’at agar menjadi peringatan dan pelajaran bagi semua pihak.
3. Kepada para aparat Mahkamah Peradilan dalam memutuskan perkara yang berkaitan terhadap Aqidah Isla dan kehormantan kaum muslimin hendaknya tidak ragu dan tidak takut menerapkan tuntutan hukuman Islam, karena itu adalah hak asasi kaum muslimin.
4. Jika aparat pengadilan tidak memutuskan hukumannya sesuai dengan Syariat Islam, maka aparat mahkamah telah melanggar keadilan dan hak asasi kaum muslimin dan berarti bermaksud membiarkan urusan kasus akan menjadi lebih panjang terhadap kaum muslimin.
5. Kepada para ulama, Kyai, Ustadz dan tokoh dakwah Islam hendaklah segera menggencarkan ajaran Syariat Islam berkenaan dengan hukum riddah dan irtidad (murtad dan pemurtadan) agar umat Islam waspada dan terjaga dari korban program pemurtadan dengan segala bentuk metode dan modusnya.
6. Kepada orangtua dari para muslimah yang rawan menjadi korban pemurtadan lewat pendekatan pernikahan, hendaklah waspada terhadap yang mengaku muallaf. Jangan ragu apabila setelah nikah suami/menantu anda yang muallaf kembali murtad dan atau mengajak anda murtad, maka bunuhlah mereka! Anda mendapat pahala dan pembelaan umat Islam. Allahuakbar!!
Demikian pernyataan tuntutan dan seruan kami selaku keluarga besar Islam dan kaum Muslimin bersama Aliansi Masyarakat Nahi Munkar.
Sumber: MI-News

Allahu Akbar! Dihancurkan Lagi Bangunan Sarana Kemusyrikan di Sragen

Written By Anonim on Rabu, 23 Oktober 2013 | 06.59

Allahu Akbar! Dihancurkan Lagi Bangunan Sarana Kemusyrikan di Sragen

Kapan akan dihancurkan pula, bangunan kemusyrikan tempat muja dan cari pesugihan dengan lokasi zina di Gunung Kemukus yang juga di wilayah Sragen?
  • Warga merasa dikhianati oleh Pemkab Sragen, warga sudah kecewa 4 kali ini
  • Surat Pernyataan Gus Anto pada hari Jum’at [04/10/2013] adalah dalam waktu 14 hari sejak ditandatangani, Gus Anto akan menghilangkan bangunan yang mengarah pada kesyirikan seperti tempat Kungkum, Pasujudan dan Bangunan Mistis lainnya di Padepokan Santri Luwung Bumi Arum.
  • Dalam mediasi yang alot ini akhirnya perwakilan warga sejumlah sepuluh orang diperbolehkan untuk melanjutkan menghancurkan bangunan-bangunan kesyirikan di sekitar tempat  kungkum*.
Luwung Bumi Arum 1SRAGEN- Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) melaporkan, Jum’at lalu [18/10/2013] warga kembali menghancurkan bangunan simbol kesyirikan di Padepokan Santri Luwung Bumi Arum Sragen. Pada hari Jumat 2 pekan sebelumnya [04/10/2013]  pemilik padepokan Gus Anto yang menghancurkan sendiri dan dilanjutkan oleh warga setempat. Kali ini warga tetap pada pendiriannya menuntut semua bangunan di Padepokan Santri Luwung Bumi Arum rata dengan tanah.
Menurut Taru salah satu warga, Pemkab Sragen dinilai lambat dan tidak tegas. Warga sudah mempercayakan Pemkab Sragen untuk menegakkan Perda dimana bangunan yang tidak memiliki ijin agar diberi Surat Peringatan [SP]. Sebenarnya Pemkab Sragen sudah melayangkan SP I kepada Gus Anto pada hari Senin, 7 Oktober 2013 dengan masa tenggang 7 hari. Prosedurnya jika bangunan tidak dibongkar akan muncul SP II dengan tenggang waktu 7 hari. Dan seandainya SP II tidak dihiraukan akan diterbitkan SP II dengan tenggang waktu 14 hari kemudian Pemkab Sragen yang akan mengeksekusi semua bangunan yang tidak ada IMB nya.
 “Yang dipermasalahkan warga adalah setelah terbit SP I [7/10/2013]  , mengapa tidak diterbitkan SP II yang semestinya menyusul tanggal 15 Oktober 2013? Warga merasa dikhianati oleh Pemkab Sragen, warga sudah kecewa 4 kali ini,” tambah Taru.
Luwung Bumi Arum 2GUS ANTO MENGKHIANATI LUIS DAN JAT
Berdasarkan Surat Pernyataan Gus Anto pada hari Jum’at [04/10/2013]  di Mapolsek Sidoharjo Sragen di hadapan AKP Kethut Putra Kapolsek dan Tri selaku Camat Sidoharjo yang disaksikan oleh Ketua Luis Edi Lukito dan Dzikron selaku Qoid Hisbah JAT Wilayah Jawa Tengah serta 2 pengikut Gus Anto salah satu pernyataannya adalah dalam waktu 14 hari sejak ditandatangani, Gus Anto akan menghilangkan bangunan yang mengarah pada kesyirikan seperti tempat Kungkum, Pasujudan dan Bangunan Mistis lainnya.
Kemudian berdasarkan pembicaraan Via telpon antara Sekjen LUIS Yusuf Suparno dengan Gus Anto pada hari Ahad, [06/10/2013], Gus Anto juga mengijinkan bahwa bangunanya yang dianggap tempat Kesyirikan dihancurkan.  Namun hingga hari Jumat [18/10/2013] Gus Anto tidak memperlihatkan tanda –tanda akan menghancurkan banguan kesyirikan.
 Luwung Bumi Arum 3MEDIA WARGA, LUIS DENGAN KAPOLRES, DANDIM DAN MUI GAGAL.
Jum’at pag i[18/10/2013] Taru selaku perwakilan warga, Endro Sudarsono selaku Humas LUIS, AKBP Dhani Kapolres, Kolonel Wahyu selaku Dandim dan KH Bilal selaku anggota MUI Sragen melakukan mediasi di depan Padepokan. Namun, merasa dikhianati dan dikecewakan oleh Gus Anto dan Pemkab Sragen, warga menghendaki bangunan tetap dieksekusi dan diratakan dengan tanah. Akhirnya tidak ada kesepakatan dan Kapolres minta warga menunggu Fatwa MUI.
Setelah melakukan sholat Jum’at, Warga berduyun-duyun menuju padepokan. Namun dihalang-halangi oleh ratusan anggota Polres Sragen dan Ratusan Brimob dari Solo. Polisi memblokade jalan menuju Gapura tempat Kungkum. Warga sudah minta ijin baik-baik, namun Kapolres Sragen tetap bertahan agar menunggu Fatwa dari MUI Sragen.

Warga semakin mendekat dan entah siapa yang mengawali terjadilah saling dorong, saling, lempar bahkan polisi menembakkan Gas Air mata di kerumunan warga.Luwung Bumi Arum 4

.
MEDIASI LAGI
Luwung Bumi Arum 5
Luwung Bumi Arum 6foto dukungan warga
Setelah sempat mereda, salah satu pengurus JAT Ust. Ahmad Sigit melakukan mediasi dengan Kapolres Sragen AKBP Dani. Dalam mediasi yang alot ini akhirnya perwakilan warga sejumlah sepuluh orang diperbolehkan untuk melanjutkan menghancurkan bangunan-bangunan kesyirikan di sekitar tempat  kungkum. Hingga menjelang maghrib akhirnya warga berangsur-angsur meninggalkan lokasi padepokan.(rojul/Humas LUIS, Endro Sudarsono)(VOA-ISLAM) Senin, 21 Oct 2013
* KUNG·KUM v berendam dalam air selama berjam-jam pada waktu malam dengan maksud bertirakat./KBBI

Untuk mengetahui lebih jauh tentang kemusyrikan, silakan baca artikel Apa Syirik Itu? di nahimunkar.com http://www.nahimunkar.com/apa-syirik-itu/

Adapun tentang kemusyrikan dan perzinaan di Gunung Kemukus wilayah Sragen yang justru seqakan dikembang suburkan, dapat dibaca di nahimunkar.com Gejala Buruk Pengkeramatan Kuburan http://www.nahimunkar.com/gejala-buruk-pengkeramatan-kuburan/

(nahimunkar.com)

Beberapa Bulan Lagi Al-Aqsha Akan Rubuh

Written By Anonim on Selasa, 22 Oktober 2013 | 11.30


Seorang pakar dan peneliti masalah permukiman Al-Quds, Ala Raimawi mengkhawatirkan akibat penggalian Israel yang terus menerus terhadap Masjid Al-Aqsha Mubarak. Dalam wawancaranya dengan harian Palestine Raimawi menyebutkan, pemerintah Israel masih melanjutkan penggalian illegal mereka dalam proyek yahudisasi dan permukiman di Al-Quds. Penggalian di bawah Masjid Al-Aqsha akan mengakibatkan rubuhnya masjid tersebut dalam beberapa bulan ke depan. Mengingat semakin kritisnya fondasi yang menopang masjid di bawahnya.
Penodaan yang bertambah

Raimawi mengisyaratkan, hampir setiap hari terjadi longsor dan jalan roboh, terutama di jalan utama yang menuju Al-Aqsha dan Kota Lama. Seperti di wilayah Silwan dan di salah satu jalan protocolnya. Sejumlah pohon yang berada di dalam areal Al-Aqsha sudah pada doyong. Retakan-retakan yang menganga di sekitar Al-Quds, akibat penggalian terowongan di bawahnya.

Dengan terowongan-terowongan itu, Israel bermaksud membuat jaringan yang panjang dan lebar sebagai basis kota David yang mereka rencanakan. Pada saatnya nanti organisasi Israel akan mendeklarasikan kota tersebut. Raimawi menyebutkan, lebih dari 25 yayasan Israel telah membuat rencana besar dan telah memobilisasi dana yang tak sedikit untuk merealisasikan mimpinya. Rencana ini akan meningkatkan tekanan kepada para pejabat Israel di Kota Lama dan Masjid Al-Aqsha untuk merealisasikan mimpinya. Oleh karena itu, bangsa Arab dan Palestina sebentar lagi akan menyaksikan keruntuhan terbesar Masjid dan diperkirakan akan terjadi pada musim dingin ini. Sebagai bukti, penggalian Israel sudah dilakukan di sejumlah wilayah purbakala Al-Quds, sementara mereka tidak memperbolehkan siapapun merenovasinya serta menghalangi bangsa Palestina untuk mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi.
Hakikat Penggalian

Raimawi menegaskan, banyak sekali cerita tentang penggalian dan pembangunan kota terowongan yang telah mengoyak kota suci ini. Kami berupaya semaksimal mungkin menggambarkannya dari empat sudut berbeda dari Masjid Al-Aqsha. Diantara semua terowongan yang ada di Al-Aqsha, yang paling berbahaya adalah yang terletak di sebelah selatam masjid. Dimana sejumlah ormas Israel berupaya untuk membangun kota David. Suatu kota yang terbentang dari Ain Silwan hingga pagar Al-Aqsha bagian utara. Diperkirakan tahun ini merupakan tahun pemancangan di empat sudut situs terbaru dari penggalian bagian selatan masjid. Sementara tiga sudut lain masih terus berlanjut, agar semuanya menjadi tujuh wilayah galian dalam satu arah saja.

Adapun bagian barat dari Al-Aqsha yang merupakan wilayah utama dari kota Yahudi sedang dibangun di bawah masjid. Dinataranya tempat kunjungan, jalan yang menghubungkan ke bagian selatan kota di Silwan serta bagian utaranya. Disana juga terdapat sebagian besar gerbang menuju Al-quds. Sebagian lembaga Zionis menyebutkan, bahwa jumlah situs galian mencapai 13 titik. Di wilayah inilah sedang dibangun koridor dasar untuk bisa sampai kepada Qubbah Sakhra.

Data ini mengungkap tentang bahaya yang besar yang bisa saja menimbulkan longsor setiap saat.

Sementara itu, wilayah utara, ada sejumlah terowongan tepat di bagian barat daya Masjid Al-Aqsha, terutama sekolah Umar ibnu Khottob. Saat ini, galian Zionis sudah sangat terbuka. Tapi, apa yang tidak terlihat lebih besar dari apa yang terlihat selama ini.
Tujuan di lapangan

Raimawi berpendapat, tujuan ormas Zionis melakukan hal ini adalah untuk menghabisi tanda-tanda bangunan selain yahudi di Al-Quds. Hasil ini bertolak dari sejauh mana kegiatan mereka di lapangan.

Buktinya ada sekitar 25 galian lebih di bawah masjid dan daerah distrik Kota Lama. Sebagai akibat dari penghancuran 200 rumah warga Palestina, ditambah perampasan terhadap 200 rumah lainya untuk kepentingan Israel. Mereka telah memberikan surat peringatan penghancuran terhadap 1600 rumah.

Tindakan politik Zionis ini dibangun diatas penodaan secara langsung terhadap benda-benda bersejarah di Al-Quds. Seperti yang terjadi pada Batu peninggalan raja bani Umayah yang sudah di hilangkan dari Al-Aqsha. Juga penodaan terhadap kuburan bersejarah milik kaum muslimin dan pembangunan taman-taman, tempat rekreasi di atasnya. Ditambah pencurian secara besar-besaran terhadap peninggalan bersejarah bangsa Arab, terutama wilayah dimana terdapat sisa-sisa peradaban Arab Kan’an (nenek moyang bangsa Arab).
Perlindungan Amerika

Semua tindakan Zionis ini berjalan seiring dengan pandangan politik Amerika. Tampaknya ada gerakan menuju pergiliran kekuasaan terhadap kota suci ini antara bangsa Yahudi, Arab dan Kristiani. Dalam arti bahwa kekuasaan utama ada di tangan Israel dengan menambahkan otoritas mereka terhadap kota tersebut, secara undang-undang dengan perlindungan dunia internasional atas perampokan besar-besaran terhadap sejarah bangsa Arab di Al-Quds.

Raimawi menambahkan, inilah yang menjadikan kita melihat dengan kepala sendiri robohnya al-Quds sebagai akibat dari penggalian dan sebagai akibat rontoknya sejarah dan pemberian legalitas bagi pencuri Al-Quds untuk berdaulat di sana.

Dalam pada itu, Raimawi mengkritik keras sikap jumud bangsa Arab terhadap masalah Al-Aqsha ini, berupa konspirasi yang hampir final mencapai targetnya. Tampaknya kerja nyata dan gerakan merupakan udang-undang tak tertulis dari alam yang telah hilang dari ummat ini. Sebaliknya telah menjadi logika khas musuh-mush kita. Namun kali ini, tentunya kita harus kaluar dari sikap membisu kepada kerja nyata. Dari dokumentasi dan kajian atas kejahatan mereka, kepada kerja nyata dalam menghadapinya yang dapat melindungi Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha.
Sebagai rekomendasi diusulkan kepada bangsa Palestina untuk menyatukan sikap dan langkah mereka dalam masalah Al-Quds. Seperti membuat program bersama untuk mengembalikan semangat pembelaan sebagai acuan utama dan akan tetap menjadi sentral kerja kita. Terutama kita mengingatkan gerakan Hamas dan Fatah dalam hal ini. Jika tidak maka kita akan menyaksikan, Al-Quds tanpa masjid dan ummat islam tanpa kemuliaan dan sejarah yang dicuri mereka, tanpa ada pergerakan dan pembelaan. (asy)


Sumber: MTSI

19 Pasukan Oposisi Termasuk 2 Komandannya Bergabung Dengan IIA, Alhamdulillah!


SARIPUL – 19 Pasukan oposisi termasuk 2 komanda mereka ( Sayed Gul dan Muhammad Na’eem ) pada hari Senin mengakui kesalahannya dan bergabung dengan Imarah Islam Afghanistan. Demikian dilaporkan seorang petinggi mujahidin IIA.

“Mereka bertobat dari kesalahannya dan bergabung dengan Mujahidin Imarah Islam hari ini di distrik Kohistanat provinsi Saripul utara, mereka juga membawa peluncur RPG , senapan mesin Pk dan 10 senapan Ak”, lapor juru bicara IIA, Qari Yousuf Ahmadi, seperti dilansir shahamat Senin (21/10/2013).

Imarah Islam Afghanistan terbentuk ketika mujahidin Taliban memasuki Kabul, ibukota Aghanistan. Pada tanggal 31 Maret hinga 4 April 1996 mereka mengadakan pertemuan dengan para ulama yang jumlahnya mencapai 1500. Dalam pertemuan tersebut para ulama bersepakat memilih pemimpin Taliban Mullah Muhammad Omar sebagai pemimpin (Amirul Mu’minin) untuk kawasan Imarah Islam Afghanistan.



Sumber : Al-Mustaqbal Channel

Polisi Paranoid, Muslimah Bercadar Ditangkap

Written By Anonim on Sabtu, 12 Oktober 2013 | 16.19


Ansharut thaghut dari unsur Polri jajaran Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, menangkap seorang Akhwat karena dicurigai sebagai anggota jaringan teroris, tidak cukup hanya mengamankan sesaat sebelum penangkapan Tim Jihandak Brigade Mobil (Brimob) Polda Sulsel meledakan sebuah koper yang isinya ternyata hanya pakaian dan alat-alat mandi. Tidak ditemukan bahan peledak maupun barang berbahaya lainnya
Akhwat yang ditangkap bernama lengkap Armila Dewi, 28 tahun, berasal dari Palu, Sulawesi Tengah, Armila saat ini diketahui bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pendidikan Nasional Palu. Menurut Komisaris Besar Endi Sutendi selaku Humas Polda Sulsel menyatakan bahwa saat ini Armila tengah diamankan dan dimintai keterangan disalah satu ruangan khusus dilingkungan Polrestabes Makassar, “yang bersangkutan kita amankan untuk menindak lanjuti laporan warga yang mencurigai gerak – gerik tersangka dan kami pun tengah mengembangkan apakah Armila terkait dengan jaringan teroris atau tidak” tambahnya. Endi menambahkan Armilla diamankan untuk menghindari amuk warga tanpa merinci alasan mengapa Armilla akan diamuk warga.
Informasi lain diperoleh mengenai kronologis penangkapan Armila, Asri menuturkan Armila selama sebulan ini tinggal dirumah panggung milikn Daeng Jinne, Armilla menempati kamar kecil dirumah tersebut, “Kami curiga karena orangnya sangat tertutup. Mengenakan cadar, tetapi kakinya kelihatan. Biasanya orang bercadar kepada sesama perempuan akan memperlihatkan muka, tetapi orang ini tidak,” kata Asri. Masih menurut Asri, Armila dilaporkan dan langsung diamankan petugas karena sempat bertengkar dengan tantenya bernama Badaria. “Tante memaksa ingin melihat barang-barangnya, tetapi menolak. Ternyata di dalam tasnya kami lihat kebanyakan pakaian laki-laki dan ada foto pria,” ujar Asri.
Sungguh berat cobaan dan fitnah yang akan diterima Ikhwan maupun Akhwat di Indonesia ketika menjalankan serta mengamalkan perintah Allah dan Sunnah Rasullah SAW, salah satunya mengenai tatacara berpenampilan dan berpakaian, janggut, celana cingkrang atau cadar sudah distigmakan oleh thaghut negeri ini sebagai teroris, mengapa acara pamer aurat seperti Miss World dilindungi Polisi? sedangkan yang menutup aurat dianggap meresahkan masyarakat  dan patut kita ingat mengapa kasus separatis Papua yang menimbulkan ketakutan penduduk setempat tidak pernah dikategorikan teroris? Teror para preman, peristiwa penyerangan Lapas Cebongan atau kasus-kasus lain yang menimbulkan ketakutan massal tidak pernah disebut dengan istilah perbuatan Teror, pertanyaannya ketika umat Islam di negeri ini ingin kafah menjalankan Syariat bisa dikategorikan teroris? Apakah hanya umat Islam saja yang sanggup dan mampu berbuat teror? Semakin jelas bahwa thaghut negeri ini sudah seperti Sang majikan,  Amerika  laknatullah yang takut dan paranoid terhadap Islam.
Sumber: Abu Mujahid MI-News

Dukungan Untuk Trio Mujahid Jepara Pada Sidang Lanjutan, Senin 7 Oktober 2013

Written By Anonim on Sabtu, 05 Oktober 2013 | 21.10








Untuk Ikhwan-ikhwan HTI, FPI, MMI, JAT, FUI, MTA, forum-forum kajian , dll... (mungkin) Trio Mujahid Jepara (TMJ) eksekutor murtadin Suparno Jepara secara legal formal bukan anggota "rumah" yang antum "gawangi", tapi saya berani pastikan bahwa Trio Mujahid Jepara adalah seorang muslim yang tidak rela agamanya dihina dan diinjak-injak "Kafir Murtadin Omega Suparno".

Trio Mujahid Jepara telah mempraktekkan hadits;
"Barangsiapa yang mengganti agamanya maka BUNUHLAH ..!!". Saya harap antum semua bisa hadir di Pengadilan Negeri (PN) THAGHUT Jepara untuk mendukung Trio Mujahid Jepara.

In syaa Allah sidang lanjutan akan digelar Senin 7 Oktober 2013 pagi dengan agenda pembacan PLEDOI. Kita berkumpul di Asrama Haji Pati pukul 06.45 WIB sebelum menuju ke Jepara. tapi jika ada yang langsung ke Jepara silahkan...

Tolong sebarluaskan semampunya... 

By: Ustadz Mustaqim, alumni Universitas Al Azhar Kairo Mesir yang saat ini berdomisili di Pati

Dibakar Massa Buddha Myanmar, Anak Mengenali Ayahnya Dari Serobek Baju, Astaghfirullah!

Written By Anonim on Jumat, 04 Oktober 2013 | 23.58



THANDWE – Pembantaian yang dilakukan umat musyrik Buddha semakin terasa menyakitkan dirasakan kaum muslimin di Myanmar. Beberapa hari yang lalu sekelompok massa musyrik Buddha membakar Khin Naing (Ko Khin) sampai anaknya tidak dapat mengenali jasadnya. Laa haula wa laa quwwata illa billah!

Di depan masjid yang terletak di desa Tha Phyu Cha jasad Khin Naing yang sebagiannya hancur dan hangus terbakar ditemukan oleh aparat keamanan setempat.

“Dia tidak dapat melarikan diri dari orang-orang Rakhine itu,” kata anaknya Tun Tun Naing (17 tahun) yang hanya dapat mengidentifikasi jasad ayahnya dari serobek baju yang tidak terbakar.

Khin Naing adalah satu dari lima warga Muslim yang terbunuh dalam pembantaian yang dilakukan umat Buddha di Thandwe, negara bagian Rakhine, yang telah berlangsung selama empat hari.

Para saksi mengatakan, pihak etnis Buddha Rakhine berulangkali menyerang penduduk Muslim dari hari Ahad dan membakar rumah-rumah.

Kota Thandwe yang berjarak 260 km dari Ibu Kota Yangon, menurut tokoh Muslim setempat, kerap menjadi sasaran serangan komunal dan pelampiasan kemarahan warga yang beragama Buddha. ”Kami sekarang takut dan bersembunyi,” kata Kyaw Zan Hla, ketua Organisasi Muslim Kaman, kepada Reuters via telepon.

Zan Hla bercerita, Ahad malam, sekitar 200 orang telah bergabung dengan massa lainnya, yang beberapa di antaranya mengenakan masker, dan membawa obor.

Semoga Allah SWT memudahkan kaum muslimin di seluruh dunia untuk berjihad fi sabilillah membela kaum muslimin di myanmar dan meninggikan kalimat tauhid disana. Allahu Akbar!

Sumber : Al-Mustaqbal Channel

Pelajar Muslim Inggris Dilarang Pelihara Janggut



Dua pelajar muslim dilarang mengikuti pelajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA) Mount Carmel di Kota Accrington, Inggris. Kedua pelajar yang tidak diungkap namanya tersebut dihukum karena menolak mencukur janggutnya.


Pihak sekolah mengaku memberikan hukuman dengan pertimbangan matang. Mereka menemukan memelihara janggut bukan hal yang diwajibkan dalam ajaran Islam.

“Saya telah melakukan penyelidikan dan menanyai beberapa ulama lokal,” ujar Kepala Sekolah SMA Mount Carmel Xavier Browers, seperti dikutip Guardian, Jumat (4/10/2013).

“Tidak ada kewajiban untuk memelihara janggut dalam ajaran Islam. Ini hanya pilihan yang dijalankan kedua pemuda. Pilihan mereka berseberangan dengan standar penampilan di sekolah kami,” lanjutnya.

Keluarga kedua pelajar mengecam tindakan sekolah. Mereka menyebutnya murni sebuah diskriminasi.

“Sekolah-sekolah harus memiliki kebijakan yang terbuka untuk segala kalangan. Ujar salah satu pihak keluarga yang menolak menyebut namanya.

Sumber — http://news.atjehcyber.net/2013/10/pelajar-muslim-inggris-dilarang.html#ixzz2glsvdh6d 
@AtjehCnet on Twitter

Wajib Jilbab, Inggris Tutup Sekolah Islam


Sekolah Al-Madinah di Kota Derby, Inggris bagian timur, Rabu, 2 Oktober 2013, ditutup menyusul laporan yang menyebutkan bahwa staf muslim dan non-muslim di sekolah tersebut diwajibkan berjilbab dan menutup aurat.

Penutupan dilakukan oleh satu lembaga bernama Ofsted, yang menginspeksi sekolah-sekolah di Inggris. Sekolah ini ditutup pada Rabu, 2 Oktober 2013. Tidak dinyatakan secara detail apa alasan penutupan sekolah itu oleh Ofsted.

"Bisa kami sampaikan bahwa Ofsted baru-baru ini melalukan inspeksi selama dua hari ke sekolah Al-Madinah di Derby," jelas Ofsted dalam sebuah pernyataan yang dilansir The Guardian.

Sekolah Al-Madinah memiliki 200 murid dan dibuka akhir tahun lalu sebagai bagian dari program sekolah bebas dari pemerintahan Inggris.

Dalam situsnya, sekolah ini menyatakan, "Sekolah ini kami dirikan berdasarkan prinsip dasar Islam yang kami anut. Islam juga memiliki prinsip-prinsip universal yang berlaku bagi kaum muslim maupun bukan." 

Oleh karenanya, jelas Al-Madinah di situs, perlu ditekankan terhadap staf perempuan mengenakan pakaian muslim yang menutup aurat kendati mereka non-muslim.

"Seluruh staf harus menunjukkan adab kesopanan dengan cara berpakaian. Bagi staf perempuan, kendati beragama lain, diwajibkan menutupi kepala dan badannya sesuai ajaran Islam."

Sumber: atjehcyber.com

Jabhat Al Nushra Menyerukan Siswi Di Suriah Memakai Pakaian Syar’i

Written By Anonim on Senin, 30 September 2013 | 18.14


SYRIA – Jabhat Al Nushra meminta kepada siswi di desa-desa yang telah dikuasai Mujahidin agar lebih menutup pakaian mereka ketika akan berangkat ke sekolah. Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah ( SOHR ) telah menjelaskan bahwa Islamic State of Iraq and Shaam (ISIS) juga melarang siswi yang berangkat ke sekolah jika masih ada diantara mereka yang belum memakai jilbab panjang.

Tidak hanya wanita, siswa laki-laki juga diserukan agar memakai pakaian yang syar’iy dan lebih sopan. SOHR mencatat bahwa siswa dari SD sampai perguruan tinggi di Suriah telah menurun drastis, karena banyak diantara mereka yang bergabung bersama Mujahidin dan ada pula yang meninggal serta mengungsi.

Sejak tahun 2011 pembantaian di Homs sampai 21 agustus 2013 pembantaian di Ghouta, rakyat suriah hilang lebih dari 100 ribu jiwa, mereka meninggal dunia dan lebih dari dua juta orang telah mengungsi ke negara tetangga.

Source : Jihad Wa Harb Nozum El Taghout / Al-Mustaqbal Channel

Pengajian MTA Dibubarkan Paksa di Purworejo

Written By Anonim on Minggu, 29 September 2013 | 19.08


Purworejo – Ratusan warga Desa Prigelan, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (28/9) petang, membubarkan paksa pengajian Majelis Tafsir Al Quran yang mereka tuding sesat.

Kericuhan terjadi saat para jamaah MTA menolak meninggalkan lokasi. Mereka memaksa tetap menggelar pengajian di jalan masuk desa seperti dikutip dari metrotvnews.com.

Ajaran MTA dinilai bertentangan dengan faham yang banyak dianut mayoritas pemeluk warga setempat. Dalam dakwahnya, MTA dianggap melarang melakukan ziarah kubur maupun tahlilan.

Pengusiran jemaah berhasil digagalkan polisi yang tengah berjaga. Kendati begitu, warga mengancam melakukan tindakan lebih keras jika jemaah MTA masih terus menggelar pengajian di desa mereka. 

(qathrunnada/kiblat.net)

Kronologi Dikeluarkan Mahasiswi Bercadar dari Kampus STIKIM Jakarta

Written By Anonim on Kamis, 26 September 2013 | 08.15



JAKARTA – Kasus pelarangan cadar atau burka yang berujung dikeluarkan seorang mahasiswi bernama Sumayyah dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM) Jakarta sangat memprihatinkan.

Kasus tersebut bertambah ironi mengingat Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan yang mengklaim sebagai negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM) dan toleransi.

Pelarangan hijab syar’i tersebut juga menunjukkan sikapSTIKIM Jakarta yang terindikasi sebagai kampus yang "Anti Terhadap Syari'at Islam". Pasalnya, cadar adalah busana muslimah yang sangat mulia.

Selain itu, cadar atau hijab syar’i merupakan salah satu syari’at dalam Islam seperti halnya syari’at sholat, zakat, puasa, haji bagi yang mampu dan syari’at Islam lainnya yang sudha diatur dalam Al Qur’an dan Sunah.

...Saya berniat untuk melanjutkan pendidikan kebidanan, lalu memutuskan untuk masuk ke STIKIM. Sebelum pendaftaran, Umi(ibu -red) menghubungi pihak kampus berkenaan persyaratan pendaftaran...

Berikut ini kronologi larangan pengunaan cadar yang berujung dikeluarkan Sumayyah dari di kampus STIKIM Jakarta yang disampaikan Maya –sapaan akrabnya- kepada voa-islam.com pada Ahad (22/9/2013) siang.

>> Saya berniat untuk melanjutkan pendidikan kebidanan, lalu memutuskan untuk masuk ke STIKIM. Sebelum pendaftaran, Umi (ibu -red) menghubungi pihak kampus berkenaan persyaratan pendaftaran.

Setelah itu, Umi menanyakan apakah pihak kampus mempersoalkan cadar atau tidak. Dan pihak kampus memberikan keterangan bahwa mereka tidak mempermasalahkan pakaian termasuk cadar.

Seminggu sebelum tes masuk, saya dan seorang teman memberikan berkas-berkas kepada pihak kampus, kemudian mempertegas kembali pertanyaan orang tua saya berkenaan dengan cadar. Pihak marketing memastikan dan menjamin bahwa tidak akan ada masalah dengan itu.

...Mereka melanjutkan bahwa ada beberapa pihak dari kampus sendiri yang tidak mengizinkan saya memakai cadar selama perkuliahan, termasuk perkuliahan yang di bimbing oleh dosen laki-laki...

Pada tanggal 30 Juni 2013 saya mengkuti tes potensi akademik di kampus tersebut, lalu melihat hasil pengumuman via online pada tanggal 3 Juli 2013 dan saya dinyatakan lulus. Pada tanggal 13 September 2013 saya sudah memulai perkuliahan dan perkuliahan perdana pun berjalan lancar.

Seminggu kemudian, tepatnya hari Sabtu tanggal 21 September 2013 pada mata kuliah jam kedua, tepatnya jam 13.05 WIB, saya mendapat SMS dari Bu Siti selaku Sekretaris Program (Sekpro) yang berisi:

“Sekpro (13.05) : "Aslm, mb sumayah sy Siti_sekpro STIKIM.. Bisa ketemu sy tdk hari ini jam 13 atau jam 16. tk" saya (13.08): Waalaikumsalam.. ibu, maaf saya baru buka. nanti jam 11 dimana ya bu ?? saya (13.39): maaf ibu, kalau sekarang bisa tidak bu, soalnya jam 4 nanti ada kuliah bu. dimana ya bu ? sekpro (15.49) : bs skg mb ? saya (15.51) : bisa ibu. dimana ya bu ? sekpro (15.51) : ruang kajur.”

Saya pun kemudian menemui ibu Sekpro beserta seorang rekannya di ruang pimpinan kampus.

...Jadi, pihak kampus memberikan pilihan yang intinya apabila saya mau mengikuti perkuliahan maka saya harus membuka cadar...

Awalnya mereka memperkenalkan diri sambil menjabat tangan saya. Awalnya saya di tanya kapan saya mulai memakai cadar, lalu perbincangan selanjutnya mengarah pada sikap pihak kampus terhadap cadar yang saya pakai.

Mereka mengatakan bahwa ini adalah kasus spesial dan mereka pribadi tidak melarang dan faham bahwa prinsip saya bersinggungan dengan hak prerogatif (hak istimewa -red) saya kepada Tuhan kata mereka. Tapi mereka menjelaskan bahwa mereka tidak berwenang atas peraturan yang berlaku.

Mereka melanjutkan bahwa ada beberapa pihak dari kampus sendiri yang tidak mengizinkan saya memakai cadar selama perkuliahan, termasuk perkuliahan yang di bimbing oleh dosen laki-laki dengan alasan kalau memakai cadar dosen tidak mengetahui apakah benar itu mahasiswanya atau bukan.

Jadi, pihak kampus memberikan pilihan yang intinya apabila saya mau mengikuti perkuliahan maka saya harus membuka cadar. Atau jika saya memilih tetap mengenakannya, maka kemungkinan terpahit saya akan dikeluarkan dan mereka akan mengembalikan administrasi yang terlanjur saya bayar, sebesar kurang lebih empat juta rupiah.

...Saya menimpali bahwa dari awal orangtua saya sudah berkomunikasi via telepon menjelaskan keadaan saya yang memakai cadar...

Saya menimpali bahwa dari awal orangtua saya sudah berkomunikasi via telepon menjelaskan keadaan saya yang memakai cadar. Tapi kembali lagi mereka minta maaf dan berkata bahwa bukan kami yang membuat peraturan.

Saya pun kemudian menjawab bahwa akan membicarakannya terlebih dulu dengan orangtua, walaupun hati saya saat itu sudah sangat yakin akan mempertahankan cadar saya. Akhirnya saya pulang walaupun masih ada perkuliahan jam terakhir.

Sesampainya dirumah, saya langsung menjelaskan kepadaUmi tentang apa yang terjadi di kampus tadi. Sabtu malam Ahad menjadi rutinitas bagi keluarga saya untuk berkumpul. Mayoritas keluarga saya memilih untuk mempersoalkan masalah ini.

...Mayoritas keluarga saya memilih untuk mempersoalkan masalah ini. Menurut mereka hal ini merupakan ketidakadilan dan sikap tidak bertanggung jawab yang dilakukan kampus...

Menurut mereka hal ini merupakan ketidakadilan dan sikap tidak bertanggung jawab yang dilakukan kampus. Kakak saya mengemukakan pendapatnya untuk mengangkat permasalahan ini kepada media, tentunya yang bisa memberikan solusi adalah media islam.

Alhamdulillah setelah menghubungi sejumlah media Islam da jurnalis muslim, mereka menyanggupi untuk membantu dan setuju dengan keputusan keluarga saya yang akan mempersoalkan masalah ini.

Terakhir, pihak kampus memberi informasi agar saya sendiri yang datang pada hari Rabu tanggal 25 September 2013 untuk menerima dana administrasi yang sudah saya keluarkan saat mendaftar. 

(voa-islam.com)

Musuh Islam Berambisi Merusak Kaum Muslimah Untuk Menghancurkan Islam



Bandung – Orang-orang kafir tidak akan ridha kepada kejayaan umat Islam. Mereka menggunakan berbagai macam cara untuk merusak Islam dan menghancurkan kaum muslimin sehingga mereka mengikuti kemauan orang-orang kafir. Salah satu strategi musuh-musuh Islam dalam usaha menghancurkan Islam adalah dengan menyasar kaum muslimahnya melalui 3F (Food, Fun, dan Fashion). 

“Karena kalau wanitanya rusak, maka akan menular juga kepada suami dan anaknya.” Tutur Ustadz Felix Siauw dalam kajian keislaman bertema “Islam is me”di masjid Istoqamah Bandung Ahad (22/092013) lalu.

Menurut nara sumber voa-islam.com di lapangan, dalam kajian yang yang diselenggarakan pemuda Istoqamah, pembicara menyampaikan inti dari dua buku yang tulisanya yaitu buku Udah Putusin Aja Deh dan Yuk Berhijab!.yang masuk kategori Best Seller.

Ustadz Felix yang dikenal dengan ceramah-ceramahnya yang inspiratif dan kesannya tidak menggurui, lebih banyak membahas mengenai fenomena masalah remaja seperti pacaran, dan problematika mengenai wanita, seperti soal memakai hijab.

Dai cukup aktif di dunia social media, seperti twitter, lebih banyak memperhatikan dunia wanita dibandingkan dengan dunia laki-laki bukan tanpa alasan.

“Wanita adalah beban terbesar Islam, sekaligus juga potensi terbesar bangunan Islam” tuturnya.

Ustadz Felix menyuguhkan bukti, sejarah juga mencatat bahwa orang-orang sholeh dan hebat itu lahir dari seorang ibu yang hebat juga. seperti Nabi Ismail yang dididik Siti Hajar, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad juga lahir dari seorang ibu yang hebat. Sebaliknya orang-orang jahat juga lahir dari seorang rahim ibu yang jahat dengan mengambil contoh anak dan istrinya Nabi Nuh.

Ustadz Felix menutup kajiannya dengan berpesan kepada jamaah jangan sekali-sekali untuk pacaran. (voa-islam.com)

Sebuah Ledakan Tewaskan 2 Tentara Arab Saudi, Alhamdulillah!


RIYADH – Sebuah ledakan tewaskan dua tentara murtad Garda Nasional Arab Saudi saat misi pelatihan di sisi timur wilayah Riyadh, Selasa (24/9/2013). Demikian diberitakan kantor berita Arab Saudi, SPA, Rabu (25/9/2013).
“Dua orang tentara tewas akibat kecelakaan selama melakukan misi pelatihan rutin mengunakan amunisi hidup,” ungkap Juru Bicara Kementerian Garda Nasional Arab Saudi, Kolonel Khaled al-Muqbel.
Menurutnya, sebuah bom meledak dalam sebuah kendaraan militer dan membakar semuanya. Penyebab pasti ledakan ini belum dapat dipastikan, saat ini proses penyidikan telah dimulai.
Garda Nasional diantaranya berperan mendukung kementerian dalam negeri dalam menjaga ‘keamanan’ dan memerangi ‘terorisme’ (baca : mujahidin).
Sumber : diolah dari sindo
Al-Mustaqbal Channel

Kronologi Tragedi Berdarah Simpang KKA - ACEH

Written By Anonim on Rabu, 25 September 2013 | 11.04


Tanggal 3 Mei punya banyak makna bagi warga Aceh Utara, dan juga bagi masyarakat Aceh pada umumnya. Tanggal tersebut selain bermakna resistensi atau perlawanan rakyat melawan negara, juga sebuah kenangan buruk, betapa negara begitu semena-mena terhadap rakyatnya. Karenanya, saban tahun—meski tak rutin karena kondisi Aceh tak selalu kondusif untuk mengenang tragedi—warga Aceh Utara khususnya para korban tragedi Simpang KKA memperingatinya.



Sekedar merawat ingatan, Senin, 3 Mei 1999 atau sebelas tahun silam, banyak darah berceceran di sekitar simpang PT KKA. Jeritan dan tangisan para korban memecah telinga siapa saja yang pernah mendengar. Saat itu, harga peluru tentara begitu murahnya, karena bisa dihambur-hamburkan dengan sangat mudah. Setelah itu, puluhan mayat dan ratusan korban tergelatak, ada yang sudah kaku, banyak juga yang masih bernyawa sambil merintih, yang lainnya berlarian seperti dikejar air tsunami, mencari tempat yang bisa dijadikan tempat berlindung.



Saat tragedi itu, korban luka-luka tak terhitung. Hanya data yang dikumpulkan oleh Tim Pencari Fakta (TPF) Aceh Utara menyebutkan 115 orang mengalami luka parah, sementara 40 orang lainnya meninggal dunia. Dari jumlah itu, ada 6 orang masih sangat kanak-kanak, termasuk Saddam Husein (7 tahun) menjadi korban kebuasan aparat negara.

Sementara data yang dikeluarkan Koalisi NGO HAM Aceh, menyebutkan sekitar 46 orangmeninggal (dua orang meninggal ketika menjalani perawatan di RSUZA Banda Aceh), sebanyak 156 mengalami luka tembak, dan 10 orang hilang dalam insiden tersebut.

Meskipun banyak pihak melupakan peristiwa itu, tidak bagi para korban. Jamaluddin, misalnya, sampai sekarang masih terkenang dengan tragedi paling kejam dalam hidupnya. Jamal, kelahiran Sawang, Aceh Utara mengisahkan, bahwa saat peristiwa itu terjadi, dirinya melihat banyak sekali korban tembakan yang rubuh. Jamal juga mendengar jeritan tangis dari para ibu dan bapak yang melihat warga tertembak.

Jamal sendiri mengaku, saat tragedi itu, tubuh-tubuh warga yang kena tembakan jatuh menindihnya. Dengan sisa tenaga yang ada, mayat-mayat diambil dan diletakkan di tempat yang layak. Jamal mengaku, tak tahu harus berkata apa saat itu. Jamal, sendiri luput dari maut.Jamal berharap Pemerintah Aceh tidak melupakan peristiwa itu. Kalau memang ini pelanggaran HAM, pelakunya harus diadili. Karena itulah keadilan bagi korban.


Kronologi Peristiwa

Sebelum Kejadian

Jumat malam, 30 April 1999, Sekitar jam 20.30 WIB masyarakat Desa Cot Murong, Kecamatan Dewantara, mengadakan rapat akbar untuk memperingati 1 Muharram yang bertepatan dengan 30 April 1999. Oleh pihak keamanan, peringatan 1 Muharram yang biasa diselenggarakan oleh masyarakat Islam di manapun di seluruh Propinsi Aceh, disebut sebagai ceramah Gerakan Aceh Merdeka (GAM).



Lalu muncul kabar bahwa seorang anggota TNI dari kesatuan Den Rudal 001/Pulo Rungkom berpangkat Sersan, bernama Adityawarman, hilang saat melakukan penyusupan di tengah kegiatan ceramah (Keterangan Kapuspen TNI, nama anggotanya yang hilang itu adalah Sersan Kepala Edi, dari Den Rudal 001/Pulo Rungkom, Aceh Utara).

Tidak jelas apakah anggota TNI itu benar hilang atau terjadi berbagai kemungkinan lainnya, tetapi yang pasti tidak satupun dari penduduk yang mengetahui keberadaannya. Dan yang pasti lagi, malam itu tidak terjadi apa-apa yang berarti di Desa Cot Murong.

Sabtu malam, 1 Mei 1999

Sebuah truk militer dari kesatuan Den Rudal 001/Pulo Rungkom berputar-putar dikawasan Desa Cot Murong dengan aktivitas yang tidak jelas, tetapi hari itu tidak terjadi apa-apa.

Minggu pagi, 2 Mei 1999



Mulai pukul 05.00 WIB pasukan Den Rudal 001/Pulo Rungkom mulai melakukan operasi di kawasan Desa Cot Murong. Pada minggu pagi itu masyarakat sedang melakukan persiapan pelaksanaan kenduri memberi makan untuk anak-anak yatim sehubungan dengan pringatan 1 Muharram yang dilaksanakan sejak Jumat malam sebelumnya. Masyarakat memotong 4 ekor lembu di halaman Masjid Al-Abror, Cot Murong.

Pada saaat itulah, sekitar jam 11.00 WIB datang pasukan Den Rudal ke tempat kenduri dan dengan dalih menanyakan anggotanya yang hilang sehari sebelumnya mulai memuli warga setempat. Dilaporkan, waktu itu ada tidak kurang 20 orang yang dianiaya oleh anggota TNI tersebut. Praktek kekerasan dan penganiayaan dengan bertindak kasar, menampar dan memukuli hingga cedera, telah terjadi.
Ketika sedang melancarkan aksinya, penduduk sempat mencatat kata-kata yang dikeluarkan para anggota TNI yaitu "AKAN KAMI TEMBAK SEMUA ORANG ACEH APABILA SEORANG ANGGOTA KAMI TIDAK DITEMUKAN".

Menyadari kondisi yang mulai mencemaskan tersebut kemudian para warga dari Desa Murong dan desa-desa tentangga seperti Desa Lancang Barat, Kecamatan Nisam dan Paloh Lada, yang terdiri dari pemuda, wanita, orang tua serta anak-anak berkumpul untuk mencegah kemungkinan penganiayaan lebih lanjut, apalagi aparat militer telah mengeluarkan ancaman yang cukup menakutkan.

Tiba-tiba, pada pukul 13.00 WIB datang lagi pasukan tambahan yang terdiri dari 7 truk anggota TNI ke lokasi kenduri. Melihat itu, masyarakat yang telah berkumpul dari berbagai penjuru Kecamatan mencoba menghadang.

Tepat pukul 14.00 WIB terjadi negosiasi (membuat perjanjian) antara masyarakat Kecamatan Dewantara dengan Danramil Kecamatan Dewantara yang diketahui pihak MUI Kecamatan, yang isinya: "TNI tidak akan datang lagi ke Desa Cot Murong dengan alasan apapun".

Saat Kejadian

Minggu malam, 2 Mei 1999. Masyarakat desa mengetahui adanya penyusupan anggota TNI antara jam 20.00 WIB sampai dinihari ke Desa Cot Murong dan Desa Lancang Barat. Bahkan penduduk pun mengetahui adanya sebuah boat yang diperkirakan milik militer berupaya untuk melakukan pendaratan di pantai Desa Cot Murong, namun batal karena terlanjur diketahui oleh warga setempat. Sampai waktu itu tidak terjadi apa-apa, namun kecemasan penduduk semakin memuncak, dan sejak saat itu mereka semua mulai berkumpul sampai Senin pagi.



Senin pagi, 3 mei 1999.

Tepat pada pukul 09.00 WIB, 4 truk pasukan TNI datang lagi memasuki Desa Lancang Barat, desa tentangga Cot Murong. Massa rakyat yang berkumpul merasa cemas dan mulai mempersenjatai diri dengan kayu dan parang (tanpa senjata api). Lalu datang Camat Dewantara, Drs. Marzuki Amin ke Simpang KKA dan mulai melakukan negosiasi dengan aparat TNI. Aparat berkeras dan negosiasi mentok. Camat tetap berpegang kepada perjanjian terdahulu yang telah disepakati oleh masyarakat dengan Koramil Dewantara yang intinya pihak TNI tidak lagi melakukan kegiatan operasi di daerah mereka. Negosiasi itu beralangsung cukup lama. Waktu sudaah menunjukkan hampir jam 12.00 WIB.

Untuk menunjukkan kesungguhan hati dan permohonan yang sangat besar agar pasukan segera ditarik dan pihak TNI menghormati perjanjian yang telah dibuat, Camat Marzuki Amin sempat mencopot tanda jabatan dari dadanya. Tetapi malah sang Camat kemudian dipukuli oleh tentara.

Pada saat itu tiba-tiba satu truk milik TNI bergerak dan sambil berlalu, dari atas truk para tentara melempari batu ke arah masyarakat, dan masyarakat yang terpancing balas melempari batu ke atas truk. Pada saat yang hampir bersamaan juga seorang anggota tentara berlari kearah semak-semak dan masyarakat yang terpancing mengejarnya. Tiba-tiba dari arah semak itu terdengar satu letusan senjata. Letusan senjata itulah yang seperti sebuah "komando" disusul oleh rentetan serangan. Pembantaian segera dimulai. Tepat jam 12.30 WIB.
Saat Kejadian.

Pukul 12.30 WIB, Suara gemuruh dan teriakan manusia memenuhi Simpang KKA. Ribuan orang berlarian menghindari serangan dari TNI. Dua wartawan RCTI (Umar HN dan Said Kaban) yang kebetulan sudah berada di tempat itu sempat merekam moment-moment penting yang terjadi baik dengan foto atau video. Dapat dikatakan, hasil rekamannya itu menjadi salah-satu bukti yang paling akurat dan tidak mungkin dapat dipungkiri tentang bagaimana peristiwa yang sebenarnya.



Tembakan yang dilakukan tanpa peringatan terlebih dahulu dan dengan posisi siap tempur. Tentara yang dibagian depan jongkok dan yang berada pada barisan belakang berdiri. Selain itu, tentara yang berada di atas truk juga terus melakukan tembakan sambil melakukan gerakan-gerakan tempur. Saat itu penduduk yang tidak lagi sempat lari melakukan tiarap tapi terus diberondong.

Selain melakukan tembakan kearah masa, TNI juga mengarahkan tembakan ke rumah-rumah penduduk, sehingga banyak warga yang sedang di dalam rumah juga menjadi korban. Bahkan mereka mengejar dan memasuki rumah-rumah penduduk dan melakukan pembantaian di sana.

Ketika melakukan tembakan para anggota tentara itu juga berteriak-teriak. Kalimat yang paling sering diucapkan adalah "Akan kubunuh semua orang Aceh". Dalam aksi pembantaian tersebut, 45 jiwa Tewas di tempat, 156 lainnya Luka-luka kebanyakan karena luka tembak, dan 10 diantaranya Hilang sampai saat ini tidak tahu keberadaannya. Banyak penduduk yang sudah tertembak dan tidak bisa lari lagi masih terus diberondong oleh tentara dari belakang. Mereka benar-benar melakukan pembantaian seperti sebuah pesta.

Sumber: Koalisi NGO HAM Aceh - Atjeh Cyber Warrior

Jihady Online Radio

 
Support : Creating Website | Mujahidin | Mujahidin
Copyright © 1434 H / 2013 M. By Ridwan Kariem | Tauhid Media
Template Modified by Creating Website Published by Mujahidin
Proudly powered by Mujahidin