MOGADISHU – Mujahidin Al Shabaab yang menguasai sebagian wilayah di Somalia, menegaskan pada hari Senin (30/9/2013), bahwa tidak ada wanita yang terlibat dalam serangan di sebuah Mall Westgate di Nairobi, Kenya.
“Kami sekali lagi secara terbuka menyatakan, bahwa tidak ada wanita terlibat di Westgate dan menegaskan kembali komitmen HSM untuk tidak mempekerjakan muslimah untuk misi tersebut,” kata Al Shabaab dalam pernyataan lewat akun Twitter remi mereka (@HSM_PR).
“Satu pekan setelah (penyerangan) Westgate, Pemerintah Kenya dan pejabat intelijen Barat gagal untuk mengungkap fakta dan rincian operasi Westgate,” tambah pernyataan itu.
Pernyataan ini memperlihatkan, bagaimana aparat kafir Kenya tak memiliki informasi tentang penyerang dan rincian tentang bagaimana penyerangan itu direncanakan dan dilaksanakan. Allahu Akbar!
“Kesia-siaan investigasi mereka akan segera diletakkan telanjang dihadapan dunia”, katanya.
Dalam status lainnya, Al Shabaab mengatakan “Pemerintah Kenya masih mengejar ekornya dengan berpegangan pada gagasan dan harapan, bahwa seorang wanita memimpin serangan itu”.
Beberapa hari setelah penyerangan di Mall Westgate di Nairobi Amir HSM Syaikh Mukhtar Abu Zubayr – hafidzahullah- memberikan pernyataan terkait alasan operasi tersebut.
“Serangan di Westgate Mall adalah untuk menyiksa para pemimpin Kenya yang telah menginvasi Wilaayaat (daerah) Islam. (serangan) juga merupakan balasan terhadap negara-negara Barat yang mendukung invasi Kenya dan menumpahkan darah Muslim tak bersalah untuk membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan tambang mineral mereka. Hal ini adalah bukti jelas untuk kesalahan sejarah ketika pemerintah Kenya memutuskan untuk menyerang Wilaayaat (daerah) Islam”, kata Syaikh Abu Zubayr.
Sumber : Al-Mustaqbal / diolah dari @HSM, AFP



