Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Ightiyalat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ightiyalat. Tampilkan semua postingan

SEL TAUHID

Written By Anonim on Selasa, 24 September 2013 | 16.28



Mukaddimah 

Setiap hari, jumlah mereka yang ingin berjihad semakin bertambah, al-hamdu lillah. Sayang, mereka semua ingin berhijrah ke Chechnya, Afghanistan, atau sebuah negara yang telah terjadi jihad. Itu hak mereka. Namun yang lebih penting adalah kita membebaskan negara kita yang terjajah. Bila kemudian kita tidak berkesempatan untuk hijrah, apakah kita hanya diam saja dan menyimpan rencana jihad begitu saja ? Saya tidak berpendapat demikian, karena sebagai mana disabdakan oleh al-habib Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam,” Seorang muslim itu cerdik dan berakal.”

Orang yang benar-benar ingin berjihad, ia tidak perlu mensyaratkan ; saya ingin berjihad di Chechnya saja, atau Palestina, atau Afghanistan, atau Kasymir, atau Iraq atau negara lain yang ia inginkan. Yang perlu ia ucapkan adalah saya ingin memenuhi perintah Allah Ta’ala :


ุงู†ْูِุฑُูˆุง ุฎِูَุงูًุง ูˆَุซِู‚َุงู„ุงً ูˆَุฌَุงู‡ِุฏُูˆุง ุจِุฃَู…ْูˆَุงู„ِูƒُู…ْ ูˆَุฃَู†ูُุณِูƒُู…ْ ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุฐَุงู„ِูƒُู…ْ ุฎَูŠْุฑُُ ู„َّูƒُู…ْ ุฅِู† ูƒُู†ุชُู…ْ ุชَุนْู„َู…ُูˆู†َ

“ Berangatlah berperang baik dengan perasaan ringan maupun berat…” [QS. Al-Taubah :41].

Yang bisa kita lihat, saat ini seorang muslim yang komitmen dengan keislamannya ingin bersama dengan satu ikatan, yaitu ikatan al-Qaedah, seakan-akan tidak ada jihad selain bergabung dengan tandzim Qaedatu al-Jihad !!!! Di sini kita perlu bertanya, ketika syaikh Abdullah Azzam berangkat ke Afghanistan, apakah di sana sudah ada yang namanya tandzim al-Qaedah ????? Apakah jihad belum wajib atas kita sampai tandzim al-Qaedah mengakui kita sebagai anggotanya ?????

Jika syaikh al-Islam Usamah bin Ladin hafizhahullah mati syahid, apakah jihad akan berhenti ???? Bila beliau mati syahid, apakah kita akan diam, berpangku tangga dan tidak menuntut balas atas kematian beliau ?????

Saudaraku yang terhormat….seribu satu pertanyaan seperti ini berkecamuk dalam benak saya dan benak anda

Kalau begitu apa yang harus dilakukan ???
Apa yang harus kita lakukan agar kita tidak berdosa ?
Palestina, Afghanistan, Chechnya, Kasymir dan negeri-negeri lainnya terjajah
Tidak ada sebuah negara Islam-pun yang menerapkan hukum Allah seperti saat hukum Allah diturunkan
Para ulama dan da’i dipenjarakan
Apa yang akan anda katakan di hadapan Rabb-mu, wahai saudaraku ???
Apakah kita hanya akan mengatakan, kami sudah mengutuk, kami sudah memboikot produk Amerika

Kita perlu melakukan sebuah tindakan serius yang mendatangkan ridha Allah Ta’ala
Anda tentu saja akan bertanya-tanya, bagaimana caranya ???????
Jawabannya secara ringkas, anda membentuk 


SEL JIHAD

Anda tentu akan bertanya-tanya, bagaimana ???? Kenapa ???? Bukankah pembentukan sel-sel jihad justru akan semakin menambah perpecahan umat Islam ???

Anda akan menemukan jawaban tuntas dalam risalah ini…namun sebelum kita membahas dasar pembentukan program ini, saya harap anda rahimakallah mengetahui bahwa tujuan dari pembentukan sel ini adalah berjihad fi sabillah dan meninggikan bendera tauhid yang telah dihinakan dalam waktu yang lama. Sudah sama diketahui, para thaghut telah mengumpulkan pengalaman sangat luas dalam menghadapi berbagai tandzim yang ada. Mereka mengetahui betul cara para ikhwah kalian dalam membentuk berbagai tandzim. Maka, syaikhul Islam, mujadid abad ini, pahlawan penakluk komunisme dan Amerika, yaitu syaikh Usamah bin Ladin ingin membuat langkah baru dan berani, dengan jalan memasyarakatkan “mempopulerkan” jihad, dalam artian kata tidak membatasi jihad hanya untuk orang-orang pilihan yang bisa bergabung dengan tandzim-tandzim jihadi semata, namun menjadikan jihad sebagai permasalahan seluruh umat Islam. Banyak di antara kita yang sangat berhasrat bisa berjihad, namun kita semua juga mengetahui kondisi keamanan yang ada. Ketika setiap kelompok penuntut ilmu membentuk sebuah kelompok jihad, hal itu insya Allah akan memunculkan sebuah kebangkitan “ledakan” Islami yang merata ke seluruh penjuru dunia, memecah belah kekuatan para thaghut. Orang-orang bertauhid yang selama ini menampakkan dukungan pasif terhadap mujahidin akan menerjemahkan dukungan mereka dalam wujud perbuatan nyata. Dengan persiapan selama enam bulan, sebuah sel jihad akan bisa mengadakan sebuah operasi kecil. Bayangkan ---semoga Allah menjaga anda--- berapa banyak akan terjadi operasi yang diberkati ??? Berapa banyak beban yang bisa kita ringankan dari pundak mujahidin ???


Dasar-Dasar Syariat atas Perintah Amal Jama’i

Di antara dalil yang memerintahkan untuk beramal lewat sebuah jama’ah, sehingga memungkinkan seorang muslim untuk melaksanakan kewajiban amar ma’ruf dan nahi munkar adalah firman Allah Ta’ala :

[1]- Firman Allah Ta’ala :

ูˆَุงุนْุชَุตِู…ُูˆุง ุจِุญَุจْู„ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุฌَู…ِูŠุนًุง ูˆَู„ุงَ ุชَูَุฑَّู‚ُูˆุง

“ Dan berpegang teguhlah kalian semua dengan tali Allah dan jangan berpecah belah.” (QS. Ali-Imran :103).

Tali Allah dalam ayat ini adalah al-Qur’an, demikian diriwayatkan oleh shahabat ‘Ali dan Abu Sa’id dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam, juga riwayat imam Mujahid dan Qatadah.[1] Maknanya, berpegang teguhlah dengan kebenaran yang ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam. Diriwayatkan dari shahabat Ibnu Mas’ud, beliau berkata,” Tali Allah adalah al-jama’ah.”

Imam al-Qurthubi[2] mengatakan : ” Makna berbagai pendapat ini saling berdekatan dan mencakup. Sesungguhnya Allah Ta’ala memerintahkan untuk bersatu dan melarang berpecah belah, karena perpecahan merupakan kehancuran, sedangkan al-jama’ah adalah keselamatan. Semoga Allah merahmati imam Abdullah ibnu Mubarak yang telah menyatakan :

sesungguhnya al-jama’ah adalah tali Allah

maka hendaklah orang yang beragama berpegang teguhlah dengan tali Allah yang kuat tersebut

Imam Al-Jashash[3] mengatakan,”Ayat ini merupakan perintah untuk bersatu dan larangan berpecah belah. Mereka semua diperintahkan ntuk senantiasa menjaga persatuan di atas perintah (tali) Allah.


[2]- Firman Allah Ta’ala :

ูˆَุชَุนَุงูˆَู†ُูˆุง ุนَู„َู‰ ุงู„ْุจِุฑِّ ูˆَุงู„ุชَّู‚ْูˆَู‰ ูˆَู„ุงَุชَุนَุงูˆَู†ُูˆุง ุนَู„َู‰ ุงْู„ุฅِุซْู…ِ ูˆَุงู„ْุนُุฏْูˆَุงู†ِ

“ Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” [QS. Al-Maidah :2]

Imam Ibnu Katsir[4] mengatakan : ”Allah Ta’ala memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman untuk saling membantu dalam berbuat kebaikan, itulah kebajikan, dan meninggalkan kemunkaran, itulah ketaqwaan. Allah melarang mereka dari saling menolong dalam kebatilan, perbuatan dosa dan hal-hal yang diharamkan. 

Imam Ibnu Jarir al-Thabari[5] mengatakan, ” Hendaklah sebagian kalian membantu sebagian yang lain, wahai orang-orang yang beriman, dalam berbuat kebajikan, yaitu melakukan apa yang diperintahkan Allah Ta’ala berupa perintah bertaqwa, dalam artian menjaga diri dari tidak melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah untuk dijauhi, dan tidak bermaksiat kepada-Nya. Dengan demikian. Allah telah memerintahkan untuk saling membantu dalam menjalankan dien-Nya, dan perintah menunjukkan hukum wajib.”

Kebaikan dan kebajikan apa yang lebih besar dari mengembalikan masyarakat Islam yang menegakkan seluruh syariat Allah, dan mereka hidup demi syariat Allah. Kejahatan dan dosa apakah yang lebih besar dari membiarkan dien Allah dirampas oleh para perompak, dinodai kehormatannya oleh orang dzalim dan thaghut ?

Sesunguhnya tidak saling menolong dalam mengembalikan eksistensi dien Allah merupakan kejahatan terbesar yang dilakukan oleh orang-orang yang hanya duduk berpangku tangan tidak berjuang untuk membangun kembali bangunan dien ini, karena amar ma’ruf dan nahi munkar merupakan kewajiban terbesar dalam rangka bertaqarub kepada Allah Ta’ala.

Imam al-Syaukani[6] mengatakan, ”Sesungguhnya orang yang tidak melaksanakan kewajiban melarang kemungkaran, berarti telah bermaksiat kepada Allah dan melanggar batas-batas-Nya. Amar ma’ruf dan nahi munkar merupakan kaedah Islam yang terpenting, dan kewajiban syariat yang paling agung. Karena itu, orang yang tidak melaksanakannya sama dengan orang yang melakukan kemaksiatan, dan layak mendapat kemurkaan dan hukuman Allah Ta’ala. Sebagaimana yang terjadi dengan ashabu al-sabt, Allah Ta’ala merubah orang-orang yang sebenarnya tidak ikut melakukan pelanggaran, namun mereka juga tidak melarang dari kemungkaran itu, menjadi kera dan babi, sebagaimana Allah mengubah orang-orang yang terlibat langsung dalam pelanggaran.”

Imam al-Syaukani menunjuk kepada ayat-ayat dalam surat al-A’raf 164-166 :

ูˆุณุฆู„ู‡ู… ุนู† ุงู„ู‚ุฑูŠุฉ ุงู„ุชูŠ ูƒุงู†ุช ุญุงุถุฑุฉ ุงู„ุจุญุฑ ุฅุฐ ูŠุนุฏูˆู† ููŠ ุงู„ุณุจุช ุฅุฐ ุชุฃุชูŠู‡ู… ุญูŠุชุงู†ู‡ู… ูŠูˆู… ุณุจุชู‡ู… ุดุฑุนุง ูˆูŠูˆู… ู„ุงูŠุณุจุชูˆู† ู„ุงุชุฃุชูŠู‡ู… ูƒุฐู„ูƒ ู†ุจู„ูˆู‡ู… ุจู…ุง ูƒุงู†ูˆุง ูŠูุณู‚ูˆู† {163} ูˆุฅุฐ ู‚ุงู„ุช ุฃู…ุฉ ู…ู†ู‡ู… ู„ู… ุชุนุธูˆู† ู‚ูˆู…ุง ุงู„ู„ู‡ ู…ู‡ู„ูƒู‡ู… ุฃูˆ ู…ุนุฐุจู‡ู… ุนุฐุงุจุง ุดุฏูŠุฏุง ู‚ุงู„ูˆุง ู…ุนุฐุฑุฉ ุฅู„ู‰ ุฑุจูƒู… ูˆู„ุนู„ู‡ู… ูŠุชู‚ูˆู† {164} ูู„ู…ุง ู†ุณูˆุง ู…ุงุฐูƒุฑูˆุง ุจู‡ ุฃู†ุฌูŠู†ุง ุงู„ุฐูŠู† ูŠู†ู‡ูˆู† ุนู† ุงู„ุณูˆุก ูˆุฃุฎุฐู†ุง ุงู„ุฐูŠู† ุธู„ู…ูˆุง ุจุนุฐุงุจ ุจุฆุณ ุจู…ุง ูƒุงู†ูˆุง ูŠูุณู‚ูˆู† {165} ูู„ู…ุง ุนุชูˆุง ุนู† ู…ุงู†ู‡ูˆุง ุนู†ู‡ ู‚ู„ู†ุง ู„ู‡ู… ูƒูˆู†ูˆุง ู‚ุฑุฏุฉ ุฎุงุณุฆูŠู† {166

“ Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada disekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik. (164) Dan (ingatlah) ketika suatu umat diantara mereka berkata:"Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab dengan azab yang amat keras". Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Rabbmu, dan supaya mereka bertaqwa". (165) Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik. (166) Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami katakan kepadanya:"Jadilah kamu kera yang hina." 

Dari imam Ikrimah[7] bahwa shahabat Ibnu Abbas berkata kepadanya,” Saya kelelahan mencari tahu tentang balasan yang Allah berikan kepada orang-orang yang tidak memberi peringatan kepada ashabu al-sabt.” Maka saya mengatakan kepada beliau,” Saya mengetahuinya, bacalah ayat selanjutnya :

ุฃู†ุฌูŠู†ุง ุงู„ุฐูŠู† ูŠู†ู‡ูˆู† ุนู† ุงู„ุณูˆุก

“ Maka Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat.“

Shahabat Ibnu Abbas menjawab,” Engkau benar.” Beliau lalu memberi saya hadiah sebuah baju yang bagus.

Imam al-Jashash[8] mengatakan, ”Shahabat Ibnu Abbas menjadikan ayat ini sebagia dalil bahwa allah Ta’ala menghancurkan orang-orang yang berbuat kejahatan dan orang-orang yang tidak melarangnya. Allah Ta’ala menyamakan hukuman bagi orang orang yang tidak mengingkari kemungkaran dengan hukuman bagi orang-orang yang berbuat kemungkaran.”


[3]- Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam :

ูَู…َู†ْ ุฃَุญَุจَّ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ุฃَู†ْ ูŠَู†َุงู„َ ุจُุญْุจُูˆุญَุฉَ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ูَู„ْูŠَู„ْุฒَู…ِ ุงู„ْุฌَู…َุงุนَุฉَ، ูَุฅِู†َّ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†َ ู…َุนَ ุงู„ْูˆَุงุญِุฏِ ูˆَู‡ُูˆَ ู…ِู†َ ุงู„ุงุซู†ูŠู† ุฃَุจْุนَุฏُ

“ Barang siapa di antara kalian senang mendapatkan tengah-tengahnya surga, hendaklah ia senantiasa berjama’ah, karena setan itu bersama orang yang sendirian, dan lebih jauh dari dua orang.” [HR. Ahmad].

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan :

“ Adapun pemimpin hizb, ia adalah pemimpin sebuah kelompok yang menjadi sebuah hizb (kelompok tersendiri). Jika mereka berkumpul di atas dasar perintah Allah dan Rasul-Nya, tanpa menambah dan mengurangi, maka mereka adalah orang-orang yang beriman, mereka berhak mendapatkan hak dan kewajiban orang-oranga yang beriman…karena sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah memerintahkan untuk berjama’ah dan bersatu, melarang berpecah belah dan berselisih, memerintakan saling membantu dalam kebajikan dan taqwa, serta melarang dari saling membantu dalam perbuatan dosa dan pelanggaran.”[9]

Dalam hadits ini, kita melihat Rasulullah tidak menentukan jumlah tertentu, sehingga tidak bisa dikatakan bahwa maksud dengan al-jama’ah dalam hadits ini adalah kaum muslimin secara umum, dikarenakan beliau sendiri bersabda “dan setan lebih jauh dari dua orang.”

[4]- Firman Allah ta’ala :

ูˆَู„ْุชَูƒُู†ْ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ุฃُู…َّุฉٌ ูŠَุฏْุนُูˆู†َ ุฅِู„َู‰ ุงู„ْุฎَูŠْุฑِ ูˆَูŠَุฃْู…ُุฑُูˆู†َ ุจِุงู„ْู…َุนْุฑُูˆูِ ูˆَูŠَู†ْู‡َูˆْู†َ ุนَู†ِ ุงู„ْู…ُู†ْูƒَุฑِ ูˆَุฃُูˆู„َุฆِูƒَ ู‡ُู…ُ ุงู„ْู…ُูْู„ِุญُูˆู†َ

“ Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung.” [QS. Ali Imran :104].

Imam Ibnu Katsir[10] mengatakan, ” Maksud dari ayat ini, hendaklah ada satu kelompok dari umat ini yang menjalankan peran ini, sekalipun sebenarnya tugas ini adalah kewajiban atas setiap individu umat Islam, masing-masing sesuai dengan kemampuannya.”

Jama’ah-lah yang mewujudkan perintah ini ke alam realita, menerjemahkannya dari sekedar sebuah wacana dalam benak dan hati ke dalam sebuah gerakan yang mewujudkan konskuensi-konskuensi dan sebab-sebab praktis yang menjadi syarat eksistensi tugas ini. Seberapapun kemampuan individu-individu, ia tetap tidak akan mampu merealisasikan tujuan ini, bahkan mendekati tujuan inipun tidak. Gerakan individu ---dilihat sebagai tindakan masing-masing individu--- akan senantiasa terbatas sebatas kemampuan individu tersebut, gerakan ini akan lemah dengan lemahnyasi individu tersebut, tidak mampu memenuhi tuntutan-tuntutan tujuan ini. Bahkan, sebagian besar amalan yang dianggap sebagai sarana untuk merealisasikan tujuan ini (seperti dakwah dan jihad, misalnya) tidak bisa dibayangkan jumlahnya akan memenuhi tuntutan kecuali ketika berangkat dari gerakan sebuah jama’ah. Tindakan-tindakan individu yang tidak bersandar kepada sebuah program jama’i, tidak mungkin akan keluar dari dalam lingkaran usaha-usaha yang serba terbatas, sulit untuk meningkat menjadi sebuah tantangan, apalagi merealisasikan sebuah kemenangan ketika terjadi pertarungan.

Sebagian kaum muslimin yang mempunyai pemikiran dan keinginan primitif barangkali akan menyebutkan amalan-amalan yang bisa dilakukannya tanpa berjama’ah. Ia bisa melaksanakan sholat tanpa perlu berjama’ah. Ia bisa melaksanakan haji tanpa perlu berjama’ah. Ia bisa melaksanakan zakat tanpa berjama’ah. Dan ritual-ritual peribadatan lain yang bisa dilakukan oleh seorang muslim meskipun ia tidak berjama’ah. Sekalipun penunaian secara sah terhadap berbagai ritual peribdahan ini bisa dilakukan seorang muslim tanpa perlu atau harus berjama’ah, namun yang berbahaya dari pemikiran yang primitip ini adalah mengkerdilkan Islam dengan membatasinya dalam segelintir ritual peribadahan yang bisa dilakukan oleh seorang muslim meski ia tidak berada dalam sebuah jama’ah. Pemikiran ini menunjukkan adanya krisis pemahaman yang timbul ---mungkin sangat mengakar--- dalam taraf pemahaman terhadap hakekat ibadah dan Islam yang ia akui sebagai agamanya.

Sesungguhnya jama’ah adalah rahasia di balik terus menerusnya sebuah urusan yang telah tegak. Jama’ah merupakan sebab yang boleh dipandang sebagai pilar terpenting bagi kelanjutan urusan yang telah tegak tersebut. Sebuah urusan bisa saja tegak dan berwujud, namun manakala tidak ada sebuah jama’ah yang menjaga dan membelanya manakala ada pertarungan, ia pasti akan segera sirna, baik urusan tersebut adalah sebuah program politik, sistem pemikiran, aliran fiqih (madrasah fiqhiyah), atau apapun, tidak mungkin akan terus menerus ada dan tegak bila tidak ada jama’ah yang menegakkannya. Ini sudah menjadi sunah qadariyah Allah Ta’ala terhadap seluruh hamba-Nya.

Kita barangkali mengingat perkataan agung imam Muhammad bin Idris al-Syafi’i ketika masuk ke Mesir dan melihat kefakihan dan keilmuan imam al-Laits bin Sa’ad,” Al-Laits lebih faqih dari imam Malik, namun sayang murid-murid ِِAl-Laits tidak menegakkannya.”[11] Kalimat beliau ini menunjukkan besarnya urgensi jama’ah bagi kelangsungan sebuah urusan, meskipun urusan tersebut hanya sekedar madrasah fiqhiyah (aliran pemikiran fikih / madzhab fiqih). Lantas bagaimana pendapat anda dengan urusan yang lebih besar ?????

Seorang muslim tidak mungkin bisa melaksanakan secara benar hakekat wala’ keimanannya dalam bentuk praktek amalan nyata, kecuali dalam naungan sebuah jama’ah, karena jama’ah-lah yang memberinya kesempatan untuk merubah wala’ keimanan tersebut dari sekedar emosi pasif dan dukungan terbatas, menjadi sebuah respon aktif, tekad kolektif dan tujuan yang satu. Allah Ta’ala berfirman :

ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ูˆَู‡َุงุฌَุฑُูˆุง ูˆَุฌَุงู‡َุฏُูˆุง ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขูˆَูˆْุง ูˆَู†َุตَุฑُูˆุง ุฃُูˆู„َุฆِูƒَ ู‡ُู…ُ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ُูˆู†َ ุญَู‚ّุงً

“ Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia. [QS. Al-Anfaal :74].

Karena itu, dalam pandangan Islam, jama’ah merupakan salah satu pilar pembelaan terpenting dalam kancah pertarungan, karena jama’ah merupakan wujud nyata dari tahazub (sikap berkelompok) berdasar wala’ keimanan, sebagai lawan dari kelompok yang berdasar wala’ kejahiliyahan. Allah Ta’ala berfirman :

ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ูƒَูَุฑُูˆุง ุจَุนْุถُู‡ُู…ْ ุฃَูˆْู„ِูŠَุงุกُ ุจَุนْุถٍ ุฅِู„ุงّ ุชَูْุนَู„ُูˆู‡ُ ุชَูƒُู†ْ ูِุชْู†َุฉٌ ูِูŠ ุงู„ุฃَุฑْุถِ ูˆَูَุณَุงุฏٌ ูƒَุจِูŠุฑٌ

“ Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka pelindung bagi sebagian yang lain. JIka kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar. [QS. Al-Anfaal :73].

Maka (umat Islam yang tidak menegakkan eksistensi mereka di atas asas perkumpulan harakah (pergerakan) yang mempunyai wala’ dan qiyadah yang satu, ia akan menanggung di hadapan Allah nanti ---selain menanggung beratnya kehidupan mereka --- akibat dari kekacauan di muka bumi dan akibat dari kerusakan yang besar ini). Demikian dalam fi Zhilali al-Qur’an.


Kaedah-Kaedah Pembentukan Sel:

1- Jangan dimasukkan sebagai anggota dalam sel yang akan dibentuk, kecuali orang-orang yang mempunyai akidah yang benar. Karena itu, kita harus segera meluruskan akidah kita.

2- Sel yang akan dibentuk harus sel yang mempunyai akidah (ideologi) memerangi para thaghut musuh-musuh Allah.

3- Ketaatan dan kedisiplinan, baik secara sukarela maupun secara paksaan, selama tidak dalam maksiat. Barangkali kita ingat dengan kisah shahabat yang mulia, Abdullah bin Jahsy ketika diangkat sebagai komandan sariyah (regu patroli). Rasulullah memberinya sebuah surat, dan memerintahkannya untuk tidak membuka surat itu kecuali setelah sampai di lembah Nahklah. Shahabat mulia ini tidak bertanya,” Kenapa ? Bagaimana ?“ Ia tidak melipat, menggulung, mencari tahu isinya. Juga tidak melakukan ini dan itu terhadap surat tersebut. Anda tentu lebih tahu kisahnya.

4- Tidak mendahulukan perkataan seorangpun atas firman Allah dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam.

5- Berlepas diri dari demokrasi dan pemilihan umum, juga dari kelompok-kelompok sesat dan bid’ah yang menihilkan (ta’thil) jihad dan berwala’ kepada thaghut.

6- Informasi sebatas kebutuhan. Anda jangan mengatakan kepada saudara-saudara anda,” Kalian tidak memberi saya berbagai informasi karena kalian tidak percaya penuh dengan saya.” Persoalannya bukan persoalan percaya atau tidak percaya, tapi mungkin suatu saat akan tertangkap. Saya sebutkan kepada kalian kisah komandan Abu al-Faraj supaya kalian memetik pelajaran darinya. Beliau adalah orang yang paling rajin dalam kelompok pimpinan damaskus selama masa revolusi di Suriah. Beliau ingin seluruh tanggung jawab berada di tangannya ---di dorong keinginan kuat beliau untuk berkhidmat kepada jihad----. Namun justru beliau tertangkap, sehingga kunci-kunci informasi tentang tandzim al-Thali’ah berhasil dibongkar oleh thaghut murtad partai Ba’ts !!!!.

7- Mencintai, tegar, solidaritas sesama anggota dan saling membantu satu sama lain.


Perlengkapan (Sarana Prasarana) Pembentukan Sel :


[A]- Hal-hal yang berkaitan dengan urusan administrasi

1- Sel harus memiliki seorang marja’ syar’i (nara sumber ilmu-ilmu syar’i) yang terpercaya, yang menjadi tempat bertanya ketika para pemuda (anggota sel) menghadapi berbagai hal (masalah). Nara sumber ini memberi fatwa dan memahamkan mereka dalam urusan dien, terutama lagi masalah jihad.

2- Sebaiknya sel terdiri dari minimal tiga orang, dengan salah seorang diangkat sebagai amir (pemimpin).

3- Sel harus memiliki perpusatakaan jihadi yang lengkap, seperti memiliki ensiklopedi jihad yang besar dan lengkap, studio (media penyebaran informasi), dan lain-lain.

4- Dibuat arsip tentang sel, memuat : nama anggota, atau nama kunyah, nomor telepon untuk memberi tahu keluarganya bila ia mati syahid, bahasa yang dikuasainya, latihan militer yang telah dijalaninya. Data ini harus disimpan di tempat yang layak dan oleh orang yang layak, data harus diringkas dan tidak boleh dibuat dalam bentuk dokumen.

5- Dibuat aturan rumah tangga (AD/ART) sel.


[B]- Hal-hal yang berkaitan dengan kepemimpinan.

1- Diangkat seorang amir, yaitu seorang yang mempunyai ilmu syar’I, kekuatan fisik dan ketangkasan militer. Diutamakan orang yang paling tua usianya.

2- Amir mempunyai hak penuh untuk memegang perintah. Ia tidak wajib melaksanakan pendapat orang lain (anggota), karena syura bersifat tidak wajib (ghairu mulzamah).

3- Amir memilih anggota-anggota yang layak. Perlu dicatat bahwa anggota haruslah orang-orang yang terpercaya dan sudah diketahui kebaikannya (muzakka / mendapat rekomendasi).

4- Amir memilih seorang tangan kanan (orang dekat) yang menjadi wakil dan penanggung jawab bidang keamanan dalam sel.

5- Amir harus mengkaji buku-buku yang berkaitan dengan qiyadah (kepemimpinan), imarah (keorganisasian) dan fiqih jihad.

6- Qair (amir sel) harus mempunyai hubungan erat (harian) dengan anggota-anggotanya. Artinya, dalam satu hari ia harus bertemu dengan beberapa orang anggota, sehingga ia tidak pernah tidak bertemu dengan salah seorang anggotanya melebihi waktu tiga hari. Dengan demikian, amir bisa mengecek kondisi dan perkembangan terakhir anggota. Bukankah anda kawannya, teman akrabnya dan amirnya ??? Ya, memang demikian, tetapi anda khan juga saudaranya, ia mencintai anda dan anda mencintainya fillah. Jika ada masalah apapun, anda menjadi orang yang pertama kali mengetahuinya.


[C]. Hal-hal yang berkaitan dengan keanggotaan

1- Sejak awal, seluruh anggota sel menjadi majlis syura bagi sel.

2- Harus dijauhi sikap ragu-ragu atau terlalu husnu dzan dengan anggota yang lain.

3- Setiap anggota harus mencari sebuah spesialis. Si A spesialis dalam peledakan (perakitan bom), si B spesialis dalam masalah keamanan (security dan inteligen), si C spesialis bidang dakwah, dan seterusnya.

4- Setiap anggota harus menjaga (konsisten dan disiplin) dengan peran yang dibebankan kepadanya, ia tidak boleh turut campur (intervensi) dalam spesialisasi-spesialisasi yang tidak diketahuinya.

5- Minimal, harus ada seorang anggota yang menguasai ilmu hecker ---jihad via internet / elektronik---. Anda tahu, kerugian AS sampai awal tahun 2000 M akibat serangan hacker mencapai lebih dari U$ 256 juta. Lantas, bagaimana pendapat anda dengan masa sekarang (2004 ---pen), era negara elektronik ??? [sumber : computer crime and security survey, 2000].

6- Sesungguhnya ilmu yang telah engkau capai, sebenarnya jama’ah-lah yang telah memudahkannya bagi anda, sebagaimana jama’ah pula yang telah memudahkan anda untuk mempraktekkannya dalam operasi nyata. Maka, setelah anda mempunyai kemampuan (pengalaman), janganlah anda mengira bahwa anda lebih besar dari sel anda, lalu anda mencoba keluar dari sel dan membuat sel baru yang sesuai dengan akal dan usia anda. Ingatlah, persatuan adalah kekuatan.

7- Hendaklah para angota sel membaca hal-hal yang erat kaitannya dengan politik, terlebih lagi para komandan sel. Tujuannya, supaya hasil-hasil jihad tidak dipetik oleh orang-orang sekuler, sebagaimana yang terjadi di Bosnia. Para anggota sel bahkan wajib memahami realita dan permasalahan ats setiap kejadian yang dialami oleh umat Islam. Para anggota wajib mempelajari demokrasi dan keburukan-keburukannya, terutama demokrasi di AS. Sayas ebutkan di sini majalah al-Anshar dan majalah Shautal-Jihad sebagai referensi, maka wajib membaca setiap edisi.


[D]. Hal-hal yang berkaitan dengan tadrib

1- Durusun fi al-amni (Pelajaran-pelajaran tentang security). Akhi fillah, anda harus menjaga rahasia, sejak awal jangan menceritakan hal ini kecuali kepada orang yang telah anda percayai sebagaimana kepercayaan anda kepada diri anda sendiri, karena pada waktu yang akan datang anda akan bertanggung jawab atas orang lain. Karena itu, bersikaplah sesuai kadar tanggung jawab yang anda emban. Saya telah membaca dalam salah satu makalahnya, syaikh DR. Aiman al-Dhawahiri bercerita bahwa sebab tidak mampunya tandzim jihad di Mesir untuk meneruskan perannya adalah karena para anggota tandzim tidak mengindahkan (meremehkan) kaedah-kaedah security.

2- Pelajaran-pelajaran tentang perang jarak dekat, daya kenyal dan tadribat ‘askariyah (latihan-latihan militer). Materi-materi ini mudah dan bisa di dapat dari banyak situs. Satu hall penting yang perlu ditekankan, anda tidak harus mencapai tingkat kemampuan tinggi atau menjadi rambo !!!! Yang harus adalah konsentrasi untuk mempunyai kelayakan dan mampu membela diri, ini mudah karena bisa diraih lewat klub-klub olahraga. Bisa juga untuk latihan menggunakan ground, latihan consentration, latihan beberapa peperangan, pengukuran jarak, perang kota, kamuflase, patroli, mata-mata, ….., serangan mendadak (malam), jelajah lembah dan gunung.

3- Latihan mempergunakan senjata pribadi (pistol, senapan serbu ringan / rifle—pen). Anda bisa bergabung dalam klub tembak, dan itu mudah. Anda juga bisa menelaah buku-buku yang berbicara tentang masalah ini.

4- Pelajaran merakit bom. Di sebagian negara atau bahkan di semua negara, rakyat tidak boleh memiliki senjata. Maka anda bisa berlatih membuat dan menggunakan bom (bahan peledak).

5- Pelatihan pertolongan pertama (PPPK) dan cara penggunaan racun.

6- Pelajaran tentang komunikasi, security dalam komunikasi, penggunaan sandi, tulisan rahasia dan hal-hal yang berkaitan dengan hal itu.

7- Pelajaran topografi militer.

8- Latihan mengendarai mobil dan sepeda motor.


[E]. Hal-hal yang berkaitan dengan i’dad fiqih dan ruh (mental, iman)

1- Memperbanyak mendengar dan membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan al-hadits al-syarif.

2- Membaca kisah-kisah dan buku para salaf sholih yang berperang.

3- Menjauhkan diri dari ujub dan riya. Ikhlas merupakan asas amalan, dan wajib mengikuti syariat dalam setiap hal yang kita kerjakan.

4- Memulai dengan membenarkan (meluruskan) akidah dan membaca bantahan-bantahan terhadap para pengikut bid’ah di zaman ini, yaitupara pengikut faham demokrasi, sekulerisme, komunisme, dan lain-lain.

5- Membaca buku-buku yang berkenaan dengan fikih jihad. Dalam kesempatan ini saya harus menyebutkan buku al-‘Umdatu fi I’dadi al-‘Uddah karya syaikh Abdul Qadir bin Abdul Aziz. Juga mengikuti beberapa kaset dan video tentang jihad.

6- Membaca kisah para syuhada’, karena hal itu insya Allah akan menumbuhkan bara api jihad dalam hati kita. Ada sebuah buku tentang kisah para syuhada’ arab dalam jihad fi Bosnia Herzigovina, bisa dilihat dalam situs www.saaid.net.

7- Anggota sel harus senantiasa berusaha seperti para malaikat yang berjalan di muka bumi, namun saat perang seperti malaikat Jibril ‘alaihi salam, dalam wajah-wajah mereka ada tanda bekas sujud, para wali Allah di muka bumi.

8- Anggota sel harus berusaha untuk meraih kecintaan, respect dan dukungan masyarakat. Ketika sel mengadakan sebuah operasi jihad, hati masyarakat sudah mendukung dan membantah tuduhan para pendukung kebatilan yang menyatakan bahwa orang-orang yang berjihad adalah orang-orang takfiriyun dan khawarij. Jika ini berhasil dilakukan, sel telah meraih kemenangan yang besar.


[F]. Hal-hal yang berkaitan dengan pendanaan

Sebelum membahasa tema ini, saya akan menyebutkan sebuah kisah nyata. Kisah ini dialami oleh mantan mentri luar negeri Mesir, Muhammad Ibrahim Kamil, dalam memorialnya yang berjudul “Al-Salam al-Dhai’ fi Kamp David”. Inti cerita, Kamil bersama beberapa rekannya membuat sebuah kelompok rahasia yang bertujuan untuk melawan pendudukan Inggris terhadap Mesir di akhir-akhir masa penjajahan. Ia menerangkan bahwa pendanaan kelompok ini berasal dari saku pribadi Kamil dan rekan-rekannya. Mereka mengadakan beberapa operasi yang cukup sukses, di antaranya membakar beerapa kamp militer Inggris dan mengadakan percobaan pembunuhan misterius terhadap beberapa pengkhianat seperti al-Nuhas dan lain-lain. Yang ingin saya sampaikan dari kisah ini, sebenarnya tidak ada yang musthail bila memang ada kemauan. Jika orang-orang sekuler tersebut bisa melakukan hal ini, tentunya kita orang-orang yang bertauhid lebih layak untuk melakukannya demi membela Islam. Langkah-langkah pendanaan sel ini sebagai berikut :

1- Membuat kotak infak, setiap anggota menginfakkan harta yang ia mampu.

2- Setelah uang yang terkumpul cukup untuk membuat sebuah program (usaha bisnis), diadakan usaha bisnis yang penghasilannya digunakan untuk jihad fi sabilillah, dengan tetap meneruskan usaha pengumpulan dana lewat kotak infak.

3- Sebagian dana kotak infak dipergunakan untuk dakwah fi sabilillah.

4- Dari keuntungan usaha bisnis atau kotak infak, dibeli berbagai keperluan yang akan dipergunakan seperti senjata dan bahan-bahan peledak.


[F]. Hal-hal yang berkaitan dengan kantor sel

1- Secara umum, pertemuan bisa diadakan di rumah para anggota. Selama para anggota adalah kerabat dan kawan dekat, pertemuan tidak akan mengundang perhatian orang lain.

2- Adapun bagi yang ingin lebih profesional, kantor (tempat pertemuan) harus :
Ketika menyewa atau membeli rumah (kantor) ; tidak harus menggunakan dokumen-dokumen rahasia (identitas sebenarnya—pen), juga tidak harus meninggalkan dokumen-dokumen tersebut di pihak kedua (pemilik kost atau penjual rumah--pen), karena mayoritas kantor-kantor pemasaran perumahan telah menjalin hubungan dengan pihak intelijen. Di Suriah, kantor-kantor pemasaran perumahan telah dipaksa untuk menjalin hubungan dengan pihak intelijen dan menyerahkan daftar para penyewa rumah yang baru. Juga harus membuat alasan-alasan yang sewajarnya bila ada hal-hal yang diluar dugaan ---semoga tidak terjadi---.
Harus ada jendela untuk melarikan diri pada saat genting. Juga harus terdiri dari satu lantai atau dua lantai. Jika kita menyewa lantai yang kedua, harus dikelilingi oleh rumah-rumah yang terdiri dari satu lantai atau dua lantai, supaya mudah melarikan diri dengan melompat dari atap.
Rumah jangan sampai berada di tempat yang menimbulkan keraguan, seperti tempat-tempat di sekitar kedutaan atau perumahan perwira militer.
Harus diperhatikan, bahwa penghuni rumah (kantor) ini akan dikenal oleh penduduk tempat tersebut, para polisi dan pedagang. Karena itu, waktu-waktu keluar, masuk dan mengadakan kegiatan harus nampak sebagai kegiatan biasa (normal, tidak mencolok). Yang sering keluar masuk secara teratur hanyalah orang (anggota) yang menyewa rumah, adapun anggota yang lain hanya berkunjung dengan kunjungan biasa (sangat jarang).
Harus mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan di lingkungan, seperti ta’ziyah, pesta pernikahan dan kegiatan-kegiatan lain. Harus berupaya meraih hati para penduduk sekitar, sehingga bila terjadi interogasi para tetangga akan berada di pihak kita.
Pertemuan di rumah tidak boleh melebihi batas kebiasaan yang wajar di lingkungan tersebut, kecuali dalam kondisi-kondisi darurat.
Sebelum anggota masuk rumah, ia harus yakin tidak dalam posisi diburu (dikuntit) --- dengan melalui jalan yang kosong atau tertutup (buntu)---.
Meletakkan isyarat tanda bahwa rumah dalam kondisi aman, yang bisa dilihat dari kejauhan, seperti dengan meletakkan sinar lampu, atau penutup atau tanda lain. Ini untuk meyakinkan dari jauh bahwa tidak ada bahaya. Isyarat ini harus bisa dilihat dari kejauhan.


[G]. Hal-hal yang berkaitan dengan keamanan informasi dan dokumen

1- Informasi (data) harus diletakkan di sebuah tempat yang cocok untuk menyembunyikan data, dan berhati-hati (jangan) dari menimbun (memendam dalam tanah) data.

2- Di dekat data harus tersedia sebotol bensin dan korek apai, untuk membakarnya saat kondisi genting.

3- Saat menyimpan data dalam komputer, membuang (delete) file belum cukup. Harus mempergunakan program-program yang menghapus file secara final (total). Program yang paling penting, antara lain adalah :

- Evidence Eliminator, bisa diambil dari situs www. Evidenceeliminator.co.uk

- Gale-Force, bisa diambil dari situs www.gale-force.com

- Atau menginstall program shred2 dari situs www.pcmag.com/utilities


[H]. Hal-hal yang berkaitan dengan penerimaan anggota baru

1- Sebagaimana telah kami jelaskan, anda harus menyimpan rahasia, tidak menceritakan masalah ini kecuali kepada orang yang anda percayai penuh sebagaimana anda mempercayai diri anda sendiri. Diutamakan dari kalangan kerabat dan kawan dekat.

2- Mengumpulkan data-data awal tentang orang yang akan dijadikan anggota baru tersebut :
Berusaha mengetahui data tentang segala hal yang berkenaan dengan dirinya antara saat berusia 15-18 tahun.
Mengetahui kawan-kawan dan kegiatannya di sekolah, juga pengelompokkannya di antara kawan-kawannya di sekolah.
Kondisi materi, ilmu, sosial dan agamanya.
Mengetahui aktivitas-aktivitas sosial kemasyarakatannya, seperti keanggotaan dalam OSIS, Pramuka, dan lain-lain.
Mengetahui kemampuan-kemampuannya, seperti kemampuan dalam bahasa, ilmu pengetahuan, pekerjaan dan profesi yang dikuasainya, seperti tukang bubut, tukang masak, dan lain-lain.

3- Cara mengumpulkan data / informasi.
Lewat kjawan-kawan dekatnya, dengan cara menghasung mereka untuk bercerita tentang si calon anggota baru ini, seakan-akan mengobrol biasa dan tanpa sengaja.
Menanyainya di sekolah atau tempat kerja atau di lingkungan (kampung) dengan cara yang cerdik (halus, mencocok-cocokkan).
Terus menerus mengawasi dan mengikutinya.
Perjumpaan-perjumpaan biasa oleh salah satu anggota sel.

4- Penerimaan anggota.
Setelah dikumpulkan data yang cukup, mas’ul keamanan sel bersama amir sel mempelajari data-data ini dan mengambil keputusan jika memang dipandang layak.
Jika ia layak, diadakan diskusi politik dengan calon anggota ini tentang pendapatnya atas kondisi umum yang ada. Diskusi ini harus nampak sebagai diskusi biasa.
Jika arah perjuangannya sesuai dengan arah perjuangan kita, maka kita mulai memberinya gizi pemikiran dengan cara memberinya makalah-makalah, buku-buku, kaset-kaset, dan film-film jihad. Setelah itu kita menunggu responnya.
Lalu kita menyampaikkan kepadanya pemikiran bahwa kondisi umat ini tidak bisa diselesaikan dengan aksi-aksi individual, kita memerlukan amal (aksi) jama’i. Jika pendapatnya positif, jika ia bersemangat, maka ia akan meminta anda untuk bersamanya membentuk sel. Dalam kondisi ini, anda menyetujuinya dan mulai menunjukkan kepadanya secara berangsur-angsur tentang hal-hal yang berkenaan dengan sel. Perlu diketahui, ia harus dites keanggotaan. Untuk itu, lakukan langkah keempat.
Anda menanyainya, setujukah ia bila anda bersamanya membentuk sebuah kelompok jihad ---tanpa sepengetahuan ia bahwa anda sudah berada dalam sel---. Jika ia menyetujui, anda mulai menunjukkan kepadanya secara berangsur-angsur bahwa anda berada dalam sel. Maka tempuhlah langkah keempat.
Jika ia tidak setuju, maka anda harus menampakkan persetujuan anda dengan pendapatnya. Anda mengatakan kepadanya ; kita tidak boleh tergesa-gesa, lalu anda mulai mengurangi hubungan anda dengannya, sampai anda bisa memutuskan hubungan, namun dengan berangsur-angsur.


[I]. Tes Calon Anggota

1- Adakan tes dengan menyuruhnya mengantar sebuah surat yang tarohlah sebagai surat sangat rahasia, ikuti apa yang ia perbuat.

2- Menyuruhnya memindahkan dan menyimpan senjata.

3- Meyakinkannya bahwa seakan-akan ada sebuah operasi sangat besar di jalan, dan perhatikan apa reaksinya.

4- Anggota baru disadarkan dengan besarnya resiko dengan cara memperlihatkan kepadanya sarana-sarana penyiksaan yang biasa dipergunakan oleh para thaghut, bahwa akhir dari itu semua adalah kematian yang paling baik kondisinya.

5- Juga diterangkan kepadanya urgensi peran yang ia emban. Ia juga diberitahu tentang aturan rumah tangga sel.


[J] Hal yang berkaitan dengan pertemuan antar anggota

1- Pertemuan umum seluruh anggota sel, satu kali dalam sebulan.

2- Pertemuan di rumah seorang anggota hanya dilakukan sekali, dan tidak di adakan pertemuan di tempat anggota tersebut kecuali setelah lewat masa yang baik.

3- Dilarang sama sekali, anggota yang satu berhubungan secara langsung dengan anggota yang lain dalam hal-hal yang berkaitan dengan sel, sebelum kembali (bertanya atau lapor—pen) kepada amir sel atau mas’ul keamanan.

4- Tempat dan waktu pertemuan ditentukan oleh amir sel atau wakilnya (mas’ul keamanan).

5- Tarohlah ada 7 anggota dalam satu sel (A1,A2,A3,A4,A5,A6 dan A7). A1 adalah amir sel, dan A2 adalah wakilnya (mas’ul keamanan). A1 atau A2 langsung yang menemui masing-masing anggota. Artinya, ia tidak berkata kepada A3 sampaikan kepada A4 dan A5 untuk berkumpul. Ia langsung yang melakukan tugas itu.

6- Ada beberapa pertemuan personal antara beberapa gelintir anggota sesuai jumlah anggota, sebanyak sekali atau dua kali perminggu. Dengan kata lain, ada pertemuan antara satu anggota dengan seorang anggota lainnya. Misalnya pada minggu pertama dalam bulan tersebut ; A7 berkumpul dengan A4, A3 dengan A5, A2 dengan A6. Pada minggu kedua bulan tersebut, A7 dengan A5,A2 dengan A3, A6 dengan A4. Demikianlah setiap minggu.


Penutup

Kami berdoa kepada Allah Ta’ala, semoga amalan ini mendapat perhatian kalian, dan Allah ta’ala tetapkan dalam timbangan kebaikan syaikh Abu Abdillah Usamah bin Ladin, mujaddid zaman ini, penakluk pasukan komunis dan Amerika. Kami juga berharap kalian mengembangkan tulisan ini, berdasar kepada pengalaman-pengalaman khusus yang telah anda hadapi


Refferensi Pokok :

1- Hukmu al-‘Amal fi Jama’ah ; syaikh Abdullah Azzam.

2- Ka-Anahum Bunyanun Marshush : Majalah al-Anshar, Saifudin al-Anshari.

3- Sub bab al-Amnu wa al-Istikhbarat dan sub bab al-taktik.

4- Majalah PC Magazine.

5- Forum (milist) ma’shada jihad, abu al-bukhari dan lain-lain.











Syaikh DR. Abdullah Azzam berkata :



ุฅِู†َّ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ูŠَุธُู†ُّูˆู†َ ุฃَู†َّ ุฏِูŠْู†َ ุงู„ู„ู‡ِ ูŠُู…ْูƒِู†ُ ุฃَู†ْ ูŠَู†ْุชَุตِุฑَ ุจِุฏُูˆู†ِ ุฌِู‡َุงุฏٍ ูˆَู‚ِุชَุงู„ٍ ูˆَุฃَุดْู„ุงَุกٍ ู‡َุคُู„ุงَุกِ ูˆَุงู‡ِู…ّูˆู†َ. ุญَูŠَุงุชُูƒُู…ُ ุงู„ْุฌِู‡َุงุฏُ ูˆَุนِุฒَّุชُูƒُู…ُ ุงู„ْุฌِู‡َุงุฏُ ูˆَ

ูˆُุฌُูˆุฏُูƒُู…ْ ู…ُุฑْุชِุจَุทٌ ุงِุฑْุชِุจَุงุทًุง ู…َุตِูŠْุฑِูŠًّุง ุจِุงู„ْุฌِู‡َุงุฏِ

“ Sesungguhnya orang-orang yang mengira bahwa Dien Allah akan bisa tegak tanpa jihad, qital dan tercerai beraikannya tulang-belulang, mereka adalah orang-orang yang bingung. Kehidupan kalian adalah jihad, kemuliaan kalian adalah jihad dan exsistensi kalian terikat erat dengan jihad “.

(Dari buku beliau, Al-Nihayah wa Al-Khulashah).





[1] - Ahkamu al-Qur’an, Abu Bakar Ibnu Al-A’rabi, 1/291.



[2] - Tafsir al-Qurthubi, 4/159.



[3] - Ahkamu al-Qur’an, al-Jashash, 2/314.



[4] - Taisiru al-‘Aliyyi al-Qadir li-Ikhtishari Ibni Katsir karya Nasib al-Rifa’i 1/484 dan Zaadu al-Masir karya Ibnu al-Jauzi 2/672.



[5] - Tafsiru al-Thabari 6/66.



[6] - Tafsir al-Syaukani 2/66.



[7] - Ahkamu al-Qur’an karya al-Jashash 2/319.



[8] - Ahkamu al-Qur’an karya al-Jashash 2/319.



[9] - Majmu’ Fatawa 11/92.



[10] - Tafsir Ibnu Katsir 1/193.



[11] - Siyaru A’laami al-Nubala’ 8/156.

Manfaat-Manfaat Ightiyalat

Written By Anonim on Senin, 09 September 2013 | 10.59



Manfaat-Manfaat Ightiyalat


Ightiyalat banyak sekali manfaatnya, bagi yang mau mengkaji dan menilai secara adil akan bisa melihat manfaat itu begitu pertama kali ia membahasnya. Dan amal ini sangat-sangat penting untuk zaman sekarang.
Orang yang mau membaca kisah-kisah dahulu mau pun sekarang dalam masalah ini, akan melihat dengan jelas adanya sisi yang bermacam-macam dari faedah ini. Sebab, amaliyah ightiyalat cukup mampu merubah jalannya sejarah secara sempurna.

Saya akan coba sebutkan beberapa faedah tersebut, secara ringkas:
  • Menghidupkan Kewajiban Yang Telah Hilang dan Sunnah yang Telah Mati (baca: jihad, pent.)
Hadits dan atsar-atsar tentang ini sudah menjadi hal yang masyhur di kalangan pembaca. Contohnya adalah hadits Jarir bin Abdillah Al-Bajiliy RA yang diriwayatkan oleh Muslim, bahwa Nabi SAW bersabda,

ู…َู†ْ ุณَู†َّ ูِูŠ ุงْู„ุฅِุณْู„ุงَู…ِ ุณُู†َّุฉً ุญَุณَู†َุฉً ูَู„َู‡ُ ุฃَุฌْุฑُู‡َุง ูˆَุฃَุฌْุฑُ ู…َู†ْ ุนَู…ِู„َ ุจِู‡َุง ุจَุนْุฏَู‡ُ ู…ِู†ْ ุบَูŠْุฑِ ุฃَู†ْ ูŠَู†ْู‚ُุตَ ู…ِู†ْ ุฃُุฌُูˆْุฑِู‡ِู…ْ ุดَูŠْุฆًุง

“Barangsiapa menghidupkan kembali sunnah yang baik dalam Islam (setelah tadinya mati), maka ia mendapat pahalanya dan pahala orang yang mengerjakannya setelahnya, tanpa mengurangi pahala mereka yang mengamalkan sedikit pun.” … dst.
  • Dalam Rangka Membela Alloh Azza Wa Jalla dan Membela Rosul-Nya SAW. Sebagaimana telah kita bahas pada hadits-hadits sebelumnya. Di antaranya adalah sabda Nabi SAW tentang Umair bin Adiy,
ุฅِุฐَุง ุฃَุญْุจَุจْุชُู…ْ ุฃَู†ْ ุชَู†ْุธُุฑُูˆْุง ุฅِู„َู‰ ุฑَุฌُู„ٍ ู†َุตَุฑَ ุงู„ู„ู‡َ ูˆَุฑَุณُูˆْู„َู‡ُ ุจِุงู„ْุบَูŠْุจِ ูَุงู†ْุธُุฑُูˆْุง ุฅِู„َู‰ ุนُู…َูŠْุฑ ุจْู†ِ ุนَุฏِูŠ

“Jika kalian suka melihat orang yang membela Alloh dan Rosul-Nya secara diam-diam (tidak diketahui orang) maka lihatlah Umair bin Adiy.”

  • Membersihkan bumi dari Penghinaan Terhadap Alloh dan Rosul-Nya SAW secara Terang-terangan.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rohimahulloh berkata , “Membersihkan bumi dari penghinaan kepada Alloh dan Rosul-Nya n secara terang-terangan wajib dilakukan semaksimal mungkin. Karena itu termasuk kesempurnaan kemenangan agama Alloh dan ketinggian Kalimat-Nya, serta usaha agar agama itu seluruhnya menjadi milik Alloh. Maka, ketika masih ada penghinaan terhadap-Nya secara terang-terangan dan tidak ada yang memberi pelajaran terhadap pelakunya, berarti agama belum disebut unggul dan kalimat Alloh belum disebut tinggi.”

  • Menggentarkan Hati Musuh-Musuh Alloh.
Alloh SWT berfirman:

ูˆَุฃَุนِุฏُّูˆุง ู„َู‡ُู… ู…َّุงุงุณْุชَุทَุนْุชُู… ู…ِّู† ู‚ُูˆَّุฉٍ ูˆَู…ِู† ุฑِّุจَุงุทِ ุงู„ْุฎَูŠْู„ِ ุชُุฑْู‡ِุจُูˆู†َ ุจِู‡ِ ุนَุฏُูˆَّ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุนَุฏُูˆَّูƒُู…ْ ูˆَุกَุงุฎَุฑِูŠู†َ ู…ِู† ุฏُูˆู†ِู‡ِู…ْ ู„ุงَุชَุนْู„َู…ُูˆู†َู‡ُู…ُ ุงู„ู„ู‡ُ ูŠَุนْู„َู…ُู‡ُู…ْ

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Alloh dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Alloh mengetahuinya…” (QS. Al-Anfal: 60)

Dan sebagaimana disebutkan dalam Mursal Ikrimah: “…keesokan harinya, orang-orang yahudi diliputi ketakutan, lalu mereka mendatangi Nabi SAW dan mengatakan, “Pemuka kami dibunuh diam-diam,” maka Nabi SAW menceritakan kelakuannya, di mana ia biasa memprovokasi orang untuk memusuhi dan menyakiti kaum muslimin…” Sa‘d menambahkan, “…maka mereka bertambah takut dan tidak mampu berkata sepatah pun.”

Jadi, ightiyalat termasuk salah satu jenis menggentarkan hati musuh-musuh Alloh, di mana mereka akan merasa kematian senantiasa mengintai mereka di mana saja dan menunggu mereka di setiap jalan. Dengan demikian, mereka hidup penuh kegundahan, kegelisahan dan ketakutan. Jika menaiki pesawat, ia takut pesawatnya akan jatuh. Jika ia lautan dengan kapal, ia takut kapal itu akan dihancurkan. Jika menyetir mobil ia khawatir mobilnya akan diledakkan…dst.

  • 5. Menyembuhkan Sakit Hati Orang-orang Beriman
Sebagaimana firman Alloh Azza Wa Jalla,

ูˆَูŠَุดْูِ ุตُุฏُูˆุฑَ ู‚َูˆْู…ٍ ู…ُّุคْู…ِู†ِูŠู†َ

“…dan (dengan perang) Dia akan menyembuhkan sakit hati di dada orang-orang beriman…” (QS. At-Taubah: 14)

  • Menghilangkan Kemarahan di Hati Orang-orang Beriman:
Sebagaimana firman Alloh Azza wa Jalla,

ูˆَูŠُุฐْู‡ِุจَ ุบَูŠْุธَ ู‚ُู„ُูˆุจِู‡ِู…ْ

“…dan Dia akan menghilangkan kemarahan hati mereka…” (QS. At-Taubah: 15)

  • Meninggikan Panji Islam
Sebagaimana telah disebutkan dalam hadits Umair bin Adiy setelah ia membunuh Al-‘Ashma’ binti Marwan, ketika ia pulang dari tempat Rosululloh SAW dan melihat anak-anak Al-‘Ashma’ menguburkan jenazahnya, lalu mereka mencegatnya ketika mereka melihat dia datang dari arah Madinah, “Kamu kan, yang membunuh ibu kami?” Maka ia berkata, “Ya, sekarang silahkan kalau kamu semua mau membuat makar kepadaku, jangan tunda-tunda lagi. Demi Dzat yang Jiwaku ada di tangan-Nya, kalau kamu semua mengatakan seperti yang dikatakan ibu kalian, benar-benar akan kutebas kalian dengan pedangku ini, sampai aku mati atau aku berhasil membunuh kalian semua.” Maka, setelah itu Islam menjadi tinggi di kalangan Bani Khuthmah, padahal sebelumnya ada beberapa orang yang menyembunyikan keislamannya dari kaumnya.

  • Menolong orang-orang beriman yang tertindas, baik laki-laki, wanita, dan anak-anak.
Sebagaimana firman Alloh SWT,

ูˆَู…َุงู„َูƒُู…ْ ู„ุงَุชُู‚َุงุชِู„ُูˆู†َ ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุงู„ْู…ُุณْุชَุถْุนَูِูŠู†َ ู…ِู†َ ุงู„ุฑِّุฌَุงู„ِ ูˆَุงู„ู†ِّุณَุขุกِ ูˆَุงู„ْูˆِู„ْุฏَุงู†ِ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูŠَู‚ُูˆู„ُูˆู†َ ุฑَุจَّู†َุขุฃَุฎْุฑِุฌْู†َุง ู…ِู†ْ ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ْู‚َุฑْูŠَุฉِ ุงู„ุธَّุงู„ِู…ِ ุฃَู‡ْู„ُู‡َุง ูˆَุงุฌْุนَู„ ู„َّู†َุง ู…ِู† ู„َّุฏُู†ูƒَ ูˆَู„ِูŠًّุง ูˆَุงุฌْุนَู„ ู„َّู†َุง ู…ِู† ู„َّุฏُู†ูƒَ ู†َุตِูŠًุฑุง

“Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Alloh dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan Kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!.” (QS. An-Nisa’: 75)

Pembaca budiman, manfaat lainnya tidak saya sebutkan lagi di sini. Silahkan anda menyimpulkan sendiri sekehendak Anda, dan silahkan juga kalau tidak. Tetapi, anda menyimpulkannya lebih saya sukai daripada tidak. Wallohu A‘lam.

--------------------

Kisah-Kisah Ightiyalat Di Jaman Sekarang


Kisah-Kisah Ightiyalat Di Jaman Sekarang


Orang yang membaca dan mengikuti perjalanan sejarah berbagai peristiwa akan tahu bahwa aksi ightiyalat digunakan oleh semua orang dari berbagai latar belakang agama dan tujuan. Dan itu sudah ada sejak lama sekali. Lihatlah bangsa yahudi, yang terkenal gemar membunuh para nabi, mereka melakukan cara yang sama dalam memperlakukan Nabi-Nabi Alloh. Seperti kisah Nabi Zakariya yang digergaji dan Nabi Yahya yang disembelih, sudah bukan hal yang samar bagi kita.

Demikian juga ketika kaum yahudi Madinah melakukan konspirasi untuk membunuh Nabiyulloh Muhammad SAW, dan masih banyak lagi kisah lainnnya.

Kisah yang sebagian telah kami singgung dalam pembahasan dalil disyariatkannya ightiyalat menunjukkan bahwa cara ini adalah salah satu sarana pertempuran yang digunakan semua fihak untuk memenangkan prinsip dan agama yang dianutnya.

Dan orang yang mau meneliti dengan seksama kondisi sejarah di era kita, akan mendapati bahwa ternyata ia penuh dengan aksi ightiyalat, akan tetapi kebanyakan dilakukan untuk tujuan bukan Islami. Mungkin karena kepentingan golongan, negara, agama-agama selain Islam, kepentingan ekonomi, politik, dsb.

Orang-orang kafir juga sering melakukan cara ini dalam memerangi kita, kaum muslimin. Dan bukti paling nyata tentang pernyataan saya ini adalah kondisi Palestina sekarang. Di sana, orang-orang yahudi menggunakan berbagai cara dalam membunuhi para mujahidin. Di saat yang sama, ketika ada salah satu dari mujahidin yang gagah berani itu melakukan ightiyal kepada salah satu pemimpin kekafiran, semua media informasi kafir “meraung-raung” dan begitu gegap gempitanya mengecam. Tak ketinggalan para masyayikh dan ulama penguasa yang selalu saja mengecam. Akan tetapi, Alloh Maha Memenangkan urusan-Nya. Sayang, kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Pada pembahasan kali ini, akan kami sebutkan sebagian kisah yang terjadi di zaman sekarang tentang ightiyalat yang dilakukan para mujahidin dalam rangka mencari pahala di sisi Alloh.

Adapun aksi ightiyalat terhadap para mujahidin, telah kami sebutkan sebagiannya walaupun hanya sekilas. Dan tidak ada daya dan kekuatan selain dengan pertolongan Alloh.

Amaliyah-Amaliyah Yang Berhasil:
  • Dalam 40 detik, Anwar Sadat Berhasil dihabisi
Pada setiap bulan Oktober, Anwar Sadat memerintahkan diadakannya Parade Militer Besar-besaran dalam rangka memperingati perang Oktober tahun 1973. Dan seperti biasa, tepatnya pada tahun 1981, parade itu diadakan, dan terjadilah peristiwa menggemparkan yang membuat seluruh dunia tersentak, Anwar Sadat dibunuh dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pembunuhan ini direncanakan sebegitu detail oleh seorang insinyur bernama Muhammad Abdus Salam Faroj, penulis buku Al-Faridhoh Al-Ghoibah (Kewajiban yang Hilang), semoga Alloh merahmatinya dan menempatkannya di surga-Nya terluas. Kemudian pelakunya ada empat orang yang gagah berani (Kholid Islambuliy, Atho Thoyal, Abdul Hamid Abdus Salam, dan Husain Abbas).

Aksi tersebut tidak memakan waktu lebih dari satu menit, dan Anwar Sadat tewas bersama tujuh orang dekatnya yang berada di panggung parade.

Ightiyal ini termasuk tercepat sepanjang sejarah kontemporer. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana ightiyal itu bisa berhasil dengan sempurna?

Bagaimana Proses Pembunuhan Anwar Sadat?

Tanggal 6 Oktober 1981, seluruh rakyat Mesir bersiap menyambut peringatan hari kemenangan dengan melakukan parade militer tahunan yang diikuti oleh kepala negara dan para komandan angkatan bersenjata yang menjadi peserta parade.

Di awal acara, si thoghut, pemimpin kekafiran, Anwar Sadat, duduk di tempat utama bagi kalangan militer, dengan bergaya ala Hitler. Karena, di masa mudanya konon Anwar Sadat adalah penggemar berat Hitler, dalam berpakaian dan gaya militeristiknya. Ada yang mengatakan, sebenarnya istrinya, Jihan Sadat, sudah mengingatkan agar ia memakai rompi anti peluru di bagian dalam baju militernya seperti yang biasa ia lakukan di tahun-tahun sebelumnya, tapi dia menolak.

Anwar Sadat duduk di kursi pemirsa sambil menyaksikan angkatan bersenjatanya. Lewatlah truk-truk anti peluru dan berbagai kendaraan militer yang bermacam-macam. Setengah menit sebelum ia dibunuh, giliran pesawat-pesawat militer yang lewat. Pesawat-pesawat itu melakukan gerakan akrobatik sangat menawan yang menyebabkan para penonton yang duduk di tempat duduk, termasuk Anwar Sadat dan para komandan dan pengawal khususnya, mendongakkan pandangannya ke langit untuk melihat pertunjukan hebat itu.

Saat itulah, salah satu kendaraan militer pengangkut roket berhenti di depan podium (tempat di mana Anwar berada, pent.)

Dari jarak sekitar 20 meter, sang pahlawan, Kholid Islambuliy, turun dari kendaraan militer itu. Dari semua orang yang duduk di podium tempat Anwar Sadat berada, tidak ada satu pun yang perhatian dengannya selain Anwar Sadat sendiri, ia merasa Kholid Islambuliy datang untuk mengucapkan salam. Akan tetapi, Kholid Rohimahulloh malah melemparkan granat tangan yang meledak begitu membentur dinding podium. Disusul granat berikutnya yang dilempar oleh sang pahlawan, Atho Thoyal, disusul granat ketiga oleh Kholid Islambuliy lagi walau pun tidak meledak. Setelah itu, granat keempat dilempar oleh si pahlawan, Abdul Hamid Abdus Salam, dan meledak di tengah orang-orang yang duduk. Akibat ledakan ketiga granat yang cukup memekakkan telinga itu, semua kursi yang ada di podium kepresidenan dan yang duduk di atasnya terjungkal, semuanya terkapar di bawah kursi-kursi itu akibat suara ledakan yang begitu keras dan susul menyusul. Sebagian orang yang berdiri di dekat Anwar Sadat ikut terkena ledakan kilat ini.

Kata-kata terakhir yang diucapkan Sadat ketika itu, “Kalian para pengkhianat…” sebelum akhirnya tubuhnya terkoyak oleh butir-butir peluru dari senapan serbu yang terpasang di atas truk militer yang ditembakkan oleh sang pahlawan, Husain Abbas. Begitu melihat Anwar, ia langsung menembaknya beberapa peluru, dan Anwar Sadat pun jatuh bersimbah darah.

Sementara itu, Kholid Islambuliy kembali menembaknya dengan senapan serbunya di podium. Ia juga membunuh beberapa pembantu Anwar Sadat, beberapa tamu dan teman dekatnya. Konon, aksi tersebut tidak memakan waktu lebih dari 40 detik saja.

  • Ightiyal terhadap Ahmad Syah Mas‘ud
Pada tanggal 7 November 2001 bertepatan dengan 18 Jumadat Tsaniyah 1422 H, ada dua orang mujahidin yang menawarkan dirinya untuk membunuh Ahmad Syah Mas‘ud dengan menyamar sebagai wartawan. Keduanya adalah, sang pahlawan, Qosim Baquliy (28 th) dan Karim Suzani (34 th). Keduanya berasal dari keturunan Maroko, tapi keduanya hidup di Baljika.

Mereka telah mengatur untuk mengadakan wawancara dengan toghut, Ahmad Syah Mas‘ud. Akhirnya wawancara itu berhasil terlaksana, mereka sepakati bertemu di rumah kediamannya di dekat perbatasan Tajikistan. Beberapa sumber menyebutkan, ightiyal terhadap Ahmad Syah Mas‘ud terbilang cukup sulit dan memerlukan perencanaan berbulan-bulan.

Mulailah salah seorang dari keduanya mengambil gambarnya melalui rekaman video yang sudah dipasangi bom, sementara yang satu lagi mewawancarai. Ketika tengah dilakukan wawancara itulah, peristiwa pembunuhan itu terjadi sesuai rencana pelakunya. Akhirnya salah satu dari dua mujahidin itu terbunuh karena terkena ledakan kamera, sementara yang satu lagi dibunuh oleh salah satu pengawal Mas‘ud ketika ia mencoba kabur sebagaimana sudah masyhur beritanya.

Tapi tidak ada satu pun yang tahu secara detail peristiwa itu, karena pelakunya terbunuh di saat Ahmad Syah Mas‘ud terbunuh. Mas‘ud terluka pada dua alisnya, jari-jari tangan kirinya, dua betisnya, wajah dan kepalanya, semua anggota badan ini mengalami luka bakar akibat ledakan dan ia mengalami luka cukup parah.

Ada yang tertutup seputar berita kematian Ahmad Syah Mas‘ud di hari-hari pertama sejak ia dibunuh. Terjadi kesimpang siuran informasi dari beberapa sumber yang menyebutkan bahwa ia terbunuh seketika saat peristiwa itu terjadi. Tapi di saat yang sama, orang-orang dekatnya berusaha membantah berita itu karena mengkhawatirkan dampaknya yang begitu besar, sampai mereka atur urusan-urusan mereka terlebih dahulu. Ini mengingat kedudukan Mas‘ud yang begitu berarti di tubuh Aliansi Utara. Sebab, mereka sampai menyebutnya sebagai Singa Lembah Pansyir, dia dinilai sebagai penghalang utama dalam urusan militer bagi Rezim Taliban yang berkuasa di seluruh tanah Afghanistan.

Sampai-sampai presiden boneka, Karzai, mengatakan ketika jumpa pers, “Kalau Mas‘ud hidup hari-hari ini, tentu masalah yang kami hadapi sekarang lebih mudah.”
Yang benar, Ahmad Syah Mas‘ud terbunuh seketika di saat ledakan itu terjadi. Wallohu A‘lam.

Amaliyah-Amaliyah Yang Belum Berhasil, Karena Adanya Hikmah Lain Yang Dikehendaki Alloh Azza Wa Jalla
  • Operasi Pembunuhan Terhadap Raja Dzohir Syah:
Di tahun 1990, di negeri pengasingannya di Italia, Dzohir Syah sempat mendapat percobaan pembunuhan oleh salah seorang mujahidin bernama Abu Abdillah dari Portugal. Ia diutus oleh salah satu dewan pimpinan mujahidin untuk melaksanakan tugas ightiyal. Dalam hal ini ia menyamar sebagai seorang wartawan yang hendak melakukan wawancara dengan raja Dzohir. Ketika ia tengah duduk bersama Dzohir Syah, ia keluarkan pisau dari Kandahar dan ia tikam raja hingga ia terluka di bagian dadanya, yang menghalanginya mati adalah sebuah kotak sigaretnya yang terbuat dari kayu dan kantong tebal yang menghalanginya, sehingga pisau itu tidak berhasil menembus dadanya. Tapi, Alloh akan selalu mengawasinya.

  • Ighitiyal Terhadap Hosni Mubarok di Adis Ababa
Tanggal 26 Juni 1995 sebelum pembukaan pertemuan 31 negara ujung Afrika, ada 11 mujahid yang mencoba menyerang rombongan mobil si pemimpin kekafiran dan kemurtadan, Hosni Mubarak, semoga Alloh membinasakannya. Akan tetapi, Alloh menghendaki perkara lain, operasi itu tidak berhasil namun cukup menggelisahkan musuh Alloh itu dan membuatnya selalu terngiang akan kematian pendahulunya (Anwar Sadat, pent.) di hari ketika ia bersembunyi bersamanya di bawah tumpukan kursi, ia berhasil meloloskan diri dari serangan para pahlawan Islam, Muhammad Abdus Salam Faroj, Kholid Islambuliy dan teman-temannya, semoga Alloh merahmati mereka semua dan menempatkan di surga terluas-Nya.

Sebagian mujahidin mengatakan, “Rusaknya dua kendaraan Pick-up yang bersembunyi di semak-semak pinggir jalan menjadi penyebab di balik kegagalan operasi tersebut. Sebab, sebenarnya dua kendaraan itu disiapkan untuk menghadang dan meledakkan rombongan mobilnya.” Wallohu A‘lam.

Sampai-sampai Dewan Keamanan Internasional yang kafir itu memberlakukan larangan terbang bagi Sudah pada tahun 1996 pasca peristiwa tersebut, dengan alasan keberadaan beberapa pimpinan jihad di negara itu.
Dalam hal ini, saya sebenarnya ingin sekali mendapatkan buku berjudul Fursan Tahta Royati `n-Nabiy secara lengkap, bukan edisi yang sudah diselewengkan seperti termuat dalam harian Asy-Syarq Al-Awsath, supaya saya dapat menukil kisah-kisah amaliyah jihad terhadapa para pemimpin kekafiran dari buku tersebut. Akan tetapi, segala puji bagi Alloh atas segala kemudahan dari-Nya, dan semoga Alloh memberi kita rezeki buku tersebut dalam edisi lengkapnya.

  • Ightiyal Terhadap Karzai dan Fahim dan Jal Agha di Afghanistan :
Musuh berhasil menggagalkan sebuah operasi mati syahid di Kabul pada Senin sore tanggal 20/5/1423 H, setelah menangkap dua orang mujahidin, salah satu dari Afghanistan dan satu lagi dari Pakistan. Keduanya mengendarai mobil yang sudah disiapkan untuk amaliyah sebelum amaliyah yang ditujukan kepada Karzai. Tadinya, para mujahidin sudah menyiapkan sebuah operasi mati syahid dengan memasang lebih dari 250 Kg bahan peledak di dalam mobil, yang cukup untuk merobek-robek tubuh orang jelek itu (Karzai) dan semua tentara salib yang menjadi penjaganya.

Para mujahidin punya kehendak, tapi Alloh punya kehendak lain, dan Alloh melakukan apa saja yang Dia kehendaki. Ketika mobil itu sedang meluncur menuju ibukota (Kabul) untuk persiapan amaliyah, mobil itu bertabrakan dengan mobil lain sehingga mengakibatkan timbulnya kecurigaan terhadap pengemudinya, akhirnya dua orang mujahidin ditangkap dan sisanya melarikan diri.

Tetapi, hendaknya Karzai dan menteri-menterinya tahu, mereka tidak akan aman, dan tangan mujahidin akan menggapai mereka sebagaimana telah berhasil menggapai orang-orang jahat sebelunya. Dan bahwa tentara salib yang mengawalnya tidak akan mampu menolak kematian yang akan datang kepadanya tak lama lagi, dengan izin Alloh Ta‘ala, melalui tangan para mujahidin.

Setelah itu, Amerika merasa khawatir akan keselamatan presiden bonekanya, Karzai. Maka setelah memindahkan tanggung jawab pengamanan terhadap dirinya dari Departemen Pertahan kepada Kementerian Luar Negeri Amerika dan menunjuk pasukan keamanan terbaik mereka untuk menjaganya, Amerika mulai membuat system pengamanan terhadap Karzai dan antek-antek munafiknya dengan membangun bungker-bungker dan goa-goa sebagai tempat bersembunyi bagi Karzai di dalam ibu kota, di mana ibukota itu sudah penuh sesak dengan tentara kaolisi internasional. Tapi, mereka semua tidak mampu menjamin keamanan bagi pemerintahan boneka itu, sehingga presiden dan para pengikutnya memerlukan goa-goa persembunyian, karena khawatir akan mendapat percobaan pembunuhan atau serangan dari mujahidin.

Rencananya, bungker-bungker itu akan dibangun dari istana kepresidenannya hingga tembus ke negara tetangga. Supaya ia bisa kabur jika suatu saat terjadi serangan mujahidin terhadap ibu kota. Kesatuan insinyur 967 dari Amerika –menurut majalan Times—sudah mulai datang ke Kabul untuk memulai proyek pembangunan bungker-bungker persembunyian bagi presiden negara itu sebagai ibukota yang aman.

Dan sejarah kembali terulang hari ini pada diri kaki tangan musuh setelah berlalu masa bertahun-tahun. Dulu, Rusia juga membangun bungker-bungker rahasia dan terowongan-terowongan bawah tanah bagi kaki tangan-kaki tangannya, seperti Hafizulloh Amin dan Nur Muhammad Taroqi. Tetapi seiring berjalannya waktu, bungker-bungker itu tak mampu menahan serangan para mujahidin yang terus menerus dilancarkan. Akhirnya, bungker dan goa-goa itu justru menjadi kuburan bagi para pengkhianat.

Kami tunggu proyek pembangunan bungker rahasia itu dengan senang hati, sebab pada dasarnya orang-orang salibis itu tengah membangun kuburan bagi kaki tangannya dengan tangan mereka sendiri, dan mereka akan segera terkubur di dalamnya sebentar lagi, dengan izin Alloh Ta‘ala.

Demikian juga dengan menteri pertahanan, Muhammad Fahim, ia lolos dari sebuah ranjau yang dipasang mujahidin pada hari Senin tanggal 25 bulan satu, ketika ia keluar dari bandara Jalalabad menuju kediaman Haji Qodir, gubernur kota tersebut.

Sebuah ranjau berisi bahan peledak telah dipasang para mujahidin di tengah jalan yang ia lewati kemudian mereka ledakkan dari jauh. Akan tetapi karena terjadi selisih waktu beberapa detik, ledakan itu mengenai mobil belakangnya. Gelombang ledakannya memang sempat mengenai mobilnya, tetapi tidak memberi dampak bahaya cukup berarti. Dalam ledakan itu, 5 pengawal pengkhianat itu terbunuh, 2 pembantu yang menemaninya, dan 3 komandan lapangan yang berafiliasi kepada Haji Zaman dan Haji Qodir. Kedua orang ini datang untuk menyambut si pengkhianat itu. Adapun yang terluka berjumlah sekita 20 orang dari mereka yang ikut dalam rombongan.

Rasa takut mulai menghantui orang-orang itu. Para tentara penjaga dari Jalalabad yang sedianya akan menginvestigasi tempat ledakan, harus bekerja mengevakuasi para korban, baik yang terluka mau pun terbunuh. Mereka juga memblokir jalan menuju tempat kejadian dan baru meninggalkannya setelah beberapa jam kemudian.

Kami katakan kepada pengkhianat ini, dan orang-orang yang ada di barisannya, kalian tidak akan pernah lepas dari hukuman para mujahidin. Tempat kembalimu, dengan izin Alloh, sama dengan pemimpinmu yang murtad, yaitu Mas‘ud. Sebagaimana Alloh telah memberikan rezeki Ahmad Syah Mas‘ud sebagai sasaran para pemuda yang rela mengorbankan nyawanya sehingga dagingnya berhasil mereka koyak, maka kamu akan melihat –hai pengkhianat—perlakuan yang sama dari para pemuda Islam seperti kematian pemukamu itu, dengan izin Alloh. Bagimu, dan bagi siapa saja yang berjalan dengan jalanmu.

Dan esok hari sangatlah dekat bagi orang yang menunggu.
Setelah Karzai lolos dari operasi itu, terjadi percobaan pembunuhan lagi terhadapnya di Kandahar, yang mana ini memperburuk kepercayaan antara dirinya dengan para pejabat di pemerintahan pengkhianatnya. Tepatnya pada tanggal 27 Jumadal Akhiroh, bertepatan dengan bulan September 2002, Karzai kembali mendapatkan percobaan pembunuhan yang ia masih selamat darinya secara aneh, operasi itu dilakukan oleh seorang lelaki yang bagus agamanya dari penduduk Kandahar. Ia berhasil menyusup ke barisan tentara keamanan Jal Agha, penguasa Kandahar sebelumnya. Jal Agha sendiri mengalami luka cukup serius yang berakibat kepada munculnya rasa takut di kalangan para pembantu Amerika dan di kalangan para pejabat pemerintahan boneka itu. Rasa saling percaya mulai hilang di kalangan mereka.

Sumber-sumber di markas Ad-Dirosah menyebutkan bahwa mulai mengungkapkan ketidak percayaannya terhadap beberapa pegawainya kepada orang-orang dekatnya. Dan kebanyakan mereka hari ini mulai mencari kesatuan baru dari negara asing sebagai pengawal mereka. Mereka juga tidak mau mengadakan pertemuan terbuka dengan masyarakat umum dan bercampur dengan orang awam, karena takut terhadap kemarahan masyarakat yang terpendam.

-------------------

Siapa Musuh Yang Harus Di-ightiyalat?

Written By Anonim on Minggu, 08 September 2013 | 20.46


Siapa Musuh Yang Harus Di-ightiyalat?

Wallohu A‘lam, orang yang harus segera dibunuh dengan cara ightiyalat adalah sebagai berikut, sesuai urutan dari yang paling penting:
  • Semua diplomat, staf Kedubes dan Pejabat Militer dari kalangan Yahudi dan Nashrani dan Orang-orang Musyrik, yang ada di Jazirah Arab.
Untuk mujahidin di kawasan Jazirah Arab, maka yang disebut Jazirah Arab itu meliputi: Yaman, Oman, Saudi, Kuwait, Qatar, Uni Emirat, dan Bahrain).

Ini mengingat adanya nash-nash syar‘iy yang memerintahkan untuk mengusir orang-orang yahudi, nashrani, dan musyrik, dari Jazirah Arab.

Kemudian, dari orang-orang ini, urutan yang paling penting didahulukan adalah sebagai berikut –urutan ini mencakup warga negara kafir yang memerangi Islam:
  1. Orang-orang Amerika
  2. Orang Inggris
  3. Orang-orang Prancis
  4. Warga negara-negara anggota NATO
  5. Orang Kristen lainnya
  6. Orang India yang beragama Hindu dan Budha
  7. Rusia
Warga negara-negara di atas adalah yang memegang kendali pemerintahan Yahudi dan turut bekerjasama dengan mereka dalam memerangi orang-orang Islam, menumpahkan darah mereka, memperkosa kehormatan mereka, dan merampas kekayaan mereka. Ini adalah perkara yang sudah maklum dan dapat dilihat di setiap penjuru dunia bagi yang mau melihat dan mendengar.

Adapun organisasi tempat mereka berada adalah sebagai berikut:
  1. Pusat-Pusat Kristenisasi dan Penularan pengaruh Budaya. Yaitu bisa berupa universitas-universitas, pusat-pusat penelitian ilmiah, dan pusat pengembangan budaya barat.
  2. Tempat-tempat perekonomian: yaitu Perusahaan-perusahaan yang merampok kekayaan alam, setelah itu para pendiri dan pegawai perusahaan-perusahaan yang menjual produk-produk barat (asing)
  3. Tempat diplomasi: Kedutaan Besar, Konjen, Kantor Diplomat Luar Negeri untuk berbagai negara.
  4. Para Penasehat Keamanan, Dinas-dinas Intelejent Salibis, yang bekerjasama dengan penguasa murtad.
  5. Pangkalan-pangkalan militer asing, terutama yang bergabung sebagai anggota NATO, baik personalnya mau pun keluarganya yang turut tinggal bersama mereka di Jazirah Arab.
  6. Para Turis, Pelancong biasa, dan orang-orang yang sekedar melintas di negeri kita untuk berbagai urusan.
  • Para Pemimpin Kekafiran (Aimmatu `l-Kufr) dari Kalangan Mereka Yang Telah Murtad, yang ada di Jazirah Arab.
Seperti para pemimpin negara, menteri dalam dan luar negeri, menteri pertahanan, dan lain-lain yang ikut dalam mengkampanyekan kekafiran, melindungi dan membelanya.

Setelah itu para pemimpin kemurtadan yang ada di negara-negara arab lainnya dan negara-negara yang secara serampangan disebut negara Islam. Seperti Abu Righol dan keempat saudaranya yang telah menghukum mati para mujahidin, Perves Musharraf, Karzai, Hosni Mubarak, Yasir Arafat…dsb.

Demikian juga dengan orang yang mencela Alloh dan Rosul-Nya, mencaci keduanya dan menyakiti keduanya. Seperti para wartawan dan penulis artikel yang setelah diteliti melakukan hal itu, baik dengan adanya bukti, atau adanya pengakuan, atau adanya saksi-saksi, sebagaimana sudah menjadi hal maklum. Termasuk golongan mereka adalah para pemimpin aparat dan personelnya yang dikenal permusuhannya kepada Alloh dan Rosul-Nya dan orang-orang beriman dan kejahatan mereka sudah kelewat batas. Ini sudah jelaskan dalam buku (Al-Bahits ‘An Hukmi Qotli Dhubati wa Afrodi `l-Mabaahits)
  • Para Pemegang Jabatan Strategis di Negara-negara Kafir Asli yang Memerangi Kita. Seperti, presidennya, menhannya, menlunya, setelah itu pimpinan Agen Intelejent dan Keamanan Nasionalnya, serta Jenderal-jenderal Besar.

Negara-negara kafir asli yang memerangi itu, urutannya adalah sebagai berikut:
  1. Amerika
  2. Inggris. Di antara kedua negara ini ada Israel, dan sebutan yang benar bagi mereka adalah Bangsa Yahudi.
  3. Perancis
  4. Jerman
  5. Australia
  6. Kanada
  7. Negara-negara anggota NATO lainnya
  8. Rusia
  9. India
Demikianlah.
Sebagai contoh, untuk Amerika maka sebaiknya terlebih dahulu dipilih sebagai sasaran ightiyalat adalah Presidennya (Bush), Menhannya (Rumsfeld), lalu Menlunya (Powell) , Jendral Tomy Franks, direktur CIA (Tynet)…dst. Ini bukan membatasi, tapi sekedar analisa dan keterangan.

Markas Operasi Gerilya Kota [2]

Written By Anonim on Selasa, 03 September 2013 | 00.42


Agar pasukan gerilya dapat menghindarkan diri dari para pengejar dan tetap bertahan hingga mampu melaksanakan serangan baru, maka ia harus mempersiapkan sebuah markas operasi, yang berfungsi untuk mempersiapkan peralatan, merawat yang terluka dan beristirahat antara satu operasi dengan operasi yang lain. Bagi seorang gerilyawan, markas gerilya ini biasanya berbentuk “safehouse” di perkotaan.

Dengan catatan markas gerilya ini bukan berarti garis belakang, atau tempat mundur yang aman. Meskipun area markas gerilya ini relatif aman, namun tindakan untuk mendirikan tempat persembunyian di tempat yang sama dalam waktu beberapa hari atau lebih lama, jelas mengundang resiko yang sangat fatal, yakni pengepungan dari aparat keamanan.

Meskipun pada masa-masa antara satu operasi dan operasi yang lain, safehouse gerilya ini haruslah bergerak secara konstan, agar tidak memberi kesempatan bagi rejim yang berkuasa, untuk menemukan dan menghancurkan markas tersebut.

Safehouse tersebut, haruslah memiliki sifat sebagaimana markas gerilya itu sendiri, yakni kecil dan memiliki mobilitas tinggi.

Ada dua tipe safehouse yang dibutuhkan oleh jaringan gerilyawan kota, yaitu Barak dan Pusat Komando Operasi. Barak ini dirancang untuk memberikan tempat tinggal sementara bagi gerilyawan, di mana mereka dapat makan dan tidur dengan aman.

Pusat komando operasi, berfungsi sebagai pabrik senjata sementara, gudang senjata rahasia, atau pusat-pusat kendali bawah tanah lainnya yang terbebas dari campur tangan Negara.

Bagi para gerilyawan yang tidak dikenali polisi, dapat hidup dengan baik di dalam rumah yang ‘normal’, dan tidak membutuhkan barak-barak gerilya. Namun, bagi para pejuang dan anggota jaringan yang telah teridentifikasi oleh aparat keamanan, harus benar-benar beraksi secara ‘bawah tanah’. Mereka tidak boleh memiliki alamat tetap, yang memiliki resiko tertangkapnya mereka. Para pejuang bawah tanah ini harus disediakan safehouse yang sama sekali tidak diketahui oleh pihak yang berwenang, ketika mereka mempersiapkan peperangan.

Mereka harus diinapkan di barak yang telah disediakan oleh jaringan pemberontak melalui para anggota simpatisannya.

Operasi-operasi seperti pabrik-pabrik senjata, pusat suplai logistic, harus diletakkan di safehouse-safehouse di perkotaan, yang telah dirancang sedemikian rupa sehingga tidak diketahui sama sekali oleh penguasa dan tidak meninggalkan jejak. Area-area aman ini haruslah juga disediakan oleh para pendukung dari gerakan perlawanan tersebut.

Kedua macam safehouse tersebut membutuhkan sistem keamanan yang sama. Safehouse-safehouse tersebut harus harus bersifat tidak terdeskripsikan dan tidak memiliki sifat menonjol yang dapat menarik kecurigaan. Juga harus dirancang agar safehouse tersebut tidak berbeda dengan rumah-rumah lain/para tetangga di lingkungan tersebut.

Bahkan, rumah atau orng yang tinggal di rumah yang dijadikan safehouse tersebut, tidak boleh memancing kecurigaan atau terlihat berbeda dengan para tetangga di sekitarnya. Selain itu, orang yang tinggal di rumah tersebut, tidak boleh memisahkan diri dari rutinitas normal sebagaimana yang terjadi dengan tetangga-tetangga di sekitarnya.

Gerilyawan kota tidak boleh melakukan sesuatu yang membedakan antara diri mereka dengan tetangga-tetangganya. Mereka juga tidak boleh melanggar adat kebiasaan penduduk di sekitarnya. Baik itu pakaian, sikap, perilaku, bahasa, gaya hidup yang dimiliki oleh para gerilyawan harus benar-benar sesuai dengan tempat di mana safehouse tersebut berada.

Sebagai contoh, adalah tindakan bunuh diri, jika di sebuah area penduduk miskin, para gerilyawan justru memakai pakaian bisnis dan mengendarai mobil mewah. Sebagaimana, gerilyawan yang bersembunyi di tengah-tengah masyarakat kelas menengah ke atas juga tidak boleh memakai pakaian atau dandanan yang tidak tepat. Seperti, menggunakan baju-baju lama yang sudah tidak rapi, memiliki rambut gondrong, menaiki kendaraan yang sudah bobrok, dsb. Para gerilyawan dan safehouse-safehouse mereka, haruslah melebur dengan masyarakat setempat dan tidak menyolok mata.

Markas gerilya kota, haruslah mengambil posisi yang bagus di lingkungannya serta menyediakan medan yang baik, serta memiliki akses yang cepat dengan jalan raya atau jalan-jalan kecil dan lorong. Tirai jendela atau kerai bambu justru harus di belah dan disingkirkan, agar tidak menimbulkan kesan tertutup sehingga memancing kecurigaan.

Pengamatan (pengawasan) lingkungan sekitar harus diusahakan selalu siaga demi menghindari kepungan mendadak yang dilakukan aparat kemanan.

Rumah-rumah yang memiliki tipe terisolasi, atau dikelilingi oleh area terbuka, jelas tidak cocok untuk menjadi basis gerilya kota, karena tipe rumah seperti ini sangat mudah diketahui dan dikepung oleh aparat keamanan. Tipe rumah terbaik yang dapat digunakan adalah rumah yang berderet-deret. Karena konsentrasi pasukan keamanan harus tersibukkan untuk mengawasi seluruh blok rumah demi menemukan rumah yang dicurigai.

Pasukan keamanan juga akan terpaksa untuk mencari dan membongkar setiap rumah, demi mencari gerilyawan yang melarikan diri atau terpisah dari kelompoknya. Sewaktu pasukan keamanan disibukkan dengan hal tersebut, hal ini memberikan kesempatan kepada tim gerilya yang bertugas sebagai sniper dan penyerbu untuk menghabisi aparat keamanan.

Safehouse yang ada haruslah dikelilingi oleh jaringan pengaman untuk mencegah pengepungan dari aparat kepolisian, juga untuk mengetahui apakah ada agen-agen musuh yang mencoba untuk mematai-matai tempat persembunyian gerilyawan.

Anggota gerilyawan yang berfungsi sebagai jaring pengaman markas gerilya ini dapat menyamar sebagai pekerja jalanan, pengamen, pekerja warung makan, pekerja wartel, atau orang-orang yang berjalan-jalan di sekitar area markas gerilya (safehouse) untuk mengawasi apakah ada agen-agen musuh atau pasukan kepolisian.
Jika ada agen-agen aparat keamanan yang dicurigai melakukan pendekatan, jaring pengaman ini segera mengontak safehouse yang ada dengan menggunakan sistem kode komunikasi rahasia, demi memberikan waktu jeda bagi para gerilyawan yang bersembunyi di safehouse tersebut, untuk bersembunyi atau melarikan diri dan memberi kesempatan para petugas jaring pengaman markas tersebut, untuk menenangkan kecurigaan agen-agen kepolisian.

Jika pasukan keamanan menggunakan kekuatan untuk menggrebek safehouse tersebut, maka jaring pengaman markas gerilya harus secepat mungkin memperingatkan markas gerilya (safehouse), sehingga gerilyawan dan logistic yang ada dapat dievakuasi secepatnya, dan polisi pun pulang dengan tangan kosong.

Apabila safehouse yang lama telah diduduki oleh aparat, maka sedikitnya dua rute pelarian darurat lainnya haruslah mempelajari sebab-sebab terbongkarnya safehouse tersebut, serta merancang kembali sistem markas gerilya yang baru. 

Dalam sebuah penyerbuan, gerilyawan kota harus berusaha sekuat tenaga untuk menahan gerak laju musuh dan memegang kendali pertempuran, dan memberi kesempatan anggota gerilyawan lainnya, untuk membawa lari peralatan dan suplai logistik serta menghilangkan diri secara sendiri-sendiri atau berkelompok di tengah-tengah keramaian orang. Demi menghindari kepungan polisi. 

Sedikitnya, satu orang dari anggota gerilya yang bersembunyi di safe house, haruslah dipersenjatai dengan senapan atau submachine gun, untuk memberikan tembakan perlindungan agar dapat memberikan waktu untuk melarikan diri bagi kawan-kawannya.

Jika safehouse (markas gerilya) tidak dapat dipertahankan lagi, dan beberapa dokumen penting harus ditinggalkan, maka tim gerilya harus dipersenjatai dengan bom jebakan/ranjau, yang akan dihancurkan ketika pasukan keamanan memasuki bangunan tersebut.

Penghancuran suplai logistic ini dilakukan untuk mencegah agar pasukan musuh tidak mendapatkan informasi-informasi intelijen dari mereka. Adanya ranjau atau bom jebakan tersebut akan menunda gerak laju polisi, serta memberikan waktu lebih lama bagi gerilyawan untuk melarikan diri.

Gerilyawan kota juga harus memiliki kewaspadaan tinggi ketika memasuki atau meninggalkan markas gerilya. Kegiatan berjalan-jalan atau berkeliling di luar safehouse, meskipun hanya dalam waktu singkat harus betul-betul dipertimbangkan sebagai sebuah operasi militer, dan harus direncanakan secara benar-benar matang.
Sebelum meninggalkan safehouse, gerilyawan harus benar-benar melihat orang-orang atau kendaraan yang mencurigakan yang bisa jadi merupakan aparat keamanan pemerintah.

Ketika berada di jalanan, berupayalah sebisa mungkin untuk menghindari kecurigaan. Tetaplah bersikap waspada terhadap para petugas aparat keamanan yang barangkali tengah membuntuti Anda. Usahakan agar polisi senantiasa kehilangan jejak. Cara termudah untuk melakukan hal ini adalah dengan menggunakan alat transportasi publik ketika arus lalu lintas tengah mencapai puncak kepadatan, kondisi tersebut diperkirakan akan mempermudah gerilyawan untuk menenggelamkan diri dalam kerumunan manusia.
Pasukan perlawanan bawah tanah haruslah menggunakan waktu sesedikit mungkin untuk muncul di muka umum, meninggalkan safehouse hanya untuk menjalankan tugas atau melaksanakan operasi.

Tugas-tugas seperti membeli makanan, mengambil surat, dan lain sebagainya, harus dijalankan oleh anggota-anggota “resmi” yang berfungsi sebagai jaring pengaman safehouse.

Sebisa mungkin, pasukan perlawanan harus menampakkan diri sebagaimana masyarakat lainnya yang hidup normal, dengan keluarga, pekerjaan dan sebagainya. Untuk menghindari kecurigaan polisi. Safehouse dan barak hanya untuk para gerilyawan yang telah diidentifikasi oleh pasukan keamanan negara, sehingga terpaksa untuk bergerak secara underground.

Kelompok kecil ‘buronan’ ini dapat memilih taktik gerilya hutan, sehingga mereka tidak dapat dijangkau oleh tangan-tangan aparat kepolisian, daripada harus meneruskan operasi di perkotaan yang beresiko tertangkap. Akan tetapi, bagi mereka yang memutuskan untuk meneruskan taktik gerilya kota, pemilihan safehouse yang aman merupakan kebutuhan utama.

Orang-orang yang diletakkan sebagai ‘petugas resmi’ yang menyediakan safehouse bagi tim gerilya, haruslah orang-orang yang tidak dicurigai, juga dianggap tidak memiliki hubungan dengan gerakan gerilya oleh aparat.
Safehouse haruslah disediakan oleh anggota masyarakat yang tidak diperkirakan sama sekali oleh polisi, baik itu dari sisi hubungan simpatisan atau hubungan politik. Jika polisi menyerbu safehouse ini, maka ‘petugas resmi’ ini harus mampu menjawab segala pertanyaan yang diajukan oleh polisi dengan jawaban yang meyakinkan agar polisi menarik mundur pasukannya.

Safehouse para gerilyawan kota harus berstatus pinjaman dari orang-orang resmi tersebut, bukan berstatus sewa. Tidak ada satupun gerilyawan atau simpatisannya yang diijinkan untuk menyewa safehouse, baik itu ia dalam posisi legal, maupun illegal.

Hal ini dilakukan demi menghindari kemungkinan aparat keamanan untuk membaca jejak, keanggotaan gerakan gerilya dari surat-surat sewa rumahnya. Dengan kata lain, markas gerilya harus dipinjam dari orang-orang yang beraktivitas di ‘atas-tanah’ yang tidak memiliki hubungan koneksi apapun dengan gerilyawan.

Apabila dibutuhkan adanya markas sementara untuk melakukan operasi-operasi spesifik (misalnya: tempat menguntungkan untuk menyediakan dukungan persenjataan untuk sebuah penyerbuan gudang senjata atau kantor polisi), maka gerilyawan haruslah menggunakan bangunan yang sesuai demi menghindari para penyergap di belakang mereka, agar tidak mengganggu proses operasi militer hingga selesai.

Markas gerilya kota haruslah sebagaimana sifat perang gerilya itu sendiri, yakni memiliki sifat bebas lepas dan mudah berpindah-pindah. Sebuah markas gerilya tidak boleh ditempati selama lebih dari satu atau dua pekan, agar aparat keamanan dari rejim yang berkuasa, tidak mampu mengendus jejak gerilya atau menyerbu mereka.

Terlalu bergantung pada sejumlah kecil safehouse atau safehouse yang sifatnya menetap, justru akan menghalangi kemampuan berpindah dan fleksibilitas para pejuang. Bahkan, mendirikan markas yang sifatnya tetap justru akan mempermudah aparat keamanan untuk menghancurkan gerakan gerilya.

Tidak ada markas gerilya kota yang sifatnya menetap, yang dapat dikelola dengan baik atau dipertahankan. Oleh sebab itu, lebih baik para gerilyawan mengembangkan pola markas yang sifatnya bebas-lepas dan mengambang, jaringan kerja dan markas yang berpindah-pindah di tengah-tengah lautan para pendukungnya.

Dengan demikian, aparat kepolisian akan sangat kesulitan atau bahkan tidak mungkin, untuk menemukan markas-markas gerilyawan, yang terus-menerus berpindah-pindah.

Sebagaimana basecamp gerilya hutan, markas gerilya kota bergantung pada tingkat ketersembunyian[1] dan tingkat kemampuan berpindah tempatnya, hal ini penting karena sangat berpengaruh bagi tingkat keamanan markas gerilya. Dan, tidak bergantung pada kekuatan pertahanan senjatanya. Pada intinya, gerilyawan kota harus menghindarkan diri dari kondisi terkepung atau terjebak di dalamnya safehousenya sendiri.

Pabrik senjata, gudang senjata, percetakan dan markas-markas gerilya lainnya, yang tidak bisa bergerak dengan mudah harus ditata dan diposisikan dalam wilayah yang terkendali, agar benar-benar tidak mencurigakan. Hal ini membutuhkan adanya penyamaran dan persembunyian yang memadai.

Tempat penyembunyian senjata, bahan peledak dan berbagai suplai logistic lainnya, harus dikelola sepintar mungkin dan di tata sedemikian rupa agar tersembunyi di dalam atau di sekitar lingkungan rumah, disamping adanya personal ‘depan’ yang memiliki keahlian untuk menghilangkan kecurigaan polisi.

Jaringan markas operasi gerilya memiliki nilai yang sangat vital dan menentukan sukses atau tidaknya sebuah gerakan perlawanan. Dengan mengembangkan kemampuan menghilangkan diri di tengah-tengah lautan para simpatisan, sehingga para gerilyawan dapat melarikan diri dari kepungan aparat keamanan, menghilangkan diri setelah melakukan operasi militer dan memunculkan berbagai perlawanan baru di daerah-daerah lain.

Pihak pemerintah pun akan merasa jatuh dan menganggap bahwa gerakan perlawanan memiliki sifat seperti seekor kelinci dan memiliki rumah seperti kelinci, berupa terowongan bawah tanah yang jumlahnya tidak terbatas. Pemerintah pun tidak akan pernah tahu, kapan rencana penyerangan selanjutnya akan dimulai.

Note :: [1] Sengaja kami pilih kata “ketersembunyian” untuk memperjelas arti keter-menonjol-an. Dengan kata lain, di perkotaan, semakin suatu rumah itu tidak menonjol dan tidak menarik perhatian, maka semakin amanlah rumah tersebut.

sumber: Forum Islam al-Busyro

Jihady Online Radio

 
Support : Creating Website | Mujahidin | Mujahidin
Copyright © 1434 H / 2013 M. By Ridwan Kariem | Tauhid Media
Template Modified by Creating Website Published by Mujahidin
Proudly powered by Mujahidin