Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Kisah Mujahid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Mujahid. Tampilkan semua postingan
16.01
Aku Nikahkan Suamiku Dengan 72 Bidadari
Written By Anonim on Senin, 14 Oktober 2013 | 16.01
Dibawah ini adalah sebuah surat yang ditulis oleh saudari kita yang telah merelakan suaminya pergi di jalan Jihad, berikut curahan hati istri seorang Mujahid selama waktu penantian, sampai akhirnya ukhti kita ini mendapatkan kabar kesyahidan suaminya.
Semoga Alloh merahmati mereka berdua dan mengumpulkan keduanya kelak di Jannatul Firdaus
***
SubhanAllah, apakah ada orang yang ingin untuk berbuat seperti itu?
seorang saudari memberitahukan kita…..
seorang saudari memberitahukan kita…..
dia pergi dan meninggalkan aku, dia pergi ketika aku
menghapus air mata
ya muslimin ini adalah benar yang mana terjadi pada ku dan aku akan menceritakannya kepadamu
aku menikah dengan seorang pemuda, dimana tidak seorangpun didunia ini yang sepertinya
setelah dua bulan pernikahan dia mengatakan padaku bahwa dia mencintai wanita lain dan cintanya pada wanita itu melebihi cintanya padaku
aku memikirkan itu dan merenungkannya beberapa saat dan kemudian aku bertanya padanya
“apakah cintamu padanya melebihi cintamu padaku?”
dia menjawab “ya, aku mencintainya melebihi cintaku padamu”
aku pun berkata “Oh suamiku pergilah dan nikahi wanita itu, karena kebahagiaanmu adalah kebahagiaan ku dan kesenanganmu adalah kesenanganku”
diapun menjawab, bahwa ia tidak memiliki uang yang cukup untuk menikahi wanita itu.
aku pun berkata padanya ” ambillah perhiasan yang aku miliki, jual-lah itu dan kemudian nikahi perempuan yang kau cintai”
diapun mengatakan “itu mungkin akan kubutuhkan suatu hari nanti”
tetapi dedikasiku membuatnya menerima apa yang aku berikan. Ia mengambilnya dan menjualnya kemudian di berangkat untuk mencari cintanya
Dia meninggalkan aku, walaupun itu tidak berlangsung lama setelah kami menikah.
satu bulan berlalu, dua bulan, satu tahun, dua tahun, tiga tahun……….namun suamiku tercinta tidak mengunjungiku
Aku menyeka air mataku, siang dan malam dengan merasakan kepahitan dari perpisahan
Apakah kau berfikir bahwa aku akan membencinya?
Tidak, aku tidak pernah membencinya. Dia adalah cintaku…aku berdiri disampingnya dan mempercayainya karena dia adalah orang yang benar (beriman) dan menepati janji
Aku rindukan untuk berbicara dengannya. Pendengaranku sangat senang ketika aku medengar kata-katanya yang baik, suaranya yang manis (merdu)
menenangkan pendengaranku dan tubuhku. Kadang itu lewat satu bulan dan dia tidak mengabariku
Oh betapa dinginya hati ini dan tidak berperasaannya dia. Oh betapa dinginnya hati ini dan tidak bijaksananya dia
Bagaimana beraninya kau itu tanpa berbicara denganku?
Aku tidak dapat berani selama itu, tetapi bagaimanapun lelaki, selalu lebih kuat, mereka lebih berani dan lebih berguna (patut).
Kemudia dia meneleponku. Aku merasa bahwa seluruh dunia berada dalam genggamanku.
aku menyembuyikan suaraku dan suara sengauku
untuk menunjukkan padanya bahwa aku tidak sedih. Aku berbicara dan air mata membasahi pipiku
suaraku menyebabkan berkas kepedihan. Aku menyembunyikan rasa dukaku dalam diriku. Aku menutup rintihan dan rasa sakitku di dalam empat dinding hatiku.
aku harus menunjukkan bahwa aku kuat, sehingga aku tidak membuat suamiku sedih
Lelaki seperti apa dia, yang meninggalkan perempuan yang baru dinikahinya untuk mencari wanita lain?
Perempuan seperti apa dia, yang menjual perhiasannya untuk pernikahan suaminya
aku kagum. Aku heran pada kalian berdua….
Dalam hari-hari kegelapan dan kesedihan, tidak ada sebuah hari yang membahagiakan…..
***Telepon berbunyi, Heyya cepat-cepat mengangkat telepon***
sebuah suara yang berat “aku ingin berbicara kepada saudari Heyya”
“Ya, aku adalah Heyya”
dia mengatakan “aku seorang ikhwan dari Chechnya, bersabarlah dan berharaplah pada pahala Allah
KARENA SUAMIMU MENINGGAL DALAM KEADAAN SHAHIID SETELAH PERANG YANG BERAT MELAWAN RUSIA DI CHECHNYA HARI INI
Bersabarlah dan berharaplah akan pahala dari Allah”
aku memegang diriku sendiri dan mengatakan “Alhamdulillah”
aku menutup telepon dan masuk pada sebuah kehisterisan , penderitaan, rasa sakit, kebahagiaan. Dan semua emosi datang pada saat yang sama.
tetapi ibuku bersedih
“Heyya, Heyya, ada apa, siapa yang menelepon?”
Aku tidak dapat mengatakan padanya. Aku menangis dan tertawa
Dia merangkulku dengan berkata “Heyya, katakana padaku apa yang terjadi, tolong”
Dengan cara yang panjang aku katakan pada ibuku
“Oh ibuku, siapa yang ingin mengucapkan selamat padaku maka aku terima. Dan siapa yang ingin meratapi ku maka tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruanganku”
Allahhu AKBAR. Yang datang hanyalah sedikit yang mana dapat dihitung dengan jari-jari. SubhanAllah.
Oh suamiku akhirnya kau menemukan kekasihmu
Oh suamiku kau sekarang pengantin dan kau akan menikah dengan 72 bidadari Hoor ul ayn
Mereka semua lebih cantik dibandingkan dengan Heyya dan lebih menyenangkan dibandingkan dengan Heyya.
Oh suamiku aku berharap aku dapat berbagi dengan si cantik dan menyenangkan Hoor ul ayn
apakah kau akan melupakan Heyya?
Jangan pernah, aku tidak berfikir bahwa kau dapat melupakan Heyya
Selama tiga tahun aku merasakan kepahitan dari perpisahan kita dan tidak pernah mempercantik mataku
Tetapi aku berharap untuk diriku sendiri, aku berharap untuk diriku sendiri bahwa aku akan menemuimu in surga Firdaus
Cintaku kau adalah pahlawan dan shahiid InshaAllah!!!
Kau telah meninggalkan rumahmu yang nyaman untuk tinggal di dalam hutan dan gua-gua di Chechnya
Dibawah dentuman Bom-bom dan granat-granat. Kau harus meninggalkan seorang perempuan muda untuk tidur dalam salju dan bukit-bukit.
Aku teringat apa yang kau katakana padaku
“Heyya, aku tidak dapat tidur dengan nyenyak, situasi ini membuat saudari-saudari kita di Chechnya telah direndahkan,
Karena situasi ini-lah hatiku berduka cita dan air mata mengalir dari mataku”
Oh suamiku, kau adalah seoarang pria dengan karakter yang baik, nasib yang menimpa ummat ini mengganggumu dan kau menyelesaikan kesusahan umat muslimin
Aku mengucapkan selamat kepadamu atas surga bi idhnillah
Aku mengucapkan selamat kepadamu atas.persahabatan mu dengan Hamza, Ja’far, Abu bakr, Mus’ab
aku mengucapkan selamat kepadamu atas kehadiranmu bersama nabi kita tercinta nabi Muhammad saw….
Aku berharap untuk mu jalan yang tidak berliku
Aamiin
_____________________________________
Alih bahasa || Milestones
Di Unduh: Jahizuna site
Sumber: Al Fajr Islamic Media Center II
Label:
Kisah Mujahid
09.41
30 Tahun Berjihad, Akhirnya Dia Temui Syahid Di Bumi Syria
Written By Anonim on Kamis, 19 September 2013 | 09.41
Selepas menghabiskan tiga dekad dalam hidupnya terlibat dalam Jihad di Afghanistan, Bosnia dan Hezergovina serta Kashmir, Abdul Aziz Al-Jeghaiman,mujahid berasal dari Arab Saudi menemui syahid (insya Allah) di Idlib, Syria, pada awal tahun Islam(Muharram)akibat pengeboman besar-besaran oleh tentera rejim Syiah Bashar Assad.
Al-Jeghaiman,di khabarkan seorang pemuda bijak, pernah ditawarkan menjadi pembantu pengajar di Universiti King Faisal pada tahun 1980-an, tetapi dia lebih memilih untuk pergi ke Afghanistan untuk berjihad bersama para pemuda Saudi dan Arab yang lain.
Sumber menceritakan kepada Al-Hayat press bahawa Al-Jeghaiman bahkan pernah memimpin barisan hadapan pasukan Mujahidin.Kemudian, ketika perang meletus di Bosnia, pemuda gagah berani itu bertolak ke sana untuk berjihad bersama-sama kaum Muslimin di sana.
Dia menetap di sana sehingga perang berakhir. Kerana tidak pernah puas dengan Jihad, dia memutuskan pergi ke Kashmir dan bergabung dengan barisan Mujahidin Kashmir.
Setelah itu dia pergi ke Syria pada 2002, beliau ditangkap dan dipenjara selama dua tahun. Al-Jeghaiman dibebaskan pada 2004 melalui orang tengah dari Arab Saudi.
Selepas dibebaskan dia kembali ke Arab Saudi dan menetap di sana. Ketika sebahagian pemuda pergi ke Iraq pada saat pencerobohan AS, namun Al-Jeghaiman memilih tidak pergi atas alasan peribadi.
Kemudian dia memilih untuk masuk ke Syria lagi pada 2011 dan bergabung dengan para Mujahidin di sana untuk mengejar cita-citanya di jalan Allah. Dia tidak akan kembali lagi ke tanah kelahirannya hingga menemui syahid di negeri Syam itu.
Mendengar kesyahidan Al-Jeghaiman, orang-orang kampung nya di Al-Ahsa, di Arab Saudi bergembira bahawa dia menemui syahid ketika sedang berjihad dengan para Mujahidin Syria. Keluarganya hanya mengatakan bahawa siapa sahaja yang ingin menyampaikan takziah, mereka harus pergi ke rumah ibunya.
Menurut sumber yang terdekat dengan keluarganya, Al-Jeghaiman adalah seorang pemuda yang selalu menginginkan mati syahid.
Semoga Allah merahmatinya dan memasukkannya ke dalam Jannah-Nya.
Label:
Kisah Mujahid
10.45
Siapakah Amirul Mu’minin ISIS?
Written By Anonim on Jumat, 13 September 2013 | 10.45
BUMI SYAM-Eksistensi dan kiprah Daulah Islam Di Iraq Dan Syam, atau yang juga lebih dikenal dengan ISIS (Islamic State of Iraq and Syam) semakin kokoh. Setelah 6 tahun lebih tegak di Iraq, kini meluas ke Syam, dan tidak akan berhenti kecuali tanah suci Palestina dibebaskan dan Masjid Al Aqsho kembali ke pangkuan kaum Muslimin. Insya Allah. Siapakah sosok Amirul Mu’min ISIS saat ini?
Beliau adalah Asy Syaikh Al Mujahid dan ahli ibadah yang zuhud Amirul Mu’minin dan Panglima tentara-tentara dien ini : Abu Bakar Al Qurasyiy Al Huseniy Al Baghdadiy semoga Allah menjaganya dan melindunginya serta membimbing langkah-langkahnya di atas kebaikan dan kebenaran. Beliau berasal dari keturunan ‘Urmusy Ibnu Ali Ibnu ‘Ied Ibnu Badriy Ibnu Badruddien Ibnu Khalil Ibnu Husen Ibnu Abdillah Ibnu Ibrahim Al Awwaah Ibnu Asy Syarif Yahya ‘Izzuddien Ibnu Asy Syarif Basyir Ibnu Majid Ibnu ‘Athiyyah Ibnu Ya’la Ibnu Duwaid Ibnu Majid Ibnu Abdirrahman Ibnu Qasim Ibnu Asy Syarif Idris Ibnu Ja’far Azzakiy Ibnu ‘Ali Al Hadiy Ibnu Muhammad Al Jawwad Ibnu Ali Ar Ridla Ibnu Musa Al Kadhim Ibnu Ja’far Ash Shadiq Ibnu Muhammad Al Baqir Ibnu Ali Zainal ‘Abidien Ibnu Al Husen putra Ali Ibnu Abi Thalib dan Fathimah Binti Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sedangkan wakil beliau adalah masih keturunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari jalur Hasan Ibnu Ali dan Fathimah. (Diambil dari risalah Maddul Ayaadii Li Bai’atil Baghdadiy, milik Abu Humam Al Atsariy)
Semoga Khilafah Islamiyyah tegak!
[Abu Sulaiman Al Arkhabiliy]
Sumber : millahibrahim.wordpress.com / Al-Mustaqbal Channel
Label:
Kisah Mujahid
17.24
19 Pahlawan Yang Telah Merubah Dunia Untuk Kemenangan Islam
Written By Anonim on Selasa, 10 September 2013 | 17.24
19 Pahlawan Yang Telah Merubah Dunia Untuk Kemenangan Islam
Inilah mereka yang telah merubah dunia untuk kemenangan Islam.
Ketika kita bicara tentang penyerangan New York dan Washington, kita berbicara tentang orang-orang yang telah merubah rangkaian sejarah, yang telah membersihkan ummat dari sampah para penguasa pengkhianat dan pengikut-pengikutnya, tanpa ambil pusing akan diingat nama dan gelar yang mereka miliki.
Kita bicara tentang para lelaki, yang mereka tidak sekedar meledakkan Gedung Kembar (WTC) dan Pentagon, walaupun itu sudah lebih dari cukup, akan tetapi lebih dari itu, mereka telah meluluhlantakkan berhala zaman dan menghancurkan nilai-nilainya.
Firaun abad ke-20 pun muncul dan menunjukkan belangnya (Bush -red), dan tidak ada bedanya antara dia dengan Firaun Mesir (pada zaman Musa 'alaihi salam) kecuali ia lebih dalam kekafiran dan kedustaannya
Dialah (Bush dan anteknya), membunuhi anak-anak kita di Palestina, Afghanistan, Iraq, Libanon, Kasmir, dan di tanah Islam lainnya.
Kemudian lelaki-lelaki hebat ini telah berhasil meneguhkan keyakinan dihati orang-orang beriman. Menekankan kesetiaan (orang-orang beriman) terhadap syahadatnya dan memecah belah keyakinan (orang-orang kafir) dan menghancurkan rencana-rencana jahat para salibis dan pemerintahan bonekanya dalam sekian dekade peperangan ideologi yang didesain untuk mengikis habis ajaran (Islam yang hakiki -red) ini.
Keadaan tidak mengijinkan kita untuk memberikan penghargaan kepada para pahlawan ini, sebagaimana mereka layak untuk diberi, dan pena tidak sanggup menuliskan jasa-jasa yang telah mereka amalkan tidak juga (mampu menuliskan) kebaikan-kebaikan yang ditimbulkan dari amaliyat mereka yang penuh berkah.
Kecuali kita harus berusaha (menindak lanjuti apa yang telah mereka amalkan -red), meskipun kita belum mampu melaksanakannya dengan sempurna, namun substansinya tidak boleh ditinggalkan.
- Muhammad Ataa
Sang komandan grup, berasal dari Kinanah, Mesir. Penghancur Tower pertama, jujur, tekun dan penuh kesungguhan dalam memperhatikan urusan ummat. Kami berdoa kepada ALLAH agar berkenan menerimanya sebagai syuhada.
- Ziyad Al-Jarrah
Bersih dan halus budi bahasanya. Dari bumi Syam, Libanon. Keturunan dari Shahabat Abu Ubaidah Al Jarrah radliyallahu 'anhu.
- Marwan Al Sahi
Berasal dari UEA, penghancur Tower ke dua. Dunia yang fana ini menginginkannya (ia bergelimang harta -red), tetapi ia lari darinya, dan lebih menginginkan balasan dari ALLAH.
- Hani Hanjour
Dari Thaif, penghancur markas Pentagon. Memberikan pengorbanan yang begitu suci dan spektakuler. Kami benar-benar mengenangnya dan ALLAH maha menghitung (amalan yang telah ia kerjakan -red).
- Ahmad bin Abdullah AlNami
Dari Abha, dari golongan Quraisy, termasuk Ahlul Bait keturunan Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam Besungguh-sungguh dan tekun dalam ibadah, ia sangat mencintai qiyamullail. Sangat lembut akhlaknya, ia pernah melihat dalam mimpinya, ia sedang berkuda bersama Rosulullah SAW, diatas seekor kuda betina. Lalu Nabi menyuruhnya turun dari kuda dan memerangi musuh untuk membebaskan negerinya.
- Satam AsSuqomi
Dari Najd, dari tanah Haramain. Penuh tekad, keteguhan hati, dan sangat berani.
Ketika melihat dia, kamu akan mengingat hadits Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam,
“Yang paling keras permusuhannya diantara ummatku terhadap orang-orang yang memerangi Isa Al Masih adalah Bani Tamim.”
- Majid Muqad AlHarbi
Dari Madinah. Penuh iman, sopan, selalu menebarkan salam, berbudi halus dan luarbiasa kerendahan hatinya.
- Khalid AlMihdar
Dari Mekkah, dari golongan Quraisy, Ahlul Bait, keturunan Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam. Bersungguh-sungguh dalam memburu kesyahidan.
- Rabi’ah Nawaf Al Hazmi
Dari Mekkah, lelaki penuh cita-cita, ketetapan hati, kebulatan tekad, sederhana dan tekun, dan memburu kesyahidan di banyak tempat (medan jihad).
- Bilal Salim Al Hazmi (Saudara Rabi’ah)
Dari Mekkah. ALLAH memasukkan Iman kedalam dadanya, kemudian ia campakkan selainnya. Ia selalu memegang motto, “Sesungguhnya surga itu dibawah bayangan pedang”.
- Faiz AlQadi bin Hamad
Lebih dikenal dengan Ahmad
Sederhana, rendah hati, suka memberi dan suka berkorban.
- Ahmad AlHaznawi Al Ghamidi
Tak mengenal takut dan gentar menghadapi bahaya apapun.
Ketetapan hatinya tak pernah goyah oleh ancaman. Seorang Imam, Khotib dan pembangkit semangat dalam pertempuran.
- Hamzah Al Ghamidi
Kecintaan terhadap jihad sudah merasuk kedalam hatinya, senantiasa mengingat ALLAH penghafal Quran. Ia memilih perkataan yang keluar dari mulutnya seperti memilih buah yang terbaik.
- Ikrimah Ahmad Al Ghamidi
Memiliki ketetapan hati yang luar biasa, sabar dan dermawan.
- Mu’taz Said Al Ghamidi
Ahli ibadah yang senantiasa beramar ma’ruf nahi munkar. Tubuhnya di bumi, namun hatinya mengembara bersama burung hijau, yang sarangnya berada dibawah Arsy ALLAH Kami mengenangnya dan Allah sebaik-baik pembuat perhitungan.
- Wa’il dan Walid alSiqili alSihri
Lelaki yang taat, cinta qiyamul lail, santun, rendah hati dan pekerja keras. Ayah mereka adalah kepala suku dan pengusaha kaya. Dunia menginginkan mereka, namun mereka lari darinya, mereka lebih memilih terjalnya gunung-gunung Afghanistan, berharap ridha Allah.
- Umar Muhammad al Sihri
Lemah lembut, sabar, memburu kesyahidan dengan kesungguhan hati.
Kami mengenangnya dan Allah sebaik-baik pembuat perhitungan.
- Syaikh Abul Abbas Abdul Aziz Al Umari Al Zahraani
Teladan bagi ulama masa ini, yang tersisa dari ulama-ulama pendahulu kita. Ia melindungi ilmunya dengan menolak bekerja kepada tiran, dan menjaga dirinya dari menjadi tawanan harta dengan menerima gaji dari pemerintah thaghut.
Diterjemahkan dari suara Syaikh Usamah bin Ladin dalam menceritakan tentang pelaku penyerangan dan peledakan WTC dan Pentagon. Delapan tahun setelah mereka menyerahkan dirinya kepada ALLAH sebagai syuhada (insya ALLAH) kini dunia telah berubah, Al Haq dan Al Bathil telah nampak perbedaannya dan fajar kemenangan Islam mulai menyingsing.
![]() |
| 19 Pahlawan Yang Telah Merubah Dunia Untuk Kemenangan Islam |
-----------------------------
Label:
Kisah Mujahid
09.14
Riwayat Hidup Commander Asy-Syahid Badruddin Haqqooni (Semoga Alloh merahmatinya)
Written By Anonim on Senin, 09 September 2013 | 09.14
:: Studio Manba'ul Jihad ::
:: Menghadirkan ::
Riwayat Hidup Commander Asy-Syahid Badruddin Haqqooni (Semoga Alloh merahmatinya)
بسم الله الرحمن الرحيم
الامارة الاسلامية
Al-Imaroh Al-Islamiyah
:: منبع الجهاد ستديو::
:: Studio Manba'ul Jihad::
يقدم
Menghadirkan
الاصدار الضخم
Rilisan Super
في سيرة القائد الشهيد ( بدر الدين حقاني )رحمه الله
Dalam Riwayat Hidup ( Badruddin Haqqoni ) Semoga Alloh merahmatinya
(ابدي ژوندي)
دافغانستان اسلامي امارت فرهنګي کمیسیون سمعي او بصري څانګه دمنبع الجهاد سټوډیو له لوري د(ابدي ژوندي) ترعنوان لاندې یوه نوې په زړه پورې ویډيو تازه نشر او خپره شوه .
ویډیو چې ټول ټال ۵۴ دقیقې ده ډیره برخه یې دهیواد دیوه وتلي او نامتو قومندان دسرښندنې او غیرت شهکار قهرمان شهید حافظ بدرالدین حقاني یاد، ژوند لیک، جهادي فعالیتونو اود بریاوو ډکو کارنامو یادونې ته ځانګړې شوې. دويډیو په پیل کې له یوې په زړه پورې ترانې سره دشهیدبدرالدین یادګاري انځورونه راځي او ورپسې دنوموړي دشهادت په اړه دافغانستان داسلامي امارت درهبری شوری له لوري تسلیتي پیغام ته ځاي ورکړل شوي. دویډیو په یوه برخه کې دشهید دفضلیت او مقام په ارتباط دشهید بدرالدین دمحترم والدصاحب (داسلامي امارت دوتلې او منلې څهرې جهادي قومندان الحاج مولوي جلال الدین حقاني صاحب حفظه الله) یوه تاریخي ویډیويي وینا راوړل شوې چې داوریدونکو توجه زیاته جلبوي.
دویډیو په جریان کې دشهید حافظ بدرالدین حقاني له لوري دتنظیم شویو او پلان شویو کامیابو فدایي عملیاتو ځینې صحنې راځي چې دنوموړي دجهادي او نظامي پوهې او لوړ استعدادښکارندويي کوي.
په ويدیو کې له صحنو سره دافغانستان داسلامي امارت دپیژوندل شوي ترانه ویوونکي مجاهد ورور الحاج ملا فقیرمحمد درویش په خواږه او انقلابي اواز کې ویل شوې په زړه پورې ترانې ځاي شوې چې ویډیو ته یې لازیاته ښکلا او رنګیني وربخښلې.
ویډیو دلاندي ورکړل شوي لینک په کلیک کولو سره مخامخ کتلي او خپلو کمپیوټرونو ته کښته کولای شي.
للتحميل
Mendownload
جودة عالية
Kualitas Tinggi
1,019.8 MB
جودة متوسطة
Kualitas Menengah
320.2 MB
Label:
Kisah Mujahid
21.07
Syaikh Usamah : Pesawat-Pesawat Tempur Amerika Terbang Di Bawah ‘Arsy Ataukah Di Atasnya?
Written By Anonim on Selasa, 03 September 2013 | 21.07
Cerita-cerita menarik lagi mengagumkan tentang Syaikh Usamah bin Ladin –rahimahullah- memang tak pernah ada habisnya. Berikut ini adalah sebuah kisah singkat beliau tatkala ada seorang Ikhwan Mujahid yang mengkhawatirkan serangan pesawat-pesawat Amerika.
Salah seorang Mujahid bertanya kepada Syaikh Usamah, "Bagaimana kita mampu memenangkan pertempuran jika Amerika menyerang kita dari udara dan kita tidak bisa berhadap-hadapan langsung dengan mereka?"
Syaikh Usamah lantas balik bertanya, "Apakah pesawat-pesawat tempur mereka terbang di bawah Arsy atau di atas Arsy?"
"Tentu saja di bawah ‘Arsy," jawab sang Ikhwan.
"Jika demikian, maka Allah lebih tinggi, dan Allah lah yang menjanjikan kemenangan itu untuk hamba-hambaNya yang beriman," tutup Syaikh Usamah bin Ladin.
Subhanallah...
[arkan/ ibn syarqi/ mimbar salafiyyah iraq]
Shoutussalam
Label:
Kisah Mujahid
20.07
Nidal Hasan, Pahlawan Islam Asal Amerika Yang Divonis Mati Negaranya
November 2009 lalu, ada sebuah peristiwa mengejutkan di tengah-tengah militer Amerika. Saat itu, di Pangkalan Militer Fort Hort, Texas, seorang tentara muslim berpangkat Mayor tiba-tiba memberondongkan senapannya ke arah puluhan orang tentara Amerika kafir hingga tewas, dan puluhan lainnya terluka. Konon, pasukan yang ia tembaki itu akan diberangkatkan guna melangsungkan penjajahan Amerika di Iraq dan Afghanistan. Siapakah sang penembak itu? Ia adalah Mayor Nidhal Malik Hasan.
Dilahirkan di Amerika dengan kedua orang tua dari Palestina. Nidhal Hasan masuk ke akademi militer setelah lulus dari Sekolah Menengah dan selama 8 tahun menjadi prajurit di dalamnya. Kemudian lanjut belajar hingga lulus Baglreos University di bidang Bio-Kimia, setelah itu menyelesaikan study di Fakultas Kedokteran. Ia pun mendapat sertifikat dokter, lalu bekerja sebagai ahli kejiwaan di ketentaraan Amerika.
Sekian lama sang pahlawan ini berkomunikasi dengan Syaikh Anwar al `Awlaky. Ia mendengar kisah-kisah “heroic” (baca : banci) tentara Amerika dan berbagai kekejaman yang telah mereka lakukan kepada Umat Islam di Iraq dan Afghanistan.
Pada tanggal 5 November 2009, di tempat kerjanya di pangkalan militer Fort Hood, Nidhal Hasan mengeluarkan berbagai senjata api yang dibawanya. Ia pun berteriak lantang, “Allahu Akbar”, lantas menembaki sekumpulan tentara Amerika yang tengah bersiap-siap untuk berangkat ke Afghanistan dan Iraq.
Lebih dari 10 personel tentara kuffar Amerika tewas dan 30 lainnya terluka setelah terjadi baku tembak selama 10 menit antara Nidhal Hasan dengan beberapa personal polisi. Sang Mayor Mujahid ini pun terkena tembakan, lalu terjatuh dan pingsan. Nidal Hasan kemudian dijebloskan dalam penjara, menanti persidangan.
Aksi heroiknya itu mendapatkan banyak pujian dari komandan-komandan Mujahidin Al Qaeda. Bahkan tak sedikit dari mereka yang menjadikan Nidhal Hassan sebagai sosok teladan yang harus ditiru kaum muslimin di Amerika untuk memberikan pelajaran bagi negara itu agar tidak mempermainkan nyawa kaum muslimin yang mereka bantai. Gelar The Lone Wolf atau yang bermakna sang serigala pemberani yang beraksi sendirian disematkan pada Nidhal Hassan.
Nidhal Hasan mendapatkan vonis mati pada Rabu kemarin (28/8/2013) karena keistiqomahannya di atas Islam dan Jihad. Ia tetap bersikukuh bahwa apa yang ia lakukan itu bukan merupakan sebuah kejahatan. Bagaimana tidak? Ia membunuh pasukan Amerika yang akan diberangkatkan untuk membunuhi saudara-saudara muslimnya dan menjajah tanah kaum muslimin.
Jum’at kemarin (30/8/2013) Nidal Hassan dibawa ke penjara Leaven Worth, Kansas untuk segera dihukum mati. Ia tidak merasa takut, justru kawan-kawannya merasa heran bahwa hukuman mati itu diinginkan sendiri oleh Nidhal Hasan. Itu karena ia menginginkan kemuliaan yang diidamkan oleh setiap muslim, yaitu mati syahid. Sebaliknya, kehidupan penjara justru menjadi fitnah bagi agamanya, bisa mengendurkan semangat juangnya membela saudara-saudaranya yang ditindas Amerika.
Nidhal Hassan pun dieksekusi mati, dengan cara disuntikkan racun ke dalam tubuhnya. Selamat Jalan Pahlawan. Semoga Allah menerimamu sebagai Syuhada... [arkan/ dms/ dbs]
Label:
Kisah Mujahid,
Mujahideen Frontline
07.48
Sayyid Qutb : “Syahid Adalah Bersaksi Syariat Allah Lebih Mahal dari Hidup”
As-Syahid Sayyid Qutb ditangkap pada tanggal 9 Agustus 1965 hanya karena mengajukan surat protes kepada badan penyelidikan hukum atas penangkapan saudaranya Al Ustadz Muhammad Qutb. Sebelumnya pada tahun 1954, As-Syahid juga pernah ditahan dan disiksa di penjara militer. Akibat dari penyiksaan itulah beliau menderita radang paru yang parah, sehingga pemerintah terpaksa menunda proses peradilannya.
Pada waktu terjadi penangkapan tahun 1965, As Syahid Sayyid Qutb telah mencapai usia 60 tahun. Dalam usia yang lanjut tersebut beliau menderita penyakit paru-paru, ginjal dan maag. Akan tetapi penderitaan yang beliau alami itu tidak berpengaruh atas keringanan hukuman yang beliau terima bahkan justru dimanfaatkan oleh para petugas keamanan untuk memberatkan siksaannya. Beliau pernah diikat selama empat hari tanpa diberi makan dan minum.
Siksaan yang dialami Sayyid Qutb tidak hanya terbatas pada siksaan secara fisik, tapi lebih lagi siksaan secara psikologis . Salah seorang anggota keluarganya , Rif’at Bakr disiksa di depan matanya sampai mati. Mereka menginginkan Rif”at Bakr menjadi saksi saksi dalaml proses pengadilan terhadap pamannya Sayyid qutb dan membenarkan semua tuduhan tetapi Rif’at menolak semua permintaan itu sehingga dia disiksa secara terus menerus hingga Allah menyelamatkannya dan menjadikannya syahid. Petugas keamanan juga menyiksa Azmi Bakr, saudara Rif’at Bakr dan ibunya Sayyidah Nafisah Qutb yang telah berusia lebih dari 65 tahun. Selain itu juga telah ditahan Aminah Qutb, Hamidah Qutb, saudara perempuan Sayyid Qutb.
Hajjah zainab al Ghazali bercerita “ Pada suatu hari saya berjalan menuju tempat penampungan air di rumah sakit penjara, dimana saya dan al ustadz Sayyid Qutb ditahan. Waktu itu sel Sayyid Qutb tidak ditutup, karena kondisi kesehatannya yang sangat lemah. Di atas pintu hanya ditutupkan selebar kain selimut agar orang lain tidak dapat melihatnya dari luar. Pada waktu saya lewat di dekat selnya , sel itu terbuka karena tiupan angin. Penjaga menyangka bahwa sayyid qutb sengaja mengangkat tabir selimut itu agar saya tahu bahwa ia berada di dalam sel. Maka para penjaga memaki dan mengutuknya . Kemudian datang shafwat ar Raubi, algojo penjara militer, lalu menyuruh Sayyid berdiri dan melontarkan makian padanya. Setelah itu datang pula Hamzah Al Basyuni yang langsung memukulkan cambuk.
As syahid Sayyid Qutb sangat menyayangi angota-annggota ikhwan sebagaimana halnya rasa sayang ayah terhadap anaknya. Saya masih ingat ketika kami akan memasuki ruangan pengadilan pada perkara hari pertama. Kulihat As Syahid Sayyid Qutb mengamati wajah kami satu persatu. Kami semua tersenyum dengan menunjukkan ketabahan dan kesabaran untuk menyenangkan hati beliau. Setelah agak lama memandang kami, beliau semakin haru dan menangis sambil mengangkat tangan mendoakan kehadirat Allah. Doa bagi keselamatan kami semua.
Penyakit yang diderita Sayyid semakin lama semakin parah, sehingga dalam pemeriksaan di pengadilan banyak tidak hadir. Mamduh ad Dairi mengatakan bahwa sewaktu sedang diadili pernah seorang perwira mendekati Sayyid dan menanyakan arti kata syahid. Beliau menjawab “SYAHID berarti siapa yang bersaksi bahwa syariat Allah lebih mahal dari hidupnya sendiri.
Mamduh ad Dairi menceritakan bagaimana Sayyid menyambut keputusan hukuman atas dirinya . “ Pada hari pembacaan keputusan, kami dikeluarkan dari mobil dan dimasukkkan ke dalam sangkar kawat pada sebuah kamar. Mereka juga membawa Sayyid dari kamar yang ada di samping ruangan pembacaan keputusan itu. Di ruangan itu terdapat petugas pencatat. Kami melihati petugas itu menangis , maka tahulah kami bahwa keputusannya adalah hukuman mati. Mamduh menambahkan , “ Saya telah mendengar dan menyaksikan tatkala as Syahid Sayyid Qutb mendengar keputusan itu, beliau hanya berkata: “ Alhamdulillah “.
Hajjah zainab Al Ghazali berkata, “ Di malam pelaksanaan hukuman mati, as Syahid Sayyid Qutb ditawari untuk menyelamatkan hidupnya dengan pernyataan mohon maaf. Dokter penjara militer , Madjid Hammadah menceritakan kepada saya tentang tawaran untuk memberikan pengampunamam. Hamidah Qutb telah berusaha mendesak beliau agar mau minta maaf atas kesalahan yang dituduhkan kepada beliau, sehingga mendapatkan pengampunan. Namun as syahid Sayyid Qutb tidak mau mendengarkan segala saran-saran tersebut. Beliau hanya bercita-cita untuk mati syahid. Beliau menolak untuk mundur dan Allah semakin meneguhkan hatinya hingga Sayyid Qutb berjumpa denganNya.
Dalam salah satu kesempatan beliau pernah berkata ,”Perkataan yang mengandung pancaran ilahiyah, akan mendorong manusia untuk maju. Tetapi sebaliknyha, kata-kata yang tidak mengandung pancaran ilahiyah merupakan kata-kata yang mati, tidak akan membawa kemajuan sejengkalpun juga “
As Syahid Sayyid Qutb telah pergi dan kata-katanya tetap hidup, karena dia sendiri mengatakan apa yang dianggapnya benar dan menjadikan hidupnya sebagai tebusan bagi perkataan kebenaran. (Dari Syaikh Jaber Rizq)
-------------------------
GPT / Era Muslim
Label:
Kisah Mujahid,
Tausiyah
21.55
Mengenal Sosok Muhammad Hidayat Lebih Dekat,
Terduga Terrorist (baca: mujahid) Yang Ditembak Densus88 Ditulung Agung.
Mungkin kita penasaran bagaimana sosok terrorist yang dibunuh oleh densus88, bagaimana pribadi dan kesehariannya.
Dalam kesempatan ini kami hadirkan wawancara dengan isteri beliau agar mengenal Muhammad Hidayat lebih dekat.
Red : Bagaimana Pribadi dan keseharian Muhammad Hidayah?
Isteri : Baba, begitu kami memanggilnya, beliau memiliki pribadi yang sabar, lembut, dan tak pernah marah... Sosok yang sangat hati2 dan bijaksana dalam menyikapi sesuatu. Hatinya bersih dan lebih mengedepankan husnudhon kepada orang lain. beliau orang yang pemaaf meski pernah disakiti oleh sesakit-sakitnya.
Beliau juga orang yang sangat dermawan, saat kami dalam keadaan sempit pun beliau masih mengingatkan saya agar tak lupa infaq walau sedikit yang kami miliki. Bahkan diantara wasiat yang beliau sampaikan kepada saya sebelum syahid adalah agar saya selalu berinfak.Beliau tak banyak bicara kecuali hal yang penting dan beliau adalah sosok yang humoris, Sangat penyayang pada anaknya bahkan melarang saya untuk memukul anak”.
Red : Apakah ada sisi lain dari pribadi beliau?
Isteri : ya, meski beliau sangat lemah lembut, beliau adalah orang yang sangat keras manakala hak-hak Allah dilanggar. Pernah suatu ketika beliau berada dalam bus, ada pengamen masuk dan menyanyikan 2 buah lagu, lagu keduanya adalah lagu islami yang seakan dihinakan cara menyanyinya, tak segan-segan asy-syahid marah kepada pengamen tersebut dan hampir saja terjadi baku hantam dengan pengamen.
Red; Berapa Usia beliau, dan bagaimana latar belakang pendidikan beliau?
Isteri : Beliau baru berusia 23 tahun, lahir di medan 1 agustus 1990. Masa kecilnya dihabiskan di sekolah-sekolah sekuler, latar belakang keluarga bukan agamis, tapi marhaenis dan nasionalis. beliau baru memahami agama sejak 3 tahun terakhir. Namun meskipun begitu sejak SMA beliau sangat Iba melihat kondisi palestina, beliau juga memiliki semangat yang tinggi untuk jihad fiesabilillah. Beliau tak pernah marah, tapi beliau marah sekali jika mujahidin di cela.
Beliau juga orang yang rajin membaca, sehingga pengetahuannya luas. Dan sedikit apa yang beliau baca langsung diamalkan.
Red: Bagaimana keseharian Asy-syahid?
Isteri : Keseharian suami saya gimana ya... ya seperti biasa, beliau hobby baca, dan tak pernah meninggalkan kebiasaan doa dzikir pagi petang. pada suatu hari beliau bilang kepada saya "Baba merasa aman dengan dzikir pagi dan petang, karena hadits itu jelas bahwa dengan itu kita akan dapat perlindungan... Jika kita tidak percaya terhadap janji Allah dan Rasulnya lalu kita percaya pada siapa?” begitu ungkap beliau yang saya ingat sebelum beliau syahid.
beliau selalu membaca alquran, dan mentargetkan minimal 1bulan 3x khatam.
Red : apakah ada kesan tersendiri dengan beliau sebelum beliau syahid?
Isteri; Iya, saya teringat sebelum beliau syahid beliau pernah curhat dengan saya, “Ma, kenapa ya baba deg-degan teus...?” deg-degan kenapa? Sahut saya. “gak tau tiba2 deg-degan aja, kayak orang yang sedang nunggu pengumuman pemenang, Kayak pengumuman peringkat rangking waktu bagi rapot gitu ma.” Rupanya firasat beliau benar, tak lama setelah beliau curhat seperti, beliau syahid. Menitikkan air mata. [khodim]
Demikian sedikit wawancara dengan isteri asy-syahid Muhammad Hidayah, semoga Allah menerima amal beliau dan menerimanya sebagai syuhada’Nya. Dan semoga Allah mengazab densus 88 di dunia dan akhirat karena telah membunuh orang-orang ahli ibadah yang tunduk kepada Allah dan menegakkan syariah-Nya.
==========
https://www.facebook.com/groups/302751143143570/permalink/487362478015768/
Mengenal Sosok Muhammad Hidayat Lebih Dekat
Written By Unknown on Minggu, 01 September 2013 | 21.55
Mengenal Sosok Muhammad Hidayat Lebih Dekat,
Terduga Terrorist (baca: mujahid) Yang Ditembak Densus88 Ditulung Agung.
Mungkin kita penasaran bagaimana sosok terrorist yang dibunuh oleh densus88, bagaimana pribadi dan kesehariannya.
Dalam kesempatan ini kami hadirkan wawancara dengan isteri beliau agar mengenal Muhammad Hidayat lebih dekat.
Red : Bagaimana Pribadi dan keseharian Muhammad Hidayah?
Isteri : Baba, begitu kami memanggilnya, beliau memiliki pribadi yang sabar, lembut, dan tak pernah marah... Sosok yang sangat hati2 dan bijaksana dalam menyikapi sesuatu. Hatinya bersih dan lebih mengedepankan husnudhon kepada orang lain. beliau orang yang pemaaf meski pernah disakiti oleh sesakit-sakitnya.
Beliau juga orang yang sangat dermawan, saat kami dalam keadaan sempit pun beliau masih mengingatkan saya agar tak lupa infaq walau sedikit yang kami miliki. Bahkan diantara wasiat yang beliau sampaikan kepada saya sebelum syahid adalah agar saya selalu berinfak.Beliau tak banyak bicara kecuali hal yang penting dan beliau adalah sosok yang humoris, Sangat penyayang pada anaknya bahkan melarang saya untuk memukul anak”.
Red : Apakah ada sisi lain dari pribadi beliau?
Isteri : ya, meski beliau sangat lemah lembut, beliau adalah orang yang sangat keras manakala hak-hak Allah dilanggar. Pernah suatu ketika beliau berada dalam bus, ada pengamen masuk dan menyanyikan 2 buah lagu, lagu keduanya adalah lagu islami yang seakan dihinakan cara menyanyinya, tak segan-segan asy-syahid marah kepada pengamen tersebut dan hampir saja terjadi baku hantam dengan pengamen.
Red; Berapa Usia beliau, dan bagaimana latar belakang pendidikan beliau?
Isteri : Beliau baru berusia 23 tahun, lahir di medan 1 agustus 1990. Masa kecilnya dihabiskan di sekolah-sekolah sekuler, latar belakang keluarga bukan agamis, tapi marhaenis dan nasionalis. beliau baru memahami agama sejak 3 tahun terakhir. Namun meskipun begitu sejak SMA beliau sangat Iba melihat kondisi palestina, beliau juga memiliki semangat yang tinggi untuk jihad fiesabilillah. Beliau tak pernah marah, tapi beliau marah sekali jika mujahidin di cela.
Beliau juga orang yang rajin membaca, sehingga pengetahuannya luas. Dan sedikit apa yang beliau baca langsung diamalkan.
Red: Bagaimana keseharian Asy-syahid?
Isteri : Keseharian suami saya gimana ya... ya seperti biasa, beliau hobby baca, dan tak pernah meninggalkan kebiasaan doa dzikir pagi petang. pada suatu hari beliau bilang kepada saya "Baba merasa aman dengan dzikir pagi dan petang, karena hadits itu jelas bahwa dengan itu kita akan dapat perlindungan... Jika kita tidak percaya terhadap janji Allah dan Rasulnya lalu kita percaya pada siapa?” begitu ungkap beliau yang saya ingat sebelum beliau syahid.
beliau selalu membaca alquran, dan mentargetkan minimal 1bulan 3x khatam.
Red : apakah ada kesan tersendiri dengan beliau sebelum beliau syahid?
Isteri; Iya, saya teringat sebelum beliau syahid beliau pernah curhat dengan saya, “Ma, kenapa ya baba deg-degan teus...?” deg-degan kenapa? Sahut saya. “gak tau tiba2 deg-degan aja, kayak orang yang sedang nunggu pengumuman pemenang, Kayak pengumuman peringkat rangking waktu bagi rapot gitu ma.” Rupanya firasat beliau benar, tak lama setelah beliau curhat seperti, beliau syahid. Menitikkan air mata. [khodim]
Demikian sedikit wawancara dengan isteri asy-syahid Muhammad Hidayah, semoga Allah menerima amal beliau dan menerimanya sebagai syuhada’Nya. Dan semoga Allah mengazab densus 88 di dunia dan akhirat karena telah membunuh orang-orang ahli ibadah yang tunduk kepada Allah dan menegakkan syariah-Nya.
==========
https://www.facebook.com/groups/302751143143570/permalink/487362478015768/
Label:
Kisah Mujahid
18.53
Umar Mukhtar, Amir Mujahidin Libya, memimpin jihad melawan penjajah Italia pada tahun 1920-1930-an. Dia berusia 70 tahun, ketika ia menderita luka parah, dan ditawan oleh penjajah.
Sebuah dialog di pengadilan kafir pada tahun 1931, antara “hakim” dan Umar Mukhtar:
- Apakah Anda melawan negara Italia?
Umar: Ya
- Apakah Anda mendorong orang untuk berperang melawan Italia?
Umar: Ya
- Apakah Anda menyadari hukuman untuk apa yang Anda lakukan?
Umar: Ya
- Selama berapa tahun Anda melawan Italia?
Umar: Sudah selama 20 tahun
- Apakah Anda menyesal atas apa yang telah Anda lakukan?
Umar: Tidak
- Apakah Anda menyadari bahwa Anda akan dieksekusi?
Umar: Ya
“Hakim” mengatakan:
- Ini merupakan akhir yang suram bagi orang seperti Anda.
Mendengar kata-kata ini, Umar Mukhtar menjawab:
- Sebaliknya, ini adalah cara terbaik untuk mengakhiri hidup saya!
“Hakim” kemudian ingin membebaskannya dan mendeportasinya dari negara itu jika ia mau mengajak Mujahidin dalam sebuah pernyataan untuk menghentikan Jihad. Kemudian Umar Mukhtar mengatakan kata-katanya yang terkenal:
Jari telunjuk saya, yang mengakui dalam setiap ibadah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, tidak bisa menulis kata-kata dusta, kami tidak menyerah, kami menang atau mati...!!!
(gpt/:::Al-Malhamah Al-Kubra:::)
Dialog Terakhir Umar Muktar, 'Amir Mujahidin Libya
Written By Unknown on Minggu, 12 Mei 2013 | 18.53
Umar Mukhtar, Amir Mujahidin Libya, memimpin jihad melawan penjajah Italia pada tahun 1920-1930-an. Dia berusia 70 tahun, ketika ia menderita luka parah, dan ditawan oleh penjajah.
Sebuah dialog di pengadilan kafir pada tahun 1931, antara “hakim” dan Umar Mukhtar:
- Apakah Anda melawan negara Italia?
Umar: Ya
- Apakah Anda mendorong orang untuk berperang melawan Italia?
Umar: Ya
- Apakah Anda menyadari hukuman untuk apa yang Anda lakukan?
Umar: Ya
- Selama berapa tahun Anda melawan Italia?
Umar: Sudah selama 20 tahun
- Apakah Anda menyesal atas apa yang telah Anda lakukan?
Umar: Tidak
- Apakah Anda menyadari bahwa Anda akan dieksekusi?
Umar: Ya
“Hakim” mengatakan:
- Ini merupakan akhir yang suram bagi orang seperti Anda.
Mendengar kata-kata ini, Umar Mukhtar menjawab:
- Sebaliknya, ini adalah cara terbaik untuk mengakhiri hidup saya!
“Hakim” kemudian ingin membebaskannya dan mendeportasinya dari negara itu jika ia mau mengajak Mujahidin dalam sebuah pernyataan untuk menghentikan Jihad. Kemudian Umar Mukhtar mengatakan kata-katanya yang terkenal:
Jari telunjuk saya, yang mengakui dalam setiap ibadah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, tidak bisa menulis kata-kata dusta, kami tidak menyerah, kami menang atau mati...!!!
(gpt/:::Al-Malhamah Al-Kubra:::)
Label:
Kisah Mujahid
17.39
''Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya) (Al Ahzaab: 23)
Kami menyebutnya Abu Misra, seorang mujahid yang berasal dari mesir. Berbagai front jihad sudah didatanginya dalam rangka memenuhi panggilan Robbnya, untuk menolong agama-Nya, menjaga syariat-Nya dari hamba-hamba yang zalim dari kaum fasik dan munafik yang menodai risalah-Nya, dari para pembangkang yang melampaui batas dan menentang perintah Rabbnya.
Saat umat islam di Bosnia terdzalimi dan dunia tiada peduli, maka ia datang sebagai seorang saudara dengan kewajiban membantu saudara yang tertindas dan terdzalimi, ketika bumi Afghanistan membara ia pun datang untuk membantu saudaranya yang teraniaya… Chechnya, Iraq, Libya dan negeri jihad lainnya dimana lapangan jihad terbuka disana, ia pun datang untuk melaksanakan kewajiban dan ketaatan kepada Rabbnya,berjihad meninggikan kalimat-Nya.
Dan kini, saat bumi Syam negeri yang diberkahi Allah dinodai oleh musuh-musuh-Nya, saat kehormatannya diinjak dengan tapak penuh dosa dan debu durhaka, saat Suriah menangis darah karena kebengisan rezim nushairiyyah, Abu Misra rahimahullah pun kembali memenuhi janji kepada Rabbnya ia datang untuk membantu saudara mukmin yang terluka.
Ahli Membuat Bom
Beliau rahimahullah adalah seorang dengan karakter mujahid ideal (tanpa mensucikan dirinya sedikitpun) rendah hati, tidak banyak diketahui orang, berakhlak mulia, bertutur kata santun, senantiasa menjaga adabnya kepada Rabbnya maupun kepada manusia. Tidak meninggalkan kewajiban kepada Allah sebagai tuntutan keimanan dan senantiasa menjauhi perkara yang membuat murka Rabbnya.
Abu Misra dikenal dikalangan mujahidin sebagai ahli dalam membuat bom, tentu dengan bekal militer yang dimiliki, pengalaman dilapangan puluhan tahun dan spesialisasi dalam membuat bahan-bahan peledak serta anugerah dari Allah membuatnya matang dalam mencipta bom dengan berbagai variannya. Beliau sangat mengenal betul bahan-bahan apa saja yang dapat dijadikan alat peledak, dan tahu bagaimana bahan tersebut dapat meledak atau tidak. Campuran apa saja yang dibutuhkan, persentase dari masing-masing bahan, sangat dihafalnya. Dan karena kemampuannya tersebut, beliau sering dimintai oleh ikhwan mujahidin dari berbagai Negara untuk mengajari mereka cara membuat bahan peledak.
Beberapa waktu lalu, saat teman-teman mujahidin Suriah sedang praktek cara membuat bom sebagaimana yang diajarkannya, beliau datang untuk memeriksanya. Dengan rasa tidak percaya dan heran beliau mengatakan bahwa apa yang teman-temannya campurkan dari bahan-bahan yang ada seharusnya menciptakan ledakan, tapi yang aneh saat itu tidak terjadi ledakan. “Wah, kami tidak tahu akhi. Kalo gitu silahkan antm perbaiki”, kata salah satu ikhwan. Beliau pun akhirnya turun untuk memastikan keanehan yang terjadi hingga tidak berapa lama kemudian, “Buummm” ledakan pun terdengar markas mujahidin tersebut.
Qadarullaah maa syaa’a fa’al (Jika Allah takdirkan satu hal maka pasti akan terjadi), Allah menghendaki Abu Misra untuk menghadap-Nya pertama kali. Dialah yang menjadikan campuran bahan peledak tadi ‘terdiam’ sampai kemudian menjadikannya sesuatu yang mematikan dalam jarak waktu beberapa saat saja. Abu Misra dan tiga ikhwan lainnya syahid (in sya Allah) dengan tubuh yang hancur lebur tercerai berai. Seolah ingin menunjukkan bahwa apa yang dilakukan hamba-Nya telah diridhai-Nya, Allah Ta’aala menyisakan tangan kanan Abu Misra dan dua ikhwan lainnya dengan kondisi bersih tanpa darah dan goresan luka (disaat anggota yang lain ditemukan dalam kondisi yang penuh darah) dan jemari yang menggenggam dengan jari telunjuk seperti seorang yang sedang tahiyyat dalam shalat. Seakan ingin menyampaikan Robbku hanyalah Allah Yang Esa.
Isyarat Kesyahidan
Seorang Syaikh pernah bercerita kepada kami, dan beliau adalah sosok mujahid yang semoga Allah jaga beliau dengan keistiqamahan. Beliau telah menghadapi berbagai kesulitan dalam meniti jalan jihad, separuh hidupnya dihabiskan didalam penjara rezim bashar la’natullah. Didalam penjara ini juga beliau banyak menemui tokoh-tokoh mujahidin Suriah yang salah satunya adalah penulis buku yang luar biasa yaitu Syaikh Abu Mushab Assuuri, dimana beliau pernah bersama menikmati dinginnya sel penjara berdua selama satu tahun.
Beliau menceritakan kepada kami bahwa dua hari sebelum kesyahidannya, Abu Misra datang ke Katibah kami (Syaikh adalah Qaid disalah satu Katibah Mujahidin), seharian kami menghabiskan waktu bersama. Dan Abu Misra berkata, “Syaikh, semalam ana bermimpi bahwa ana akan menemui kesyahidan disini (Suriah), in sya Allah.” Kemudian Syaikh bertanya, “Bagaimanakah rasanya saat antm mendapatkan kesyahidan, adakah rasa sakit itu?” beliau menjawab, “Ana tidak merasakan sakit itu karena demikian cepat, kecuali seperti sakitnya seseorang yang digigit seekor semut”. Maasya Allaah.
“Dan beliau telah menepati janjinya kepada Allah, setelah berpisah kami tidak lagi bertemu sampai kabar kesyahidannya setelah dua hari kedatangannya, dikamar ini.” Jelasnya.
Kita tidak tahu dimana kelak kita akan menemui sang maut dan kita juga tidak tahu apakah yang akan menimpa kita esok hari, maka seyogyanya kita persiapkan semuanya dalam rangka meniti jalan Allah dalam rangka mendapat ridha-Nya.
Abu Dzahir
Kontributor bumisyam.com di Suriah
Pria Yang Telah Memenuhi Janjinya
''Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya) (Al Ahzaab: 23)
Kami menyebutnya Abu Misra, seorang mujahid yang berasal dari mesir. Berbagai front jihad sudah didatanginya dalam rangka memenuhi panggilan Robbnya, untuk menolong agama-Nya, menjaga syariat-Nya dari hamba-hamba yang zalim dari kaum fasik dan munafik yang menodai risalah-Nya, dari para pembangkang yang melampaui batas dan menentang perintah Rabbnya.
Saat umat islam di Bosnia terdzalimi dan dunia tiada peduli, maka ia datang sebagai seorang saudara dengan kewajiban membantu saudara yang tertindas dan terdzalimi, ketika bumi Afghanistan membara ia pun datang untuk membantu saudaranya yang teraniaya… Chechnya, Iraq, Libya dan negeri jihad lainnya dimana lapangan jihad terbuka disana, ia pun datang untuk melaksanakan kewajiban dan ketaatan kepada Rabbnya,berjihad meninggikan kalimat-Nya.
Dan kini, saat bumi Syam negeri yang diberkahi Allah dinodai oleh musuh-musuh-Nya, saat kehormatannya diinjak dengan tapak penuh dosa dan debu durhaka, saat Suriah menangis darah karena kebengisan rezim nushairiyyah, Abu Misra rahimahullah pun kembali memenuhi janji kepada Rabbnya ia datang untuk membantu saudara mukmin yang terluka.
Ahli Membuat Bom
Beliau rahimahullah adalah seorang dengan karakter mujahid ideal (tanpa mensucikan dirinya sedikitpun) rendah hati, tidak banyak diketahui orang, berakhlak mulia, bertutur kata santun, senantiasa menjaga adabnya kepada Rabbnya maupun kepada manusia. Tidak meninggalkan kewajiban kepada Allah sebagai tuntutan keimanan dan senantiasa menjauhi perkara yang membuat murka Rabbnya.
Abu Misra dikenal dikalangan mujahidin sebagai ahli dalam membuat bom, tentu dengan bekal militer yang dimiliki, pengalaman dilapangan puluhan tahun dan spesialisasi dalam membuat bahan-bahan peledak serta anugerah dari Allah membuatnya matang dalam mencipta bom dengan berbagai variannya. Beliau sangat mengenal betul bahan-bahan apa saja yang dapat dijadikan alat peledak, dan tahu bagaimana bahan tersebut dapat meledak atau tidak. Campuran apa saja yang dibutuhkan, persentase dari masing-masing bahan, sangat dihafalnya. Dan karena kemampuannya tersebut, beliau sering dimintai oleh ikhwan mujahidin dari berbagai Negara untuk mengajari mereka cara membuat bahan peledak.
Beberapa waktu lalu, saat teman-teman mujahidin Suriah sedang praktek cara membuat bom sebagaimana yang diajarkannya, beliau datang untuk memeriksanya. Dengan rasa tidak percaya dan heran beliau mengatakan bahwa apa yang teman-temannya campurkan dari bahan-bahan yang ada seharusnya menciptakan ledakan, tapi yang aneh saat itu tidak terjadi ledakan. “Wah, kami tidak tahu akhi. Kalo gitu silahkan antm perbaiki”, kata salah satu ikhwan. Beliau pun akhirnya turun untuk memastikan keanehan yang terjadi hingga tidak berapa lama kemudian, “Buummm” ledakan pun terdengar markas mujahidin tersebut.
Qadarullaah maa syaa’a fa’al (Jika Allah takdirkan satu hal maka pasti akan terjadi), Allah menghendaki Abu Misra untuk menghadap-Nya pertama kali. Dialah yang menjadikan campuran bahan peledak tadi ‘terdiam’ sampai kemudian menjadikannya sesuatu yang mematikan dalam jarak waktu beberapa saat saja. Abu Misra dan tiga ikhwan lainnya syahid (in sya Allah) dengan tubuh yang hancur lebur tercerai berai. Seolah ingin menunjukkan bahwa apa yang dilakukan hamba-Nya telah diridhai-Nya, Allah Ta’aala menyisakan tangan kanan Abu Misra dan dua ikhwan lainnya dengan kondisi bersih tanpa darah dan goresan luka (disaat anggota yang lain ditemukan dalam kondisi yang penuh darah) dan jemari yang menggenggam dengan jari telunjuk seperti seorang yang sedang tahiyyat dalam shalat. Seakan ingin menyampaikan Robbku hanyalah Allah Yang Esa.
Isyarat Kesyahidan
Seorang Syaikh pernah bercerita kepada kami, dan beliau adalah sosok mujahid yang semoga Allah jaga beliau dengan keistiqamahan. Beliau telah menghadapi berbagai kesulitan dalam meniti jalan jihad, separuh hidupnya dihabiskan didalam penjara rezim bashar la’natullah. Didalam penjara ini juga beliau banyak menemui tokoh-tokoh mujahidin Suriah yang salah satunya adalah penulis buku yang luar biasa yaitu Syaikh Abu Mushab Assuuri, dimana beliau pernah bersama menikmati dinginnya sel penjara berdua selama satu tahun.
Beliau menceritakan kepada kami bahwa dua hari sebelum kesyahidannya, Abu Misra datang ke Katibah kami (Syaikh adalah Qaid disalah satu Katibah Mujahidin), seharian kami menghabiskan waktu bersama. Dan Abu Misra berkata, “Syaikh, semalam ana bermimpi bahwa ana akan menemui kesyahidan disini (Suriah), in sya Allah.” Kemudian Syaikh bertanya, “Bagaimanakah rasanya saat antm mendapatkan kesyahidan, adakah rasa sakit itu?” beliau menjawab, “Ana tidak merasakan sakit itu karena demikian cepat, kecuali seperti sakitnya seseorang yang digigit seekor semut”. Maasya Allaah.
“Dan beliau telah menepati janjinya kepada Allah, setelah berpisah kami tidak lagi bertemu sampai kabar kesyahidannya setelah dua hari kedatangannya, dikamar ini.” Jelasnya.
Kita tidak tahu dimana kelak kita akan menemui sang maut dan kita juga tidak tahu apakah yang akan menimpa kita esok hari, maka seyogyanya kita persiapkan semuanya dalam rangka meniti jalan Allah dalam rangka mendapat ridha-Nya.
Abu Dzahir
Kontributor bumisyam.com di Suriah
Label:
Kisah Mujahid















