Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Thandwe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Thandwe. Tampilkan semua postingan
13.47
Polisi Myanmar Membiarkan Umat Musyrik Buddha Membakar Rumah Warga Muslim, Astaghfirullah
Written By Anonim on Senin, 07 Oktober 2013 | 13.47
THANDWE, MYANMAR – Amnesti Internasional meminta pemerintah Myanmar segera menyelesaikan konflik antar agama di negaranya. Namun,pasukan keamanan negara tersebut beralasan tidak mampu untuk menjegah warga Buddha menyerang warga Muslim.
Awalnya, massa Buddha berjumlah sekitar 150 masuk ke wilayah penduduk Muslim sebelum fajar, warga Muslim sempat mendorong mereka kembali , namun karena warga Buddha membawa senjata tajam dan peralatan untuk membakar rumah akhirnya banyak rumah terbakar.
Saksi mata mengatakan bahwa pemerintah memiliki banyak kesempatan untuk mencegah serangkaian serangan pada hari Selasa, namun mereka mengulur waktu hingga lebih dari 150 rumah habis terbakar dan lebih dari 500 warga Muslim kehilangan tempat tinggal.
Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa pasukan keamanan tidak mampu menahan Umat Buddha? Aparat pemerintah bukannya tidak bisa, namun mereka cenderung membiarkan Umat Islam dibantai dan membakar rumah-rumah penduduk Muslim.
Lima Muslim tewas dalam serangan di kota Thandwe pada Selasa (01/10/2013) dan seorang warga berusia 89 tahun terbakar karena terlalu tua untuk berlari.
Setelah peristiwa ini, barulah Presiden Thein Sein mendarat untuk jadwal kunjungan. Dia berjanji akan menyelidiki latar belakang peristiwa ini. Sungguh amat terlambat setelah pembantaian kaum muslimin selama 18 bulan terakhir.
Lebih anehnya lagi, 44 warga Buddha yang bersalah ternyata dibebaskan pada sabtu malam. Ini merupakan bentuk ketidak adilan dari pemerintah Myanmar kepada Umat Islam. Tiga tersangka lainnya mengatakan jika mereka ditahan maka akan melakukan serangan lebih keras lagi.
Aparat keamanan justru menyuruh masyarakat Muslim untuk pulang kerumah masing-masing dan melucuti senjata yang dibawa warga muslim. Padahal senjata sederhana itu untuk melindungi diri mereka dari serangan warga Buddha.
Polisi tidak melakukan tindakan apapun terhadap kekerasan yang dilakukan Buddhis, mereka hanya diam saja melihat rumah-rumah terbakar. Bahkan sekarang ketakutan yang dialami warga Muslim meningkat, mereka resah akan diserang lagi oleh agama mayoritas di Myanmar itu.
Sungguh menyedihkan ketika Associated Press di New York mewawancara Menteri Luar Negeri Wunna Maung Lwin yang membantah tuduhan bahwa penegakan hukum atau tentara pemerintah gagal mengambil tindakan. Ini berbeda dari kenyataan dilapangan bahwa warga Buddha dibiarkan saja membakar rumah-rumah penduduk.
Setelah kawasan Tandwe, serangan merambat ke kota delta selatan, polisi dan warga mengatakan massa Buddhis menghancurkan rumah-rumah Muslim tanpa ada tindakan pencegahan dari aparat.
Source : Al Mustaqbal Channel
Label:
Musyrik Buddha,
Myanmar,
Thandwe
22.59
Biadab, Umat Musyrik Buddha Bakar Rumah Kaum Muslimin Di Thandwe-Myanmar
Written By Anonim on Senin, 30 September 2013 | 22.59
ROHINGYA – Kaum muslimin di Myanmar kembali mendapatkan teror dari umat musyrik Buddha disana. Mereka ketakutan dan bersembunyi di sebuah bangunan di barat laut Myanmar pada Senin (30/9/2013), setelah massa dari umat Buddha membakar sejumlah rumah mereka, semalam. Laa haula wa laa quwwata illa billah!
Pembakaran sejumlah rumah umat Muslim semalam, terjadi di Kota Thandwe. Menurut sumber kemanan setempat, situasi semalam sempat genting, sehingga memaksa aparat keamanan menembakkan peluru ke udara untuk membubarkan massa Buddha.
Kota Thandwe berjarak 260 km dari Ibu Kota Yangon. Wilayah itu, menurut tokoh Muslim setempat, kerap menjadi sasaran serangan komunal dan pelampiasan kemarahan warga yang beragama Buddha. ”Kami sekarang takut dan bersembunyi,” kata Kyaw Zan Hla, ketua Organisasi Muslim Kaman, kepada Reuters via telepon.
Zan Hla bercerita, semalam, sekitar 200 orang telah bergabung dengan massa lainnya, yang beberapa di antaranya mengenakan masker, dan membawa obor.
Polisi setempat melaporkan, tidak ada korban jiwa atau cedera dalam insiden di Thandwe. Situasi di lokasi tersebut, juga diklaim sudah kondusif, meski sejumlah umat Muslim masih mengalami ketakutan.
Derita yang dialami umat Islam Myanmar belum juga berhenti atas diskriminasi yang dilakukan kaum musyrikin Buddha terhadap mereka.
Semoga Allah SWT memudahkan kaum muslimin di seluruh dunia untuk berjihad fi sabilillah membela kaum muslimin di myanmar dan meninggikan kalimat tauhid disana. Allahu Akbar!
Sumber : diolah dari sindo
Foto : ilustrasi
----------------------------
Al-Mustaqbal Channel
Label:
Musyrik Buddha,
Myanmar,
Thandwe






