Latest Post
Tampilkan postingan dengan label PBB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PBB. Tampilkan semua postingan
07.07
PARIS, PRANCIS - Pasukan Prancis, PBB dan Mali terlibat dalam operasi besar-besaran yang bertujuan untuk mencegah kebangkitan pejuang Islam di Mali, kata militer Prancis Kamis (24/10/2013).
"Kami telah terlibat, dengan tentara Mali dan ( misi PBB ) MINUSMA, dalam operasi besar-besaran" di bagian utara negara itu, kata juru bicara staf umum Prancis Kolonel Jaron Gilles.
"Ini adalah pertama kalinya kami menyaksikan kerja sama dalam ukuran kekuatan yang signifikan," kata Jaron. Dia mengatakan "beberapa ratus" tentara Prancis terlibat dalam operasi tersebut, tetapi tidak akan memberikan angka pasti atau rincian tentang kekuatan lain yang ambil bagian.
Tujuan dari misi -dijuluki sebagai "Hydra" - adalah "untuk memberikan tekanan pada setiap gerakan mujahidin untuk menghindari kebangkitan mereka," katanya .
"Ini adalah salah satu operasi-operasi yang dilakukan secara rutin ...untuk berpartisipasi dalam stabilisasi negara."
Prancis mengirim ribuan tentara ke Mali pada bulan Januari untuk menghentikan sebuah kemajuan oleh para pejuang Islam terkait Al-Qaidah di wilayah selatan yang menempati dua pertiga daerah gurun utara Mali pada tahun 2012.
Negara itu masih menempatkan 3.200 tentara di negara tetapi Paris berencana untuk menarik pasukan hingga menyisakan 1.000 tentara pada bulan Februari.
Tidak jelas kapan tepatnya operasi itu dimulai, tetapi pengumuman tersebut datang setelah dua penjaga perdamaian PBB asal Chad dan seorang warga sipil tewas di Mali utara pada Rabu.
Pejuang Al-Qaidah mengatakan mereka berada di balik serangan terhadap sebuah pos pemeriksaan PBB di kota Tessalit tersebut.
Pasukan PBB telah menghadapi meningkatnya serangan roket dan pemboman oleh pejuang Islam menjelang pemilihan nasional bulan depan di negara Afrika barat yang bermasalah tersebut. (an/aby)
(voa-islam.com)
Pasukan Prancis, PBB dan Mali Lakukan Operasi Besar Cegah Kebangkitan Mujahidin di Utara
Written By Anonim on Jumat, 25 Oktober 2013 | 07.07
"Kami telah terlibat, dengan tentara Mali dan ( misi PBB ) MINUSMA, dalam operasi besar-besaran" di bagian utara negara itu, kata juru bicara staf umum Prancis Kolonel Jaron Gilles.
"Ini adalah pertama kalinya kami menyaksikan kerja sama dalam ukuran kekuatan yang signifikan," kata Jaron. Dia mengatakan "beberapa ratus" tentara Prancis terlibat dalam operasi tersebut, tetapi tidak akan memberikan angka pasti atau rincian tentang kekuatan lain yang ambil bagian.
Tujuan dari misi -dijuluki sebagai "Hydra" - adalah "untuk memberikan tekanan pada setiap gerakan mujahidin untuk menghindari kebangkitan mereka," katanya .
"Ini adalah salah satu operasi-operasi yang dilakukan secara rutin ...untuk berpartisipasi dalam stabilisasi negara."
Prancis mengirim ribuan tentara ke Mali pada bulan Januari untuk menghentikan sebuah kemajuan oleh para pejuang Islam terkait Al-Qaidah di wilayah selatan yang menempati dua pertiga daerah gurun utara Mali pada tahun 2012.
Negara itu masih menempatkan 3.200 tentara di negara tetapi Paris berencana untuk menarik pasukan hingga menyisakan 1.000 tentara pada bulan Februari.
Tidak jelas kapan tepatnya operasi itu dimulai, tetapi pengumuman tersebut datang setelah dua penjaga perdamaian PBB asal Chad dan seorang warga sipil tewas di Mali utara pada Rabu.
Pejuang Al-Qaidah mengatakan mereka berada di balik serangan terhadap sebuah pos pemeriksaan PBB di kota Tessalit tersebut.
Pasukan PBB telah menghadapi meningkatnya serangan roket dan pemboman oleh pejuang Islam menjelang pemilihan nasional bulan depan di negara Afrika barat yang bermasalah tersebut. (an/aby)
(voa-islam.com)
Label:
Enemies Of Islam,
Mali,
PBB,
Prancis
07.33
PBB : Mengalahkan Al Shabaab Adalah Hal Yang Penting
Written By Anonim on Kamis, 26 September 2013 | 07.33
NAIROBI - Mujahidin Al Shabaab yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan Mall Westgate, sebuah Mall milik Yahudi di kota Nairobi, Kenya, Sabtu (21/9/2013), ternyata mendapat perhatian khusus dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
PBB meminta dunia internasional bekerja sama membasmi kelompok ‘teroris’(baca : jihad) Al Shabaab asal Somalia. PBB menganggap Al Shabaab sebagai kelompok teroris yang berbahaya.
“Mengalahkan Al Shabaab adalah hal yang penting,” ujar utusan PBB untuk Somalia, Nicholas Kay, seperti dikutipHurriyet, Rabu (25/9/2013).
“Misi perdamaian PBB di Somalia membutuhkan lebih banyak dukungan seperti helikopter, kendaraan bersenjata maupun tambahan pasukan,” lanjutnya.
Serangan mujahidin Al Shabaab ke Mal Westgate yang menewaskan puluhan orang, disebabkan karena intervensi yang dilakukan militer Kenya dan pasukan PBB lainnya ke Somalia.
Juru bicara resmi Al-Shabaab Syaikh Ali Mohamud Rage hafidzahullah (Ali Dhere), yang menyatakan tuntutan mujahidin dalam sebuah pernyataan di twitter. Rage mengatakan bahwa jika “pemerintah Kenya dan antek-anteknya … ingin kedamaian dan keamanan, mereka harus meninggalkan negara kami (Somalia), dan menghentikan intervensi mereka terhadap urusan negeri kami, melepaskan tawanan muslim, dan berhenti memerangi agama kami (Islam).”
“Jika anda menolak, anda akan melihat apa yang terjadi, ini hanya awal dan beberapa hukuman (akan menyusul). Jadi, tunggulah dihari kegelapan, untuk meratapi (kesalahan) wahai musuh agama dan kemanusiaan, “kata Rage.
Sumber : diolah dari okezone
Label:
Enemies Of Islam,
Mujahidin Al Shabaab,
PBB






