Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Mesir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mesir. Tampilkan semua postingan

Mujahidin Sinai Ledakkan Markas Intelijen Negara Mesir Di Isma’illiyyah

Written By Anonim on Selasa, 22 Oktober 2013 | 09.55


Salah satu kelompok Mujahidin di Sinai yang tergabung dalam Jama’ah Anshar Baitul Maqdis pada Ahad (20/10/2013) mengeluarkan statemen resmi pertanggungjawaban atas aksi peledakan Kantor Intelijen Mesir di Isma’iliyyah pada hari Sabtu (19/10/2013).
Berikut ini rilis lengkapnya :

Statement Pertanggungjawaban Kami Atas Penyerangan Kantor Intelijen Negara di Isma'iliyyah Sebagai Serangan Balasan Atas Pembantaian Militer Terhadap Kaum Muslimin Mesir

Segala Puji bagi Allah Rabbul 'Alamin, sholawat beserta salam kepada Penghulu Para Nabi dan Rasul, Muhammad shollallahu 'alaihi wa sallam beserta keluarga dan sahabat beliau sekalian.


Amma Ba'du....



Dalam pengawasan yang ketat yang dilakukan oleh Pasukan Militer Mesir terhadap para penduduk Mesir dengan membunuhi warga-warga sipil, menghancurkan rumah-rumah mereka dan melakukan penangkapan besar-besaran terhadap orang-orang tak berdosa, disana yang berperan paling utama melakukan kejahatan itu  dilakukan oleh para Intelijen, yang mengurusi peperangan ini guna memberikan manfaat kepada kaum Yahudi dan Nashrani.



Oleh karenanya, kami dari Jama’ah Anshar Baitul Maqdis mengumumkan pertanggungjawaban kami atas penyerangan Markas Intelijen Negara di Isma'iliyyah sebagai usaha kami untuk membersihkan Mesir ini dari para durjana dan antek-antek penjahat.



Maka hendaknya kami ulangi sekali lagi, anjuran kami kepada para penduduk Mesir untuk menjauhi semua markas Tentara atau Polisi karena mereka adalah target yang Syar'i bagi kami.



Dan Allah Maha Pemenang atas segala perkaraNya, namun kebanyakan manusia tidak Mengetahuinya.

Dan akhir dari seruan kami, walhamdulillahi Rabbil 'alamien.


Jama’ah Anshar Baitul Maqdis
15 Dzulhijjah 1434 H
20 Oktober 2013

Statemen Resmi Jama'ah Anshar Baitul Maqdis
Sumber: Shoutussalam

Penjelasan kekafiran Mursiy saat menjadi Presiden Mesir

Written By Anonim on Kamis, 17 Oktober 2013 | 09.51


Penjelasan Kekafiran Mursiy Saat Menjadi Presiden Mesir.
Bantahan Terhadap Orang-Orang Yang Mengecam Jubir Daulah Islam Di Iraq Dan Syam Abu Muhammad Al ‘Adnaniy Saat Menyebut Mursiy Sebagai Thaghut.
(Abul Qasim Al Ashbahiy).
Bismillahirrahmanirrahim
Amma Ba’du:
Kepada orang yang memerah wajahnya saat mendengar komandan Abu Muhammad Al ‘Adnaniy menyebut Muhammad Mursiy Al ‘Ayyath sebagai thaghut, saya katakan kepadamu:
* Kenapa kamu menyebut Muhammad Husni Mubarak sebagai thaghut? Bila kamu menjawab: Karena ia berhukum dengan selain syari’at Allah, sedangkan ini adalah kufur akbar.
- Maka kami katakan kepadamu: Sungguh Muhammad Mursiy Al ‘Ayyath telah berhukum dengan selain syari’at Allah, bahkan ia menambahkan melebihi keburukan Husni Mubarak di mana ia mengklaim bahwa had pencurian itu bukan termasuk hudud syar’iyyah dan ia mengklaim bahwa tidak ada perselisihan di dalam aqidah antara kita dengan Nashara, sebagaimana dahulu telah dikatakan oleh Al Qardlawiy syaikhnya “tidak ada pertikaian keagamaan antara kita dengan Yahudi” dan ia serupa dengan apa yang dikatakan oleh syaikh mereka Hasan Al Banna.
- Bila kamu mengatakan: Sesungguhnya IM di Mesir telah mengumumkan bahwa mereka ingin bertahap di dalam penerapan syari’at?
- Maka kami katakan: Setiap orang yang memiliki sedikit akal atau memiliki sesuatu walau sedikit dari Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya telah sepakat bahwa syirik akbar yang nyata itu tidak boleh dilakukan kecuali pada kondisi ikrah saja, dan kami tidak mengetahui satu penegasanpun dari para imam yang di dalamnya mereka mengudzur orang yang melakukan syirik akbar dalam rangka mashlahat yang diduga-duga -bila memang benar itu disebut mashlahat- kecuali apa yang muncul dari sebagian kaum Murjiah Gaya Baru yang mengatakan kebolehan sujud kepada berhala demi pencapaian sebagian mashlahat, sedangkan ini adalah puncak dalam Irja, bahkan bisa menyebakan kekafiran orang yang membolehkannya, sehingga orang zaman kiwari yang membolehkan hal itu maka dia berada di atas bahaya yang sangat besar. Sehingga klaim “demi mashlahat” itu bukanlah termasuk mawani’ takfir pelaku kekafiran itu, karena di dalam Islam tidak ada mashlahat yang lebih agung dari tauhid dan perealisasiannya, dan di Islam tidak ada mafsadah yang lebih besar dari mafsadah syirik. Sedangkan syirik itu bisa dihindari dengan perealisasian tauhid dan tidak mungkin tauhid dicapai dengan cara melakukan syirik akbar yang jelas lagi meyakinkan yang kita ketahui dari dienullah. Wujud bentuk pendapat orang yang membolehkan syirik untuk tujuan mashlahat adalah bahwa mereka itu ingin merealisasikan tauhid dengan melakukan syirik, sedangkan ini adalah kontradiksi dengan logika akal, dan perumpamaan hal ini adalah seperti orang yang ingin selamat dari api namun dia malah masuk ke dalam api itu, dan saat ia ditanya tentang hal itu, ia menjawab: Saya lakukannya demi mashlahat!!! Subhanallah, demi Allah tidak ada yang mengatakan hal ini kecuali orang-orang gila yang sudah tidak diharapkan akalnya lagi, bagaimana mungkin ada orang yang menginginkan sesuatu terus dia malah melakukan kebalikannya!!! Bagaimana mungkin ada orang yang ingin merealisasikan tauhid namun ia malah melakukan syirik?!!! Sungguh ini adalah bukti yang menunjukan kebohongannya dan hujjahnya yang lemah itu tidaklah bisa diterima, serta tidak ada udzur baginya di dalam hal itu.
- Bila kamu mengatakan: Saya terima bahwa Mursiy berhukum dengan selain syari’at Allah, akan tetapi ia tidak dikafirkan secara ta’yin karena ada kemungkinan ia itu jahil atau mentakwil? Maka kami katakan kepadamu: Dan kenapa kamu kafirkan Muhammad Husni Mubarak atau Qadzafiy?!! Karena kemungkinan mereka itu jahil atau mentakwil adalah sangat kuat?!! Maka kenapa kamu memberlakukan ihtimal (kemungkinan) pada Muhammad Mursiy Al ‘Ayyath namun kamu tidak memberlakukannya pada Husni Mubarak, Qadzafiy dan yang lainnya?!! Apakah hawa nafsu atau kecintaan pada IM telah mengakar pada dirimu sehingga kamu tidak bisa menyalahkan mereka pada kebatilan yang mereka lakukan, di mana kecintaan itu membuat orang menjadi buta dan tuli dari menerima Al Haq! Di mana sesungguhnya ‘illah (alasan hukum) yang dengannya kalian mengaitkan hukum tidak mengkafirkan Muhammad Mursiy adalah terbukti juga pada thaghut-thaghut lainnya, namun demikian kalian tidak memberlakukannya pada diri mereka!!
ุฃَูƒُูَّุงุฑُูƒُู…ْ ุฎَูŠْุฑٌ ู…ِู†ْ ุฃُูˆู„َุฆِูƒُู…ْ ุฃَู…ْ ู„َูƒُู…ْ ุจَุฑَุงุกَุฉٌ ูِูŠ ุงู„ุฒُّุจُุฑِ (ูคูฃ)
“Apakah orang-orang kafir kalian itu baik dari mereka itu ataukah kalian ini memiliki keterbebasan di dalam Azzubur.” (Al Qamar: 43 )
Apakah Mursiy atau orang ikhwaniy lainnya memiliki jaminan dari Allah bahwa dia itu tidak mungkin kafir!! Dan yang benar adalah bahwa telah terjalin ijma yang manqul bahwa kebodohan atau takwil itu bukanlah udzur bagi orang-orang yang menyekutukan Allah dengan syirik akbar. Di mana setiap orang yang berhukum dengan selain apa yang telah Allah turunkan, maka dia itu kafir kepada Allah dengan kufur akbar dan tidak diudzur dengan sebab kebodohan atau takwil, baik namanya Muhammad Husni Mubarak atau Qadzafiy atau Mursiy atau Al Ghannusyi atau para thaghut lainnya pada hari ini.
Inilah yang dikukuhkan Abu Muhammad Al ‘Adnaniy pada hari ini, yaitu bahwa kekafiran itu dikatakan kepada pelakunya “kafir” dan tidak perlu memperhatikan siapa namanya atau hal lainnya. Karena permusuhan kita terhadap para thaghut itu bukan pada sekedar nama-nama mereka, akan tetapi pada perbuatan-perbuatan kufur mereka, sehingga barangsiapa melakukan sesuatu yang seperti perbuatan-perbuatan mereka, maka sesungguhnya dia itu disamakan dengan mereka, secara pasti. Sehingga dengan ini gugurlah hujjah setiap orang yang wajahnya memerah atau dadanya sesak dan keberatan dengan pengkafiran Mursiy dan penyebutannya sebagai thaghut. Kemudian setelah itu silahkan orang mau mengatakan apa yang ingin ia katakan dan silahkan kalian mengatakan tentang diriku bahwa saya ghuluw atau Khawarij, demi Allah saya tidak peduli bila saya berada di atas kejelasan dari urusanku. Inilah akhir yang dimaksud.
Alih Bahasa:
Abu Sulaiman Al Arkhabiliy
11 Dzul Hijjah 1434 H / 16 September 2023
LP KK – NK

-------------
millahibrahim.wordpress

Ternyata Terbukti Syekh Ali Jum’ah Mantan Mufti Mesir Beraqidah Syiah!!!!

Written By Anonim on Minggu, 13 Oktober 2013 | 08.08

  • Bukti-buktinya yaitu metodologi (manhaj) Ali Jum’ah dalam menghina Sahabat Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa salam- dan beberapa fatwa Ali Jum’ah khusus untuk Nikah Mut’ah
  • Dia mengatakan di CBC (CNN NBC):

ู…ููŠุด ุญุงุฌุฉ ุงุณู…ู‡ุง ู…ุดุฑูˆุน ุงุณู„ุงู…ูŠ

 (Tidak perlu proyek namanya proyek Islam).
Ali JumaDr Jamal Abdul Sattar – Wakil Kementerian Wakaf yang dulu, membeberkan Fakta yang bahaya sekali tentang mantan Mufti Mesir Ali Gomaa. Sattar mengungkapkan bahwa Ali Jum’ah (Gomaa) lebih dekat kepada Syiah dari pada kepada Sunnah .
Abdul Sattar melalui akunnya di situs jejaring sosial ” Facebook ” mengatakan : . . ” Rahasia dibeberkan untuk pertama kalinya pada musim panas tahun 2004, saya berada di rumah Dr Abdel Azim al-Muth’ini rahimahullah. Dan datanglah biografi Dr Ali Gomaa, waktu itu bersama saya adalah Proffessor Doktor Ahmed Zayed dan Doktor Osama Mukmin, maka Syaikh (Dr Abdel Azim) berkata: Apakah Anda tahu bahwa Sheikh Ali Gomaa lebih dekat kepada Syiah dari pada kepada Sunnah? . ”
Abdus Sattar menambahkan : ” Maka saya terkejut”. Lalu Syekh menegaskan: Jangan kaget kalau Ali Jum’ah seorang Syi’ah.” Lalu beliau membeberkan bukti-buktinya yaitu metodologi (manhaj) Ali Jum’ah dalam menghina Sahabat Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa salam- dan beberapa fatwa Ali Jum’ah khusus untuk Nikah Mut’ah dan Nikah Adat dan lainnya. Kemudian beliau menyebutkan sebagian keadaan pribadi Ali Jum’ah yang menunjukkan hal tersebut.”
Wakil mantan Menteri Wakaf itu mengatakan: ” Sheikh al-Muth’ini rahimahullah adalah seorang ulama yang akurat dan hati-hati. Dan saya tidak berani mengatakan ini hingga saya melihat sepak terjang Ali Jum’ah sekarang ini yang menunjukkan kedengkiannya dan kebenciannya (kepada umat Islam) dan kebahagiaannya terhadap pertumpahan darah dan mengacau dalam fatwa, cabul dan menghina. Sifat-sifat ini –saya ketahui ini- adalah sifat-sifat orang Syiah Rafidhah yang mereka beribadah kepada Allah dengannya!!!!
Abdus Sattar menutup penjelasannya seraya berkata: “Saya menyadari bahwa kita sekarang ini sedang menghadapi kebencian Syiah yang terpendam dan proyek Syiah yang penuh kedengkian pada proyek Sunni, dan di sini aku ingat pernyataannya untuk CBC (CNN NBC), di mana dia mengatakan:

ู…ููŠุด ุญุงุฌุฉ ุงุณู…ู‡ุง ู…ุดุฑูˆุน ุงุณู„ุงู…ูŠ

Mafish perlu proyek Islam (tidak perlu proyek namanya proyek Islam).
La hawla wala quwwata illa billah.
Kamis, 5 Dzulhijjah 1434/ 10Oktober 2013/ gensyiah.com , diakses October 12, 2013
***

Benarkah Quraish Shihab penganut paham Syi’ah?

LPPI pernah mendapatkan surat pernyataan dari Osman Ali Babseil (PO Box 3458 Jedah, Saudi Arabia, dengan nomor telepon 00966-2-651 7456). Usianya kini sekitar 74 tahun, lulusan Cairo University tahun 1963.
Dengan sungguh-sungguh seraya berlepas diri dari segala dendam, iri hati, ia menyatakan:
  1. Sebagai teman dekat sewaktu mahasiswa di Mesir pada tahun 1958-1963, saya mengenal benar siapa saudara Dr. Quraish Shihab itu dan bagaimana perilakunya dalam membela aqidah Syi’ah.
  2. Dalam beberapa kali dialog dengan jelas dia menunjukkan sikap dan ucapan yang sangat membela Syi’ah dan merupakan prinsip baginya.
  3. Dilihat dari dimensi waktu memang sudah cukup lama, namun prinsip aqidah terutama bagi seorang intelektual, tidak akan mudah hilang/dihilangkan atau berubah, terutama karena keyakinannya diperoleh berdasarkan ilmu dan pengetahuan, bukan ikut-ikutan.
  4. Saya bersedia mengangkat sumpah dalam kaitan ini dan pernyataan ini saya buat secara sadar bebas dari tekanan oleh siapapun.
Pernyataan itu dibuat Osman Ali Babseil sepuluh tahun lalu (Maret 1998), namun hingga kini masih relevan, karena Quraish Shihab pun hingga kini terbukti masih menyebarluaskan doktrin Syi’ah.
Ke-Syi’ah-an Quraish Shihab juga terlihat ketika ia meluncurkan Ensiklopedi Al-Qur’an: Kajian Kosa Kata dan Tafsirnya, yang diterbitkan oleh Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal bekerjasama dengan Yayasan Bimantara (2007). Salah satu indikasinya, dalam Ensiklopedi itu terlalu gandrung menggunakan tafsir Syi’ah Al Mizan karangan Tabataba’i sebagai referensi dalam penulisan entri. Bahkan dapat dikatakan, rujukan utama Ensiklopedi ini adalah tafsir Syi’ah yang memberikan penafsiran terhadap Al-Qur’an sesuai dengan pemahaman aliran Syi’ah yang memusuhi sahabat-sahabat Nabi Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam.
Contoh lain ketika ia menerbitkan buku berjudul Sunnah-Syi’ah Bergandengan Tangan! Mungkinkah? Pada buku itu antara lain dikatakan, bahwa di antara Sunnah-Syi’ah terdapat kesamaan dalam prinsip-prinsip ajaran, sedang dalam rinciannya terdapat perbedaan. Namun persamaannya jauh lebih banyak. Ini bisa dilihat dari masalah keimanan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan hari kemudian, ketaatan kepada Rasul dan mengikuti apa yang dinilai sah bersumber dari beliau, serta melaksanakan Rukun Islam yang lima.
Benarkah demikian?
Dalam buku Syi’ah sendiri dinyatakan: Abi Abdullah berpesan; sesungguhnya dunia dan akhirat adalah kepunyaan Imam, diberikannya kepada yang dikehendakinya dan ditolaknya bagi yang tak diingininya. Ini kekuasaan yang diberikan oleh Allah kepada Imam. Sebagaimana ditulis oleh Muhammad bin Ya’kub al-Kulaini dalam kitab Ushul Kafi,khususnya pada bab yang berjudul Bumi Seluruhnya Adalah Milik Imam.
Salah satu ulama Syi’ah lainnya, Jakfar as-Shadiq  diklaim mengatakan:
“Yang punya bumi adalah Imam, maka apabila Imam keluar kepadamu cukuplah akan menjadi cahaya (nur). Manusia tidak akan memerlukan matahari dan bulan.” (lihatTarjumah Maqbul Ahmad, hal. 339). Tarjumah Maqbul Ahmad. (bahasa Urdu) hal. 339. Diterjemahkan secara harfiyah
Padahal, Allah subhanahu wa ta’ala mengatakan dalam Al-Qur’an, surat al-Araf:

ุฅِู†َّ ุงู„ْุฃَุฑْุถَ ู„ِู„َّู‡ِ ูŠُูˆุฑِุซُู‡َุง ู…َู†ْ ูŠَุดَุงุกُ

“Sesungguhnya bumi adalah kepunyaan Allah, diwariskan kepada orang yang dikehendaki-Nya”. (QS Al-A’raf: 128)
Menurut Quraish pula, secara bahasa Suni atau Sunah berarti perilaku atau tindakan Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam. Sedangkan Syi’ah berarti mengikuti, maksudnya adalah menjadi pengikut Nabi Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam. Karena itu, semua Sunah adalah Syi’ah, dan semua Syi’ah adalah Sunah. Karena mereka yang mengikuti perilaku Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam adalah pengikutnya Rasulullahshallallohu ‘alaihi wa sallam dan begitu juga sebaliknya.
Padahal, makna Syi’ah adalah pengikut (‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu).Quraish jelas telah memanipulasi makna Syi’ah. Kalau Sunnah dan Syi’ah tidak ada perbedaan, tentu tak perlu repot-repot mengidentifikasikan dirinya dengan nama yang berbeda. (lihat tulisan nahimunkar.com berjudul Ahmadiyah, Syi’ah dan Liberal, April 7, 2008 2:30 am).
Apakah Quraish Shihab cukup menyuntikkan faham Syi’ah lewat pendapatnya saja atau dia juga aktif di lembaga yang ditengarai menyebarkan Syi’ah? Berikut ini beritanya:

Aktif di Lembaga Iran

Kembali tentang Syi’ah di Indonesia, lebih dari itu, Iran memiliki lembaga pusat kebudayaan Republik Iran, ICC (Islamic Cultural Center), berdiri sejak 2003 di bilangan Pejaten, Jakarta Selatan. Dari ICC itulah didirikannya Iranian Corner di 12 tempat tersebut, bahkan ada orang-orang yang aktif mengajar di ICC itu. Menurut Majalah Hidayatullah yang mewawancarai pihak ICC, di antara orang-orang yang mengajar di ICC itu adalah kakak beradik: Umar Shihab (salah seorang Ketua MUI –Majelis Ulama Indonesia Pusat–?) dan Prof. Quraish Shihab (mantan rector IAIN Jakarta dan Menteri Agama zaman Soeharto selama 70 hari, pengarang tafsir Al-Mishbah), Dr Jalaluddin Rakhmat, Haidar Bagir, dan O. Hashem penulis produktif yang meninggal akhir Januari 2009. Begitu juga sejumlah keturunan alawiyinatau habaib, seperti Agus Abu Bakar al-Habsyi dan Hasan Daliel al-Idrus.
Di samping itu banyak tokoh Islam Indonesia yang diundang untuk berkunjung ke Iran, kemudian ngomongnya sudah pelo, ada yang menganggap perbedaan Syi’ah dengan Sunni bukan perbedaan principal dan sebagainya. Tanpa malu-malu mereka telah menjilat Iran, padahal negeri itu adalah pembantai Ulama-ulama Sunni, bahkan penghancur masjid-masjid dan kitab-kitab rujukan Sunni.
Syi’ah di Iran yang memusnahkan Ahlis Sunnah itu di Indonesia berpenampilan seakan lemah lembut. Hingga banyak kaum ibu yang tertarik ikut ke pengajian-pengajian mereka. Bahkan Syi’ah merekrut para pemuda untuk diberi bea siswa untuk dibelajarkan ke Iran. Kini ada 300-an mahasiswa Indonesia yang dibelajarkan di Iran, disamping sudah ada 200-an yang pulang ke Indonesia dengan mengadakan pengajian ataupun mendirikan yayasan dan sebagainya. Di antaranya seperti ditulis Majalah Hidayatullah:
Sekembalinya ke tanah air, para lulusan Iran ini aktif menyebarkan faham Syi’ah dengan membuka majelis taklim, yayasan, sekolah, hingga pesantren. Di antaranya Ahmad Baraqbah yang mendirikan Pesantren al-Hadi di Pekalongan (sudah hangus dibakar massa),ada juga Husein al-Kaff yang mendirikan Yayasan Al-Jawwad di Bandung, dan masih puluhan yayasan Syi’ah lainnya yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.
Menurut pusat data lembaga penelitian Syi’ah di Yogyakarta, Rausyan Fikr, seperti disampaikan dalam makalah yang ditulis oleh Pengurus wilayah Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Yogyakarta, AM Safwan, pada tahun 2001, terdapat 36 yayasan Syi’ah di Indonesia dengan 43 kelompok pengajian. Sebanyak 21 yayasan/ kelompok pengajian di tingkat provinsi, dan 33 yayasan/ kelompok pengajian di tingkat kabupaten. Kota.

Tidak hanya melalui pengajian, upaya penyebaran paham Syi’ah juga gencar dilakukan melalui penerbitan buku. Menurut hasil hitungan Rausyan Fikr, hingga Februari 2001 saja, tidak kurang 373 judul buku mengenai Syi’ah telah diterbitkan oleh 59 penerbit yang ada di Indonesia. (Majalah Hidayatullah, Rabi’ul Tsani 1430H/ April 2009, halaman 29). (IranMembunuh Dua Ulama Sunni, April 14, 2009 1:16 amadminArtikel http://www.nahimunkar.com/iran-membunuh-dua-ulama-sunni/#more-325

(nahimunkar.com)
“Sesungguhnya bumi adalah kepunyaan Allah, diwariskan kepada orang yangdikehendaki-Nya”. (QS Al-A’raf: 128)

Sumber: nahimunkar

Mesir Kembali Membara, 51 Warga Sipil Meninggal

Written By Anonim on Selasa, 08 Oktober 2013 | 09.31


KAIRO – Demonstrasi penentangan berkuasanya militer kembali marak di Mesir pada minggu dan senin (06-07/10/2013). Motif demonstrasi ini menandai awal perang Mesir 1973 melawan Israel yang kini justru Mesir berdamai dengan Israel. Sebagian dari demontstran adalah Ikhwanul Muslimin pendukung Morsi.

Demonstrasi ini menyebabkan 51 warga sipil tewas akibat bentrok dengan aparat keamanan. Aksi militer membunuh puluhan warga sipil karena mereka merusak stasiun satelit komunikasi nasional di Maadi , pinggiran selatan Kairo.

Di tempat lain, Militer murtad Mesir diserang oleh Mujahidin di Terusan Suez dari kota Ismailia , timur Kairo, 9 orang anggota militer Mesir tewas terbunuh. Kemudian di Sinai, Mujahidin melakukan Bom Syahid di markas keamanan di selatan kota El – Tor . Puluhan orang tewas dan 55 lainnya luka-luka .

Sekelompok Mujahidin mulai masuk ke dalam barisan Demonstran dan ikut menyerang Militer dengan senjata, sehingga pertempuran sengit berlangsung selama berjam-jam di beberapa lingkungan di ibukota. Kali ini Militer mendapat perlawanan dari para Demonstran.

Kelompok bersenjata ini bukan dari Ikhwanul Muslimin, pejabat militer belum bisa memastikan dari mana mereka berasal. Dugaan kuat mereka adalah Mujahidin Sinai yang berhasil masuk ke Ibukota.

Source : Al-Mustaqbal Channel

Salafi Jihadi di Sinai Mengancam akan Memerangi Siapapun yang Membantu Pasukan Murtad Mesir

Written By Anonim on Minggu, 06 Oktober 2013 | 11.44


MESIR – Dalam pernyataan yang dirilis ke forum jihad pada tanggal 4 Oktober, Salafi Jihadi di Sinai mengancam akan memerangi siapa pun yang terbukti membantu pasukan murtad Mesir dan menawarkan untuk bertaubat bagi mereka yang terlanjur telah membantu pasukan murtad Mesir. Pernyataan tersebut, diterjemahkan oleh SITE Intelligence Group, pernyataan lebih lanjut mengecam tentara murtad Mesir yang telah melancarkan perang terhadap Islam dan kaum Muslimin kemudian mencoba untuk mendorong ummat melalui berhala konstitusi yang baru.
“Siapapun yang membantu pasukan murtad Mesir dengan informasi, memata-matai, atau bahkan berpartisipasi dalam kampanye dosa mereka terhadap desa-desa (kaum muslimin), dan bekerja menjadi pemandu mereka …ini hanyalah dilakukan oleh orang murtad dan layak untuk perangi,” kata Salafi Jihadi Sinai mengumumkan. “Kami akan menangkap mereka, dengan izin Allah, bahkan jika semua tentara dan polisi melindunginya. Kami akan mencapainya, dengan bantuan Allah, bahkan jika dia berada dirumahnya, “lanjut pernyataan itu.
Hal ini sejalan dengan firman Allah “…Barangsiapa yang tawalliy kepada mereka di antara kalian, maka sesungguhnya dia adalah bagian dari mereka…” (QS. Al Maidah : 51)
Dalam pesan yang langsung diarahkan secara khusus pada para pemimpin suku-suku setempat, Salafi Jihadi di Sinai memperingatkan bahwa “pengkhianat hanya akan mendapatkan pedang.”
Pernyataan itu menyimpulkan dengan menawarkan kesempatan bertobat bagi mereka yang membantu pasukan murtad Mesir untuk. “pintu pertobatan ini terbuka untuk semua yang pernah menjadi pengkhianat, dan kami akan memaafkannya tidak peduli apa tindakan dia dimasa lalunya, “kata pernyataan itu.
Seiring dengan ancaman terhadap mereka yang bekerja sama dengan pasukan murtad Mesir dan anjuran untuk melakukan taubat bagi mereka yang terlanjur bekerja sama, kelompok jihad ini juga menegaskan kembali bahwa tentara murtad telah membunuh orang yang tidak bersalah dalam operasinya di Sinai. “Pasukan murtad akan menyerang setiap orang yang mempunyai penampilan Islam,” kata pernyataan itu . Salafi Jihadi mengungkapkan, “bahwa perang melawan mujahidin telah menjadi perang terhadap warga tak bersalah di Sinai.”
Kelompok jihad lanjut menyatakan bahwa pemerintah murtad Mesir menargetkan orang-orang yang tinggal di sepanjang perbatasan dalam rangka “menciptakan zona penyangga untuk melindungi orang Yahudi dari setiap operasi jihad dari Sinai.”
“Mujahidin mengantisipasi niat buruk dari tentara murtad yang menargetkan warga dengan alasan bahwa di antara mereka ada mujahidin, sehingga mujahidin memilih mundur untuk menyelamatkan warga dari perang ini dan kejahatan (pasukan murtad Mesir).
Dalam forum jihad, bersama dengan pernyataan kelompok Jihad yang berbasis di Sinai menyediakan link ke video terbaru yang dirilis Ibnu Taimiyah Media Center serta Ansar Yerusalem yang merinci beberapa kejahatan yang dilakukan oleh pasukan murtad Mesir di Sinai.
sumber : Al-Mustaqbal Channel

Jihady Online Radio

 
Support : Creating Website | Mujahidin | Mujahidin
Copyright © 1434 H / 2013 M. By Ridwan Kariem | Tauhid Media
Template Modified by Creating Website Published by Mujahidin
Proudly powered by Mujahidin