Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Inggris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inggris. Tampilkan semua postingan

Kepala M15 : Al Qaeda dan afiliasinya Ancaman Langsung & Segera Ke Inggris

Written By Anonim on Rabu, 09 Oktober 2013 | 16.57


LONDON – Direktur Jendral M15, Andrew Parker memperingatkan publik Inggris akan ancaman Islam yang sedang disebarluaskan para jihadis, yang nantinya akan menjadi bom waktu bagi negaranya.

“Ribuan ‘ekstrimis’(jihadis) Islam di Inggris melihat publik Inggris sebagai target yang sah untuk serangan”, direktur jenderal MI5 memperingatkan, seperti dilansir BBC, Selasa (8/10/2013).

Andrew Parker berpidato dihadapan publik untuk pertama kalinya sejak ia mengambil alih sebagai kepala Dinas Keamanan Inggris bulan April lalu.

Mujahidin Al Qaeda dan afiliasinya di Pakistan dan Yaman hadir “ancaman yang paling langsung dan segera ke Inggris , ” katanya . Allahu Akbar!

Dia menambahkan bahwa layanan keamanan harus memiliki akses ke banyak sarana komunikasi yang ‘teroris’ (baca : jihadis) sekarang gunakan sebagai alat propaganda.

Ancaman ke Inggris tumbuh lebih beragam dan menyebar , katanya , tetapi memperingatkan : “Ini masih kasus, bahwa ada beberapa ribu ‘ekstrimis’ (jihadis) Islam di sini yang melihat publik Inggris sebagai sasaran yang sah”.

Dia menjelaskan bahwa “mengetahui seorang individu tidak sama dengan mengetahui segala sesuatu tentang mereka”.

” Berada di radar kami tidak selalu berarti berada di bawah mikroskop kami , ” katanya.

Ketakutan dan kecemasan juga dirasakan departemen Luar Negeri AS, ia memperingatkan Pemerintah dan warganya untuk meningkatkan kewaspadaan karena menduga Al-Qaeda akan menyerang wilayah internal AS.

Parker bertugas 30 tahun di MI5 , sebelumnya ia menjabat sebagai wakil direktur umum dan sebelum itu direktur divisi kontra -terorisme pada saat pemboman London pada tahun 2005.

Dakwah (tauhid) jalanan yang hampir digelar setiap pekannya oleh aktivis Islam di Inggris, dimana juga sering mengangkat tema perlawanan (jihad) melawan kelaliman rezim-rezim diktator, dianggap sebagai bentuk teror oleh pemerintah kafir Inggris. Sehingga tidak sedikit dari aktivis Islam itu diseret ke dalam penjara.

Sumber : diolah dari bbc

Buku Dusta Malala Disebarluaskan, Waspadalah!



BIRMINGHAM, INGGRIS - Malala (16) makin sesat dan menyesatkan. Pada hari Selasa (08/102013) kemarin, gadis Pakistan yang lolos dari sergapan Mujahidin tersebut meluncurkan buku yang berisi kedustaan berjudul “I Am Malala” yang kemudian diedarkan ke seluruh dunia. Laa haula wa laa quwwata illa billah!

Ditulis bersama wartawan Inggris, Christiana Lamb, memoar itu mengisahkan kehidupannya sebelum dan setelah insiden 9 Oktober 2012, ketika dia ditembak oleh Mujahidin Taliban, di kawasan Lembah Swat, Pakistan.

Anak perempuan yang (katanya) memperjuangkan pendidikan untuk perempuan itu sedang berada di dalam bus menuju ke sekolah bersama teman-temannya dan sekelompok pria bersenjata masuk ke dalam bis, bertanya Siapa Malala dan menembaknya di bagian kepala.

Penembakan tersebut juga digambarkan dalam memoar itu secara singkat namun dengan rincian yang hidup.

“Udara berbau solar, roti, dan kebab yang bercampur dengan bau sungai kecil tempat orang membuang sampah,” kenang Malala dalam buku itu.

Salah seorang temannya kemudian mengatakan bahwa tangan pria yang menembaknya gemetar saat menarik pelatuk.

“Teman-teman saya mengatakan dia melepas tiga tembakan, saling berurutan. Ketika kami tiba di rumah sakit, rambut saya yang panjang dan paha Moniba penuh dengan darah,” tulisnya.

Demikian opini yang berkembang di masyarakat akibat pemberitaan media-media kafir dan sekuler tentang Malala.

Sejatinya Malala adalah “musuh” Islam, di mana pada usia dini Malala sudah mengembangkan opini buruk tentang pendidikan Islam yang diterapkan di Lembah Swat, tempat Malala tinggal. Malala jelas berfikiran liberal dan menolak sistem pendidikan Islam yang diterapkan kepada para Muslimah di sana.

Tapi begitulah barat, musuh-musuh Islam, Malala malah diberi penghargaan dan dimuliakan, bahkan kini diperbolehkan menyebarkan kedustaan lewat bukunya. Laa haula wa laa quwwata illa billah!

Sumber : Al-Mustaqbal Channel

Pelajar Muslim Inggris Dilarang Pelihara Janggut

Written By Anonim on Jumat, 04 Oktober 2013 | 23.29



Dua pelajar muslim dilarang mengikuti pelajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA) Mount Carmel di Kota Accrington, Inggris. Kedua pelajar yang tidak diungkap namanya tersebut dihukum karena menolak mencukur janggutnya.


Pihak sekolah mengaku memberikan hukuman dengan pertimbangan matang. Mereka menemukan memelihara janggut bukan hal yang diwajibkan dalam ajaran Islam.

“Saya telah melakukan penyelidikan dan menanyai beberapa ulama lokal,” ujar Kepala Sekolah SMA Mount Carmel Xavier Browers, seperti dikutip Guardian, Jumat (4/10/2013).

“Tidak ada kewajiban untuk memelihara janggut dalam ajaran Islam. Ini hanya pilihan yang dijalankan kedua pemuda. Pilihan mereka berseberangan dengan standar penampilan di sekolah kami,” lanjutnya.

Keluarga kedua pelajar mengecam tindakan sekolah. Mereka menyebutnya murni sebuah diskriminasi.

“Sekolah-sekolah harus memiliki kebijakan yang terbuka untuk segala kalangan. Ujar salah satu pihak keluarga yang menolak menyebut namanya.

Sumber — http://news.atjehcyber.net/2013/10/pelajar-muslim-inggris-dilarang.html#ixzz2glsvdh6d 
@AtjehCnet on Twitter

Wajib Jilbab, Inggris Tutup Sekolah Islam


Sekolah Al-Madinah di Kota Derby, Inggris bagian timur, Rabu, 2 Oktober 2013, ditutup menyusul laporan yang menyebutkan bahwa staf muslim dan non-muslim di sekolah tersebut diwajibkan berjilbab dan menutup aurat.

Penutupan dilakukan oleh satu lembaga bernama Ofsted, yang menginspeksi sekolah-sekolah di Inggris. Sekolah ini ditutup pada Rabu, 2 Oktober 2013. Tidak dinyatakan secara detail apa alasan penutupan sekolah itu oleh Ofsted.

"Bisa kami sampaikan bahwa Ofsted baru-baru ini melalukan inspeksi selama dua hari ke sekolah Al-Madinah di Derby," jelas Ofsted dalam sebuah pernyataan yang dilansir The Guardian.

Sekolah Al-Madinah memiliki 200 murid dan dibuka akhir tahun lalu sebagai bagian dari program sekolah bebas dari pemerintahan Inggris.

Dalam situsnya, sekolah ini menyatakan, "Sekolah ini kami dirikan berdasarkan prinsip dasar Islam yang kami anut. Islam juga memiliki prinsip-prinsip universal yang berlaku bagi kaum muslim maupun bukan." 

Oleh karenanya, jelas Al-Madinah di situs, perlu ditekankan terhadap staf perempuan mengenakan pakaian muslim yang menutup aurat kendati mereka non-muslim.

"Seluruh staf harus menunjukkan adab kesopanan dengan cara berpakaian. Bagi staf perempuan, kendati beragama lain, diwajibkan menutupi kepala dan badannya sesuai ajaran Islam."

Sumber: atjehcyber.com

Bantu Kenya Perangi Mujahidin Al Shabaab, Inggris Akan Turunkan Pasukan Khusus SAS

Written By Anonim on Senin, 30 September 2013 | 18.37



Pasukan khusus SAS Inggris menyatakan siap untuk menyerang posisi Mujahidin al Shabaab di Somalia apabila pasukan Kenya memohon bantuan mereka. Serangan akan dilakukan sebagai balasan atas aksi heroik Al Shabaab selama 4 hari menguasai Westgate Mall di Nairobi, Kenya satu pekan yang lalu, sebagaimana yang dilansir dari Mirror News.

Menurut sumber orang dalam militer, serangan akan dilakukan beberapa minggu lagi. Unit pasukan khusus Inggris ini akan bergabung dengan pasukan khusus AS dan Kenya dalam upaya untuk membunuh pemimpin Mujahidin al Shabaab dan mengurangi kemampuan Mujahidin untuk melakukan serangan lain di Kenya.

Langkah ini dilakukan, setelah Presiden Somalia Sheikh Hassan Mohamud meminta bimbingan bagaimana "mengganggu dan mematahkan" para ekstremis Islam. Bagian utara timur negara itu didominasi oleh Al Shabaab dan serangan di ibukota Mogadishu telah menjadi ancaman di setiap harinya. SAS akan menurunkan orang-orang di lapangan untuk mengumpulkan data intelijen sebelum meluncurkan serangan terhadap lokasi-lokasi Mujahidin dengan didukung oleh pesawat tak berawak.

Seorang sumber militer mengatakan, "Al Shabaab menyembunyikan peralatan perang mereka juga tokoh-tokoh kuncinya untuk menghindari teknologi mata-mata dari langit kita."

Unit pasukan khusus Inggris itu kini tengah berada di Djibouti, Somalia utara, melakukan latihan bersama dengan Perancis dan pasukan AS.

Pasukan SAS yang berbasis di Kenya juga mengklaim telah membantu pasukan pemerintah menghalau Mujahidin al Shabaab yang mencoba untuk menyelinap lagi melintasi perbatasan ke Somalia. [arkan/ mirror]

--------------------
Shoutussalam

Jihady Online Radio

 
Support : Creating Website | Mujahidin | Mujahidin
Copyright © 1434 H / 2013 M. By Ridwan Kariem | Tauhid Media
Template Modified by Creating Website Published by Mujahidin
Proudly powered by Mujahidin