Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Lebak : Antara Kemelaratan Rakyatnya dan Lamborghini Rp 9 Miliar

Written By Anonim on Selasa, 08 Oktober 2013 | 11.11


Lebak (voa-islam.com) Lebak salah satu kabupaten di Banten, di mana rakyatnya 80 persen mlarat. Kondisi rakyatnya sangat menyedihkan. Sering terkena banjir. Barangkali perlu waktu yang panjang membangun Lebak. Kabupaten yang pernah menjadi jajahan Belanda itu, sekarang tak kurang pedihnya, dibanding di zaman Belanda.

Tetapi, seperti dongeng lainnya, di negeri yang penuh dengan paradok, segalanya bisa terjadi. Di mana 70 persen rakyat Indonesia hanyalah pendidikan SD (Sekolah Dasar), dan income perkapitanya (pendapatan perkepala), hanya $ 500 dollar. Tetapi, orang-orang kaya tumbuh sangat pesat di negeri ini, dan pendapatan mereka bisa diatas $ 15.000 dollar perbulan.

Tak aneh di zaman yang penuh dengan kekacauan (kolobendu), berbagai paradok terjadi di Republik ini. Pemimpin dan pejabatnya yang memutuskan keadilan, ternyata suka makan barang haram, yaitu uang sogokan. Pajabatnya banyak yang berubah menjadi penjahat.

MK (Mahkamah Konstitusi) menjadi tempat terakhir, bagi siapapun bersengketa, dan ingin mendapatkan keputusan. Tetapi, apa lacur, jika Ketua MK, seperti Akil Mochtar, Rabu lalu, ditangkap KPK di rumahnya di Widya Chandra, menerima uang sogok, terkait dengan keputusan pilkada di kabupaten Kalimatan Tengah dan Lebak.

Akil Mochtar di bui, karena menerima sogokan, termasuk sogokan dari Tubagus Chaery Wardana, terkait pemilihan bupati Lebak. Tubagus Chaery Wardana adalah suami Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany dan adik Gubernur Banten, Ratu Atut.

Ada sisi yang sangat paradok antara kehidupan rakyat Lebak yang rata-rata mlarat dengan gaya hidup Tubagus Chaery Wardana (Wawan) yang menjadi adik Gubernur Baten, Ratut Atut Chosiyah. Betul-betul tidak masuk akal, dan seperti antara langit dan bumi. Termasuk gaya hidup Walikota Tengerang Selatan, Airin, yang jumlah kekayaannya mencapai Rp 103 miliar, dan mungkin masih tambah.

Tubagus Chaery atau Airin memiliki rumah di kawasan elit di Jalan Denpasar IV No.35, Kuningan, Jakarta Selatan. Rumah Tubagus itu, bergaya minimalis. Sangat indah. Tidak seperti rumah-rumah rakyat Lebak, yang sebagian masih jembel.

Tentu, lebih mencengangkan lagi, di garasi rumah yang model minimalis itu, tersimpan mobil-mobil mewah. Diantaranya, Lamborghini 2009, berharga Rp 9 miliar, Range Rover Sport berharga Rp 2,15 miliar, Marcedes Benz 2008, berharga Rp 1,58 miliar, Mini Cooper 2008 berharga Rp 600 juta, Toyota Alphard 2010 berharga Rp 1,3 miliar, Ferrari 2006, berharga Rp 3,5 miliar, Porsche Panamera 2010 Rp 3,5 miliar, dan Toyota Fortuner 2010 berharga Rp 459 juta.

Kekayaan Airin itu, masih lagi ditambah dengan : tanah dan bangunan di Tangerang, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Cianjur, Sumedang, Bandung, Bogor, serta Serang, dan yang paling luas di Bogor, yaitu 19.416 meter persegi. Airin juga memiliki logam mulia senilai Rp 9,25 miliar. Masih ditambah surat berharga hasi investasi sejak tahun l995, hingga 2010, nilai Rp 2,07 miliar, ditambah giro setara Rp 10,71 miliar.

Sangat luar biasa anak keturunan Chasan Shohib, yang menjadi tokoh di Baten yang sangat terkenal itu.

Sekarangketurunan Chasan Shohib membangun kerajaan di Banten. Diantaranya Heryani (ibu tiri Atut) menjadi Wakil Bupate Padeglang, Ratna Komalasari (ibu tiri Atut) anggota DPRD Kota Serang, Ratu Atus menjadi Gubernur Banten, Hikmat Tomet (suami Atut) menjadi Anggota DPR RI dari Partai Golkar, tahun 2009-2014, Andika Hazumy (anak Atut) anggota DPD Banten, periode 2009-2014, Ade Rossi (menantu Atut) menjadi anggota DPRD kota Serang, Tubagus Khaerul Zaman(adik Atut) menjadi Wakil Walikota Serrang, Airin Rachmi Diany, (ipar) menjadi Walikota Tangerang Selatan, Ratu Tatu Chasanah (adik Atut) menjadi Wakil Bupati Serang, Aden Abdul Cholik (ipar Atut) anggota DPRD Provinsi Banten, dan Tanto Warbono (menantu Atut) caleg DPRD Provinsi Banten.

Sungguh sangat luar biasa bagaimana anak keturunan Chasan Shohib, yang sebagian rakyat Banten mengenalnya sebagai tokoh "jawara" itu, sekarang berkembang membangun kekuasaan yang mirip kerajaan.

Gaya hidup mereka sangat ironi, dan tidak menampakkan empati atau rasa prihatin dengan begitu banyaknya rakyat di provinsi Banten yang masih mlarat, tetapi mereka hidup dengan bergelimang harta, melebihi penguasa Belanda yang pernah menjajah Lebak.

Sumber: Voa-Islam.Com

Dari Dinasti Soekarno, Soeharto,Gus Dur, Sampai Chasan Sochib


Jakarta - Memang Indonesia sudah merdeka, dan berbentuk Republik, bukan Kerajaan. Namun, gejala yang ada menunjukkan di Indonesia kehidupan politik, mirip kerajaan. Kekuasaan jatuh turun-temurun. Bukan berdasarkan kriteria modern yang menngandalkan sistem meritrokrasi.

Coba. Dari Soekarno, pemimpin yang dikenal flamboyan, karismatis, dan memiliki kemampuan retorika, melahirkan generasi Megawati. Megawati yang selalu dielu-elukan sebagai "trah" Soekarno itu, terus dielu-elukan, ketika itu, sampai ada yang memiliki sikap berlebihan, mengatakan, bahwa Mega itu, "Ratu Adil".

Rakyat dibikin terikat secara emosional dengan Mega yang menjadi "trah" keturunan Soekarno itu. Sekalipun, sering terjadi Mega itu anak "ideologis" atau anak "biologis". Maksudnya, kalau Mega itu anak "ideologis" Soekarno, pasti akan mewarisi sikap "Bapaknya" Soekarno, yang menganut garis polsitik yang sangat anti Nekolim (Neo-Kolonialisme dan Imperialisme). 

Tetapi, apakah Mega selama berkuasa dan menjadi presiden menunjukkan Mega itu anak "ideologis" Soekarno, dan bersikap tegas terhadap Nekolim? Ini menjadi pertanyaan secara elementer bagi rakyat Indonesia yang selama ini dicekoki tentang demagogi, bahwa Mega itu "Ratu Adil",yang akan mengangkat rakyat yang sudah dikuyo-kuyo Soeharto. Atau Mega itu sejatinya hanya menjadi "pak turut" dari kekuatan Nekolim?

Mega yang menjadi dinasti Soekarno ini masih dalam posisi Capres (calon presiden) dari PDIP di tahun 2014. Jika Mega maju dan menjadi presiden, maka ini merupakan prestasi yang bersejararh dalam dinasti Soekarno.

Mega yang sudah mulai sepuh itu, dan nampak letih sejak meninggalnya Taufik Kemas, sekarang mulai berpikir ulang tentang masa depan dirinya. Apakah Mega masih akan terus lanjut maju sebagai Capres di 2014? Mengingat Mega yang sudah semakin "sepuh", atau mungkin Mega akan menyerahkan kepada "trah" Soekarno berikutnya, yaitu Puan Maharani. Puan Maharani adalah anak Mega dari hasil perkawinannya dengan Taufik, dan sekarang sudah menjadi salah satu Ketua PDIP.

Sesudah Soekarno dilengserkan oleh Soeharto, dan di dahului dengan "goro-goro" peristiwa G.30.S PKI, maka Soeharto yang waktu menjadi Panglima Kostrad, naik menjadi presiden. Soeharto memutar jarum, di bawah Soekarno, Indonesia berkiblat ke Moskow dan Peking, kemudian saat Soeharto berkuasas, kiblat Indonesia ke Washington.

Soeharto juga menciptakan dinasti baru, anak-anaknya, seperti Sigit, Tutut, Bambang, Tomi dan Mamik, semuanya menikmati berkah dari kekuasaan Soeharto.

Mereka mendapatkan rente dari kekuasaan Soeharto, dan mendadak menjadi pengusaha kaya-raya bersama 200 konglomerat Cina yang sering di bawa Soeharto ke peternakan sapi di Tapos, Bogor. Dan, perputaran ekonomi Indonesia hanya berputar diantara keluarga Cendana dan 200 konglomerat Cina.

Tetapi, dari dinasti Soeharto itu, hanya Tutut sangat menonjol, dan ikutan dalam politik. Tutut pernah diangkat menjadi menteri menjelang keruntuhan Soeharto, dan mendirikan partai politik, bersama dengan Jenderal Hartono. Tetapi, partai yang didirikan oleh Tutut dan Hartono, tak laku, dan akhirnya tak pernah ada lagi.

Betapa Soeharto ingin membangun dinasti, sampai tujuh turunan, dan ingin mewariskan kekuasaan kepada anak-keturunannya, tetapi begitu Soeharto runtuh, semua bangunan dinasti yang dibangunnya itu ikut runtuh, seperti tumpukkan pasir.

Soeharto runtuh, karena sudah terlalu lama berkuasa, dan sudah tidak lagi memiliki kepekaan terhadap nasib rakyat. Di era Soeharto itu, istilah atau konotasi yang paling terkenal, yaitu KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme), dan diabadikan KKN itu dalam Tap MPR. 

Soeharto lengser lahir tokoh baru, yaitu Abdurrahman Wahid. Tokoh NU ini membuat negara menjadi "acak adul", mengatur negara, mirip mengatur sebuah warung makan di Jombang. Menteri gonta-ganti. Membuat pernyataan penuh dengna konntroversi. Berpikir sangat "kiri"dan "humanis". Fakta itu terefleksi dengan orang-orang pilihan Gus Dur yang duduk di kabinet.

Gus Dur anti militer atau tentara, dan banyak jenderal yang sakit hati dengan Gus Dur. Karena itu, ketika Gus membuat dekrit ingin membubarkan partai-partai politik, dan DPR, termasuk Golkar, justeru tentara tidak mendukung. Akhirnya Gus Dur tepelanting dari kekuasaannya.

Dari "trah" Gus Dur itu, ada yang memiliki perhatian dibidang politik, yaitu Yeny Wahid. Sekarang memimpin Wahid Institute. Yeni gemar mengumbar isu-isu kontroverssi bagi umat Islam persis seperti bapaknya. Namun, Yeny dijungkirkan oleh saudaranya sendiri, yaitu Muhaimin Iskandar, saat memperebutkan PKB. Sehingga, Yeny kehilangan pengaruh politik, dan tidak lagi dapat mengandalkan dukungan NU, meskipun banyak kalangan ulama yang cinta terhadap Gus Dur.

Tentu yang paling menari dinasti Chasan Shohib yang terekanal sebagai "jawara" Banten. Bagaimana Chasan Shohib ini bisa membangun dinasti di Banten dengan sangat efektif. Karena, memang Chasan Shohib yang didukung Golkar itu, sangat disegani rakyat Banten, karena jawaranya itu.

Anak keturunan Chasan Shohib, sekarang menguasai Banten, mulai dari anaknya Ratu Atut yang menjadi Banten dua periode, dan belum lagi isteri-isterinya yang menjadi pejabat. Anaknya, cucunya, semuanya menikmati berkah dari kekuasaan. Chasan Shohib tergolong berhasil membangun dinasti kerajaan di Banten.

Di balik semua itu, ada yang paling mencenganghkan, yaitu anak Chasan Shohib, yaitu Tubagus Chaery Wardana, yang menjadi adik Atut, dan suami Airin, Bupati Tangerang Selatan ini, memiliki kekayaan Rp 103 miliar, dan Wawan memiliki mobil lamborghini, harganya Rp 9 miliar. Dinasti Chasan Shohib ini memang berkuas adi Banten.

Tetapi, semua dinasti Chasan Shohib akan berakhir bersamaan dengan tertangkapnya Ketua MK Akil Mochtar yang menerima sogokan dari Wawan terkait dengan pilkada bupati Lebak.

Wawan yang menjadi suami Airin, sekarang meringkuk di bui, dan mungkin akan menyusul Atut? Dinasti-dinasti itu semua tamat, karena mereka terlalu tamak terhadap harta, dan dengan jalan yang tidak halal.


Sumber: voa-islam.com

JAT Didukung Warga Tutup Tempat Kesyirikan Berkedok Pesantren

Written By Anonim on Sabtu, 05 Oktober 2013 | 17.42


SRAGEN (GPT/shoutussalam.com) – Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) bersama elemen Muslim lain selesai melaksanakan agenda rutin long march 3 bulanan di sekitar terminal Pilangsari Sragen pada Ahad, 29 September 2013. Tiba-tiba ada salah seorang  warga melaporkan kepada korlap aksi bahwa di dukuh Bedowo, Desa Jetak kecamatan Sidoharjo Kabupaten Sragen ada sekelompok warga yang mau menutup tempat kesyirikan berkedok pesantren. Kemudian dari korlap memerintahkan beberapa orang  untuk mendatangi lokasi. Lokasi yang dimaksud adalah Padepokan Bumi Arum.

Sesampainya di lokasi, peserta long march yang berjumlah ratusan disambut oleh tokoh masyarakat baik dari unsur RT, RW, Lurah, maupun tokoh masyarakat lainnya. Menurut warga bangunan ini sering melakukan aktivitas yang disebut dengan “Pasujudan Santri Luwung Padepokan Bumi Arum.”


Akhirnya ada dialog antara laskar, masyarakat, RT, RW, Lurah dan tokoh masyarakat lainya untuk menghentikan kegiatan kesyirikan tersebut, Hal ini dilakukan karena ritual tersebut sebenarnya sudah dilaporkan warga kepihak berwajib seperti Bupati, Kapolres, MUI, Depag, Kodim dan instansi lainnya namun belum juga ditutup.
Menurut surat yang diberikan kepada pejabat terkait disebutkan bahwa pedepokan ini digunakan untuk ritual kungkum (merendam diri). Ajaran serupa juga sudah ditutup oleh pemkot Mojokerto sesuai dengan putusan kejaksaan.
Padepokan ini berpedoman pada Kitab Layang Ijo, pimpinan Padepokan menutup diri, sering menggunakan ritual dengan musik yang mengganggu lingkungan sekitar dan masih banyak lagi keberatan warga. Surat penolakan ditandatangani ketua RT 1- 4 Rw 7 dan ditandatangani pula ketua RW 7.


Akhirnya disepakati untuk memanggil Kapolsek  Sidoarjo. Setelah ditunggu beberapa waktu akhirna Kapolsek dan stafnya datang dan diadakan dialog yang akhirnya disepakati untuk menyegel tempat tersebut.
Tempat tersebut disegel oleh RT dan masyarakat yang disaksikan oleh JAT dan elemen umat Islam lainnya termasuk  Kapolsek, Lurah dan Koramil. Penutupan berjalan lancar dan damai.
Menanggapi laporan dan tuntutan dari warga ini, pihak pemilik tanah Harso Wiyono dan keluarga menerima dari tuntutan warga untuk menghentikan aktivitas yang berbau kesyirikan. Gus Anto selaku pengelola tidak hadir. [Hisbah JAT Jateng]

Ketua MK Korupsi, Ini Bukti Hukum Di Negeri Ini Bisa Dibeli


JAKARTA - Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar ditangkap tangan di rumahnya di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, 2 Oktober 2013. Ketua MK, Akil Mochtar, merupakan pejabat tertinggi negara yang pertama, sekaligus dari institusi tertinggi penegak hukum di Indonesia yang ditangkap KPK.

Dia diduga menerima suap terkait perkara sengketa pemilihan dua kepala daerah, yakni di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan Kabupaten Lebak, Banten.

Dari kronologi yang disampaikan oleh pimpinan KPK, penyerahan uang dilakukan langsung di rumah tersangka dalam mata uang US$ dan SING$ senilai Rp 2 milyar, sementara Rp 1 milyar lainnya disita dari tempat lain.

“Kalau kita jumlah keseluruhannya kurang lebih Rp 3 milyar, oleh karena itu KPK sudah menetapkan secara resmi orang orang yang menjadi tersangka,” ungkap Ketua KPK Abraham Samad.

Tertangkapnya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi menunjukkan hukum di Tanah Air sudah terbeli. Kasus ini menunjukkan hukum sudah terbeli dan tidak ada lagi panutan di negeri ini.

MK sebagai lembaga tinggi negara yang diharapkan menjadi garda terdepan pengawal tertinggi konstitusi pun tidak bisa diharapkan lagi. Dan ini menunjukkan bahwa negeri ini sudah tidak punya harapan untuk menegakan hukum dan konstitusinya.

Adanya penangkapan itu menunjukkan bahwa mafia dan praktik mafia sudah masuk begitu jauh dalam kehidupan elit dan pejabat tinggi negara. Jika Ketua MK saja korupsi lalu bagaimana dengan badan eksekutif dan legislatifnya?

Padahal Akil Mochtar beberapa kali melontarkan pernyataan “sok suci” soal korupsi seperti yang dilansir oleh tempo. Ini beberapa di antaranya:

“Saya atau dia yang masuk penjara. ” Akil Mochtar tentang Refly Harun, pengacara yang menulis kolom adanya jual beli putusan di Mahkamah Konstitusi, 10 Desember 2010.

“Ini ide saya, dibanding dihukum mati, lebih baik dikombinasi pemiskinan dan memotong salah satu jari tangan koruptor saja cukup.” Akil Mochtar di Jakarta, 12 Maret 2012

“Kalau saya bukan orang independen, kalau saya orang yang bisa disetir atau diintervensi oleh kekuatan-kekuatan lain, tidak mungkin tujuh orang (hakim) itu pilih saya. Memangnya mereka bodoh. Mereka hakim-hakim yang berpengalaman, beberapa guru besar malah.” Akil Mochtar tentang gosip miring perihal dirinya, 5 April 2013.

“Wak (ayah) saya itu mengajarkan tidak dengan omongan, tapi dengan perilaku.” (Dikutip dari profil Akil Mochtar di situs Mahkamah Konstitusi)

Ternyata perkataannya itu hanyalah dusta dan tidak bisa dipercaya. Seperti inilah cermin negeri Demokrasi, hukumnya bisa dibeli. Masihkah kita membela dan mempertahankannya?
Source : Al-Mustaqbal Channel

Apakah Indonesia Daarul Kufri (Negara Kafir) ?


Hingga kini, banyak orang yang belum faham akan status negeri-negeri kaum Muslimin, termasuk Indonesia dalam timbangan syariat Islam. Apakah Indonesia Daarul Kufri atau negara kafir? Berikut penjelasan ringkas atas pertanyaan tersebut!

Syekh Al Mujahid Abu Abdillah Al-Muhajir, rahimahullah, dalam “Masailu min Fiqhil Jihad” menjelaskan bahwa akibat adanya pergolakan antara al-haq versus al-batil, maka terjadilah demarkasi.

Beliau mengatakan, oleh sebab permusuhan antara dua kelompok inilah orang-orang kafir menjajah dengan seluruh kemampuan mereka berupa power dan penguasaan atas kaum muslimin dengan berbagai macam bentuk penjajahan untuk merusak dien kaum muslimin dan menjauhkan mereka dari dakwah Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Maka Alloh memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk keluar dari Makkah -darul kufri- yang mana pada waktu itu orang-orang kafir kuat dan berkuasa untuk hijroh ke Madinah dengan para penduduknya yang memiliki kekuatan dan perlindungan yang telah berbaiat untuk menolong Islam -dengan baiat perang- dengan segala kemampuan yang mereka miliki untuk menghadapi lawan baik arab atau non arab.

Kemudian segera membentuk kekuatan dan mengokohkan kekuasaan mereka secara ril. Maka kaum muslimin memiliki teritorial khusus milik mereka yang memisahkan dengan kaum selain mereka, sebuah negeri yang dinisbahkan kepada mereka, diterapkan hukum-hukum dien yang diridhoi Alloh, dan di negeri ini mereka dapat meninggikan kalimat-Nya. Diwajibkan atas semua kaum muslimin untuk berhijrah ke negeri tersebut yakni darul islam.

Alloh Ta’ala berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?” Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)”. Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Alloh itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?”Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.(QS. An-Nissa’: 97)

Telah berkata Abu Saud –semoga Alloh merahmatinya- : (Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri) : Penjelasan tentang keadaan orang-orang yang duduk-duduk dari hijrah sehingga berimbas pada sikap enggan berjihad. Mereka dikatakan mendzalimi diri sendiri karena mereka meninggalkan kewajiban hijrah dan lebih memilih untuk tinggal berdekatan dengan orang-orang kafir. Maka ayat ini diturunkan bagi orang-orang yang berada di Makkah yang memilih menyerahkan diri tidak berhijrah ketika hijrah telah diwajibkan. (Tafsir Abu Saud 2/222)

Alloh ta’ala juga berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Alloh dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (akan tetapi) Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Alloh Maha melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Anfal: 72)

Syekh Abu Abdillah Al Muhajir kemudian menyimpulkan, dengan demikian, dunia terbagi secara alami dalam melaksanakan perintah Alloh ke dalam dua dar : darul Islam dan darul kufri.

Jihad Melawan Penguasa Murtad

Syekh Abdul Qadir bin Abdul Aziz, hafizahullah, dalam Al-‘Umdah Fii I’daadil ‘Uddah Lil Jihaadi Fii Sabiilillaah, menerangkan beberapa hukum yang sangat penting terkait masalah tindakan penguasa murtad.

Menurut beliau, jika pemerintah melakukan kekafiran dan ia mempertahankan diri dengan kekuatan, maka wajib memeranginya, dan peperangan ini adalah fardlu ‘ain yang lebih diutamakan dari pada yang lainnya.

Hal ini sebagaimana yang terjadi pada para penguasa yang menjalankan pemerintahannya dengan selain syari’at Islam di berbagai negeri kaum Muslimin. Mereka itu kafir berdasarkan firman Allah swt.

“Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-oang yang kafir.” (QS. 5: 44)

Dan juga firman Allah swt. :

“Kemudian orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Rabb mereka.” (QS. 6:1)

Berdasarkan ayat-ayat yang lain. Sedangkan kebanyakan mereka mengaku Islam, maka dengan demikian mereka murtad lantaran kekafiran mereka.

Hakikatnya para penguasa itu, selain mereka menjalankan hukum selain hukum yang diturunkan Allah, mereka juga membuat syari’at bagi manusia sesuai dengan kemauan mereka. Dengan demikian mereka mengangkat diri mereka sebagai arbab (tuhan-tuhan) bagi manusia selain Allah. Sebagaimana firman Allah:

“Mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka sebagai rabb-rabb selain Allah,.” (QS. 9:31)

Dengan demikian maka kekafiran mereka bertumpuk-tumpuk, selain mereka juga menghalang-halangi manusia dari jalan Allah.

Sesederhana itu wahai umat Islam, untuk mengetahui apakah Indonesia darul kufri (Negara Kafir) atau bukan.

Wallahu’alam bis showab!

Sumber: Al Mustaqbal

APEC & Utang Indonesia dari Rezim Soeharto Sampai SBY

Written By Anonim on Jumat, 04 Oktober 2013 | 18.23


Pertemuan antara Obama dan SBY, di Forum APEC, menurut berbagai sumber dipastikan akan ditandatanganinya perpanjangan kontrak karya (KK) PT Freeport, selama 40 tahun mendatang. Sungguh sangat dramatis. Ini merupakan suguhan terakhir dari SBY kepada ”tuan” Obama.
  • Sekarang jumlah utang Indonesia periode 2007-2011 terus naik, dari Rp 1.385,55 triliun menjadi Rp 1.804,37 triliun. Kemudian, Desember 2012, utang Republik Indonesia mencapai Rp 1,850 triliun.
  • Bagaimana Indonesia bisa membayar utang dan bunganya? Sementara itu, rakyat yang sekarang sudah terseok-seok terus dibebani berbagai pajak yang mencekik. Semuanya digunakan membayar utang. Para pejabat yang terlibat dalam pengelolaan negara mereka tidak becus, dan hanya membuat rakyat sengsara.
  • Sumber daya alam Indonesia habis dikuras melalui investasi yang sekarang terus masuk ke berbagai proyek di Indonesia. Termasuk investasi dari Cina. Dengan kondisi ekonomi Indonesia 80 persen dikangkangi alias dikuasai oleh konglomerat Cina, maka bangsa Indonesia, khususnya kaum pribumi, hanya akan menjadi kuli dan budak Cina.
  • Di bidang mineral khususnya minyak dan gas serta mineral lainnya, tetap Amerika dan Cina yang menjadi dominan.
  • Itulah nasib bangsa Indonesia ditengah-tengah dinamika global, dan ketidak mampuan pemerintah mengelola negara, dan sekarang berada di bawah ketiak dan pengaruh Cina yang terus melakukan ekspansi ekonomi di kawasan Asia Pasific didukung para konglomerat Cina di Indonesia.
JAKARTA- Di zaman Orde Baru di bawah Jenderal Soeharto, selalu dinyatakan anggaran, ”berimbang”.Tidak pernah Soeharto yang berkuasa selama tiga puluh tahun lebih, menyatakan anggaran mengalami defisit. Tetapi, sejatinya Jenderal Soeharto itu hanya pandai menipu rakyat.
Sepanjang pemerintahan di zaman Soeharto anggaran negara terus mengalami defisit. Antara sektor penerimaan dengan pengeluaran tidak pernah berimbang.
Defisit anggaran itulah yang terus ditutup dengan utang. Utang dari negara donor, termasuk IMF (International Monotary Fund), dan World Bank, yang semua itu dibawah kendali Yahudi. Karena, faktnya yang menjadi direktur IMF dan World Bank, tak pernah dipegang tokoh yang bukan Yahudi. Jadi Soeharto itu hanya lah “pion” yang netek Yahudi.
Soeharto lengser meninggalkan utang sebesar $ 150 miliar dollar. Ditambah Soeharto mengucurkan BLBI bagi konglomerat yang sebagian besar Cina, besarnya BLBI Rp 650 triliun. Sedangkan pemerintah harus memasukkan bunga BLBI ke dalam APBN sampai tahun 2030.
Rakyat harus dibebani bunga BLBI terus-menerus, sementara yang menikmati BLBI adalah konglomerat cina. Anehnya, di zaman Megawati menjadi presiden, utang-utang para konglomerat itu diputihkan. Mereka para konglomerat hitam itu, menikmati hidupnya di Singapura, sampai sekarang.
Sekarang jumlah utang Indonesia periode 2007-2011 terus naik, dari Rp 1.385,55 triliun menjadi Rp 1.804,37 triliun. Kemudian, Desember 2012, utang Republik Indonesia mencapai Rp 1,850 triliun.
Bagaimana Indonesia bisa membayar utang dan bunganya? Sementara itu, rakyat yang sekarang sudah terseok-seok terus dibebani berbagai pajak yang mencekik. Semuanya digunakan membayar utang. Para pejabat yang terlibat dalam pengelolaan negara mereka tidak becus, dan hanya membuat rakyat sengsara.
Menurut BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) yang merilis laporan, bahwa pemerintah belum mampu mengelola utang dengan efektif. Kerja pemerintah yang buruk karena sederet faktor, diantara korupsi dan berokrasi yang tidak efisien alias amboradul. Karena banyak korupsi yang sekarang berlangsung secara sistemik.  Utang hanyalah untuk kepentingan para pejabat yang korup. Sementara rakyat harus menanggung beban utang.
Sekalipun para pengamat ekonomi mengatakan jumlah utang Indonesia yang sudah mencapai 60 persen dari PDB, tetap masih dinilai aman. Belum mencapai 100 persen dari PDB. Tetapi, jumlah utang yang sudah mencapai 60 persen dari PDB itu, sudah merupakan lampu merah.
Indonesia yang selalu diagungkan dengan pertumbuhan ekonominya yang stabil diatas rata-rata 6 persen, kenyataan pertumbuhan ekonomi itu, hanya diakibatkan faktor konsumsi yang terus meningkat termasuk import barang-barang mewah, yang sekarang  ini menyumbang inflasi tertinggi.
Kenyataannya, eksport Indonesia juga negatif, karena Indonesia tak mampu menghasilkan produk manufuktur yang bisa dijual keluar negeri. jadi kalau sekarang ini Indonesia masuk APEC, akhirnya Indonesia hanya akan menjadi negara jajajahan.
Di tengah-tengah liberalisasi perdagangan dan investasi yang terus berlangsung, sementara Indonesia sangat lemah di bidang perdagangan luar negeri. Maka, Indonesia akan terus tergerus oleh kekuatan ekonomi global, tanpa Indonesia mampu melawan kekuatan baru yang tumbuh di kawasan Asia-Pasipic.
Sumber daya alam Indonesia habis dikuras melalui investasi yang sekarang terus masuk ke berbagai proyek di Indonesia. Termasuk investasi dari Cina. Dengan kondisis ekonomi Indonesia 80 persen dikangkangi alias dikuasai oleh konglomerat Cina, maka bangsa Indonesia, khususnya kaum pribumi, hanya akan menjadi kuli dan budak Cina.
Di bidang mineral khususnya minyak dan gas serta mineral lainnya, tetap Amerika dan Cina yang menjadi dominan.
Pertemuan antara Obama dan SBY, di Forum APEC, menurut berbagai sumber dipastikan akan ditandatanganinya perpanjangan kontrak karya (KK) PT Freeport, selama 40 tahun mendatang. Sungguh sangat dramatis. Ini merupakan suguhan terakhir dari SBY kepada ”tuan” Obama.
Itulah nasib bangsa Indonesia ditengah-tengah dinamika global, dan ketidak mampuan pemerintah mengelola negara, dan sekarang berada di bawah ketiak dan pengaruh Cina yang terus melakukan ekspansi ekonomi di kawasan Asia Pasific, dan mendapatkan dukungan para konglomerat Cina di Indonesia.
Dibagian lain, Ketua BPK Hadi Purnomo, melaporkan Hasil Pemeriksaan BPK kepada DPR kemarin, di mana terjadi penyimpangan 2.854 kasus penyimpangan yang terjadi di instansi pusat dan daerah. Nilai kerugian negara mencapai Rp 46,24 triliun.
Penyimpangan yang terjadi ini menjadi sumber korupsi yang terus berkembang biak secara massif. Inilah yang mengakibatkan Indonesia perlahan-lahan akan menuju :“failed state” (negara gagal). mh/af. (VOA-ISLAM.COM) Rabu, 02 Oct 2013
***
KTT APEC itu seperti apa, inilah gambaran beritanya.
***
Kamis, 3 Oktober 2013 16:19 WIB

APEC 2013

4022 Delegasi Siap Hadiri KTT APEC 2013 di Bali

SRI LESTARI
apecJumpa pers persiapan KTT APEC 2013, Badung, Bali (Jaringnews/Sri Lestari)
KESIAPAN PANITIA DIMAKSIMALKAN UNTUK MEMBERIKAN YANG TERBAIK
BADUNG, Jaringnews.com - Sekitar 4022 orang delegasi dipastikan hadir dalam acara APEC XXI di Bali. Rangkaian acara APEC berlangsung 1-8 Oktober mendatang sudah dipersiapkan dengan matang baik sarana maupun prasarananya.
“Sampai hari ini (3/10) telah terdaftar tidak kurang dari 4022 orang delegasi yang akan datang dalam rangka KTT APEC ini. Semua sarana dan prasarana telah dipersiapkan dengan baik,” kata Wakil Ketua Panitya Nasional Penyelenggaraan KTT APEC 2013, Chaerul Tanjung saat konferensi pers, Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (3/10).
Dari jumlah delegasi yang siap hadir di acara KTT APEC yang berlangsung 7-8 Oktober 2013 mendatang belum termasuk mereka yang sudah menghadiri acara APEC CEO SUMMIT pada 5-7 Oktober 2013. Dengan kondisi seperti ini, kesiapan panitia dimaksimalkan untuk memberikan yang terbaik dalam mensukseskan APEC 2013 dimana Indonesia menjadi tuan rumahnya.
“Dari 4022 orang delegasi itu belum termasuk yang ikut di acara APEC CEO SUMMIT. Jumlahnya tidak kurang dari 1200 CEO yang akan hadir di dalam KTT APEC nantinya,” tambahnya.
Sementara untuk wartawan yang sudah mendaftar diacara KTT APEC ini tidak kurang dari 3157 orang untuk melakukan peliputan. Terkait dengan persiapan, secara umum telah siap namun dukungan untuk semua pihak yang bertugas dimasing-masing sektor.
(SRI / MYS) http://jaringnews.com
***
Sumber: nahimunkar.com

Cermin Sejarah Kemerdekaan Indonesia

Written By Anonim on Senin, 30 September 2013 | 22.22


Perjalanan sejarah Nusantara pada umumnya, dan Negara Republik Indonesia khususnya, diramaikan oleh para pejuang yang bergerak dengan niat Jihad Fi Sabilillah. Mengingat bahwa negeri ini berpenduduk mayoritas muslim, maka wajarlah bila hampir seluruh pahlawannya orang yang beragama Islam. Namun dengan penuh kejujuran dan kerendahan hati kita harus mengakui bahwa barisan muslimin yang dikenal sebagai pahlawan tidaklah semuanya benar-benar memiliki aqidah, ibadah dan akhlak Islam.

Sepanjang sejarah kita temukan adanya mereka yang bersungguh-sungguh memperlihatkan tampilan aqidah, ibadah dan akhlak Islam lalu berjihad dengan tujuan untuk memperoleh satu dari dua kebaikan : hidup mulia di bawah naungan Syariat Allah atau Mati Syahid. Tersebutlah diantara mereka Pangeran Dipenogoro, Imam Bonjol dan segudang nama pejuang Islam lainnya.

Namun, kita pun mendapati dereten “pahlawan” beragama Islam namun secara halus maupun terang-terangan tidak menunjukan keberpihakan kepada ’Izzul Islam wal Muslimin’ (kemuliaan Islam dan kaum muslimin). Mereka memiliki kepentingan yang beraneka ragam. Ada yang berjuang demi kemaslahatan pribadi dan kelompoknya, ada yang berjuang memasarkan ideologi asing di luar Islam kepada bangsa yang beridentitas Islam ini. Ada yang bahkan menjadi antek-antek penjajah sehingga memperoleh dukungan dan jaminan fasilitas dari pihak musuh.

Lahirnya Indonesia merupakan resultante dari pertarungan dua kelompok diatas. Pertarungan dimana hingga hari ini belum berakhir. Sejak Belanda masih bercokol di bumi Indonesia hingga datangnya Jepang. Lalu saat proses menjelang dan ketika proklamasi kemerdekaan diumumkan, hingga munculnya kepemimpinan Soekarno dengan sistem Demokrasi Terpimpin dan Nasakom-nya. Kemudian datang masa kepemimpinan Soeharto dengan rezim represif Orde Barunya hingga Era Reformasi yang kian hari kian mengkristal dalam system Demokrasi Liberal-nya.

Sepanjang perjalanan sejarah tersebut senantiasa ada kalangan yang mewakili kelompok pejuang Islam sejati yang ingin menjadikan negeri ini lahan pengabdian kepada Allaahu Taรกla semata sambil membebaskan segenap manusia dari penghambaan sesama manusia. Mereka pada umumnya adalah tokoh-tokoh Islam yang berprinsip dan berideologi Islam. Mereka adalah para Pahlawan yang meyakini bahwa identitas Islam merupakan jatidiri yang sesungguhnya dari rakyat Indonesia. Sejak awal mereka senantiasa menjadikan Ideologi Islam sebagai faktor utama penggerak semangat pembebasan diri dan bangsa dari pihak penjajah. Mereka adalah para pejuang yang memandang tiada kemuliaan bagi bangsa Indonesia tanpa Islam dan Syariat Allah sebagai jalan hidup. Merekalah yang digambarkan oleh Rasulullah Shallallahu รlaihi wa Sallam dengan sabdanya :

“Akan selalu ada segolongan dari Ummatku yang berperang diatas Al-Haq (kebenaran) dan mereka akan tetap demikian hingga hari Kiamat.” (HR. Muslim 225)

Mengingat bahwa para penguasa yang memerintah di negeri ini tidak pernah benar-benar memiliki identitas Islam serta cita-cita untuk menjalani hidup di bawah naungan Syariat Allah Yang Maha Adil, maka kafilah para Pejuang Islam selalu ditemukan berseberangan jalan dengan semua penguasa tersebut. Baik itu penjajah Belanda, Jepang, Penguasa Orde Lama, Orde Baru maupun para penguasa di era reformasi. Ketika penjajah Belanda dan Jepang masih bercokol di Indonesia wajarlah bila terdapat sikap non-kooperatif yang begitu tegas terhadap rezim penguasa. Sebab penguasanya jelas-jelas kafir alias ber ideologi selain Islam. Namun ketika penjajah Asing telah hengkang, ternyata semenjak hari pertama kemerdekaan di proklamasikan saja sudah tampak tanda-tanda pengkhianatan dari para so-called founding fathers negeri ini. Rupanya pewarisan nilai-nilai kolonialisme penjajah sudah berlangsung sempurna. Artinya, ketika para penjajah asing itu angkat kaki dari negeri ini mereka sudah memastikan bahwa calon pemimpin di negeri ini haruslah dari kalangan pribumi pengusung faham buatan manusia dan bukan termasuk barisan pembela ideologi Rabbani.

Demikianlah negeri ini menyaksikan bahwa di satu sisi terdapat pengorbanan dan heroisme para pejuang sejati yang bercita-cita menegakan kehidupan bernegara dengan Kemuliaan Islam dan Syariat Allah. Namun di sisi lain ada khafilah pengkhianat yang terus menerus melestarikan ideologi Kapitalisme, Sosialisme dan setia menyebarkan faham Sekulerisme, Nasionalisme, Pluralisme, Liberalisme dan Demokrasi di Negeri yang telah di semai oleh darah suci para Syuhada. Para pengusung faham buatan manusia ini senantiasa berseberangan jalan dengan para pembela ideologi Rabbani. Oleh karenanya sejarah mencatat, bahwa selama kepemimpinan penguasa manapun ada saja pejuang Islam yang mengalami pemenjaraan, pengasingan atau bentuk penganiayaan lainnya. Baik ketika Era penjajahan Asing maupun hingga era Reformasi kini.

Semua ini membawa kita pada satu kesimpulan, bahwa Negara yang bernama NKRI belumlah menjadi rumah normal bagi kaum muslimin di wilayah yang bernama Indonesia ini. Di dalamnya mereka belum bisa memperoleh ketentraman dan keamanan yang diidam-idamkan. Di dalamnya mereka belum memperoleh keadilan dan kesejahteraan yang diimpikan. Di dalamnya mereka belum sepenuhnya Merdeka untuk menegakan pengabdian hanya kepada Sang Khaliq semata. Mereka belum merasakan kelezatan hidup dibawah Syariat Allah. Penjajahan formal bangsa Asing kepada kaum pribumi memang sudah berakhir untuk selanjutnya diteruskan dengan praktek penjajahan kaum pribumi terhadap sesama pribumi.

Sampai kapankah sejarah Indonesia akan terus dihiasi oleh perebutan pengaruh antara kaum pengusung ideology buatan manusia dengan kaum pembela ideology Rabbani? Padahal sejatinya Indonesia bukanlah tujuan final perjuangan Umat Islam di muka Bumi Allah. Indonesia hanyalah sebuah tujuan antara, sebuah terminal, belum sampai kepada tujuan final. Umat Islam perlu senantiasa menyadari Indonesia hanya merupakan sebuah “rumah darurat” taktala “rumah normal” mereka sedang raib. Indonesia merupakan sebuah Nation-State. Sedangkan Rasulullah Muhammad Shallallahu รlaihi waSallam telah mencontohkan kepada kita bahwa tatanan bermasyarakat dan bernegara yang diridhoi Allahu Shubhanahu wa Taรกla adalah berbentuk sebuah Aqidah-State. Hendaknya kita saling mengingatkan bahwa hanya dengan menjadikan aqidah Islam sebagai perekat kehidupan masyarakat dan bernegara, umat Islam akan solid dan tampil berwibawa. Sedangkan menjadikan faktor “bangsa” sebagai perekat kehidupan bermasyarakat dan bernegara hanya akan menyebabkan tercabik-cabiknya kesatuan umat Islam yang sejatinya tidak pernah bisa dibatasi oleh sekat-sekat warna kulit, bahasa, suku maupun bangsa.

Sudah berlalu 89 tahun sejak peristiwa tragis pembubaran Khilafah Islamiyyah berlangsung. Sedemikian jauhnya pemahaman, penghayatan dan pengalaman umat Islam dewasa ini mengenai realitas kehidupan di bawah tatanan Khilafah Islam. Sehingga banyak muslim yang menyangka bahwa sistem kehidupan dengan sistem nation-state dewasa ini merupakan sebuah sistem yang cukup memuaskan dan sudah final. Padahal kehidupan dengan sistem Nation-State bagi umat Islam merupakan kehidupan darurat, laksana para gelandangan yang terpaksa membangun bedeng sebagai rumah sementara karena rumah mereka yang semestinya telah digusur. Mungkin karena sudah terlalu lama “menikamati” hidup dibedeng-bedeng, akhirnya umat Islam mulai menyesuaikan diri dan terbius untuk meyakini bahwa memang sudah semestinya mereka nrimo hidup tanpa berfikir lagi untuk mempunyai rumah yang semestinya. Awalnya hanya terpaksa menjadi gelandangan, lama kelamaan secara sukarela meyakini dan menumbuhkan mentalitas gelandangan dan pengemis didalam jiwa!

Sungguh tepat ucapan Ribรญy bin Amir Radhiyallahu รกnhu kepada Panglima Rustum :

Kami (Umat Islam) di utus Allah untuk mengeluarkan manusia dari penghambaan sesama hamba untuk menghamba kepada Allah semata.
Kami (Umat Islam) di utus Allah untuk mengeluarkan manusia dari sempitnya dunia kepada lapangnya dunia dan akhirat.
Kami (Umat Islam) di utus Allah untuk mengeluarkan manusia dari kezaliman berbagai dien (agama/ ideologi/ pandangan hidup/ falsafah hidup/way of life) kepada keadilan Islam.

Ya Allah, masukanlah kami kedalam barisan para pejuang sejati Syariat Islam dan Dien-Mu. Janganlah Engkau biarkan kami tersesat, baik sadar maupun tidak sadar, sehingga masuk kedalam barisan para pengusung ideologi buatan manusia. 

Allahu Akbar 
Allahu Akbar 
Allahu Akbar!

--------------------------

Sejarah Gelar Haji Di Indonesia



Gelar haji bagi muslim yang telah menunaikan ibadah naik haji sepertinya hanya ada di Indonesia dan Malaysia. Khususnya di Indonesia, gelar haji pertama kali dibuat oleh bangsa Belanda yang waktu itu sedang menjajah Indonesia, orang yang telah berangkat haji ke Mekkah dan kembali lagi ke Indonesia oleh bangsa Belanda di stempeli di depan namanya dengan huruf “H”.


MASA PEMERINTAHAN HINDIA BELANDA

Dahulu di zaman penjajahan Belanda, Belanda sangat membatasi gerak-gerik umat muslim dalam berdakwah, segala sesuatu yang berhubungan dengan penyebaran agama terlebih dahulu harus mendapat ijin dari pihak pemerintah Belanda. Mereka sangat khawatir apabila nanti timbul rasa persaudaraan dan persatuan di kalangan rakyat pribumi, yang akan menimbulkan pemberontakan, karena itulah segala jenis acara peribadatan sangat dibatasi. Pembatasan ini juga diberlakukan terhadap ibadah haji. Bahkan untuk yang satu ini Belanda sangat berhati-hati, karena pada saat itu mayoritas orang yang pergi haji, ketika ia pulang ke tanah air rata-rata jadi memiliki keberanian mengajak masyarakat untuk melawan dan melakukan perubahan menentang ketidak adilan.

Maka salah satu upaya Belanda untuk mengawasi dan memantau aktivitas serta gerak-gerik mereka, pemerintah Hindia Belanda memberikan stempel (gelar) baru kepada mereka, yaitu “Haji” di depan nama orang yang telah menunaikan ibadah haji dan kembali ke tanah air. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Pemerintahan Belanda Staatsblad tahun 1903. Memang dari sejarahnya, banyak mereka yang ditangkap, diasingkan, dan dipenjarakan adalah mereka yang memiliki cap haji.


GELAR HAJI DI MASA SEKARANG

Ironis... itulah asal usul mengapa di negeri kita untuk mereka yang telah berhaji diberi gelar “haji”…. Sementara di zaman sekarang, seringkali gelar haji itu menjadi atribut kebanggaan dan pembanding orang yg sudah mampu pergi haji dengan yang belum, bahkan ada beberapa orang yang apabila tidak dipanggil pak haji atau bu haji mereka ngambek, marah. Padahal semestinya orang yang sudah pernah haji bisa merubah semua sifat buruk sewaktu ia belum naik haji menjadi kebaikan, ITULAH YANG LEBIH UTAMA, bukan mempermasalahkan gelar.

Seperti kata ulama “Sembunyikanlah amalan kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan amalan kejelekanmu.”

Semoga bermanfaat


----------------------------

Indonesia Sedang Dijajah Dan Penjajah Dilindungi Oleh Undang-Undang Thogut

Written By Anonim on Jumat, 27 September 2013 | 09.49

Penjajahan terus terjadi di Indonesia dan di legalkan oleh hukum (Hukum Thaghut tentunya).


Inilah video yang memperlihatkan pada anda bahwa Indonesia sampai detik ini terus dijajah oleh orang kafir dan dibantu pemerintah kafir murtad Indonesia.

Salibis Amerika & Zionis dengan tenang merampok seluruh hasil bumi Indonesia dan semua itu dilakukan atas restu pemerintah kafir Indonesia dan dilindungi oleh Undang-undang (UU Thaghut tentunya). UU thaghut yang digodok oleh kera-kera di Parlemen.

Sayang seribu sayang, rakyat Indonesia tidak menyadarinya kalo mereka sedang dijajah dan rakyat Indonesia telah ditipu mentah2 oleh Pemerintah kafir Indonesia. Mereka mengatakan NKRI harga mati tetapi realitanya NKRI telah dijajah dan dijual pada Kafir Salibis Amerika & Zionis.

Rakyat Indonesia cukup dikasih slogan kosong melompong "Pancasila & NKRI harga mati" oleh Pemerintah Kafir Indonesia Antek Kafir Salibis Amerika & Zionis ini dan Slogan kosong melompong inipun telah cukup membuat rakyat Indonesia puas dan kenyang.

Rakyat Indonesia mau-maunya dibodohin oleh Pemerintah Kafir Penyembah Garuda & Demokrasi semacam ini. Disatu sisi mereka berkoar-koar NKRI harga mati tapi di lain sisi mereka menjadi Antek Penjajah SALIBIS & ZIONIS. Mereka jual negeri ini pada Salibis Amerika & Zionis dan mereka menggarong Sumber Daya Alam Indonesia dan menjajahnya.

Jadi sejatinya Pemerintah Kafir Indonesia bukanlah Penjaga NKRI melainkan para PENGKHIANAT. TNI/Polri adalah babu-babunya ANTEK PENJAJAH KAFIR AMERIKA & ZIONIS, mereka (TNI/POLRI) adalah CENTENG Penjajah Amerika & Zionis yang sama kelakuannya dengan BEGUNDAL-BEGUNDAL TENTARA KNIL bentukan Salibis Belanda dahulu. 


Justru Penjaga NKRI yang asli adalah para MUJAHIDIN yang ANTI AMERIKA & ZIONIS yang dikatakan Teroris oleh Pemerintah, Centeng-centengnya (TNI/Polri) dan corong media TV mereka yang terlaknat..!

Tapi anehnya Sebagian Rakyat Indonesia malah mendukung para Antek Penjajah dan Pengkhianat Bangsa ini. Yang membela Martabat NKRI yakni Mujahidin yang anti Kafir Salibis Amerika & Zionis Yahudi malah dikatakan Teroris, dibunuh, dibantai & dipenjara. la hawla wala quwwata illa billah.....

Dalam hal ini, Media TV lah yang berperan besar dalam membuat citra Pemerintah Kafir Indonesia sebagai pahlawan padahal sejatinya mereka adalah antek-antek penjajah Salibis Amerika & Zionis. Sementara para mujahidin yang memerangi para Antek Penjajah Amerika & Zionis ini dikatakan teroris oleh Media-media penjilat Pantat Penjajah Amerika & Zionis di Negeri ini...!

Yang tidak merasa Indonesia sedang dijajah oleh Kafir Amerika/Zionis dan anteknya (Pemerintah Murtad Indonesia) berarti matanya telah buta dan hatinya telah mati..!!!


INDONESIA BELUM MERDEKA WAHAI KAUM MUSLIMIN..! SELAMA HUKUM ALLAH BERDASARKAN AL QURAN DAN SUNNAH TIDAK TEGAK DI BUMI INI MAKA SELAMA ITU PULA LAH KAUM MUSLIMIN DI JAJAH OLEH ORANG KAFIR DAN ANTEK-ANTEKNYA..!! 

JADI KEMERDEKAAN YANG SEBENARNYA ADALAH TEGAKKNYA HUKUM ALLAH BERDASARKAN AL QURAN DAN SUNNAH..!!! BUKAN TEGAKNYA HUKUM GARUDA DAN KUHP KAFIR SALIBIS BELANDA..!!


Lihat videonya 



Kabar Dunia Islam

Jihady Online Radio

 
Support : Creating Website | Mujahidin | Mujahidin
Copyright © 1434 H / 2013 M. By Ridwan Kariem | Tauhid Media
Template Modified by Creating Website Published by Mujahidin
Proudly powered by Mujahidin